
Juli kini tengah berada di tempat pemotretan dia sengaja kembali bekerja, tapi kali ini dia tidak menggunakan baju baju yang seksi saat ini dia menggunakan Hoodie, dan jins selutut karena dia akan menjadi model sebuah produk dan mengharukan nya menggunakan pakaian tersebut.
Juli pun hanya melakukan beberapa kali pemotretan saat ini setelah itu dia pergi menuju kediaman Hansel saat ini Jane dan Morin, tengah bermain di sana.
satu jam kemudian ia tiba di sana, dan disambut oleh beberapa orang pelayan tapi dia tidak melihat putri nya ada disana .
"Dimana??.. putri ku"ucap Juli.
"Nona muda Jane, tengah berada di ruang kerja bersama tuan"jawab seorang pelayan.
Juli langsung bergegas menuju ruangan tersebut, sesampainya di sana dia melihat putrinya tengah tertawa terbahak-bahak karena Pria itu sedang membuat ekspresi wajah yang sangat lucu, saat ini bahkan Juli pun tersenyum.
"Kalian disini rupanya"ucap Juli sambil tersenyum.
"Mommy... mommy disini"ucap Jane yang langsung berhambur memeluk ibunya.
"Sudah selesai dengan pekerjaan mu"ucap Hansel
"Sudah, tapi aku rindu kalian saat ini jadi aku kemari"ucap Juli.
"Menginap lah sudah lama kamu tidak tinggal di sini, rasanya terlalu sepi"ucap Hansel.
"Baik lah tapi aku harus menjemput Jerry terlebih dahulu"ucap Juli lagi.
"Dia sudah ada yang jemput"ucap Hansel.
Juli hanya mengangguk Hansel adalah rumah kedua baginya saat ini, dia bahkan tidak peduli dengan peringatan dari Edgar, yang kini tengah berada di Mension nya di Amerika.
Edgar tengah bersantai setelah kembali dari kantor, ditemani Angela dan kedua anaknya, Edgar tampak tidak seceria biasanya saat ini.
"Sayang kamu terlihat lelah, sebaiknya kamu istirahat saja, aku akan membawa mereka pergi jalan-jalan"ucap Angela.
"Baiklah"ucap Edgar sambil berjalan.
Edgar, pergi berlalu ke kamarnya sesampainya di sana, dia disana Edgar langsung mengambil handphone nya dari atas nakas, dia langsung mengirim pesan pada Juli.
Juli yang kini tengah berada di ruang makan saat ini tidak tau kalau Edgar mengirimkan pesan pada nya, dan itu membuat Edgar, merasa sangat kesal.
"Kau sedang apa honey, kenapa??.. tidak membalas pesan dari ku"gumam Edgar lirih,rasa rindu nya membuat dia begitu tidak bersemangat, apalagi saat ini dia merasa tidak tega jika harus memisahkan kedua anak nya dari Angela, yang sudah begitu dekat dengan wanita itu.
Edgar menghembuskan nafas panjang,lalu ia berbaring di ranjang nya dan mencoba untuk memejamkan mata nya, sudah satu Minggu lebih Edgar, berada di Amerika, dia selalu uringuringan karena istri pertama nya tidak juga membalas pesan nya, yang sudah hampir ratusan pesan yang ia kirim.
"Kau dimana Juli sayang kenapa?.. tidak kunjung membalas pesan ku"ucap Edgar kesal sambil mengacak rambut nya merasa frustasi.
Edgar, malam ini tidak kembali ke rumah dia tidur di kantor di ruang istirahat nya, Edgar bahkan tidak bisa memejamkan mata nya sama sekali rasa rindu nya sudah sangat menggila saat ini bahkan dia tidak pernah lagi menyentuh Angela, yang selalu sabar menanti nya seperti dahulu.
Edgar pun memutuskan untuk kembali ke Paris, bersama mereka bertiga dia tidak berpikir apa yang akan terjadi nanti yang dia inginkan saat ini adalah melepas rindu pada istri pertama nya .
Jeny dan Jordan saat ini tengah bersiap bersama dengan Angela, mereka begitu antusias karena Edgar, mengajak mereka untuk berlibur.
saat Edgar, kembali dari kantor, mereka bertiga sudah bersiap, dan kini tengah menunggu nya.
"Daddy mandi dulu"ucap Edgar.
"Apa ?... perlu aku temani"ucap Angela, Edgar tidak mengiyakan juga tidak menolaknya, Edgar berjalan cepat menuju lift, yang langsung diikuti oleh Angela, Edgar langsung menekan tombol naik dan lantai nya.
sesampainya di kamar Angela, langsung memeluk laki-laki itu lalu berbisik"Honey, aku sangat merindukan mu"ucap nya sambil meraba dada Edgar dengan telunjuk nya dia langsung membuat pola abstrak, Edgar yang tengah rindu berat pada Juli, dia langsung membalikkan badannya dan langsung memberikan Serang Edgar mencium bibir Angela penuh nafsu dan itu membuat hati Angela bahagia hingga aktifitas suami istri itu pun terjadi.
hingga beberapa lama dan berakhir tepat saat suara ketukan pintu terdengar nyaring, kedua anak nya menggedor pintu mereka sudah tidak sabar untuk pergi.
"Daddy... mommy .... ayo kita pergi nanti terlambat bagaimana"ucap keduanya.
pintu kamar pun terbuka Edgar, langsung berkata maaf tadi Daddy, lelah jadi ketiduran sekarang Daddy akan mandi dulu kalian tunggu saja dibawah"ucap Edgar.
__ADS_1
"Baiklah Daddy"ucap Jeny.
mereka pun pergi Edgar langsung kembali menghampiri Angela, yang kini terkulai lemas bagaimana tidak, Edgar terlalu bersemangat saat menyentuh nya, Edgar langsung mengangkat tubuh Angela, dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi, mereka mandi bersama.
sementara itu di Paris, Juli kini tengah berada di sebuah taman mereka bertiga tengah bermain di sana kedua anak nya tengah bersepeda sementara Juli hanya duduk di kursi yang tersedia di sana.
Juli masih merenung memikirkan kedua anak nya yang lain yang seakan sulit untuk ia gapai.
Juli hanya bisa menarik nafas dalam-dalam setelah itu dia langsung menghembuskan nya.
tiba-tiba seseorang pria tampan mengalirinya pria itu langsung menyapa nya.
"Nona Juli"ucap pria itu.
"Ya...ada apa?..."jawab Juli .
"perkenalkan, saya Kenzo dari Indonesia"ucap nya menggunakan bahasa Inggris.
"iya ada yang bisa saya bantu"ucap Juli santai.
"Saya hanya ingin meminta foto bareng "ucap Kenzo.
"Baiklah"ucap Juli yang mempersilahkan Kenzo, berfoto bersama dengan nya tapi ada sesuatu yang membuat Juli kaget tiba-tiba Kenzo mengecup pipi nya saat mereka berfoto.
"Kau apa??... yang kau lakukan"ucap Juli kesal.
"Maaf Juli, aku tidak sengaja aku terlalu bersemangat"ucap Kenzo.
tiba-tiba Juli langsung bangkit dari duduknya, tapi lagi-lagi Kenzo langsung menggenggam tangan nya.
"Nona Juli maafkan aku"ucap Kenzo.
"Sudah lah tapi jangan pernah kau ulang lagi, dan tolong hapus foto tadi"ucap Juli.
wanita itu tidak lain adalah Angela yang langsung memperlihatkan ponsel nya di hadapan Edgar, dia berpura-pura seolah tak sengaja dan hal itu berhasil membuat Edgar,meradang bagaimana tidak saat ini dia melihat wanita yang sangat ia rindukan tengah dicium oleh pria asing.
Edgar, mengeratkan genggaman tangan nya seakan ingin meninju wajah pria itu tapi dia hanya bisa menahan diri karena tidak mungkin memperlihatkan kemarahan nya didepan Angela saat ini.
Edgar, pun pamit menuju kamar pribadi yang berada di dalam jet pribadi milik nya itu yang kini ditempati oleh putra putrinya.
"Kau menghianati cinta ku honey, apa kurang ku selama ini apa aku memang tidak pernah pantas untuk mendampingi mu, hingga kamu mencari laki-laki lain untuk menjadi teman selingkuh mu"gumam Edgar lirih.
tangan nya masih mengepal ingin sekali rasanya ia cepat sampai saat ini dia ingin meminta penjelasan pada wanita itu, sementara Juli kini sudah berada di dalam rumah, dia dan kedua anak nya kini tengah berada di ruang makan, Juli memasak makan malam untuk mereka .
"Mom... kapan??... kita kembali ke Amerika"tanya Jerry yang sebenarnya sudah rindu dengan negara kelahiran nya itu.
"kita tidak akan kembali, Jerry, mommy tidak ingin tinggal di sana lagi, mommy ingin pergi keliling dunia, bersama kalian berempat dan menetap di sebuah negara yang memiliki keindahan seperti di sini"ucap Juli.
"Heumm... baik'lah"ucap Jerry.
"Kakak, seharusnya kakak, banyak jalan-jalan biar tau tentang seluruh kota yang ada di negara ini"ucap Jane, seolah dia sendiri pernah melakukan itu.
"Tidak perlu jalan-jalan karena akan sangat melelahkan kita hanya perlu membuka aplikasi google agar bisa mengetahui semuanya itu"ucap Jerry, yang langsung mendapat kan senyuman dari sang mommy mereka berdua adalah penyemangat dan pengobat lelah Juli saat ini.
"Mom... aku sudah selesai"ucap Jerry lagi.
"Langsung gosok Gigi mu dan pergi tidur, dan kau sayang malam ini kau harus tidur dengan mommy"ucap Juli.
"Yah... aku tidak bisa mimpi tentang nya lagi deh..."keluh gadis kecil itu, yang entah apa??.. maksud nya.
🌹💖💖💖🌹
keesokan paginya, Juli sudah bangun dia langsung kaget ketika Edgar,kini sudah berada di samping nya menatap tajam kearah nya, sementara putri nya Jane, sudah tidak ada lagi di sana.
__ADS_1
"Mas...."ucap Juli kaget.
"Kenapa??.... apa??... kamu kaget karena aku yang ada saat kau membuka mata bukan pria itu"ucap Edgar, yang langsung menyindir Juli.
"Pria"ucap Juli bingung.
"Iya pria selingkuhan mu, yang kemarin mencium mu"ucap Edgar datar .
"Laki-laki"ucap Juli tidak mengerti.
"Apa perlu aku ingatkan tentang pria selingkuhan mu itu"ucap Edgar lagi.
"Mas... Aku tidak pernah selingkuh, jadi jangan pernah mencari-cari kesalahan ku, jika kamu sudah tidak ingin bersama dengan ku lagi, aku tau kamu sudah punya"
"Stop Juli,ini kamu lihat sendiri"ucap Edgar marah.
"Pria asing itu kemarin meminta berfoto bersama aku bahkan tidak tau dia berkata bahwa ia adalah seorang penggemar ku, dari Indonesia, aku bahkan tidak menyangka dia akan melakukan itu"ucap Juli jujur.
"Aku tau kamu kesepian tapi tidak begini cara nya Juli, kamu sudah membiarkan pria lain melakukan hal memalukan itu"ucap Edgar tegas
"Cukup mas cukup... jika kamu memang ingin kita berpisah maka kamu bisa menceraikan aku sekarang juga, aku tidak akan pernah menolak nya"ucap Juli.
plak...
sebuah tamparan keras mendarat di pipi Juli, wanita itu langsung menunduk menahan sakit, tubuhnya bergetar hebat, Juli menangis sesenggukan saat ini dia tidak tau kenapa??... pria itu begitu murka pada nya saat ini.
Edgar, langsung kaget saat dia sadar telah melakukan kesalahan besar yang tak seharusnya ia lakukan dan satu lagi se marah apapun dia selama ini dia tidak pernah melakukan hal itu.
"Honey, aku minta maaf, aku khilaf"ucap Edgar yang langsung memeluk Juli, yang kini masih menelungkup sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Pergi...!!!!""ucap Juli sambil menoleh kearah Edgar.
"Tidak honey, aku minta maaf aku begitu cemburu saat melihat itu "ucap Edgar berusaha memohon kepada Juli.
"Aku bilang pergi!!... atau aku yang akan pergi karena ini adalah rumah mu"ucap Juli yang berusaha bangkit tapi Edgar menahan nya dan semakin mendekap erat wanita itu.
"Sayang ini rumah mu, rumah kita, siapapun tidak boleh pergi, aku benar-benar menyesal dan minta maaf, kamu bisa membalas ku, hingga puas, tapi aku mohon maaf kan aku"ucap Edgar.
"Tidak,... mulai saat ini aku akan benar-benar menggugat cerai"ucap Juli.
"Tidak sayang itu tidak akan pernah terjadi"ucap Edgar yang kini menangkap kedua tangan Juli.
"Ayo balas aku sayang aku tak akan melawan asal kamu tetap disini dan jangan pernah melakukan itu"ucap Edgar.
Juli tidak menjawab dia langsung bergegas menuju kamar mandi dan langsung menutup pintu itu keras-keras, Edgar yang ingin masuk kedalam tapi tidak bisa pintu itu terkunci dari dalam Edgar terus menggedor pintu dia tidak ingin Juli melakukan kebodohan nya untuk yang kedua kalinya.
"Juli sayang buka pintu nya, aku mohon jangan lakukan hal yang tidak tidak"Ucap Edgar pria itu terus menggedor pintu tapi tidak kunjung dibuka dan Edgar, langsung menendang beberapa kali pintu itu hingga terbuka dilihat nya Juli sedang tergeletak di lantai darah mengalir deras dari pergelangan tangan nya Edgar langsung berteriak memanggil nama Juli dan langsung mengangkat tubuh nya membawa wanita itu berlari ke lantai bawah Edgar langsung berlari menuju mobilnya dan memasukkan Juli kedalam sana Edgar berlari masuk kedalam mobil dan langsung tancap gas menuju rumah sakit beruntung rumah sakit itu tidak jauh dari sana sesampainya di depan pintu masuk Edgar berteriak memanggil tenaga medis sambil membawa Juli di gendongan nya saat ini tenaga medis langsung membantu nya membawa Juli masuk ke IGD, rumah sakit tersebut.
mereka langsung menangani Juli, sementara Edgar langsung mengurus administrasi, saat itu juga, dia menggunakan telpon rumah sakit untuk menghubungi asisten nya agar segera menyusul nya ke sana.
Edgar terduduk di kursi setelah dokter membawa Juli kedalam ruang operasi, saat itu juga untuk segera melakukan operasi pada Juli.
Edgar saat ini terlihat sangat sedih, dan menangis dalam diam,rasa rindu nya berubah menjadi petaka dia benar-benar tidak menyangka akan seperti saat ini .
"maafkan aku honey, aku benar-benar minta maaf, aku harap kamu bisa bertahan aku menunggu mu disini "ucap Edgar lirih sambil mengusap kasar wajah nya.
Edgar melirik kearah samping disana asistennya sudah berdiri tegak menunggu dia memberikan perintah.
"Cari tau siapa bajingan itu, dan apa hubungan nya dengan istri ku, setelah itu seret dia kehadapan ku"ucap Edgar.
"Baik"jawab asisten nya itu.
"Keluarga nyonya Juli"ucap seorang perawat.
__ADS_1