
Sesampainya di rumah lama Juli langsung masuk kedalam tapi Jane tidak terlihat.
"Sayang kamu dimana mommy dan Daddy pulang"ucap Juli
tidak ada sautan yang ada hanya kesunyian dan seorang pelayan yang sedang membersihkan rumah menyambut mereka.
"nyonya apa??... kabarnya"ucap pelayanan.
"Baik bagaimana kabarmu dan keluarga mu"balas Juli, sementara Edgar berjalan menuju lantai atas.
"Dimana??... putri ku"ucap Juli.
"Nona semalam memang pulang kemari tapi setelah itu dia langsung pergi lagi dan tidak kembali"jawab seorang pelayan tersebut.
"Honey kemarilah"ucap Edgar dari lantai dua.
"Sebentar Daddy"ucap Juli.
Juli langsung berjalan menuju kamar nya di lantai atas, dia melihat putrinya meringkuk di ranjang milik nya bahkan seperti nya tidak terganggu sama sekali.
Juli dan Edgar langsung ikut berbaring memeluk putri bungsu nya itu.
"Sayang mommy dan Daddy sudah kembali"ucap Juli.
Jane pun perlahan membuka mata nya dia langsung tersenyum melihat mommy dan Daddy yang sangat ia rindukan.
setelah itu dia langsung dicium oleh kedua nya Juli memeluk Jane yang kini menangis sesenggukan karena merindukan mereka berdua Edgar juga memeluk keduanya.
mereka melepaskan rasa rindu terutama Edgar yang sudah hampir enam tahun lebih tidak berjumpa dengan putri kecilnya itu.
Jane masih memeluk erat Edgar begitu juga Edgar yang menitikkan air mata nya saat teringat perjuangan putri kecilnya yang tidak tinggal dengan tenang bersama mereka berdua, Jane terombangambing di dalam keluarga yang tercerai berai.
"Daddy minta maaf sayang karena Daddy kamu menderita selama ini"ucap Edgar.
"Daddy tidak salah semua ini suratan takdir"ucap Jane.
"mommy mau siapkan makan siang untuk kita "ucap Juli.
saat Juli hendak turun dia mendengar Jordan dan Jeny datang .
"Mom.... aku tidak mau tinggal di Amerika momm..."Ucap Jeny.
"Sayang semua demi kebaikan kalian nak... lagi pula kita akan tinggal bersama di sana"ucap Juli.
"please momm... aku tidak mau"Ucap Jordan.
"Kalian tidak mau karena kalian berdua tidak pernah mau jauh dari ibu kalian yang gila itu ia kan"ucap Jerry yang baru tiba.
"Kak... dia mommy kita juga, kasihan dia menderita saat ini "ucap Jordan.
Deg...
ada perasaan sakit yang teramat sangat saat mendengar kedua anak nya sendiri membela orang lain dan tidak perduli dengan nya.
"Mommy akan bebaskan dia jika kalian memang menginginkan itu, tapi mulai saat ini kalian tidak usah lagi mengakui mommy dan Daddy sebagai orang tua kalian"ucap Juli tegas, tapi mereka tiba-tiba terdiam saat Edgar menuruni tangga bersama dengan Jane.
"kalian juga disini"ucap Edgar.
"Iya dad..."ucap keduanya.
"Mas, bebaskan Angela, seperti nya mereka lebih menderita memiliki aku sebagai ibu mereka bahkan seperti nya aku tidak pernah ada di hati mereka"ucap Juli.
"Tidak... sampai kapan pun aku tidak akan pernah melakukan itu, karena dia kita jadi tercerai berai, dan aku tidak akan melakukan hal yang sama"ucap Edgar.
"Di sini aku yang salah mas"
"Sayang sudah cukup aku tidak mau lagi mendengar mu menyalahkan diri sendiri, kamu tidak pernah salah aku yang tidak pernah tegas pada mereka"ucap Edgar.
__ADS_1
"Sudah lah mommy dan Daddy, tidak usah saling menyalahkan di sini tidak ada yang salah hanya mereka berdua yang buta karena tidak melihat kebaikan dan keburukan, jika kalian ingin pergi silahkan jangan beri alasan yang tidak-tidak"ucap Jerry tegas.
sementara Jane terdiam tanpa kata, gadis itu pergi menuju balkon kamar nya tanpa ingin melihat mereka berdebat.
setelah selesai bicara Edgar, membawa Juli kedalam dekapannya dan mengajak ia duduk di taman belakang dia tengah membahas hal serius saat ini bersama dengan istrinya sementara masak memasak saat ini menjadi tugas pelayan seutuhnya.
sementara Jerry langsung menyusul Jane ke balkon kamar Jane.
Jerry, menghentikan langkahnya saat melihat adiknya yang kini tengah menangis memeluk lututnya.
"Hey... sayang kamu kenapa??.. heumm... sudah jangan menangis, ada apa?..ayo cerita"ucap Jerry.
Tapi Jane hanya menggeleng dan buru-buru menghapus air mata nya dia bangkit berdiri lalu hendak pergi tapi Jerry langsung menahan dan membawa nya kedalam pelukan nya.
Jerry tau Jane sedang tidak baik-baik saja, saat ini, dia langsung berkata"Kakak disini hanya untuk mu"ucap Jerry.
"Aku sudah menyelesaikan jas dan gaun untuk pesta pertunangan dan pernikahan kakak, kelak aku minta maaf jika aku tidak bisa menghadiri nya,kakak bisa lihat besok saat kakak mampir, aku besok wisuda dan Morin yang akan menghadiri acara wisuda itu "ucap Jane.
"kenapa harus orang lain sayang mommy dan Daddy juga kakak ada di sini "ucap Jerry .
"Tapi Morin, adalah orang pertama yang selalu menghadiri keleluasaan ku"ucap Jane.
"satu lagi kamu bisa menjual gaun itu pada orang lain, kakak tidak akan pernah mau memakai itu jika kamu tidak ada di sana saat nanti itu tiba"ucap Jerry.
"Baiklah jika itu yang kakak mau lagi pula kalian tidak akan cocok dengan rancangan gaun amatir buatan ku"ucap Jane, yang langsung pergi Jane berlari pergi dia tidak membawa apa-apa hanya tas selempang nya yang ia bawa , meskipun Jerry sudah berusaha untuk mengejar nya tapi Jane sudah menghilang gadis itu pergi dengan taksi menuju butik saat ini Jerry yang melacak GPS ponsel Jane pun tau kalau adiknya itu menuju ke butik milik nya, entah apa yang akan dilakukan oleh Jane.
"Sayang kamu kenapa?... mudah sekali tersinggung"Gumam Jerry.
tidak lama Jane, sampai di depan butik dia melihat pekerjaan tengah melayani pelanggan nya, saat ini tapi Jane tidak menghiraukan itu, Jane langsung naik ke lantai dua di susul Jerry yang kini berlari ke dalam tapi Jerry sempat terhenti saat melihat kekasihnya kini tengah berada di sana dengan ibunya.
Jerry langsung menghampiri kekasih nya itu menyapa nya, setelah itu pamit pergi tapi kekasih nya mengikuti nya dari belakang Jerry yang tau diri nya diikuti dia langsung menghentikan langkahnya dan berbalik.
"Tolong jangan ikuti aku, aku ada urusan penting di sana sama adikku"ucap Jerry yang langsung pergi ke atas.
sesampainya di sebuah ruangan tempat menyimpan gaun dan jas hasil rancangan Jane yang super spesial, Jerry melihat adiknya tengah memegang gunting dia hendak merusak gaun yang telah ia janjikan, tapi Jerry dengan sigap menahan tangan Jane.
"Jangan pernah melakukan hal bodoh karena kau sedang salah paham, aku tidak akan menggunakan itu karena aku ingin kau menghadiri pesta nya, dan kau sendiri yang memberikan kami restu pertama, tapi jika kamu tidak hadir apa artinya semua ini"ucap Jerry.
🌹💖💖💖🌹
setelah Jane tenang Jerry langsung membawa dia ke dalam kamar tempat Jane istirahat, saat ini hanya hening mereka tidak ada yang berkata sedikit pun.
hingga Jerry, berkata.
"Dandan yang cantik besok kakak yang akan menghadiri wisuda mu, gunakan gaun terbaik yang kamu punya dan jika tidak ada biar kakak yang belikan besok adalah hari istimewa mu, kakak tidak ingin adik kakak yang cantik ini terlihat murung kita akan datang bersama seluruh keluarga"ucap Jerry.
"Terimakasih kak..."ucap Jane yang langsung memeluk Jerry.
"Sama-sama sayang"ucap Jerry.
saat mereka berpelukan seorang pelayan datang menghampiri mereka.
"Nona, ada enam orang klien anda datang bersamaan mereka mau mengambil gaun pesanan mereka"ucap nya sopan.
"Kamu ambil saja di tempat penyimpanan sesuai nama ingat jangan menyentuh gaun yang aku simpan paling belakang"ucap Jane tegas.
"Baiklah Nona, saya permisi"ucap nya sambil pergi ke tempat penyimpanan gaun tersebut.
Jerry tersenyum manis pada adiknya yang satu itu.
"Nona, Jane seperti nya sebetar lagi aku akan kalah saing penghasilan dengan mu"ucap Jerry, sambil tersenyum manis.
"Tuan Jerry bisa saja, tuan masih jauh di atas saya kalau soal penghasilan"ucap Jane.
"Seperti nya kita bisa memiliki kerja sama yang baik"ucap Jerry.
"Sayang semuanya tidak akan terjadi karena saya akan pergi ke luar negeri"ucap Jane santai.
__ADS_1
Jerry yang sedari tadi bercanda raut wajah nya langsung berubah serius.
"Jane jangan pernah bercanda kakak tidak suka"ucap Jerry yang kini terlihat marah.
"Aku tidak bercanda kak... besok sore setelah wisuda aku akan berangkat ke Indonesia"ucap Jane Jujur.
"Tidak itu tidak akan terjadi titik"ucap Jerry yang langsung pergi karena marah.
"Terserah kakak,mau bilang apa?... tapi yang pasti aku akan tetap pergi"ucap Jane.
Jerry memukul stir mobil nya dia benar-benar merasa kecewa ,adik kesayangannya itu akan tetap pergi jauh dari hidup nya, saat ini.
"Aku pastikan kamu tidak akan pernah pergi Jane"ucap Jerry.
sementara kedua adik kembar nya, saat ini tengah menyesali perkataan nya, terhadap Juli, ibu kandung nya sendiri, karena saat ini Juli tidak sedikit pun mau bertegur sapa dengan kedua nya, begitu juga Edgar.
sudah pasilitas nya di cabut saat ini mereka juga harus menghadapi kemarahan kedua orang tua nya, sementara Angela, tidak bisa menolong nya, hanya bisa memberi ide gila yang selalu membuat mereka celaka tapi mereka tidak pernah menyadari hal itu.
Jerry tengah berada di apartemen milik nya pria itu kini tengah meminum wine saking sakit nya perasaan nya saat ini karena sang adik .
Jane sendiri tengah menyiapkan barang yang akan dia bawa nanti, dan di masukkan ke dalam koper.
Jerry, berkali-kali mengirim pesan singkat, meminta Jane untuk pulang ke apartemen nya tapi tidak satupun pesan itu Jane balas hingga malam berganti pagi, Jerry tidak kunjung datang ke rumah mereka.
Jane pun berangkat sendirian dari rumah dia tidak ingin membuat kedua orang tua nya kerepotan Jane bahkan tidak berharap siapapun akan menghadiri acara wisuda nya siang ini.
sementara Juli yang melihat Jerry datang dengan stelan jas rapi, dia kaget saat bertanya putra nya itu akan pergi ke mana Jerry langsung menjawab bahwa hari ini adalah wisuda Jane.
semua orang bersiap termasuk kedua kakak Jane yang kembar itu semua langsung menggunakan baju terbaik nya.
sementara Jane, hanya tersenyum kecut saat sahabat nya bertanya dimana keluarga Jane saat ini.
tiba-tiba Morin, datang menghampiri nya wanita tua renta itu datang membawa bunga menggunakan kursi roda milik nya,di dorong oleh Hansel yang juga hadir saat ini disitu juga ada Julio yang kini membawa kedua putranya dia mengucapkan selamat pada Jane meski acara nya belum dimulai.
Jane merasa sedikit lega,meski keluarga nya tidak hadir di sana.
hingga acara dimulai Jane masih menunggu yang tak pasti,satu persatu sahabat nya mulai di panggil ke podium, untuk acara wisuda mereka, tapi Jane masih menunggu giliran hingga suasana terlihat ramai saat rombongan Juli dan Edgar tiba mereka tau siapa yang datang.
seorang model senior dan pengusaha sukses yang kini tengah menatap wajah Jane yang terlihat sendu.
"Kalian datang"ucap Jane lirih.
"Tentu saja kami datang kalau bukan kami lalu siapa lagi"ucap Jerry.
Juli langsung memeluk Julio dan dua keponakan nya setelah itu bergantian memeluk Morin dan Hansel mereka semua saat ini berkumpul bersama karena Jane yang menyatukan mereka semua.
kini tiba giliran Jane dan kawan lainnya yang di panggil Juli langsung berdiri bersama dengan Edgar menunggu giliran panggilan orang tua yang akan menerima ijazah dan piala kelulusan karena Jane adalah siswa berprestasi.
Juli begitu bahagia saat putri nya mendapatkan penghargaan sebagai murid berprestasi dan sudah mewakili sekolah tersebut di dunia fashion.
saat perlombaan yang di adakan di Paris,ia mewakili sekolah nya bersaing dengan ratusan sekolah lain dari mancanegara, padahal saat itu keluarga nya tengah mengalami masalah tapi Jane tidak menjadikan itu sebuah alasan untuk bermalas-malasan.
sepulang acara wisuda, Jane kini sudah berada di rumah lama tempat ia dilahirkan oleh Juli, delapan belas tahun lalu, dia berurai air mata saat melihat setiap sudut ruangan itu yang kini telah berubah tapi baginya kenangan rumah lamanya masih tersimpan dalam hati, dimana Jane, kecil harus bisa hidup mandiri disaat ibunya harus bekerja siang dan malam, bahkan Juli tidak mampu untuk membayar jasa baby sitter hanya Morin, yang selalu menjadi tempat penyimpanan nya.
Jane sudah siap untuk berangkat dengan delapan koper besar, yang sudah masuk kedalam mobil, yang berjalan lebih dulu ke bandara.
Jane pergi membawa paper bag, menuju rumah Morin, sementara Edgar dan Juli juga kedua kakak kembarnya sudah berangkat terlebih dahulu ke bandara, karena harus mengurus keberangkatan Jane dengan menggunakan jet pribadi milik Edgar, yang sudah sangat lama tidak digunakan hanya perawatan yang tidak pernah berhenti setiap saat bahkan jet tersebut masih tampak baru .
setibanya di rumah Morin, Jane langsung memeluk wanita tua itu, dengan Isak tangis nya begitu juga Morin, yang merasa takut di tinggal pergi oleh gadis kecil teman sepi nya itu, wanita tua yang terlihat masih sangat cantik dengan wajah yang dipenuhi kerutan khas wanita tua itu adalah wanita yang paling berjasa selain keluarga nya.
"Morin aku pergi, doakan aku selamat sampai tujuan dan doakan aku agar aku selalu bahagia, ingat jaga kesehatan, dan tunggu aku sukses aku akan berkunjung ke rumah ini lagi berjanji lah untuk selalu sehat dan terus menghubungi ku, kapan pun kamu merindukan ku"ucap Jane,di sela Isak tangis nya, begitu juga Morin yang kini memeluk nya erat.
"Sering-seringlah datang berkunjung selagi aku masih hidup, jangan pernah lupakan aku, dan ingat jaga diri baik-baik di sana tidak ada aku yang akan menggantikan ibu mu"ucap wanita itu sambil menangis sesenggukan.
"Morin aku buatkan ini untuk mu ingat jangan lupa dipakai jangan sampai kau kedinginan saat keluar rumah,di sini ada foto kita berdua jika kamu rindu gadis kecil mu ini"ucap Jane sambil mencium seluruh wajah ibu kedua nya itu, setelah itu ia mencium punggung tangan Morin penuh hormat.
Hansel pun memberikan pelukan terakhir begitu juga istrinya, Jane mengelus perut bibi angkat nya itu.
__ADS_1
"Setelah keponakan ku lahir tolong kabari aku"ucap nya.
dia pun berjalan gontai hingga tiba di mobil yang dikemudikan Edo, asisten Jerry dan Jerry langsung memeluk Jane di dalam mobil tersebut dia tidak ingin adiknya pergi tapi apa boleh buat,demi kebahagiaan nya Jerry tidak bisa egois.