Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#ketahuan#


__ADS_3

"Kak Jo...ini makanan nya, sudah jadi ayolah jangan ngambek gitu"ucap Vamela.


"Aku tidak mau makan jika bayaran nya harus ninggalin kamu, lebih baik aku kelaparan dari pada harus kehilangan mu"ucap Jordan.


"Baik lah kak...aku hanya bercanda"ucap Vamela ya dari pada membiarkan anak orang kelaparan.


pikir Vamela.


Jordan langsung menatap lekat wajah cantik itu, dan Vamela tiba-tiba merasakan sakit yang teramat sangat, saat mata mereka bertemu.


"Kak...aku mandi dulu"ucap Vamela.


"Temani aku sarapan... tidak mandi juga kamu tetap cantik"ucap Jordan.


"Heummm... sampai segitunya, ya'sudah gimana rasanya"ucap Vamela, berbasa-basi padahal dia tau sendiri rasanya seperti apa karena dia sering buat untuk Vio.


"Sebentar baby... belum juga dicoba"ucap Jordan.


"Kak... buruan, aku lupa hari ini aku harus datang ke tempat kerja pagi-pagi sekali"ucap Vamela.


"Yang kamu tidak perlu bekerja,uang mu sudah banyak, cukup nikmati hidup mu menjadi istri terbaikku"ucap Jordan lembut.


"kak.... jangan bercanda aku belum menjadi istri mu"ucap Vamela.


"Cek saja tabungan mu"ucap Jordan.


"Kak... jangan ngelakuin hal, yang akan membuat ku marah dan tidak akan pernah mau berhubungan dengan mu lagi"ucap Vamela, mewanti-wanti dia tidak ingin dirinya dihina oleh keluarga Jordan karena Jordan memberikan dia uang sebelum Semuanya menjadi jelas.


Vamela langsung pergi menuju kamar nya dia mengambil handphone tersebut dan langsung mengecek nya.


"Apa-apaan ini kak..."ucap Vamela, marah besar.


"Apa?... honey jangan teriak-teriak begitu nanti orang-orang mengira aku melakukan kekerasan dalam rumah tangga"ucap Jordan santai.


"Sebaiknya kakak tarik kembali, jika tidak kakak... tinggal kan rumah ini sekarang juga,aku lebih baik hidup sengsara tapi tidak dihinakan dari harus bersenang-senang dengan uang mu, cukup rasanya sangat menyakitkan saat orang lain menuduh ku menguras harta orang lain, dan sekarang kamu membuat ku membuktikan bahwa tuduhan itu benar.... cukup kak... cukup!!...kakak boleh lakuin itu sama dia tapi bukan aku, meskipun uang yang aku hasilkan tidak seberapa... tapi setidaknya orang-orang akan menghargai kerja keras ku, bukan menghujat atas uang berlimpah yang kamu berikan kepada ku, yang bukan siapa-siapa"ucap Vamela, yang langsung melempar handphone tersebut.


dia tidak peduli lagi dengan data berharga di handphone tersebut dia lantas pergi meninggalkan Jordan yang kini terlihat kaget setengah mati melihat Vamela yang begitu rapuhnya.


hanya karena masalah sepele menurut Jordan.


akhirnya Jordan langsung menyusul Vamela yang masuk ke sebuah ruangan yang belum pernah Jordan masuki .


sesampainya di sana Jordan mematung melihat sebuah ruangan yang penuh dengan foto, seperti nya foto Vamela, sedari bayi hingga ia dewasa dan memiliki anak dan ada foto kebersamaan dirinya dengan mantan suaminya terpajang rapi dan saat saat Vio di Paris pun ada, foto saat Rara akad nikah dan semua yang pernah dia temui kecuali dirinya.


Jordan tidak tau itu.


dia kemudian melirik ke arah Vamela, yang kini tengah berdiri membelakangi nya, wanita itu terus menangis sesenggukan sambil menatap kearah foto keluarga nya, ada satu hal yang membuat Jordan bertanya-tanya ada dua laki-laki kembar yang mengapit Vamela kecil yang tengah dalam gendongan ibunya, mungkinkah mereka adalah kakak Vamela.


pikiran Jordan melayang saat ini.


"Honey... maaf kan aku"ucap Jordan.


"Tidak sebaiknya kakak pergi jika ingin dimaafkan dan ambil kembali uang itu, sudah cukup orang-orang menghinaku"ujar Vamela .


"Sayang siapa?... yang akan berani menghina mu ayo katakan jika ada aku akan membuat mereka hancur"ucap Jordan.


"Benarkah kamu ingin menghancurkan nya... meskipun itu keluarga mu sendiri"ucap Vamela, sambil menatap Jordan dengan wajah yang basah karena air mata yang tidak berhenti berderai.


"Apa itu Jerry?...."ucap Jordan.

__ADS_1


""Sudah lah tidak penting, yang terpenting sekarang ambil kembali uang itu, aku masih bisa bekerja meski hanya menghasilkan uang recehan"ucap Vamela tegas.


"Yang aku berhak memberikan itu, karena kamu calon istri ku"ucap Jordan.


"Calon kak... belum tentu jadi, karena takdir manusia tidak ada yang tau"ucap Vamela.


"Tidak sayang yakinlah sebentar lagi"ucap Jordan.


"Tidak ada alasan... lainnya lagi aku minta kakak tarik uang itu sekarang juga, dan jangan pernah temui aku lagi, jika kamu terus membuat aku merasa terhina, karena dunia kita berbeda"ucap Vamela.


"Apa?...kak Jordan yang sudah membuat mu seperti saat ini Mel... apa dia tidak sudah membuat mu seperti saat ini, jawab Mel,aku butuh jawaban"ucap Jordan.


"Tidak penting siapa?...orang nya karena mereka semua pun akan melakukan hal yang sama... karena status mantan plakor yang terbuang ini sudah menempel dalam diriku, dan siapapun tidak akan pernah mau menerima wanita menjijikkan seperti ku"


"Mel...stop!...aku tau aku salah dan aku minta maaf, tapi jangan pernah merendahkan diri mu, seperti ini, kamu itu wanita baik-baik dan hanya dia yang tidak pernah bersyukur memiliki istri seperti dirimu... jadi please jangan katakan itu lagi...aku tau semua tentang mu "ucap Jordan .


"Semua ha ha... semua.... apa kamu yakin tau tentang ku yang bahkan tidak pernah baik-baik saja selama ini, aku bahkan pernah menjadi wanita malam untuk memenuhi kebutuhan hidup ku, meskipun aku tidak pernah menjual tubuh ku,aku menjadi pegawai karoke club malam bahkan menjadi babby sister untuk pria autis, hanya karena aku tau aku hanya seorang anak pungut, meskipun aku tidak mendengar langsung dari mereka, aku tidak berani meminta uang untuk biyaya hidup ku, selama aku SMA hingga kuliah , karena aku merasa malu untuk meminta itu"


"Mel stop"ucap Jordan.


"Aku menjadi pemandu karaoke dan harus kuat dengan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang-orang yang berkunjung ke sana meskipun tidak sampai fatal ,aku akan bersikap seolah-olah aku adalah nona yang terlahir dari keluarga kaya, untuk bisa berteman dengan Rara dan Jane, selama ini, padahal kenyataannya aku hanya seorang gembel yang bahkan tidak tau asal usul ku"


"Stop sayang aku mohon"ucap Jordan.


"Tapi kakak harus tau aku tidak pernah meminta apapun dari mereka berdua, aku tidak pernah menguras uang mereka berdua aku kerja kak...aku kerja banting tulang hingga aku kuliah dan lulus, saat itu aku sudah bisa membeli rumah dan butik kecil-kecilan, meskipun tidak semegah rumah kedua sahabat ku, dan saat Jane pindah rumah diikuti oleh Rara, hanya aku yang tidak bisa membeli rumah di sana karena itu bukan jangkauan ku, meskipun orang tua angkat ku adalah seorang pengusaha sukses, aku beralasan bahwa kedua orang tua ku tak mengijinkan itu, hingga aku sedikit membatasi kedekatan kami saat itu,aku terus bekerja keras siang dan malam,aku bertemu dengan Daddy nya Vio, yang ku anggap sebagai pria terbaik yang selalu mengejar ku hingga aku lulus kuliah, tapi pertemuan kami, berawal dari tempat karaoke tersebut, hingga setelah menikah dia pun sering merendahkan ku,tak jarang aku hanya dijadikan pemuas nafsu, aku bahkan tidak pernah dia berikan nafkah seperti layaknya wanita yang memiliki suami seorang pengusaha, aku harus bekerja sendiri untuk mendapatkan yang aku butuhkan, dan orang-orang tidak tahu itu, mereka mengira aku adalah seorang wanita yang sangat mandiri meskipun tidak pernah kekurangan uang, itu semua hanya pencitraan semata aku bahkan harus berjuang untuk menghidupi kebutuhan ku, saat aku sedang hamil dan itu Rara tau mungkin dari situ Rara tau semua nya,kami kembali bekerja sama saat dia mengalami lumpuh, saat itu, dia bahkan meminta ku, untuk pergi dari suamiku, meskipun aku tidak pernah bercerita, dia tidak tega melihat ku kesusahan saat hamil tua masih bekerja keras, tapi aku selalu meyakinkan bahwa aku baik-baik saja dan suamiku juga akan bersikap seolah-olah sangat baik jika di depan mereka, aku tidak mempermasalahkan hal itu, selagi orang menganggap ku baik-baik saja hingga puncak nya datang seorang wanita dewasa yang seumuran dengan suamiku tiba-tiba merebut Vio dari ku dan langsung mengusir ku, begitu juga dengan suamiku, padahal rumah itu aku juga ikut menanam modal di sana, tapi aku yang saat itu benar-benar merasa hancur karena ternyata aku adalah istri simpanan nya,aku tidak memikirkan harta apapun,aku bahkan tidak punya rumah untuk kembali karena rumah ku juga diambil oleh ibu angkat ku menurut nya semua itu adalah kompensasi karena dia sudah membesarkan ku, dan aku pun memberanikan diri menutupi rasa malu ku, aku menumpang di villa milik Vierra, tidak hanya itu,aku pun mengurus butik nya, agar aku tidak kelaparan setidaknya uang gaji sebagai karyawan yang aku ambil tidak lebih dari itu"aku seorang gelandang.


hingga Jane, meminjamkan uang kepada ku, sebagai modal dan meskipun dia tidak pernah meminta ganti, aku tetap mengganti uang itu, setelah aku mendapat kan pekerjaan sebagai desainer perhiasan"ucap Vamela panjang lebar.


Jordan langsung membawa Vamela kedalam dekapannya.


"Honey...aku percaya bahwa kamu adalah wanita baik-baik meskipun selama ini kamu hidup dalam kondisi yang sulit, kamu mampu membuktikan diri mu, dan mulai sekarang jangan pernah pedulikan apa kata orang, yang perlu kamu tahu aku sangat menyayangimu aku bisa buktikan bahwa aku akan membuat mu bahagia"ujar Jordan.


"Sayang kamu tidak perlu melakukan itu, sebaiknya simpan uang mu, mulai saat ini aku yang akan bertanggung jawab atas kehidupan kalian"ucap Jordan.


"Tidak kak... jangan lakukan itu, aku masih mampu untuk bekerja"ucap Vamela sambil berdiri kemudian berjalan mengusap foto dua orang laki-laki kembar itu.


"Kak... kalian berdua adalah bintang dalam kehidupan ku, terimakasih"ucap Vamela.


"Mel... siapa mereka"ucap Jordan.


"Mereka adalah kedua kakak ku, sekarang keduanya sudah berada di surga"ucap Vamela.


Jordan pun tertegun , mendengar penjelasan Vamela.


"Jadi kalian tidak pernah tinggal bersama"ucap Jordan.


"Tidak tapi mungkin semua orang tidak akan pernah percaya bahwa mereka selama ini selalu hadir untuk melindungi ku"ucap Vamela.


🌹💖💖💖🌹


pembicara mereka berakhir saat ada seseorang yang datang ke rumah Vamela.


"Selamat pagi apa ini benar, dengan rumah Nyona Vamela"ucap seorang pria tampan.


Jordan langsung mengepalkan tangannya di dalam saku celana nya.


"Saya sendiri, silahkan masuk tuan Jeje kan"ucap Vamela.


"Iya saya yang sudah membuat janji dengan anda tiga bulan yang lalu, saat anda masih di Jakarta, saya kehilangan kontak Anda, tapi untungnya media sosial anda masih ada"ucap pria bernama Jeje, pemilik perusahaan yang bergerak di bidang perhiasan.

__ADS_1


"Ya saya ingat... silahkan duduk Maaf saat itu handphone saya hilang"ucap Vamela berbohong padahal pas konflik dengan mantan suaminya, disaat dimana Jordan menolong nya Vamela kehilangan handphone itu.


"Ah.. tidak masalah yang terpenting saya sudah bertemu dengan anda, ternyata nona sangat cantik dari yang saya lihat di foto itu"ucap Jeje.


"Ah tuan bisa saja, oh ya... iya saya ambilkan contoh desain saya dulu"ucap Vamela.


"Silahkan"ucap Jeje lembut.


Jordan yang sedari tadi memperhatikan mereka dari jauh kini dia pergi ke dapur untuk mendinginkan kepalanya yang hampir meledak, karena cemburu melihat keakraban mereka saat ini.


dia langsung membuka kulkas lalu mengambil air mineral dan meneguk nya hingga habis.


Vamela langsung menghampiri Jordan yang kini seperti sedang sangat kesal dia berniat untuk membuat minuman untuk tamu tapi melihat Jordan yang sangat aneh dia langsung mendekat .


dan Jordan yang kini didekati oleh Vamela, dia langsung mencium bibir Vamela dengan brutal, dan menahan tengkuk nya Jordan tidak hanya mencium bibir tapi ia memberikan tanda kepemilikan di leher jenjang Vamela.


"Kak... kamu itu apa-apaan sih, seperti orang kesurupan saja"ucap Vamela.


"Ya aku kesurupan karena kamu dekat-dekat dengan dia"ucap Jordan


"Dia calon bos ku, kak jadi wajar kami ngobrol sudah jangan cemburu gitu"ucap Vamela.


"Aku buatkan kalian minum "Ucap Jordan.


"Tidak biar aku saja, aku tidak rela jika orang lain menikmati makanan atau minuman yang kamu buat"ucap Jordan yang sangat posesif.


"Baiklah"Ucap Vamela yang langsung kembali berjalan menuju ruang tamu.


sementara Jordan memulai aksinya dia langsung memasukkan garam sebanyak dua sendok pada gelas yang akan di berikan pada Jeje, sementara gelas satunya berisi gula rendah kalori, setelah itu dia masukkan kopi kopi hitam itu yang di kasih garam.


Jordan berjalan menuju ruang tamu dia dengan sangat hati-hati menyuguhkan minuman tersebut.


"Silahkan diminum tuan Jeje dan istri tercinta ku"ucap Jordan.


Jeje yang kaget, saat Jordan mengatakan itu dia pun langsung bersikap biasa saja, tapi Vamela meyakini ada sesuatu yang tidak beres dia langsung mengambil mainan milik Vio yang tertinggal di karpet bawah kakinya yaitu kecoa karet diam-diam ia memasukkan nya.


Jeje yang melihat sekilas tidak ingin ambil pusing.


"Ah tuan maaf... tolong tuker gelasnya ya, ada kecoa nakal di gelas tuan biar saya ganti yang baru atau tuan minum milik saya saja, kebetulan saya tidak suka kopi"ucap Vamela beralasan.


"Tidak masalah nona milik Nona saja sudah cukup"ucap Jeje.


"Saya kebelakang dulu mau menyimpan ini"ucap Vamela.


"Iya "jawab Jeje, singkat.


langkah nya terhenti ketika Jordan mengambil alih gelas, yang tadi ia beri tanda itu.


"Yang kenapa?... ini di bawa"ucap Jordan


"Ada kecoa di dalam nya"jawab Vamela, singkat.


"Bentar deh itu kecoa mainan"ucap Jordan kesal.


"Kakak jujur saja,kakak masukkan apa??... ke sini"ucap Vamela.


"Tidak ada"jawab Jordan.


"Baiklah aku yang akan meminum nya"ucap Vamela.

__ADS_1


tapi Jordan langsung merebut nya dan membawa nya ke dapur.


__ADS_2