Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Hadir tanpa di undang#


__ADS_3

Vamela terus duduk di kursi samping bersama dengan putra nya yang sedang asik bermain gadget.


"Jane aku rindu padamu segeralah sembuh saudara ku, kamu harus kuat dan tidak boleh lemah, mungkin kamu telah menderita begini lama tapi, apa kamu tidak melihat seberapa keras hidup yang aku alami, heumm bahkan kau tidak mengajak ku saat melakukan itu, tapi beruntung kamu masih banyak orang yang sangat mencintai mu, hingga mau melakukan apa saja demi kesembuhan mu, sementara jika aku yang melakukan itu,aku mungkin sudah tinggal nama, karena tidak akan mungkin ada orang yang peduli dengan ku, bahkan untuk menelpon ambulans saja mereka tidak akan pernah Sudi, karena aku tidak punya siapa-siapa dan apa-apa di dunia ini, dan aku selalu berlindung di belakang mu, tapi apa?...kau tau rasanya melihat rumah tempat ku berlindung hancur,aku lebih menderita lagi sayang, maka aku ingin rumahku cepat kembali membaik agar aku tidak terus kehujanan dan kedinginan dan jika malam tiba aku ketakutan, apa kamu tau bahkan ayah dari anakku pun sudah memutuskan hubungan dengan Vio,kami hanya lah dua orang gelandang yang menunggu tempat berlindung ini membaik.


Jane hanya menitikkan air mata yang langsung vamela hapus.


"Kamu jangan pernah bersedih sayang,aku ingin kamu tau semua orang merindukan mu, apalagi keponakan terbaik mu yang kini ada di perut saudara kita, Rara dia bahkan tidak ingin kalah dari ku, kak Jerry memberikan dua buah cinta yang sangat mengenaskan, mereka sangat mencintaimu"ucap Vamela, yang langsung menatap hampa.


"Maaf kan aku jika aku salah berucap"Ucap Vamela merasa sangat bersalah, tapi kemudian Jane menggeleng pelan dan sedikit tersenyum.


"Aku bahagia.... mereka pasti sangat mirip dengan kakak"ucap Jane lirih hampir tidak terdengar.


"Kau benar sayang"ucap Vamela.


"Sayang kamu belum boleh banyak bicara"ucap Jordan yang baru masuk bersama dengan Chaterine.


"Sayang aku pamit dulu ya, Vio seperti nya sangat mengantuk"ucap Vamela beralasan, Jordan yang mendengar itu langsung menatap lekat wajah cantik itu.


"Cepat sembuh ya sayang aku tunggu di rumah, jika kamu tidak kunjung pulang aku akan pergi untuk selamanya bersama dengan Vio"ucap Vamela.


Jane pun mengedipkan mata nya perlahan tanda mengiyakan ucapan Vamela.


"Aku pamit"ucap Vamela pada Chaterine.


wanita itu hanya mengangguk, dan akhirnya Vio pun di gendong oleh Vamela ala bayi koala, setelah itu vamela langsung mengambil tas nya lalu pergi.


Jordan langsung pamit untuk sebentar dengan alasan ingin mencari minum.


"Yang tunggu"ucap Jordan tanpa malu dilihat orang lain.


Vamela terus berjalan hingga tiba di lift, wanita itu langsung ingin menutup pintu lift tapi Jordan langsung masuk dengan cepat.


"Kak.... kamu ngapain ikutin aku, memang nya tidak dilarang oleh istri mu"ucap Vamela datar.


"Sekali lagi kamu bilang dia istri ku aku tidak akan segan mencium mu di depan umum"ucap Jordan menggunakan bahasa Inggris.


"Lalu mau apa ?...kesini"ucap Vamela.


"Aku ingin mengantar calon istri ku, apa??... tidak boleh"ucap Jordan sambil mendekat beruntung Vio tidur saat ini hingga dia tidak melihat Jordan yang hampir saja mencium Vamela, tapi Vamela langsung menghindar.


"Pelit amat"ucap Jordan.


"ingin yang gampang ngasih kenapa ditinggalin"ucap Vamela.


Jordan langsung mengusap kasar wajah nya, dia tau Vamela bukan wanita yang gampang ditaklukkan.


"kembalilah,aku akan pergi ke Mension bukan kekantor jangan sampai seluruh keluarga mu membenci ku, dengan alasan mengganggu pria beristri, karena cap itu sudah menempel dalam diriku untuk selamanya"ucap Vamela,sendu.


akhir nya Jordan pun mengalah demi kebaikan Vamela saat ini


Vamela pun tersenyum manis dia bisa menghentikan Jordan untuk saat ini.


sementara itu di kediaman Jerry, Rara tengah duduk bersama ibu mertua nya yang kini tengah membantu Rara untuk makan jeruk, Juli mengupas kulit jeruk demi Rara dan Jeny sibuk bermain ponsel sementara Eleanor, tengah sibuk dengan Edgar, bermain kartu .


cucunya itu suka sekali bermain kartu mungkin karena bapak ada tukang judi,memang Edgar tidak habis pikir pergaulan bebas Jeny, sampai membuahkan hasil.


"Eleanor, berhenti bermain kartu sayang ini tidak baik, lagi pula siapa?... yang mengajarkan mu bermain seperti ini dan ini dapat dari mana"ucap Edgar yang kesal bukan nya tidak lagi ingin bermain tapi itu tidak baik untuk perkembangan otak anak sekecil itu.

__ADS_1


"Aku yang memberikan itu Daddy, dia yang memilih nya, sendiri waktu perayaan Helloween.


"Kamu ini sudah dewasa sayang, seharusnya kamu ngajarin dia hal yang baik"ucap Jerry.


"Maaf Daddy"ucap nya lirih Jeny, tidak akan pernah membantah Ayah nya, karena Edgar adalah orang yang paling disegani.


"siapa?... yang memberitahu alamat Mension ini pada Chaterine"ucap Jerry.


pria itu baru' saja datang dia sudah langsung bertanya sambil mengecup puncak kepala istrinya lalu mencium pipi mommy nya, dan mencium punggung tangan Edgar, seperti yang selalu di ajarkan Rara, sebagai sopan santun.


"Tidak tau kak, mungkin Jordan"ucap Jeny.


"Kapan wanita tidak tau malu itu datang"ucap Edgar marah.


"Tidak tau dad... mungkin semalam"ucap Rara.


"Kapan kalian akan memilih orang yang tepat, Daddy sudah pusing dengan kelakuan kalian, jangan sampai seperti kejadian saat Kakak dan kakak ipar mu dulu terulang lagi"ujar Edgar.


"Maaf Daddy"ucap Jerry merasa berdosa,atas kelakuan Dena.


wanita itu bahkan sangat membantu Edgar kewalahan.


sementara itu Rara hanya menatap sendu pada Jerry, dia teringat kisah lalu seperti nya Rara mulai bisa mengerti titik awal masalah Jane disini, tapi ya sudahlah semu sudah terjadi tidak akan bisa di ulangi.


Jordan dan Chaterine sudah berada di hotel karena Sky, hanya ingin berdua dengan Jane di rumah sakit apa lagi tidak ada keluhan lain lagi hanya butuh istirahat yang banyak untuk pemulihan saat ini, pemulihan bekas operasi yang masih sangat rentan meski luka luar sudah sembuh dan mengering bahkan Sky selalu rutin mengoleskan salep pada bagian tertentu yang bisa ia oles terutama di bagian pelipis dan hidung ada bekas sayatan entah lah mungkin bekas luka yang dijahit atau saat kecelakaan Jane mengalami benturan keras di bagian itu.


tapi wajahnya masih sangat terlihat cantik saat ini wajah indo, tidak full bule karena Jane mirip dengan mendiang Soraya, sang nenek yang melahirkan tujuh orang anak, cantik dan tampan dari dua orang suami.


"Sayang setelah ini jangan pernah lakukan operasi lagi, biarkan tubuh mu seperti apa adanya selagi tidak menggangu struktur tubuh mu, bekas-bekas luka ini biar kita obati dengan salep aku benar-benar sangat takut, saat kamu berjuang di meja operasi,aku seakan tak bernafas selama satu bulan ini"ucap Sky.


🌹💖💖💖🌹


Jane sempat terdiam sejenak kemudian mengedipkan mata nya percuma juga bicara tidak akan terdengar jelas karena dia tidak boleh menggunakan nada tinggi yang bisa membuat otot tubuh tegang seperti saat itu.


akhirnya Sky langsung mencium kening Jane karena di bagian bibir ditutup oksigen, yang sesekali Jane gunakan karena terkadang dia merasa sedikit sesak nafas mungkin karena kondisi nya belum pulih seratus persen.


Sky berkali-kali mencium punggung tangan Jane penuh cinta dan kasih sayang, dan Jane kini bisa merasakan itu, jika saja Sky, tidak ada mungkin saat ini dirinya hanya tinggal nama, Jane benar-benar merasakan sakit yang teramat saat itu tapi dia tidak berniat untuk bunuh diri yang dia inginkan adalah pergi dari kehidupan lamanya dan menempuh hidup baru dengan Sky, tanpa keluarga besarnya.


sementara Vamela, sudah berada dalam satu kamar bersama Vio, dia membereskan barang-barang nya, kedalam koper dan beberapa kardus baru yang sengaja ia beli untuk pindahan rumah nantinya.


Vamela, sudah membulatkan tekad untuk pulang ke kampung halaman kedua orang tua nya dulu dia berharap disana akan ada kebahagian lain untuk dirinya dengan Vio.


setelah membereskan semua itu dibantu oleh pelayan Vamela menulis sepucuk surat untuk Rara dan Jane, sudah cukup dia menyusahkan kedua orang sahabat nya, selama ini.


dia ingin semua nya lebih baik lagi.


ke esokan pagi nya, Vamela, sedang sarapan bersama dengan Vio, dia bersiap pergi ke kantor bersama dengan Vio, tapi sebelum itu dia akan menghadiri acara di sekolah Vio, sambil pamit pada guru-guru nya mengurus surat kepindahan nya.


Vamela, berencana pergi malam nanti setelah semuanya ia selesai kan.


Saat hendak makan tiba-tiba saja seseorang masuk kedalam rumah membuat Vamela,mau tidak mau harus melihat tamu tersebut.


dia langsung mematung saat melihat Jordan sudah berada di hadapan nya.


"Yang"ucap Jordan yang langsung ingin memeluk Vamela, tapi wanita itu menghindar.


"Ada apa?... kak Jordan kemari"ucap Vamela datar.

__ADS_1


"Come on baby, apa?... begini cara menyambut kedatangan calon suami"ucap Jordan.


"Jangan keterlaluan saat bercanda nanti mereka mengira kita benar-benar memiliki hubungan"ucap Vamela datar.


"Ya kita memang ada hubungan dan aku sangat serius"ucap Jordan yang lagi-lagi ingin mendekat.


"Dimana?... ada yang mengaku calon suami setelah malam bercinta dengan tunangan nya hingga meninggal jejak kepemilikan yang begitu banyak, lalu paginya datang ke rumah wanita lain"ucap Vamela.


"Sayang maafkan aku, semalam aku kebablasan"ucap Jordan.


"Maka nikmatilah semua itu dan jangan pernah datang kemari"ucap Vamela, yang menahan rasa sakit yang teramat, mungkin karena perlakuan Jordan mirip dengan mantan suaminya itu.


setelah mereka bercinta tanpa sepengetahuan Vamela, saat itu dia juga datang pada nya.


"Maaf aku sedang ingin sarapan"Ucap Vamela, yang langsung berjalan menuju meja makan.


"Sayang aku minta maaf"ucap Jordan.


pria itu terus mengikuti langkah Vamela.


"Kak... kamu bebas ngelakuin apa pun,itu hak kalian berdua kita tidak punya hubungan apapun, jadi tidak perlu minta maaf, kata-kata Vamela, membuat hati Jordan terasa ngilu seperti seorang suami yang di cuekin istrinya karena ketahuan selingkuh.


"Bu... semua sudah selesai mobil boks pengangkut barang juga sudah di jalan mungkin sebentar lagi akan sampai"ucap pembantu rumah tangga itu.


"Baik lah nanti kalian bantu mereka untuk mengangkut barang-barang nya ya dan pastikan semua nya aman"ucap Vamela.


seketika itu, Jordan yang sedari tadi mematung kini sudah faham maksud Vamela, wanita itu akan segera pindah dari rumah itu.


"Sayang jangan bilang kalau kamu akan pergi jauh"ucap Jordan yang kini terlihat marah karena merasa dihindari oleh Vamela.


"Aku akan pindah ke rumah orang tua ku yang sudah sangat lama ditinggal, kasihan rumah ayah dan bunda ku, harus terbengkalai selama ini meskipun masih ada yang menjaga membersihkan rumah itu"ucap Vamela beralasan, padahal rumah itu sudah lama dihuni oleh orang lain yang membelinya karena orang tua angkat Vamela, sudah menjual nya.


Vamela membeli rumah baru di area kompleks perumahan yang sama dengan kedua orang tua nya,menurut cerita kedua orang tua angkat nya,aku tinggal di sana semenjak ibunya mengandung dan melahirkan nya.


Vamela, membeli rumah yang cukup besar dan lumayan mewah dengan harga terjangkau, rumah itu tiga miliar rupiah, cukup untuk dirinya dan Vio putra nya, Vamela bahkan sempat melihat-lihat saat ia baru di usir oleh suaminya.


"Sayang aku tak mengijinkan mu pergi"ucap Jordan tegas.


"Kak.... kamu tidak berhak melarang ku, ini semua tentang hidup ku, aku yang berhak menentukan"ucap Vamela.


"Mel....aku serius aku mencintaimu, dan aku ingin kita menikah"ucap Jordan.


"Aku sudah tidak ingin lagi pernikahan kak, luka ini saja masih basah jadi tidak mungkin semua ini aku abaikan.


"Sudah yah nanti aku telat menghadiri acara sekolah putra ku"ucap Vamela lembut.


Jordan langsung menarik Vamela, kedalam dekapannya, walaupun pria itu memberontak dan memukul lengan Jordan tapi dia tidak bergeming.


pria itu tetap menahan Vamela, dalam pelukan.


"Aku mencintai mu Vamela, dan aku bisa mengerti luka perpisahan itu dengan begitu aku akan menyembuhkan luka itu perlahan dan tidak akan meninggalkan bekas lagi"keseriusan Jordan.


"Kak, aku tidak tau itu akan berhasil atau tidak,tapi yang jelas saat ini, aku akan pergi, jangan takut jika kita berjodoh mungkin kita akan bertemu lagi, tapi mungkin butuh waktu lama, jadi serahkan semua nya pada yang maha kuasa"ucap Vamela.


"Aku akan mengantarmu ke sana, aku tidak ingin kehilangan mu, biarkan aku tetap mendampingi mu, sampai kamu siap untuk aku nikahi"ucap Jordan.


"Tidak kak, tempat nya terlalu jauh, kamu akan kecapean, dan lagi di sana rawan kejahatan aku takut kakak kenapa-napa, nanti aku yang disalahkan.

__ADS_1


"Kalau begitu aku tidak akan mengijinkan itu terjadi, kamu harus tetap di sini"ujar Jordan tegas.


__ADS_2