Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Making love#


__ADS_3

Vamela, sudah mulai membaik saat ini dia bahkan sudah kembali beraktifitas, sementara Jordan masih bersikap posesif seperti seorang suami yang sangat takut istrinya kenapa-kenapa.


"Kak...aku akan pergi bekerja, jika kamu ingin makan atau apapun minta saja pada mbok Ijah"ucap Vamela


"Honey, please jangan pergi bekerja dulu,aku takut kamu kecapean, memangnya uang yang aku kirim kan pada mu, tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian"ucap Jordan.


"Aku harus bekerja untuk Vio,kak dia tidak memiliki uang bulanan seperti kedua putra kita"ucap Vamela.


"Hey sayang aku juga sudah mengirim uang bulanan untuk kalian berempat selama ini, kenapa? tidak kamu gunakan itu"ucap Jordan.


"Aku takut putra kembar ku tak bisa membeli eskrim lagi, saat mereka dewasa nanti,maka dari itu aku tidak pernah mengambil uang yang kamu kirim lebih, aku juga punya kewajiban untuk membiayai hidup ketiga putra ku, terutama kedua bocah itu, selalu mengancam tukang eskrim yang selalu berjualan di komplek perumahan ini tidak jarang aku harus membayar denda sebagai rasa bersalah pada mereka, putra mu bersikap seolah dia adalah pemilik kawasan ini yang harus dipenuhi keinginan nya jika tidak kedua pria kecil itu, langsung mengatakan bahwa mereka dilarang berjualan lagi, dan akan meminta Daddy nya untuk memblokir jalan mereka, kamu bisa bayangkan betapa malunya aku setiap kali mereka melakukan itu, itulah kenapa"aku selalu menyimpan uang di kamar nya untuk mereka membeli apapun yang mereka mau"ucap Vamela.


Jordan sempat terkekeh mendengar itu, bagaimana bocah berusia tiga tahun itu bisa bersikap otoriter, ada sedikit rasa bersalah yang teramat sangat, karena dia bahkan sudah melewatkan hal paling berharga yang terjadi dalam pertumbuhan putra nya itu.


"Aku minta maaf, honey aku benar-benar menyesal tidak bisa mendampingi mu membesarkan mereka, aku sungguh sangat menyesal"ucap wanita itu.


"Aku sudah terbiasa dengan semua itu, dan bahkan tidak jarang,aku meneteskan air mata saat melihat Vio, yang selalu bersikap dewasa, sebelum waktunya dia ingin melindungi kedua adik dan mommy nya,aku sangat terluka melihat itu tidak seharusnya itu terjadi pada Vio, dia yang seharusnya menikmati hidup nya sebagai anak yang sebentar lagi akan menginjak remaja, tapi dia malah ia habiskan untuk menjaga kedua adik nya"ucap Vamela, sambil terlihat sendu.


"Aku berjanji mulai saat ini, semua itu tidak akan terjadi lagi, aku ingin membuat kalian bahagia"ujar Jordan.


Vamela tidak menganggukkan kepalanya, dia tidak ingin menyetujui perkataan pria yang masih berstatus suaminya itu.


"Sekarang kita sarapan bersama-sama oke aku antar kamu ke butik mu, sambil mengantar ketiga putra kita sekolah"ucap Jordan.


Sementara Vamela hanya mengikuti Jordan yang kini berjalan menuju ruang makan, disana ketiga putranya tengah menunggu mereka berdua.


"Mom... Daddy lama sekali, aku sudah telat "ucap Jay.


"Owh ya ampun drama dimulai"ucap Vio.


"Tenang sayang Daddy akan mengantar kalian ke sekolah sekalian Daddy menunggu kalian di kelas"ucap Jordan.


"Bagaimana bisa belajar jika nanti gurunya malah terpesona dengan bule Paris ini"ujar Vamela.


"Memang nya, kamu tidak pernah terpesona dengan ku"ucap Jordan sambil mengedipkan mata genitnya.


"Boro-boro yang ada aku bosan"ucap Vamela, tanpa peduli dengan ekspresi kecewa dari pria itu.


Jordan langsung mengambil piring yang disodorkan oleh Vamela, yang sudah berisi sarapan untuk dirinya.


"Thank you honey"ucap Jordan.


"Heummm"ujar Vamela.


Jordan langsung menikmati sarapan tersebut begitu juga dengan ketiga putra nya itu.


disusul dengan Vamela, yang hanya memakan salad buah yang tinggal sedikit itu.


mereka pun selesai sarapan pagi, masing-masing sudah bersiap dan berjalan menuju mobil, begitu juga dengan Jordan yang berjalan sambil merangkul pinggang istrinya itu.


Vamela sudah berada di samping Jordan sementara ketiga putranya duduk di kursi belakang, mobil pun, sudah melaju dengan kecepatan sedang, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi kini Jordan sudah mengantar putra nya masuk ke sekolahnya. setelah itu dia kembali mengantar putra pertama nya, dan setelah mengantar ketiga nya, kini giliran wanita yang sangat ia cintai yang meminta diantar ke butiknya.


sesampainya di sana Jordan langsung turun dan membuka pintu mobil, untuk istrinya.


"Terimakasih kak"ucap Vamela.


"Daddy Honey ,aku adalah Daddy ketiga putra mu"ucap Jordan.


"Heummm"ucap Vamela tidak ingin berdebat, dia langsung berjalan menuju butik nya.


Vamela langsung menempelkan telapak tangan nya pada bagian depan pintu tiba-tiba pintu itu langsung terbuka.

__ADS_1


Jordan langsung bergegas masuk bersama dengan istrinya itu, Vamela mengerjapkan semua itu sendirian, tanpa bantuan karyawan kecuali di tempat produksi yang tidak jauh dari sana.


Vamela mempersilakan Jordan masuk dia juga menyuruh pria itu istirahat jika merasa lelah karena saat ini Vamela, akan sibuk dengan orang-orang yang akan mengambil pesanan perhiasan atau pun aksesoris lainnya.


dan benar saja mereka langsung berdatangan saat ini karena sudah tau jadwal buka butik J2&2V , selama ini.


Vamela langsung membuka tempat penyimpan barang pesanan dan memasukkan kedalam sebuah kotak khusus dengan merek J2&2V itu begitu juga dengan paper bag nya.


mereka pun mengantri satu persatu hingga saat seseorang berdiri mengantri dengan tertib dan berkata.


"Honey aku mau pesan sesuatu untuk wanita ku"ucap Jhonatan, tiba-tiba ada di sana.


"Jo..."ucap Vamela lirih.


"Maaf waktu pemesanan bisa dilakukan secara online, tidak bisa langsung seperti ini"ucap Jordan yang kini berdiri di samping istri nya sambil mengambil sesuatu dari dalam sakunya.


"Yang ini sepertinya sangat cantik di leher mu"ucap Jordan yang langsung memasangkan kalung tersebut ke leher Vamela.


"Kak... sebentar aku lagi kerja"ucap Vamela.


"Tidak masalah honey sebentar saja,ini indah"ucap Jordan sambil mengecup leher jenjang Vamela, yang kini sudah merah seperti tomat.


"Apa? disini juga menjual kemesraan di depan orang"ujar Jhonatan yang saat kesal.


"Maaf Jo, silahkan tunggu di sana jika kamu mau buat pesanan,aku mau melayani yang mengambil pesanan dulu"ucap Vamela lembut.


"Baiklah"ucap Jhonatan.


setelah satu jam menunggu sambil meminum kopi yang Vamela suguhkan, setelah selesai melayani pembelian, Vamela akhirnya menemui Jhonatan bersama dengan Jordan, yang selalu mengikuti nya dari belakang, mereka duduk berdampingan bersama dengan Jhonatan di hadapan nya.


Vamela pun akhirnya bisa membuat sketsa pesanan milik Jhonatan, dengan ukuran jari manis Vamela, saat itu juga, sementara Jordan merasa sangat marah karena Jhonatan secara tidak langsung ingin melamar Vamela, dengan sengaja.


🌹💖💖💖🌹


wanita itu memberikan secangkir teh hijau beserta beberapa camilan sehat dari buah-buahan yang selalu Vamela buat sendiri.


dua jam kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 Jordan berjalan menuju balkon kamar nya yang kini mereka tempati, beberapa hari ini meskipun tidak melakukan hal lain nya selama mereka tidur satu ranjang.


bukan karena keduanya tidak normal tapi mereka lebih merasa ragu dan takut terutama Jordan.


pria itu ingin sekali menyentuh wanita yang selama ini menjadi cinta pertama dan juga fantasi bercinta nya, bersama dengan Chaterine.


Vamela mengikuti langkah Jordan setelah dia selesai dengan desain perhiasan yang dia buat tadi, cincin lamaran, yang Jhonatan pesan saat ini begitu cantik dan elegan jika dipakai oleh wanita seperti para sosialita itu.


"Kak kamu sedang apa?"tanya Vamela sambil berdiri di hadapan Jordan yang kini tengah melihat ke arah nya.


"Aku sedang berandai-andai, andaikan saja gadis yang membuat ku jatuh cinta dengan tingkat konyolnya dulu, aku kejar mungkin semua akan berbeda cerita nya"ucap nya.


kenapa?... tidak dikejar saja kak"ujar Vamela.


"Ini juga sudah, tapi sulit sekali meskipun diantara kita sudah memiliki buah hati pun, wanita itu tetap saja menolak ku untuk bersama dengan nya,aku sadar aku terlalu melukai perasaan nya tapi mungkin juga , dia masih mencintai mantan suami nya itu"Ucap Vamela.


"Sebentar kak memangnya ada berapa wanita yang mengandung anak mu"ucap Vamela serius.


"Cuma kamu"ucap Jordan jujur, Vamela juga bisa melihat bahwa tidak ada kebohongan di mata Jordan, saat ini.


"Lalu berarti cinta pertama Kakak itu aku, tapi bukan nya, sedari dulu kakak adalah seorang playboy ya"ucap Vamela.


"Kamu benar Mel, tapi sebelum itu tanpa kamu sadari aku sudah lebih dulu mengenal mu, bersama kedua orang tua angkat mu, ingat kah dulu di sebuah Mension, yang luas itu kamu tersandung kaki mu sendiri yang mengakibatkan kakimu terjatuh"ucap Jordan.


Jordan langsung mendekat"saat itu aku sedang memperhatikan mu, dari atas balkon kamar ku, itu adalah Mension, utama milik Daddy"ucap Jordan.

__ADS_1


"Benarkah itu,jadi aku adalah cinta pertama kakak"ucap Vamela.


"Ya dan kita bertemu lagi saat dirimu sudah bercerai dengan bajingan itu, yang tega membunuh mantan istri dan putranya juga kedua anak ku"ucap Jordan yang akhirnya membeberkan fakta yang sesungguhnya, hingga wanita itu benar-benar terkejut saat mendengar semua itu.


ternyata Jordan dan Chaterine tidak terlibat dalam kasus tersebut yang hampir menewaskan nya dengan ketiga putra nya.


Vamela langsung memeluk Jordan dia benar-benar ketakutan jika kembali mengingat kesedihan tersebut, jika saja Tuhan tidak memberikan kekuatan pada mereka mungkin saat ini mereka hanya tinggal nama.


Jordan membalas pelukan tidak lupa juga mengecup bibir Vamela, dan akhirnya mereka larut dalam ciuman tersebut hingga membuat mereka melupakan semua rasa pedihnya saat ini.


Vamela bahkan seakan sudah tidak lagi merasa canggung dan pernah terluka, dia memberikan kesempatan pada Jordan untuk menyentuh tubuhnya, hingga mereka hanyut dalam buaian percintaan atau making love.


hingga berulang kali, mereka melakukan semua nya, tanpa ragu, Vamela tidak mengingat bahwa dirinya saat ini sama sekali tidak menggunakan kontrasepsi apapun karena Jordan, masih belum melepaskan itu saat ini.


hingga beberapa jam kemudian, akhirnya mereka tertidur pulas di pukul empat pagi.


hingga ketiga putra mereka berangkat sekolah dengan bantuan asisten rumah tangga nya, dan Vio, yang ikut andil memandikan kedua bocah itu, mereka pun berangkat menuju sekolah mereka bersama dengan sopir.


sementara Vio, bukan tidak bisa menyetir tapi dia belum cukup umur.


Vamela tidak mengijinkan Vio, membawa mobil sendiri.


tepat pukul sepuluh pagi, mereka berdua langsung terbangun, Vamela dan Jordan pun akhirnya mandi bersama tapi, hanya mandi karena mereka juga terburu-buru ingin menjemput kedua putra kembar mereka saat ini yang akan bubar sekolah sebentar lagi.


mereka juga hanya sempat sarapan pagi dengan di dalam mobil, Vamela menyuapi Jordan, hingga selesai, karena pria itu sedang mengemudi mobil nya.


"Sayang aku sudah kenyang kamu saja ya, yang habiskan sarapan nya, karena kamu harus banyak makan jika tidak, nanti malam kamu akan kehabisan tenaga"ucap Jordan.


Jordan pun hanya tersenyum kecil, saat Vamela mencubit perutnya


"Tidak ada nanti malam, kakak akan tidur dengan mereka bertiga , ingat janji kakak"ucap Vamela.


Jordan memang sudah berjanji bahwa dia akan tidur bersama dengan mereka malam ini, karena mereka sudah berjanji akan bermain game bersama


Jordan menarik nafas panjang setelah itu ia hembuskan, rasanya berat berjauhan kembali setelah mereka berhasil rujuk dan berbaikan bahkan sudah bercinta lagi.


Vamela, masih sangat cantik di usianya saat ini, dia bahkan semakin enerjik tidak heran bila sang mantan malah menginginkan dia tiada karena Jordan, sendiri tidak pernah mau istrinya jatuh ke tangan orang lain.


Vamela, tidak pernah berbuat salah pada siapapun, dia adalah wanita yang paling baik dengan segala tingkah kocak nya selama ini, tapi semenjak dia mengalami kegagalan berumah tangga, wanita itu kadang terlalu bersikap tegas meskipun dia harus menyakiti hati orang lain, karena ketegasan nya.


Jordan langsung membuka pintu mobil setelah menyambut keduanya dengan pelukan.


"Hore kita pergi jalan-jalan"ujar keduanya.


"Tentu saja Sayang ku"ucap Vamela yang memeluk kedua putranya itu.


"Honey kita cari makan siang dulu ya, setelah itu kita lanjut jalan"ucap Jordan.


"Ya...itu lebih baik karena putra Daddy dan mommy, kalian pasti benar-benar laper kan"ujar Vamela.


"laper sih, tapi kami tidak ingin terlambat untuk jalan-jalan nya", ujar keduanya.


mereka pun pergi menuju restaurant, untuk mengisi perut mereka saat ini hingga pukul sebelas lebih, akhirnya mereka lanjut ke sebuah mall terbesar di sana.


sementara itu Vio pulang dijemput oleh sopir, saat ini dia tengah mengerjakan tugas sekolah nya, di dalam kamar nya.


Vio memang tidak pernah bermain dengan teman sebayanya kecuali di sekolah saat jam istirahat, atau keempat sahabat nya, bermain ke kediaman Vio.


karena dia harus menjaga kedua adiknya selama ini.


Jay dan Hay, adalah segalanya bagi Vio, meskipun mereka berbeda ayah, tapi Vio adalah kakak yang terbaik untuk mereka, dan mereka juga menyayangi Vio, meskipun sang kakak selalu menghukum mereka setiap kali berbuat salah.

__ADS_1


Vio masih fokus pada laptop nya, hingga seluruh anggota keluarga nya, kembali ke rumah.


__ADS_2