
Setelah makan malam bertiga itu berakhir Adam langsung kembali ke kamar nya bersama dengan Ghealova, wanita itu sudah terlihat sangat mengantuk, jika diperhatikan, selama beberapa waktu lalu Ghealova sering tertidur pulas tidak tepat waktu dimana pun dan kapan pun, mungkin karena hormon kehamilan nya itu, wanita itu bahkan tidak biasanya seperti itu.
Adam pun membantu istrinya itu berbaring setelah mengecup seluruh wajah Ghealova, dia langsung mengelus dan mengecup perut Ghea yang sudah terlihat ada tonjolan, dan itu baru Adam sadari saat ini.
"Sayang Daddy, baik-baik di dalam sini ya jangan merepotkan Mommy, kasihan mommy"ucap Adam, kalimat itu pun mampu menghangatkan suasana.
"Mas benar-benar sayang dan menginginkan nya"ucap Ghealova refleks bertanya.
tentu saja Sayang ku, sebagai suami mu, aku sangat ingin, ada mereka disisi kita, bukan hanya demi pewaris, tapi juga untuk mempererat cinta kita karena aku tidak pernah main-main dengan mu, aku sangat mencintaimu sayang"ucap Adam dan Ghealova pun langsung membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya itu.
tempat ternyaman seorang istri, ada di dalam dekapan hangat suaminya, karena dengan begitu, mereka akan merasa aman terlindungi.
Ghealova sendiri merasakan hal yang sama, Adam adalah pria yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman.
sementara Vio, pria itu memberikan dia rasa aman, tapi bukan kenyamanan yang hakiki karena Vio, masih punya hati yang terbagi, berbeda dengan Adam, meskipun harus berbagi tapi hatinya tetap utuh untuk Ghealova.
mereka pun tertidur tanpa beraktifitas lebih, karena menurut pengalaman Agam saat istri pertama nya hamil putra pertama nya, dia dilarang berhubungan intim, saat istrinya hamil muda, dan mungkin karena rasa cinta itu tidak pernah ada, karena Agam menikah dengan sahabat masa kecilnya, karena dijodohkan, jadi mereka tidak saling mencintai tapi saling membutuhkan.
Adam hanya akan menyentuh istrinya, saat dalam kondisi yang benar-benar sudah tidak bisa menahan gejolak hasrat nya, yang menggebu akibat godaan dari wanita malam yang bahkan selalu mengelilingi nya, karena selain menginginkan kepuasan dari wanita itu dia juga menginginkan uang dari Adam, seperti pernikahan nya itu karena wanita itu sedang membutuhkan uang yang banyak untuk perusahaan milik ayahnya yang terancam bangkrut hingga ayah Adam menawarkan sebuah pernikahan pada calon besan nya itu, bak gayung bersambut, saat itu juga calon besan nya itu langsung menerima tawaran tersebut.
Hingga Adam, tau wanita itu sudah tidak lagi suci karena setau Adam gadis yang menjadi istrinya itu sudah memiliki kekasih sebelumnya.
"Sayang sudah tidur"ujar Adam tapi tidak mendapatkan jawaban, perlahan Adam menunduk dan melihat benar saja Ghealova sudah tertidur pulas.
cuph, satu kecupan mendarat sedikit lebih lama dari biasanya mendarat di puncak kepala Ghealova.
"Jangan pernah ragukan cintaku honey, jangan "ucap Adam.
pria itu pun menyusul ke alam mimpi bersama dengan sang istri yang dia peluk dari balik selimut.
keesokan harinya Ghealova yang sudah bangun dan sudah mandi dan mempercantik diri, dia duduk di sofa di lantai teratas dia sedang menikmati keindahan pemandangan dari lantai teratas dan sinar matahari pagi yang mampu menghangatkan tubuh nya yang kini tengah berdiri dan merentangkan kedua tangannya seperti di film Titanic.
sepasang tangan kekar itu melingkar di pinggang istri nya itu sambil mendarat kan satu kecupan di pipi sang istri, Adam memeluk nya Ghealova dengan penuh cinta.
"Mas, bahagia"bisa memiliki kalian bertiga"ucap Adam karena Adam yakin bahwa Ghealova kembali hamil anak kembar, karena terlihat dari perutnya yang sudah terlihat menonjol meskipun tidak terlalu kentara, karena Ghealova adalah tipe wanita yang pandai menjaga tubuh dengan berolahraga setiap pagi sebelum beraktifitas.
"Terimakasih"ucap Ghealova yang kini menatap sendu, entah kenapa? tiba-tiba dia merasa ingin menangis karena ungkapan Agam yang membuat dia, merasa begitu amat dicintai.
"Mas, aku mau makan seafood"ujar nya tiba-tiba.
"Tentu saja Sayang, biar mas minta Arion untuk masak"ujar Adam.
"Tapi mas, aku mau kamu yang masak, dan kita makan bertiga lagi bagaimana, aku juga ingin saat kita makan itu di rekam kaya acara di sosmed"ucap Ghealova yang tidak biasa nya melakukan hal seperti itu.
"Heumm baiklah-baiklah tapi Arion yang mengambil gambar kita ok"ucap Adam.
"Tidak dia harus makan bersama dengan kita"ujar bumil yang satu itu.
"Adam pun memberikan sebuah kecupan dia langsung pergi menuju ke bawah sementara Ghealova kini tengah duduk sendiri sambil menatap langit yang cerah.
__ADS_1
"Mom.... aku bahagia, saat ini tapi entah sampai kapan"ujar Ghealova.
sementara Agam Arion, saat ini sedang sibuk memasak apa? yang Ghealova mau sambil berbincang sesekali Adam, akan mengatakan sindiran pada Arion, tapi pria itu tetap bersikap dingin hingga Adam tidak bisa terima dengan itu.
"Hey, kau yang sopan ya, kamu ada disini karena istri ku, yang menginginkan mu"ucap Adam.
"Maaf tuan besar aku sedang sibuk"jawab Arion.
Adam tidak lagi menggubris, dia langsung mengalihkan tanggung jawab nya untuk memasak, sementara dirinya saat ini tengah berada di sebuah ruangan, sedang menyiapkan kamera yang akan mereka gunakan nanti.
Adam pun kembali dengan membawa kamera tersebut, sementara dia tidak sadar bahwa dirinya tengah di tetap oleh wanita cantik itu
"Mas habis dari mana, aku minta mas untuk masak bukan meminta mu untuk jalan-jalan"ucap Ghealova..
"Sayang mas tadi masak dan setelah itu mas langsung mengambil kamera di ruangan mas, lalu kesini mau lanjut masak"ucap Adam.
"Lalu itu apa? ucap Ghealova sambil menunjuk ke atas meja, sementara Arion hanya tersenyum simpul.
"Nyonya tadi tuan yang masak dan saya yang menyajikan"ujar Arion.
tapi ucapan itu tidak membuat Ghealova, berhenti menatap Adam karena tau suaminya berbohong.
"Ayo sayang semua sudah siap, kita makan bersama dan ini kamera nya, juga sudah siap"ujar Adam.
tapi Ghealova malah pergi meninggalkan mereka berdua, Adam yang tau istrinya merajuk dia melempar kamera itu pada Arion beruntung Arion langsung menangkap nya dengan tempat.
"Ah....dasar susis" ujar Arion.
"Sayang mohon maaf, jangan nangis ya, tadi aku sudah berusaha untuk masak itu, tapi karena ingat dengan kamera yang kamu inginkan, aku mencari nya dulu, ayolah yang maaf please"ujar Adam.
"Aku sedang kesal mas kamu itu keterlaluan hiks hiks hiks"ujar Ghealova lagi.
"Maaf please"
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di tempat Juni, wanita itu tengah duduk menatap kedua putranya pagi ini yang tengah terlelap di dalam boks bayi, semalam Gavin tidak pulang mungkin dia pulang ke rumah lamanya, karena kabarnya istri muda nya satang dari Amerika.
"Daddy kalian pasti sedang melepas rindu saat ini sayang tapi tidak perlu sedih Mommy ada di sini, untuk kalian"ucap Juni.
"Jangan meracuni kedua putra kita dengan semua itu, aku tidak kembali karena pekerjaan yang tidak bisa ditunda"ucap Gavin.
Gavin langsung mengecup puncak kepala istrinya itu, Juni hanya terdiam saat ini.
"Dia tidak ada di sini jadi tidak boleh berpikir yang tidak-tidak "ujar Gavin.
"Aku tidak berpikir yang macam-macam hanya saja semua itu adalah kenyataan dia sudah kembali, dan kamu tidak pulang ya sudah mau bicara apa? itu semua memang kenyataannya"ujar Juni.
"Sayang please aku lelah aku baru pulang"ucap Gavin.
__ADS_1
wanita itu pun langsung bergegas meninggalkan Gavin yang kini tengah berada di samping nya.
"Yang aku tidak mau ya kamu berpikir seperti itu, kamu itu sedang masa pemulihan, dan semua nya butuh pikiran yang tenang.
Juni tidak menggubris dia pergi ke lantai atas disana dia hanya berdiri di depan pembatas balkon, kamar nya sambil menatap langit yang sedikit mendung seperti hatinya saat ini.
"Aku tidak tau harus berkata apa lagi yang aku tidak kerumah lama, aku di luar kota, sedang bersiap untuk pembangunan hotel yang baru"ujar Gavin.
Gavin langsung memeluk Juni yang kini tak bergerak sedikit pun.
"Aku titip kedua putra ku jika saat itu tiba, tolong jaga mereka, mungkin saat itu aku tidak akan berada di sisi kalian lagi"ujar Juni.
"Apa? yang kamu katakan sayang kita tidak akan pernah berpisah, kita akan selalu bersama dengan kedua anak kita"ucap Gavin.
Juni berbalik dengan senyum yang sulit untuk diartikan, wanita itu hanya mengelus pundak Gavin lalu kembali melangkah pergi.
"Perjanjian itu, tetap berlanjut dan aku tau semua kepalsuan yang selalu kau tunjukkan di depan ku, selamat kamu adalah pemenang nya, dan setelah ini aku hanya akan tinggal bersama dengan kedua putra ku, sampai mereka berusia lima tahun, dan saat itu kamu baru akan datang untuk menjemput mereka"ujar Juni.
"Yang kamu bicara apa? sih aku tidak mengerti!"teriak Gavin.
"Kau masih mau berpura-pura tuan Gavin yang terhebat, Baiklah semua akan aku katakan agar lebih jelas, istri mu tidak pernah bisa hamil karena dia adalah wanita mandul dan oleh sebab itu selain perjodohan yang awalnya secara sukarela tidak ada pemaksaan di dalam nya bahkan bebas dengan wanita maupun dari keluarga Edgar, menjadi sebuah pemaksaan karena keluarga mu, ingin keturunan yang jelas dari mu, dan aku kalian jadikan alat untuk pencetak anak, selama kita bersama dan anak ku lahir dan tumbuh besar kau akan berputar-putar menjadi suami yang sempurna, bahkan kau sering kali bertemu dengan nya yang katanya berada di Amerika untuk mengelabuhi aku, sekarang keduanya sudah lahir, dan kamu tidak perlu berpura-pura lagi, atau diam-diam merencanakan sesuatu, aku sudah tau semua nya, apa? kamu ingin bukti lainnya lagi tuan Gavin"ujar Juni panjang lebar.
Sakit, itulah yang Gavin, rasakan rencana yang dulu pernah disusun oleh Gavin dan keluarga nya kini sudah terbongkar, dan kebaikan Gavin yang selama ini benar-benar tulus mencintai Juni hilang dalam sekejap, bahkan menjadi fitnah yang nyata untuk dirinya.
Gavin langsung menarik Juni tapi Juni berhasil menghempaskan tangan Gavin.
wanita itu sudah tidak akan mendengar penjelasan apapun, tapi saat ini Gavin benar-benar terlihat sangat berbeda pria itu terlihat sangat menakutkan, meskipun Juni sudah tidak kaget dengan hal seperti itu,kini sang singa sudah kembali ke sifat asli nya.
"Kamu sudah menuduh ku, dengan semua tuduhan palsu itu Juni, asal kamu tau, aku menikah dengan mu, bukan karena hanya ingin memenuhi perjodohan itu, tapi aku tulus mencintai, dan jika kamu tidak pernah percaya pada ku, baiklah kamu akan tau bagaimana hasil dari prasangka buruk mu, aku akan kembali bersama dengan nya, meskipun aku harus menyakiti mu, dan mulai saat ini putra ku akan aku bawa keduanya"ucap Gavin.
"Mereka akan hidup bersama ku, sebelum saat itu tiba itu adalah perjanjian nya"ucap Juni.
"Tidak ada perjanjian lama atau baru, aku hanya ingin kau tahu seberapa kejam nya Monster yang kau lihat saat ini"ujar Gavin yang langsung pergi ke lantai bawah karena kedua putranya ada di sana, Juni hanya diam, dia sudah menguatkan hati, karena cepat atau lambat semua itu akan terjadi, justru Gavin heran kenapa? Juni tidak mencegah dirinya saat ini.
pria itu menatap kearah tangga dimana istrinya tengah berdiri memperhatikan Gavin yang sudah menggendong kedua putranya itu.
wanita itu hanya terus menatap lekat hingga Gavin benar-benar pergi.
"selamat jalan putra-putra ku, semoga kalian bahagia bersama dengan Daddy mu, maafkan Mommy yang tidak bisa berbuat apa-apa? semoga kalian tidak membenci Mommy"ujarnya dengan linangan air mata yang mengalir deras.
Juni memasukkan semua barang-barang nya dibantu oleh pelayan dan tidak lupa membawa beberapa pakaian kedua putranya yang sudah mereka gunakan dua hari yang lalu Juni tidak mencuci itu, sebagai pengobat rindu pada keduanya.
dia memasukkan barang-barang milik putra nya di koper terpisah, tidak lama dia pun keluar dengan beberapa koper berisi barang pribadi nya yang pernah ia bawa dari apartemen nya, wanita itu pergi meninggalkan rumah tersebut, dengan mobil pribadi nya, diiringi Isak tangis para pelayan, hingga Juni tiba di sebuah tempat.
Juni kini sudah berada di kediaman lamanya, apartemen yang sudah jarang ia tempati tapi semua masih sangat terawat, wanita itu menyeret koper dengan langkah gontai
hatinya menjerit menangis, tapi lagi-lagi dia harus sadar tidak akan ada yang menolong nya, dia kembali sendirian, menyendiri dan hanya ada rasa sakit yang menemani.
hingga saat dia tertidur di depan pintu, saking lelahnya menangis dalam diam.
__ADS_1
sementara itu Gavin pun sama, tapi demi kedua buah hatinya, pria itu mencoba bangkit, kini dia bahkan pergi ke negara lain yang tidak pernah ada yang akan mengenal diri nya dan kedua putranya.
biarlah cinta nya tersimpan dalam kenangan, dia bahkan memutuskan hubungan dengan keluarga nya, saat ini Gavin bisa melakukan itu, setelah dia berjanji akan memberikan tahta itu pada sang kakak yang keji dan licik.