Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Juni terluka#


__ADS_3

Juni masih bisa Gavin kendalikan selama beberapa hari ini dia dia begitu penurut tapi gadis itu tidak seperti biasanya bahkan dalam hal intim sekalipun, dia masih seperti raga tanpa nyawa.


Gavin menyesali perbuatannya dan satu hari berikutnya nya pria itu langsung membawa Juni untuk sekedar berjalan-jalan di taman kompleks, tapi tiba-tiba seseorang menyerang nya, saat Gavin, tengah membelikan minuman untuk nya, Juni bahkan tidak bisa melawan dia hanya diam dengan serangan yang orang itu lakukan, hingga bahunya terkena goresan pisau yang mengakibatkan luka yang cukup dalam, sampai Gavin datang dan menembak mati orang tersebut.


"sayang ada apa? dengan mu, kenapa? kamu tidak melawan heuuhh"Gavin langsung mengangkat tubuh Juni membawa nya pergi dari tempat tersebut sementara itu anak buah Gavin, mengurus orang yang sudah menusuk Juni.


Juni terdiam sedari tadi meskipun darah segar sudah membasahi bagian samping tubuh nya, Gavin yang melihat itu dia benar-benar merasa panik meskipun semua itu sudah sering terjadi, tapi melihat Juni terluka dia benar-benar tidak tega, hatinya benar-benar marah.


"Cari tahu siapa? yang sudah melukai istri ku"ucap Gavin pada anak buah nya.


Juni yang sedang di tangani di ruang bedah terbuka wanita itu hanya mengigit bibir nya dia bahkan hanya bisa pasrah saat orang yang selama ini dekat dengan nya melukai nya, begitu saja, hanya karena Juni mengundurkan diri sebagai ketua golongan, perkumpulan rahasia tersebut.


Juni juga pernah berkata silahkan mereka membunuh dirinya, jika mereka ada dengan terhadap Juni selama ini, asalkan jangan sampai ketahuan oleh siapapun, karena Juni tidak akan melawan sekalipun itu adalah hal yang sangat menyakitkan, tapi Juni tidak janji bahwa mereka akan selamat dari suaminya, seperti saat ini.


Juni selesai di obati, setelah lukanya itu di jahit tapi saat ini, dia masih harus menjalani perawatan, Juni masih tetap bungkam , wanita itu bahkan tidak menangis sedikit pun.


Gavin yang melihat itu membuat hati nya teriris, kenapa? efek obat tersebut bahkan lebih panjang dari yang mereka pasti kan, setelah beberapa percobaan terhadap manusia, Gavin benar-benar sudah tidak tahan lagi dia ingin semua ini segera berakhir, tapi belum ada penawar dari semua itu.


Juni tidak bisa disembuhkan begitu saja, Gavin hanya menunggu keajaiban tiba.


sementara itu di kediaman Vamela Jay yang tengah membujuk calon istri nya, tengah sangat dibuat geram bagaimana tidak, wanita itu bahkan tidak pernah mau mendengarkan Jay bicara saat ini hanya karena salah paham.


berawal dari Hay yang berpakaian sama dia iseng mendekat ke arah, kelas sang kakak, untuk mengerjai wanita tersebut, karena yang hai tau wanita itu tidak sebaik yang dikira Jay duduk di samping wanita bernama Sesa, tersebut dia bahkan menggenggam erat tangan Sesa, tapi wanita itu bukan nya menghindar dari Hay, tapi malah menempel.


Sesa tetap menaruh kepalanya di dada bidang Hay, yang sedari tadi menggerutu dalam hati mengutuk perempuan itu, dengan segala macam nama binatang.


Jay yang baru datang dari luar dia begitu terperanjat kaget, dan memaki Sesa dengan semua kata-kata kasar, setelah itu Sesa berbalik marah dan Hay pun memaki Sesa"Dasar wanita murahan, main nempel saja kau kaya, perangko padahal dari tadi lu sadar bahwa gue bukan Abang gue sama Abang pakai parfum berbeda"ucap Jay.


"Sayang kamu itu kenapa? bukan nya belain aku , malah ikut maki aku, aku kan tidak tahu kalian masih tidak ada perbedaan"ucap wanita itu.


"Tidak ada perbedaan, ngomong aja lu,gatel emang dasar cewek gatel"ucap Hay.


Sesa langsung marah karena Hay bicara seperti itu, akhirnya Hay pun pergi tinggal Sesa dengan Jay yang kini dengan posisi terbalik, Jay yang membujuk Sesa tapi yang bikin lucu adalah Jordan keluar dari kamar bersama dengan Vamela melewati mereka dengan cueknya tapi saat Sesa berteriak pada Jay Jordan dan Vamela sontak berbalik lalu mengusir Sesa, dengan makian tidak kalah pedas dengan yang adik kakak itu lakukan.


hingga wanita itu lari terbirit-birit.


"Jayden, kamu itu putra Daddy paling tua kau harus bisa memilih yang terbaik dalam hidup mu seperti Daddy yang yang sudah memilih Mommy mu"ucap Jordan.


"Kak,jangan terlalu keras begitu kamu juga melakukan hal yang sama, bagaimana jika kamu memilih untuk terus bersama nya, aku juga tidak akan pernah mencari mu untuk meminta tanggung jawab"ucap Vamela.


"Yang kamu jangan belain mereka"ucap Jordan.


Vamela langsung pergi meninggalkan mereka bertiga sementara Hay, tertawa terbahak-bahak di lantai atas.


"Hay, semua ini gara-gara kamu"ucap Jay.


"Semua, karena kebodohan Abang"ucap Hay.


akhirnya Hay masuk ke dalam kamar nya, diikuti oleh Jay yang juga masuk kedalam kamar nya, pria itu terdiam sejenak sambil mengusap kasar rambut nya, Jay seperti Jordan yang tidak pernah beruntung dalam cinta.


sementara Hay, pria itu masih setia dengan kekasih masa kecil nya Aluna, adalah tetangga dia di kampung halaman nya, namun sayangnya gadis itu tidak seberuntung dirinya, Aluna kini menjadi anak yatim, dia hanya memiliki ibu dan sekolahnya pun hanya sampai SMA, Aluna kini bekerja di Jakarta, sebagai seorang pelayan butik, dan Hay, selalu mengunjungi nya meskipun Aluna sudah meminta nya untuk tidak mengunjungi nya karena dia tidak ingin Hayden malu karena Aluna hanya seorang pelayan butik.

__ADS_1


Hay tidak pernah menggubris Aluna, karena cintanya pada Aluna, lebih besar dari ketakutan Aluna saat ini.


Aluna takut jika suatu saat nanti keluarga Hay mengetahui hubungan antara mereka, dan pada akhirnya mereka meminta Hay untuk berpisah dengan Aluna, wanita itu mungkin tidak akan sekuat itu, untuk melewati nya maka dari itu Aluna meminta Hay untuk mulai memberi jarak dengan nya.


tapi Hay, tidak akan pernah melakukan itu, dia akan tetap berjuang apapun yang terjadi, jika dulu mereka sempat terpisah jauh, karena jarak jauh, sekarang dia tidak akan lagi membiarkan Aluna melewati hari nya sendirian.


pria itu akan menghubungi Aluna sesering mungkin, bahkan jika dia sedang senggang dia akan datang ke tempat kerja Aluna, untuk mengajak nya bolos kerja meskipun diam-diam ia harus membayar denda pada bos nya Aluna.


seperti saat ini Hay mengajak Aluna pergi ke puncak karena Hay sudah menyewa villa milik teman nya.


"Hay, aku sedang bekerja, sebaiknya kamu ajak mereka saja"ucap Aluna.


"Yang aku hanya ingin pergi dengan mu, bukan dengan yang lain"ucap Hayden.


"Tapi aku harus bekerja, Bunda dan adikku butuh biyaya hidup"ucap Aluna.


"Aluna, Sayang, aku yang akan menanggung semua biaya hidup kalian"ucap Hayden.


pria tampan itu mengeluarkan black card nya dan memberikan nya pada Aluna, tapi wanita itu tidak pernah mau mengambil nya, gadis itu lebih memilih untuk menjadi pemulung dari pada harus menerima pemberian orang yang belum punya ikatan yang jelas hanya sebatas pacar, dia tidak ingin memiliki hutang Budi.


🌹💖💖💖🌹


Aluna tetap sibuk bekerja sementara Hay, tetap mengikuti langkah Aluna, kemana pun gadis itu melangkah.


"Aluna, kamu libur hari ini"ucap sang bos.


"Saya libur"ucap Aluna menatap tak percaya.


"Tapi Nona, saya harus bekerja"ucap Aluna.


"Aluna ayolah sayang,,, bos kamu saja sudah mengijinkan mu untuk liburan"ucap Hayden yang langsung merangkul pinggang gadis itu.


sementara Aluna, menatap kesal wajah tampan yang bahkan jarang tersenyum pada orang lain itu, kecuali pada dirinya.


"Hay, aku mohon jangan seperti ini, aku tau kamu membayar orang untuk menggantikan ku iya kan?... jawab aku"ucap Aluna.


"Sayang kamu sedang menuduh ku cinta kamu tega lakukan itu pada ku"ucap Hay, berkilah.


"Tidak usah bersandiwara deh Hay, jika bukan kamu bos ku tak akan pernah memberikan izin untuk pergi, bahkan untuk istirahat pun sulit, mungkin aku akan segera di pecat jika aku terus seperti ini"ucap Aluna.


"Sayang percayalah itu tidak akan pernah terjadi, dan jika pun dia melakukan itu, maka percaya lah, aku akan meratakan tepat itu dengan bos mu di dalam nya"ucap Hayden.


"Hay aku tau kamu punya banyak uang, tapi kamu tidak bisa seenaknya begitu, aku lebih baik putus dengan mu jika, itu terjadi.


Aluna langsung melepaskan rangkulan, Hay pria itu langsung mengejar gadis itu yang sedang marah padanya.


Hingga saat wanita itu kembali menatap nya dengan tatapan mata tajam,Hay langsung mengatupkan kedua tangannya di hadapan Aluna.


Aluna sendiri kembali melangkah pergi menuju tempat penyimpanan barang pribadi nya.


setelah selesai dia pergi menuju jalan keluar hingga akhirnya mereka tiba parkiran Hayden langsung mengangkat tubuh gadis itu membawanya ke dalam mobil nya.

__ADS_1


"Hay,, lepas!"ucap Aluna.


"Diam lah nanti kamu jatuh"ucap Hayden.


Akhirnya mereka pun pergi menuju puncak, karena sudah waktunya untuk berangkat bahkan Hay, tidak mengijinkan nya untuk mengambil baju, Aluna karena diam-diam pria itu membeli beberapa baju untuk gadis nya.


sepanjang perjalanan mereka sibuk berbincang soal rencananya untuk menikah, tapi Aluna, selalu memberikan alasan bahwa dia masih butuh waktu untuk mengurus keluarga nya, mungkin sampai adiknya selesai kuliah.


Aluna terdiam saat Hayden berkata"Jika kamu tidak mau menikah baik'lah, kita tidak akan menikah tapi kita tetap akan bersama seperti ini selamanya"ucap Hayden.


"Kamu tidak akan kuat, pasti jika tidak dijodohkan, kamu sendiri yang akan mencari jodoh itu"ucap Aluna, sambil fokus menatap jalanan.


"Kalau bicara lihat orang nya"ucap Hayden, yang merasa sangat kesal.


pria itu menghentikan mobilnya di parkiran restoran kebetulan malam pun tiba mereka sudah waktunya makan malam, Hayden membuka pintu mobil nya, untuk Aluna yang tampak membeku di tempat.


"Sayang ayo turun sudah waktunya makan malam"ucap Hayden.


"Kamu saja Hay, aku tidak laper"ucap Aluna bohong, dia bahkan selalu menghindar jika Hayden mengajak dia makan di restoran mahal, karena dia sudah tidak bisa seperti dulu, saat ayah nya ada wanita itu masih bisa keluar masuk restaurant mahal karena pekerjaan ayah nya yang sebagai kapten kapal pesiar, mewah selalu memiliki gaji tinggi tapi saat ini jangan kan untuk makan di restoran mewah untuk membeli nasi warteg saja harus nunggu jatah makan siang dari asisten bos nya.


"Aluna kita pergi sedari siang aku tau kamu belum makan, sayang kamu itu tanggung jawab ku, aku ini kekasih mu, calon suami mu, sudah sepantasnya aku mengurus semua keperluan mu"ucap Hayden.


Aluna tetap menolak dia tetap duduk diam dan akhirnya Hayden juga tidak jadi masuk kedalam restaurant tersebut, dan kembali masuk kedalam mobil.


"Hay, kamu harus makan malam, jika tidak Mommy mu akan marah"ucap Aluna.


"Aluna, aku tidak akan makan jika kamu juga tidak makan"ucap Hayden.


"Hay, aku belum gajian, aku harus pandai mengatur uang, maaf jika kamu ikut susah, bersama dengan ku"ucap Aluna.


hingga akhirnya Hayden benar-benar marah besar pria itu langsung menendang pintu mobil dan pergi ke luar, Hayden, langsung pergi meninggalkan Aluna dan mobil nya, pria itu bahkan berteriak frustasi.


Aluna keluar dari mobil dia pergi mencari Hay, yang berjalan menjauh pergi, sesampainya di depan Hay yang kini terlihat sangat putus asa, "Sebaiknya kita akhiri saja, aku hanya akan menjadi beban untuk mu"ucap Aluna.


"Apa yang kamu katakan, Aluna aku tidak akan pernah melakukan itu, aku lebih baik mati daripada harus kehilangan kamu"ucap Hayden.


Hayden langsung mendekap erat Aluna, tanpa mau melepas nya.


Aluna berjalan bersama Hayden kali ini dia yang membujuk Hayden untuk makan malam, meskipun Aluna tidak makan, Hayden akhirnya mengalah karena dia harus sudah makan.


sampai Hayden selesai makan dan akhirnya dia pun pergi menuju villa Aluna terdiam hingga dia terlelap dalam mobil nya langsung parkir di area villa tersebut Hayden langsung mengangkat tubuh Aluna berjalan memasuki villa tersebut, di ikuti pengurus villa.


sesampainya di dalam kamar, Hayden membaringkan Aluna diatas ranjang mereka, Hayden memang sengaja memilih satu kamar , untuk mereka karena tidak ingin Aluna tidur sendirian meskipun mereka tidak melakukan apa-apa.


Aluna tidur lelap Hayden berjongkok di samping ranjang dan menatap wajah teduh wanita cantik itu, Aluna terlihat semakin cantik saat ini, Hayden mendaratkan kecupan singkat dibibir Aluna yang kini terusik, Aluna berbalik menyamping .


Hayden pun langsung bergegas naik keatas ranjang nya untuk menyusul tidur di ranjang tersebut, hingga akhirnya mereka tidur berpelukan dan dalam satu selimut hingga pagi menjelang.


Aluna membuka mata dia tersenyum melihat wajah tampan yang kini terlihat sangat sejuk Aluna, untuk pertama kalinya mengecup bibir Hayden, dengan inisiatif nya sendiri.


sementara itu bukan Hayden yang terkejut tapi Aluna, karena Hayden menahan tengkuk Aluna, dan memperdalam ciuman tersebut hingga Aluna membulatkan matanya sampai beberapa detik kemudian Aluna mendorong dada bidang Hayden karena hampir, kehabisan nafas, karena tidak sempat menghirup udara.

__ADS_1


__ADS_2