Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#lamaran paksaan#


__ADS_3

Jane pun kembali ke rumah nya, tapi Jerry tidak, dia langsung menghubungi seseorang untuk mencari tau kemana saja Rara, akan pergi setiap hari nya dan apa saja kebiasaan nya, setelah itu dia langsung kembali ke dalam rumah Rara.


Jerry menunggu hingga hampir dua jam Jerry penasaran dengan Rara, apa yang kini tengah ia lakukan selama itu berada di dalam kamar mandi, setelah mendesak pelayan rumah Jerry tau Rara, bohong tentang makan malam tadi.


nyatanya Rara hanya akan minum susu untuk mengganjal perut nya di malam hari.


Jerry langsung naik ke atas, dia masuk ke dalam kamar Rara, saat Jerry membuka mata Rara sudah duduk di atas sofa selonjoran dengan menggunakan lingerie yang terlihat menerawang meski tertutup jubah nya tertutup.


"Kak Jerry ma mau apa"ucap Rara yang langsung menyimpan buku tebal berisi sketsa gaun yang ia buat.


"Kita makan malam"ucap Jerry.


"Aku sudah"


"Sudah bohong,ia begitu??"ucap Jerry sambil menatap lekat wajah cantik yang terlihat pucat itu.


"Aku hanya tidak biasa makan malam kak, lagian sebentar lagi aku akan tidur"ucap Rara .


"Ra aku minta maaf aku tak bermaksud untuk pergi selama ini, aku tidak menyangka mommy langsung masuk rumah sakit saat itu, dan Daddy yang seharusnya mengganti kan ku mengurus perusahaan, tidak bisa melakukan itu karena dia harus menemani mommy"ucap Jerry menjelaskan.


"Kakak tidak perlu minta maaf, kakak tidak punya salah apapun, dan lagi kakak tidak punya kewajiban untuk meminta maaf kepada ku, kita tidak punya ikatan apa-apa, hanya sebatas kenal karena aku teman dari Jane"ucap Rara, yang berusaha untuk duduk.


"Ra kamu salah jika kamu mengira begitu, apa kamu tau apa??.. yang aku rasakan saat itu heeuh... aku merasa sangat bersalah pada mu, dan tidak hanya itu separuh jiwa ku terasa tertinggal di sini, dan itu artinya aku jatuh cinta pada mu"ucap Jerry to the points.


"Hahaha... sungguh lucu candaan mu itu kak, pria mana yang akan jatuh cinta pada wanita cacat yang hanya akan menjadi beban untuk nya, kalau pun ada orang itu mungkin buta karena salah melihat"ucap Rara.


"Terserah kamu mau percaya pada ku atau tidak nona Vierra, yang pasti aku akan menikah dengan mu dalam waktu dekat ini"ucap Jerry, sambil memasukkan cincin berlian di tangan Rara yang masih melotot tak percaya.


"Kak Jerry ini apa??... ucap Rara, itu cincin lamaran dari ku dan aku tidak terima penolakan lagi"ucap Jerry.


"Maksud kakak apa??... heuhhhhh maksud nya ini kakak mau menghinaku karena aku cacat dan tidak laku sehingga pria beristri lah yang pantas dengan ku, iya begitu!!"ucap Rara sambil menangis, dia merasa Jerry, sedang mengasihani nya.


"Sekarang juga pergi dari hadapan ku bawa ini aku tidak butuh belas kasih dari mu aku tidak menikah pun dunia ini terus ada, jadi mulai sekarang"ucapan Rara terpotong karena Jerry membungkam bibir nya dengan bibir Jerry, Jerry mencium bibir Rara, dengan lembut dia tidak ingin mendengar penolakan dari Rara, wanita yang berhasil membuat nya jatuh cinta di tahun kedua dan tahun ketiga dia tidak ingin lagi menyia-nyiakan kesempatan itu.


"I love you, Vierra sayang aku benar-benar tulus mencintai mu, J'Time Vierra Bicause I' Miss you so much"ucap Jerry.


"Tidak kak, kamu bohong, sudah lah aku mohon bawa kembali cincin ini"ucap Rara.


"Aku sudah katakan aku tidak mau dengar penolakan"ucap Jerry tegas.


"Kakak aku kira dimana"ucap Jane.


"Makan malam sudah siap, Ra ayo turun aku membawa nya ke sini"ucap Jane.


"Tidak Jane, aku mau tidur sudah lelah kalian berdua saja"ucap Rara, yang kini tengah menatap kearah Jerry yang masih menatap nya lekat.


"Baiklah aku turun dulu"ucap Jane yang tau Jerry dan Rara sedang bicara lewat mata.


"Ayo turun"Ucap Jerry yang langsung mengangkat tubuh Rara, begitu saja .


Rara, kaget dan sampai memekik.


"Kak!!"


cup


Jerry mengecup Rara.


"menurut atau aku akan mencium mu di depan mereka"ucap Jerry.


Rara tidak lagi menolak percuma saja Jerry, tidak akan mau mendengar nya, Jane tersenyum melihat Jerry yang menggendong Rara ala bridal style, terlihat sangat romantis.


Jerry mendudukkan Jane di samping nya dia tidak ingin terjadi apa-apa pada wanita itu.


"Makan lah aku sudah pesan kan makanan favorit mu "ucap Jerry.

__ADS_1


"Kak... jangan terlalu banyak aku takut sakit perut, aku tidak terbiasa makan malam"ucap Rara.


"Jane, sayang kamu juga harus makan yang banyak,agar kamu bisa membuat gaun terindah untuk kakak ipar mu ini saat kita menikah nanti"ucap Jerry.


"Aku masih menyimpan gaun itu ,itu adalah gaun terbaik jadi tinggal minta mommy dan Daddy membawa serta kesini"ucap Jane yang teringat dengan gaun pengantin yang ia desain dengan sepenuh hati untuk pernikahan Jerry mungkin inilah saatnya Jerry menggunakan itu dengan pilihan terbaik nya.


"Percuma saja aku memakai gaun pengantin, aku masih duduk di kursi roda, dan aku tidak akan bisa mendampingi mu di pelaminan jadi harus di batal kan saat ini juga" ucap Rara yang kini langsung menggenggam erat jubah lingerie milik nya.


"Vierra!"bentak Jerry yang kini menatap tajam kearah nya.


Jane pun ikut terdiam, dia kaget melihat sikap kakak nya, yang benar-benar tidak bisa diduga, ternyata Jerry benar-benar jatuh cinta pada sahabat nya itu, dan ada rasa haru untuk semua itu.


Jane mengelus punggung Rara, dengan lembut, sambil melirik dan mengangguk ke arah nya.


"Aku tidak ingin mengecewakan siapapun Jane,kak Jerry sudah memiliki istri, dan mungkin juga anak, aku tidak ingin merebut dia dari nya, aku juga wanita, yang sama-sama akan merasakan sakit jika suaminya direbut orang"ucap Rara.


"Vierra, aku sudah lama berpisah dengan nya, dia hanya ingin harta ku bukan aku nyatanya dia lebih suka tidur dengan pria lain ketimbang bersama ku"ucap Jerry, dan sungguh pengakuan yang mencengangkan, bagi Jane dan Rara.


"Aku akan berpisah dengan nya, setelah tes DNA itu keluar karena aku yakin anak itu bukan darah daging ku, karena aku sudah melakukan operasi, sebelum menikah,agar kami tidak punya anak dan dari seratus persen kemungkinan nya hanya satu persen kegagalan dari operasi tersebut"ucap Jerry jujur.


Jane, sendiri tidak menyangka kakak nya yang begitu mencintai kekasih nya itu bisa melakukan itu.


🌹💖💖💖🌹


ke esokan pagi nya Rara, sudah bersiap untuk pulang ke villa, meski Jane melarang dan Jerry benar-benar tidak setuju tapi Rara, beralasan bahwa ia sedang ada pekerjaan, dan Jerry tidak bisa melarang nya.


Jerry langsung mengantar Rara ke villa, terlihat di sana tidak ada siapapun hanya ada sedikit perbedaan di sekitar ruangan di villa itu saat ini ada tempat berlatih berjalan .


Jerry membawa Rara ke dalam tanpa menggunakan kursi roda.


"Sayang kamu latihan berjalan di sini"ucap Jerry.


"Kadang kalau aku lagi bosan"ucap Rara.


"Heummm... sekarang kalau bosan kamu bisa telpon aku"ucap Jerry.


"Aku kirim uang buat bayar"ucap Jerry sambil tersenyum.


sesampainya di dalam Jerry langsung duduk di sofa ruang tengah yang memperlihatkan keindahan taman samping rumah.


Rara kini duduk di pangkuan Jerry dia ingin turun tapi tidak di perbolehkan oleh Jerry.


"Kak... turun kan aku"ucap Rara.


"Kenapa??... ucap Jerry sambil menatap kearah nya.


"Aku malu"ucap Rara sambil menunduk.


"Yang aku masih merindukan mu, apa??... salah nya sebentar saja"ucap Jerry.


"Kak, dua Minggu yang lalu aku dan Lionel membuat janji bahwa kita akan pergi bersama ke makam mommy dan Daddy ku"ucap Rara.


Jerry langsung menatap lekat wajah Rara.


"Aku tidak mengijinkan nya"ucap Jerry datar.


"Kak"ucap Rara.


"kenapa?... tidak terima heumm"ucap Jerry.


"Nyesel aku bilang sama kakak"ucap Rara.


"Vierra, apa??... pantas seorang wanita yang sudah bertunangan pergi dengan pria lain yang sebenarnya mantan kekasih nya"ucap Jerry, pelan tapi penuh penekanan.


"Kak Jerry"ucap Rara.

__ADS_1


Rara berusaha turun dari pangkuan Jerry tapi lagi-lagi Jerry menahan nya, tidak hanya itu Jerry ,kini membalikkan posisi tubuh mereka kini Rara berada di bawah tubuh Jerry.


"Kak" ucap Rara, membuang pandangannya ke samping.


"Vierra, sayang aku tak mendengar mu atau melihat mu dengan pria lain sekalipun itu menyebutkan nama nya"ucap Jerry.


"Aku ada pekerjaan kak "ucap Rara mengalihkan pembicaraan.


"Vierra... kamu jangan mengalihkan pembicaraan, aku tidak suka"ucap Jerry.


"Maaf kak"ucap nya lirih.


"Ya sudah jika kamu sedang banyak pekerjaan, aku juga harus kekantor yang... nanti malam aku sempat kan kesini kita makan malam bersama"ucap Jerry.


"Aku gak janji kak, soalnya nanti malam kalau jadi aku akan pergi ke pertemuan "ucap Rara, sengaja menghindar.


"Dimana?.. tempat nya, aku akan kesana"ucap Jerry yang benar-benar posesif.


"Aku bertemu dengan klien penting kak,di hotel"ucap Rara.


"Hotel mana"ucap Jerry lagi.


"Baiklah-baiklah, aku batalkan saja tidak masalah sekali ini rugi besar"ucap Rara.


"Ini ambilah jangan pergi kemana pun tanpa aku"ucap Jerry, yang langsung memberikan black card nya.


"Tidak kak aku belum kekurangan uang, ambil kembali aku tidak berhak untuk itu"ucap Rara tegas.


"Aku tidak suka penolakan"


"Baiklah kita seperti nya tidak cocok untuk menikah, karena kita tidak pernah memiliki kecocokan sebaiknya kita eum ..."ucapan Rara terhenti karena Jerry langsung mencium bibir Rara kasar bahkan mengigit bibir bawah Rara, sampai bengkak di bagian sudut nya.


"sekali lagi kamu mengatakan itu aku akan melakukan hal lebih dari itu"ucap Jerry.


Rara hanya terdiam, Jerry memang sungguh tidak bisa di bantah.


sementara Jane kini tengah berada di cafetaria tidak jauh dari butik lama milik nya, saat dia tengah menikmati sepotong cake cokelat paforit nya tiba-tiba matanya bertemu pandang dengan pria yang sudah lama berpisah dengan nya pria itu datang bersama dengan wanita yang dulu pernah ia jumpai dan seorang bayi laki-laki berusia sekitar dua bulan.


Jane langsung menunduk dia kembali fokus pada cake dan laptop nya.


setelah selesai dengan cake nya dia pun meminum jus mangga yang sangat segar itu lalu menutup laptop nya dan menyimpan uang di bawah piring kecil itu, untuk membayar semuanya, Jane menutup laptop nya dan pergi dari tempat itu.


sementara orang yang sedari tadi melihat nya, dia sedang menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengan Jane, dan meminta maaf atas kesalahannya.


dia memiliki cerita yang panjang untuk ia jelaskan pada wanita yang sebenarnya sudah berusaha melupakan semua tentang mereka dulu.


Jane pun tidak kembali ke butik dia langsung pergi menuju villa dimana??... Rara tinggal saat ini.


waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, saat Jane datang Rara , sedang berlatih berdiri dan berjalan dengan jatuh bangun wanita itu terus berusaha.


hingga titik di mana dia menyerah Rara terduduk dan menangis dia, sudah menyerah dan mulai saat ini dia tidak ingin lagi berjalan karena tidak ada kemajuan sedikit pun.


"Bangun Vierra sayang, bangun mommy di sini"Rara mendengar suara itu suara yang ia rindukan, tapi saat dia mendongak tidak ada siapapun di sana karena hanya seorang pelayan yang setiap hari menemani nya, dan dia pun sedang berada di dapur untuk menyiapkan makan siang mereka berdua.


"mommy hiks hiks hiks... Vierra, kangen mommy hiks hiks hiks kenapa??... mommy pergi ninggalin aku, aku cacat mom... aku sekarang cacat, aku ingin nyusul mommy saja,hiks hiks"Rara menangis sesenggukan sambil memukul-mukul kakinya yang hanya mati rasa.


"Sayang kamu tidak sendirian, aku disini"ucap Lionel, yang tiba-tiba datang dan langsung masuk gitu aja melewati Jane, yang sedari tadi mematung sambil menangis dalam diam dia tidak tega melihat Rara, seperti saat ini.


"Bang aku mohon jangan temui aku lagi, aku tidak ingin dia marah lagi, aku akan baik-baik saja, pergilah"ucap Rara mendorong dada Lionel.


"Sayang please, untuk saat ini saja tolong ikuti kata-kata ku, kita tinggal bersama di apartemen ku,agar kamu tidak perlu lagi merasakan kesepian atau pun kesulitan, aku akan menambah orang lagi dan mencari dokter spesialis untuk menyembuhkan mu, aku janji"ucap Lionel.


"Tidak perlu, Lion, aku dan kakakku yang akan mengobati nya di Amerika jadi mulai saat ini jauhi Rara, karena dia calon istri kakak ku, apa kamu tidak melihat cincin pertunangan mereka"ucap Jane tegas sambil memperlihatkan jari manis Rara, yang melingkar sebuah cincin berlian sangat langka itu berharga, Fantastis itu.


"Rara sayang, apa??...ini artinya tolong jelaskan pada ku"ucap Lion yang benar-benar tidak bisa terima,kalau selama beberapa tahun terakhir dia masih punya harapan tapi saat ini harapan itu musnah karena cincin itu.

__ADS_1


"Vierra"


__ADS_2