Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Pergi ke Paris#


__ADS_3

"Please kak, atau kita tidak usah menikah saja sekalian"ucap Vamela.


"Sayang please setidaknya sekali ini saja ikut dulu dengan ku ke Jakarta"ucap Jordan.


dengan berat hati dia pun ikut dengan Jordan setelah membawa surat-surat berharga dan satu koper baju miliknya dan Vio, Vamela pun membersihkan rumah nya, dengan sangat rapi setelah itu dia pun berangkat bersama dengan Jordan menuju Jakarta.


sepanjang perjalanan Vamela hanya terdiam, dia tidak ingin berbicara dengan Jordan, dia hanya akan menjawab jika Jordan bertanya.


Vamela pun langsung bergegas menuju rumah sakit setibanya di Jakarta, yang pertama ia temui adalah Jane.


dia melepas rindu pada sahabat yang sudah seperti keluarga nya itu.


sementara itu Vamela, enggan untuk menemui Rara karena Jerry masih tetap berada di sana, Vamela hanya melihat bayi mereka bersama Vio, itupun dari kaca tebal itu, dia tidak bisa mengunjungi atau menyentuhnya langsung karena larangan dari Jerry yang tidak memperbolehkan orang asing menemui kedua anak nya itu.


sakit memang dalam sekejap Jerry, membenci dirinya karena Jordan jatuh cinta pada dirinya, tapi Vamela tidak bisa memaksakan kehendak orang lain biarkan saja semua itu seperti apa adanya.


"Vamela"ucap Jhonatan yang saat itu menghampiri Vamela yang kini tengah berdiri menggendong putra nya, yang penasaran ingin melihat bayi aunty Rara nya.


"Jo... apa kabar?..."ujar Vamela berbasa-basi.


"Aku tidak sedang baik-baik saja, saat melihat wanita yang sangat ku cinta ternyata sudah memiliki seorang anak"ucap Jordan.


"Sudah lah tidak perlu dibahas "ucap Vamela yang hendak meninggalkan nya.


sedari ia tiba di Jakarta dan berpisah dengan Jordan, dia tidak lagi bertemu dengan pria itu, mungkin dia sedang bersama dengan Chaterine, pikir Vamela, dan itu tidak pernah salah Jordan sedang bernegosiasi dengan Chaterine, tentang pembatalan pernikahan dan Jordan harus memberikan kompensasi yang cukup besar saat ini.


sementara itu Vamela, begitu kaget ketika dia berpapasan dengan mantan suaminya, yang kini tengah menggandeng wanita hamil besar entah wanita yang mana lagi yang kini dia bawa, pria itu seakan dengan mudah nya bisa membohongi semua wanita.


"Hay Mel.... kamu lebih cantik saat setelah menjadi janda, gimana masih berniat untuk menjadi perebut laki orang"ucap pria yang tidak tahu malu itu.


"Dasar pria bajingan wanita mana lagi yang kau buat bunting dan setelah itu kau akan campakkan dia dengan putra mu seperti kami "ucap Vamela, yang tidak mau kalah.


Vamela, langsung bergegas pergi setelah tadi pamit pulang pada Jane, dia akan pulang ke hotel, saat ini seperti yang sudah dia sepakati dengan Jordan, rencananya besok pagi dia akan segera kembali ke kampung halaman nya.


sementara itu di hotel tempat Chaterine menginap perdebatan alot itu, terus terjadi karena Jordan tidak mau menikah dengan Chaterine yang benar-benar sudah terikat pertunangan dengan Jordan.


sementara Jordan masih bersih kukuh ingin berpisah tapi Chaterine, melibatkan Jerry, dan akhirnya Jerry turun tangan, dia pun langsung menemui Vamela saat ini bahkan Jerry langsung to the points.


"Vamela, apa sih mau mu... apa sudah tidak ada lagi pria lain saat ini hingga kau memilih Jordan, menjadi target mu untuk menguras harta nya, apa tidak cukup uang yang diberikan oleh istri dan adik ku.


"Maksud kak, Jerry apa ya....aku tidak pernah menguras harta siapapun,aku dan Jane bekerja sama, dan begitu juga dengan Rara, tidak ada sistem uang pemberian kalo pinjam ia tapi semuanya itu dibayar"ucap Vamela yang sudah menahan tangisnya.


"Tidak ada lagi alasan tinggalkan adikku dan keluarga ku, ucap Jerry dengan kejamnya entah apa?... yang merasuki jiwa nya, saat ini tidak ada lagi keramahan atau sekedar basa-basi seperti dulu kini semuanya telah berubah, akhirnya pria itu pergi setelah meminta Vamela pergi.


Vamela, langsung bergegas menuju ranjang dia menggendong Vio yang masih tertidur pulas hingga putra nya itu terbangun dan bertanya, tapi wanita itu hanya diam wajah nya terlihat sembab dia berjalan menarik koper dan tas di tangan nya, menuju lobi, dan langsung bertemu taksi tepat di lobi, entah siapa yang memesan itu tapi Vamela tidak ingin peduli.


hingga, Vamela pun pergi, dengan taksi tersebut, dia menuju bandara dia hendak menaiki pesawat, Vamela, akan pergi ke Bali, bersama sang putra disana masih ada ruko miliknya yang tidak pernah suaminya tau, jadi Vamela yakin itu masih aman.


Vamela, tidak ingin lagi berhubungan dengan mereka semua, mungkin saat ini dia benar-benar sudah seperti gembel hingga semua orang sudah tidak menghargai nya lagi.


sementara Jordan langsung kalang kabut, hingga dia sadar dan meretas Cctv hotel, dia begitu terkejut ternyata Jerry, sempat mendatangi Vamela, setelah itu tidak lama Vamela pergi, tapi plat nomor kendaraan tersebut Jordan langsung mengamuk meskipun dia tidak akan mungkin melawan Kakak nya itu.


Jordan langsung datang ke Mension sesampainya di sana, Jordan langsung menemui Edgar, dan berkata.


"Daddy dan kakak... boleh ambil semua pasilitas atau pun perusahaan milik ku, tapi kalian tidak berhak menjauhkan ku dari wanita ku"ucap Jordan marah besar.


"Jordan jangan berbuat sesuka mu,kau bukan pria biasa kau salah satu pewaris ku, jadi jangan hanya karena wanita itu, kamu bersikap tidak sopan"ucap Edgar.


"Aku tidak sopan... karena kalian yang memulai nya, selama ini aku tidak pernah protes pada kalian mau melakukan apapun tapi, tidak dengan cinta yang aku punya "ucap Jordan.

__ADS_1


"Aku akan menyingkirkan nya, jika kamu masih tetap bersih kukuh untuk tetap bersama dengan nya"ucap Jerry.


"Kakak tidak akan bisa melakukan hal itu"ucap Jordan tegas.


"Jangan main-main Jordan jika kamu tidak ingin dia celaka, Segera nikahi Chaterine saat ini juga"ucap Jerry.


"Kakak tega ngelakuin itu,ingat kak, Vierra akan membantu ku untuk mendapatkan Vamela.


"Jangan coba-coba memanfaatkan istri ku"ucap nya.


"Aku tidak akan pernah memanfaatkan nya hanya saja aku tidak bisa menjamin jika istri mu tau apa?... yang sudah suaminya lakukan pada sahabat nya sendiri"ujar Jordan mengancam.


"Daddy dan mommy minta kamu bertanggung jawab nak atas perbuatan mu, Chaterine hamil"ucap Juli.


"Jika Chaterine hamil, itu bukan anak ku karena aku tidak pernah melakukan itu tanpa pengaman"ucap Jordan.


"Apapun alasannya, kamu harus tetap bertanggung jawab karena selama ini dia hanya dekat dengan mu"ucap Juli.


"Tidak mom... dia bukan hanya berhubungan dengan ku, dia adalah wanita yang tidak puas dengan satu pria, dan aku tidak mau itu"ucap Jordan.


Jordan langsung pergi meninggalkan mereka dia tidak ingin lagi berdebat dengan nya, tapi Jerry langsung mengancam akan membuat Vamela, sengsara dimana pun dia berada.


🌹💖💖💖🌹


Vamela sudah tiba di rumah itu dia tidak jadi pulang ke Bali , menurut nya, untuk apa berusaha menghindari orang mati-matian dia tidak pernah berbuat salah, meskipun rasa sakit hati itu tidak akan pernah hilang karena tuduhan Jerry.


Vamela langsung mengunci pintu dia sengaja menutup gorden rumah nya, dia tidak ingin ada siapapun yang mengira mereka ada di rumah itu bahkan Vamela meminta Vio, untuk tidak keluar rumah saat ini meskipun hanya sekedar bermain.


beruntung Vio, adalah anak yang pengertian Vamela pun membuat makan malam untuk putra nya dengan dirinya saat ini.


beruntung dia tidak membuang bahan makanan yang dia beli untuk satu bulan itu pagi tadi jadi saat ini.


Jordan pun langsung membawa mobilnya menuju tempat dimana beberapa hari ini Jordan berada, dia yakin Vamela ada di sana.


"Mom...aku sudah kenyang"ucap Vio.


"Ya sudah sayang kamu duduk saja dulu mommy mau mencuci piring bekas makanan dulu"ucap Vamela.


"Baik mom..."ucap Vio.


Vamela pun pergi menuju dapur dan langsung membersihkan semua nya di wastafel.


selesai melakukan itu, dia langsung bergegas menuju meja makan menghampiri Vio yang ternyata sudah ngantuk berat matanya hampir lima wat , Vamela mengangkat tubuh putra nya menggendong nya, ala koala.


Vamela langsung membaringkan Vio, dan disusul oleh nya mereka pun terbang ke alam mimpi Vamela pun terbangun tepat pada pukul tiga dini hari, dimana Jordan terdengar berteriak minta dibukakan pintu,mau tidak mau Vamela pun mengalah dari pada nanti semu tetangga terbangun dan mendatangi nya.


sesampainya di bawah Vamela, langsung membuka pintu, dia kaget melihat Jordan yang super berantakan sambil membawa ransel dan koper milik nya.


"Kak Jordan, ada apa?... kenapa bisa berantakan begini"ucap Vamela.


Jordan langsung melemparkan itu kedalam dia berhambur memeluk erat Vamela yang kini tidak bergeming,air mata nya mengalir begitu saja.


Jordan langsung mendorong Vamela masuk kedalam dan mengunci pintu, karena sedari tadi dia masih mematung.


"Mel....sadar"ucap Jordan.


"Aku sadar kak...aku bahkan sadar diri maka dari itu aku pergi, tolong menjauh lah dari hidup ku, aku tidak punya kuasa apapun, untuk bisa menghindari kemarahan keluarga mu, sudah cukup harga diri ku selama ini di injak-injak sekarang aku hanya ingin hidup tenang, mungkin kita tidak berjodoh"ucap Vamela.


"Mel... please jangan katakan itu lagi, aku benar-benar sangat mencintaimu, setidaknya kita bisa berjuang untuk cinta kita, aku yakin suatu hari nanti mereka akan mau mengerti, please ikut dengan ku ke Paris"ucap Jordan.

__ADS_1


"Tidak kak, aku tidak akan ikut ke Paris, jika kakak memang mencintai ku, kakak akan mendukung ku, setidaknya hubungan jarak jauh kita akan membuahkan hasil, aku akan berjuang di sini dan kakak disana, yakinlah jika memang tuhan menakdirkan kita untuk bersama maka kita tidak akan pernah terpisahkan, sampai mereka memberikan restu untuk kita berdua, janji tidak akan berpaling pada yang lain"ucap Vamela.


"Tidak sayang aku tak akan sanggup jauh dari orang yang sangat aku cintai, jika kamu memang mau disini setelah kita menikah ok, aku akan memberikan mu ijin, tapi tidak untuk pacaran.... karena aku ingin punya rumah untuk ku kembali"ucap Jordan.


"Baiklah kita akan menikah meskipun pernikahan kita hanya pernikahan siri"ucap Vamela.


"tidak kita akan menikah secara resmi walaupun cuma akad nikah"ucap Jordan.


"Terserah kakak saja"ucap Vamela sambil berjalan menuju kamar di samping tangga beruntung saat sebelum pergi dia beres-beres rumah.


"Yang ko di kamar ini"ucap Jordan tidak terima.


"Tidak apa-apa kak, jika kakak tidak mau kakak bisa nginap di hotel"ucap Vamela.


"Tidak sayang bukan begitu, ingin tidur bareng kamu dan anak kita"ucap Jordan.


"Tidak kak... kita belum menikah ingat itu"ucap Vamela.


"Heummm... baik'lah besok aku akan mengurus semuanya, agar kita bisa secepatnya untuk menikah"ucap Jordan.


"Terserah kakak saja"jawab Vamela, yang membuat Jordan jengah dengan kata terserah.


akhirnya Jordan pun masuk kedalam kamar yang cukup besar, meskipun tidak semewah kamar miliknya tapi di sana juga ranjang nya cukup besar dengan ukuran yang sama dengan milik Vamela, di atas.


Vamela, pun menyiapkan semuanya mulai dari selimut dan handuk juga membantu menyimpan barang-barang milik Jordan kedalam lemari pakaian.


akhirnya selesai tepat pukul lima Vamela, pergi untuk menunaikan ibadah nya,di dalam kamar nya.


setelah itu dia kembali berbaring sementara Jordan pria itu tidak tidur, setelah selesai mandi dan mengeringkan pakaian, saat ini dia berjalan menuju dapur, sambil memegang handphone, dia membuka channel YouTube untuk tutorial memasak sarapan pagi.


dia mengambil beberapa bahan, untuk membuat pancake strawberry coklat saat ini karena sangat lapar.


sementara Vamela yang bisa mendengar suara gaduh di tengah keheningan dia pun bangkit dan berjalan turun ke lantai bawah.


"Kak... kamu sedang apa?..."tanya Vamela.


"Aku bangunin kamu ya... maaf honey aku laper"ucap Jordan sambil tersenyum kecil.


"Aku buatkan.... kakak duduk saja disana"ucap Vamela.


"Baiklah istri ku sayang, sebagai gantinya aku akan memberikan apapun yang kamu mau"ucap Jordan.


Vamela, hanya menggelengkan kepalanya, karena pria itu, seakan bisa memberikan apapun yang akan Vamela minta.


"Sayang kamu mau minta apa?... ucap Jordan santai.


Vamela tidak menjawab dia menyodorkan coklat panas ke hadapan Jordan di meja pantry itu.


"Yang minta apa?..."tanya nya lagi.


"Mau kamu ninggalin aku, boleh"ucap Vamela.


seketika raut wajah Jordan berubah muram dia benar-benar tidak suka mendengar kata-kata Vamela.


"Kok... diam bukan nya bertanya ingin minta apa"ucap Vamela, tapi Jordan langsung pergi meninggalkan Vamela di sana.


"Kak... pancake nya belum jadi"ucap Vamela.


"lebih baik aku kelaparan dari pada aku harus pergi meninggalkan mu"ucap Jordan yang langsung membuat hati Vamela, merasa teriris .

__ADS_1


Entah kenapa.... mendengar kata-kata itu hatinya seakan terasa sakit, dia mungkin bahagia bisa mendapatkan pria yang sangat memperjuangkan cintanya, tapi dia merasa sakit karena suatu saat Jordan tidak akan pernah bisa, mewujudkan impian nya, Jerry lagi-lagi mengirim pesan ancaman dua jam yang lalu sebelum dia kembali ke dalam kamar nya.


__ADS_2