Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Masih marah#


__ADS_3

Sementara Vamela dan Jordan akur-akur saja tidak dengan Jerry, sudah dua hari dua malam Rara marah bahkan mendiamkan nya.


Jerry merasa seperti dunia telah hancur hanya dengan kesalahan nya, menolak Jordan, memilih Vamela.


Jerry tidak tau bahwa persahabatan Rara dan Vamela, adalah sahabat baik bahkan sudah seperti sahabat, tapi Jerry lupa akan hal itu.


Jerry kembali dari kantor, tapi dia tidak berani bertanya kepada bumil, yang kini tengah duduk di sofa dengan laptop di pangkuan nya, Rara seperti biasa tengah membuat sketsa gaun dan tas wanita, kini Rara membantu bisnis Vamela yang sudah pulang ke kampung halaman nya.


Rara tidak melihat ke arah Jerry yang sedari tadi duduk di tepi ranjang memperhatikan nya.


Jerry, bukan nya, marah tapi dia sudah berkali-kali meminta maaf, tapi bumil itu bukan nya memaafkan tapi malah semakin marah mungkin karena hormon kehamilan nya, itulah kenapa?... Jerry mengalah demi kebaikan istri dan anak nya.


Rara menyimpan laptop nya, dia bangkit dan berdiri hendak berjalan menuju keluar kamar.


tapi Jerry langsung mengikuti nya dan memeluk nya, dari belakang, Jerry merindukan istrinya.


"Maaf kan aku sayang.....maaf"ucap Jerry.


"Aku tidak ingin memaafkan pria yang sudah menghina saudara ku, lebih baik kita akhiri saja semua nya, karena aku tidak mau hidup dengan pria munafik seperti mu"ucap rara,.


"Sayang aku tak bermaksud seperti itu...aku hanya ingin adikku tidak salah langkah lagi dia punya pacar atau seperti yang kamu tau Jordan sudah bertunangan dengan Chaterine"ucap Jerry membuat pembelaan.


"Aku tau itu bahkan lebih tau, jika kamu tidak setuju dengan alasan itu,lalu kita juga berarti kamu salah langkah iya begitu... jika ia saat ini maka sebaiknya kita "ucapan Rara terhenti karena Jerry membungkam bibir Rara.


Bagaimana bisa, lagi-lagi Jerry salah berucap.


"Lepas!!..."teriak Rara.


Jerry tidak akan pernah melepaskan Rara, dia tidak ingin kehilangan istri nya itu.


"Biarkan aku, menjelaskan semua nya, aku sangat mencintaimu dan kita berbeda dengan mereka Jordan sudah bertunangan dengan Chaterine, dan Vamela seorang janda anak satu, sementara kamu masih singgel dan bersegel"ujar Jerry.


"Kau yang sudah menikah dan kau memaksa ku untuk menikah dengan mu, justru kamu adalah pria yang salah jalan, dan jika alasannya karena Vamela, menikah dengan suami orang,lalu aku apa?... asal kamu tau kak.... Vamela tidak akan pernah Sudi jika dia tau pria itu sudah memiliki istri, saudara ku bukan wanita gila, dia adalah wanita terpelajar"teriak Rara.


"Dan jika kamu membandingkan aku dengan nya, apa bedanya dengan ku, dan kamu pun mengambil jalan yang salah"ucap Rara.


"Aku adalah kesalahan, aku adalah sebuah kesalahan"ucap Rara yang kini terduduk di tepi sopa dengan tangis pilu nya.


"Tidak sayang.... tidak kamu bukan kesalahan,aku memilih mu karena aku terlalu mencintaimu,aku yang salah aku yang bodoh karena telah berkata begitu, aku minta maaf"ucap Jerry.


Rara tidak ingin mendengar kata-kata Jerry lagi, dia menutup kuping nya tiba-tiba darah mengalir dari paha Rara yang kini menggunakan dress selutut berwarna krem


Jerry langsung berteriak memanggil Rara dan langsung mengangkat tubuh Rara berlari menuju lift, dia tidak ingin kedua anak nya kenapa-napa dia langsung berteriak memanggil nama asisten nya meminta menyiapkan mobil.


"Sayang Vierra kenapa!...."teriak Juli yang baru keluar dari mobil, karena baru kembali dari rumah sakit.


Jerry tidak menjawab dia hanya berkata"mom... Rara berdarah"ucap Jerry.


"Tuan ayo!"ucap asisten nya yang berteriak karena melihat darah semakin deras.


Jerry langsung berlari membawa masuk bumil dengan terburu-buru tanpa sadar, dia membawa ketiga anaknya saat itu.


karena bayi kembar yang ada di perut Rara saat ini,baru berusia tujuh bulan kurang.


asisten nya langsung tancap gas, hingga jarak rumah sakit yang sangat jauh itu tidak membuat mereka kesulitan, Jerry bisa menggunakan jalur khusus untuk sampai di sana.


Jerry terus berusaha membuat Rara tetap sadar saat ini.


"Sayang jangan tidur aku mohon jangan tidur"ucap Jerry, itu terus yang Jerry ucapkan.


sementara Juli dan Edgar, langsung mengikuti mereka kembali ke rumah sakit tersebut, sesampainya di sana Rara, sudah dilarikan ke ruang operasi karena Jerry, langsung meminta dilakukan tindakan secara cepat, karena takut anak dan istri nya, kenapa-napa.


Jerry terduduk lemas, di depan pintu ruang operasi, hingga Edgar dan Juli langsung membantunya berdiri dan membawa nya ke kursi tunggu.


Jerry benar-benar takut, Rara kenapa-napa.


"Tenang lah nak semua pasti akan baik-baik saja"ucap Juli.


tidak sampai satu jam,pintu ruangan itu terbuka beberapa orang perawat membawa bayi perempuan yang kini berada di sebuah tabung inkubator dan dibawa ke ruangan khusus.


"Suster mana bayi satunya lagi"ucap Juli, sementara Jerry berlari kecil mengikuti suster itu untuk melihat putri nya, saat ini.


sementara bayi laki-laki itu kembali menyusul nya mereka sedang melakukan tindakan pada kedua bayi yang terpaksa dikeluarkan lebih awal karena kondisi Rara yang sedang tidak baik-baik saja.


tapi meskipun demikian putra-putri nya dinyatakan sehat hanya kekurangan berat badan saja karena seharusnya dua bulan lagi mereka baru lahir.

__ADS_1


"Jeremy dan Jeje"ucap Jerry, ya aku ingin memberikan mereka nama itu.


"Tidak jangan itu tapi, tunggu mommy nya bangun ucap Juli.


"Vero dan Vena itu bagus"ucap Edgar.


"Daddy jangan nanti saja"ucap Juli.


tidak lama akhirnya, Vierra dibawa ke ruang rawat VVIP.


Jerry berjalan menuju ruangan tersebut, setelah Rara dibawa oleh dokter.


Jerry, memang sedang cemas karena keadaan Vierra tadi, tapi ternyata saat melihat kedua anak nya telah lahir dengan semangat.


Sementara itu Jane, yang kini sudah membaik dan bisa duduk, dia benar-benar ingin melihat kedua keponakan nya itu, tapi akhirnya dia harus puas dengan hanya melihat video nya saja yang Daddy nya berikan.


"Sayang kamu akan segera sembuh dan bisa pulang makanya harus semangat, lihat mereka lucu dan menggemaskan"ucap Sky.


"Terimakasih bang semua berkat bantuan mu, andaikan saja kamu tidak ada mungkin aku sudah tidak ada dan bahkan tidak akan bisa melihat semua ini"ucap Jane lirih.


"Sayang semuanya adalah takdir dari yang maha kuasa"ucap Sky.


"Aku sangat terharu melihat mereka"ucap Jane.


"Heumm... bagaimana jika kita buat sendiri"ucap Sky, sambil tersenyum manis, sengaja memberikan candaan pada Jane.


"Tunggu Lima tahun lagi"ucap Jane


"Aku akan menunggu.... hingga akhir hayat ku sekalipun"ucap Sky.


"Setidaknya sampai aku sehat"ucap Jane.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di kediaman Vamela, ada rasa haru yang menyelimuti Vamela, karena kelahiran bayi nya, tapi wanita itu tidak ingin bertemu dengan keluarga Jordan yang kini membencinya karena pemberitaan miring tersebut yang menyebut bahwa Vamela adalah seorang plakor....


Vamela cukup tau diri, dia lebih baik menghindar dari pada harus bertemu dengan mereka, Vamela... menganggap bahwa dia dan putra nya, saat ini adalah gelandang, jika dia berada di tengah mereka.


awalnya mereka bersikap ramah, bahkan Jerry pun membenci nya, saat tau Jordan menyukai nya, padahal dia tidak pernah meminta semua itu, dan ia cukup tau diri, siapa dirinya dan siapa Jordan saat ini.


"Aku sedang melihat video yang Jane kirimkan"ucap Vamela.


"Ayo kita temui mereka"ucap Jordan.


"Kamu saja duluan kak,aku hari ini mau mengurus pekerjaan ku"ucap Vamela.


"Kita berangkat sama-sama"ujar Jordan.


"Tidak kak, aku juga harus segera mengurus mencari sekolah untuk Vio, aku akan kesana setelah semuanya selesai"ucap Vamela kekeuh .


"Sayang untuk apa?... daftar sekolah, beberapa hari lagi kita akan terbang ke Paris"kata Jordan.


"Aku tidak akan pernah pergi kemana pun,kak rumah ku disini, aku bahkan tidak berniat untuk pergi ke negara mana pun,aku ingin hidup tentram bersama Vio"ucap Vamela.


"Mel....kali ini saja tolong turuti aku"ucap Jordan.


"Kak... Chaterine.... juga wanita cantik baik dan sangat sempurna jadi untuk apa?...kakak mengejar ku, aku tidak layak untuk mu, dan kak Jerry berkata benar, jadi jangan pernah salah langkah lagi"ucap Vamela mencoba bicara dengan lembut.


"Mel.. katakan jika kamu tidak pernah mencintai ku, sekarang juga, agar aku pergi sekarang juga"ucap Jordan.


Vamela langsung terdiam dan posisi mereka berdua saling berhadapan.


"Katakan yang sebenarnya Mel... benarkah kamu tidak mencintai ku"ucap Jordan.


Vamela tidak mampu berkata dia hanya bisa mengangguk tapi Jordan ingin sebuah ucapan bukan isyarat atau anggukkan kepala karena Vamela, orang normal.


"Aku butuh jawaban.... bukan hanya anggukan karena kamu tidak bisu"ucap Jordan tegas.


"Kak... apa?... bedanya"ucap Vamela yang langsung hendak pergi dari hadapan Jordan.


Jordan langsung menarik tangan Vamela, menggenggam nya erat.


"Aku butuh jawaban"ucap Jordan lagi.


"Aku tidak mencintai kakak"ucap Vamela yang sekuat tenaga mengepalkan tangannya dia berbohong untuk kebaikan semua nya.

__ADS_1


"Tatap aku Mel... katakan bahwa kamu tidak pernah mencintai ku"ucap Jordan tegas.


"Aku tidak mencintai kamu,puas"ucap Vamela yang langsung berlari pergi menuju kamar nya.


"Mel jangan kira,aku akan percaya dengan semua kata itu,aku tau Mel, aku tau kamu sangat mencintai ku"ucap Jordan, yang terus berjalan menyusul Vamela, tapi Vamela tidak mau menoleh pada Jordan .


Vamela masuk ke dalam kamar dan hendak menutup pintu, tapi Jordan langsung menahan nya.


"Mel... apa?...aku salah jika aku mencintaimu"ucap Jordan.


"Tentu saja salah kak, aku bukan wanita yang pantas untuk mu dan karir mu, aku juga bukan siapa-siapa, aku hanya seorang janda beranak satu dan aku adalah mantan plakor, aku"ucapan Vamela, langsung terhenti karena Jordan langsung membungkam bibir Vamela dengan bibirnya, Jordan mencium nya dengan sangat kasar, Jordan tidak bisa terima Vamela merendahkan diri nya sendiri saat ini.


Vamela, hanya bisa diam, tapi Jordan menggigit bibir bawah nya.hingga wanita itu pun akhirnya memutuskan untuk membalas ciuman tersebut.


"Aku sangat mencintaimu"ucap Jordan.


"Aku bisa terima cinta kakak, tapi tidak untuk berhubungan dengan mu , karena cinta tak harus memiliki"ucap Vamela


"Tidak aku tidak ingin itu, kita akan segera menikah"ucap Jordan.


"Tidak kak....aku hanya gembel yang sangat tidak pantas untuk bersanding dengan mu"ucap Vamela.


"Stop Vamela... kamu itu wanita yang paling berharga untuk ku, jadi jangan pernah merendahkan diri mu lagi"ucap Jordan.


Vamela menggeleng... "Maafkan aku aku tidak bisa menikah dengan mu kak"ucap Vamela.


"Mel....aku tidak menerima penolakan"ucap Jordan tegas.


"Terserah kakak saja aku cape"ucap Vamela.


"Yang aku tidak akan membiarkan nya kamu harus segera aku nikahi"ucap Jordan.


Vamela tidak menggubris Jordan dia membawa tas nya dan menggendong Vio, saat itu juga dia berjalan menuju ke mobil dan tidak menghiraukan Jordan hingga laki-laki itu merebut kunci mobil milik Vamela.


"Kak.... kembalikan!"teriak Vamela, tapi Jordan tidak menggubris nya dia langsung masuk ke dalam rumah saat itu juga.


Vamela langsung bergegas mengikuti langkah pria itu.


"Kak... kembalikan kunci nya,aku harus pergi menemui calon bos ku"ucap Vamela.


"Bereskan barang-barang mu, kita pulang ke Jakarta saat ini juga"ucap Jordan.


"Aku tidak mau, hidup ku disini, aku tidak ingin lagi ke sana"ucap Vamela.


"Kamu itu keras kepala ya Mel....aku berniat baik untuk menjadikan mu istri ku, apa susahnya kamu menurut"ucap Jordan.


"Tuan Jordan yang terhormat, aku bukan orang yang cocok untuk mu, apa?... kamu mengerti"ucap Vamela.


"Nona Vamela yang cantik dan seksi aku tidak peduli, karena aku yakin menentukan kamu cocok atau tidak nya dengan ku jadi aku tidak terima penolakan"Jordan membalas tidak kalah sengit.


"Aku punya hak untuk menolak"ucap Vamela.


"Aku juga punya hak untuk memaksa, pergi dengan ku, atau aku hancurkan rumah ini"ucap Jordan.


"Hancurkan saja aku tidak peduli"ucap Vamela yang langsung berlari menuju kamar padahal putra nya, masih di gendongan nya.


Jordan langsung memberikan Vio ponsel miliknya, setelah itu dia langsung mendorong Vamela keatas ranjang.


"Kalau kamu menolak...aku bisa lakukan hal ini sekarang juga, dan itu membuat Vamela ketakutan lepas kak...!!"ucap Vamela yang kini berontak.


"Aku akan lepas, tapi kamu harus bersiap untuk pergi bersama ku"ucap Jordan.


"Baiklah kita menikah tapi aku akan tetap tinggal di sini"ucap Vamela.


"Tidak bisa yang kamu pikir, mudah menjalin pernikahan jarak jauh"ucap Jordan.


"Lalu apa mau mu,aku tidak mungkin meninggalkan rumah ini"ucap Vamela.


aku akan menyuruh orang menjaganya dengan baik dan akan merenovasi rumah ini dengan seperti yang kamu inginkan"ucap Jordan.


"Aku minta waktu sampai Vio, selesai sekolah saja bagaimana"ucap Vamela.


"Tidak bisa begitu dong Mel, pokonya sekarang"ucap Jordan.


"Kak.... tunggu akta perceraian ku keluar baru kita akan menikah"ucap Vamela.

__ADS_1


"Tidak pokonya sekarang,soal itu perkara mudah.


__ADS_2