Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Menjual aset berharga#


__ADS_3

Rara, pun tertidur pulas di kamar nya, setelah Jerry, menenangkan nya setelah itu Jerry beranjak pergi ke sebuah ruangan yang tadi Rara, tunjukkan saat memerintahkan asisten nya menyimpan sebuah kotak besar .


Jerry langsung masuk dia tercengang saat melihat puluhan gaun pengantin yang sangat elegan berada di ruangan tersebut, begitu juga gaun berwarna merah yang menjuntai seperti nya masih belum selesai, Jerry bahkan langsung membuka kotak besar itu tanpa permisi dulu, saat dia membuka nya dia membulatkan matanya, karena gaun itu sudah tercabik-cabik hancur di setiap bagian tapi Jerry bisa melihat detail gaun pengantin tersebut butuh waktu lama untuk pengerjaan nya hingga bisa menjadi gaun pengantin yang sangat sempurna itu, Jerry mengepalkan tangannya dia berjanji akan membalas perbuatan orang jahat tersebut.


dan kini dia tahu betapa hancur nya hari Vierra, saat ini.


Jerry kembali menutup kotak itu.


dia juga melihat setiap inci gaun yang ada di sana, Rara sungguh berbakat, Jerry akan membantu Rara dengan cara mengajak ia bekerja sama, dan akan membicarakan itu dengan Jane, sebelum nya.


Jerry kembali ke kamar Rara, dia ingin memastikan bahwa calon istri nya masih istirahat, Jerry langsung meminta asistennya untuk memasak makanan favorit Vierra, setelah itu dia juga berpesan jika ada apa-apa suruh menghubungi nya langsung.


Jerry kembali ke kantor untuk membereskan pekerjaan nya, sementara Jane, masih dengan pekerjaan nya di butik, sambil sesekali membalas chat vamela yang menjelaskan kronologi kejadian yang mengakibatkan Rara, mengalami kerugian, rencananya vamela akan terbang ke Jakarta untuk menemui Rara, dan memberikan support kepada nya.


waktu sudah hampir petang kini Rara, tengah bersiap untuk mengunjungi notaris nya, hanya satu cara yang bisa membuat dia terbebas dari semua nya, saat ini dia akan menjual aset berharga peninggalan ibunya,yaitu sebidang tanah yang memiliki luas puluhan hektar tersebut, yang berada di sebuah kota,tanah itu seharusnya menjadi aset yang paling berharga karena rencananya dulu ibunya akan membangun hunian mewah di atas tanah itu bekerja sama dengan ayah nya, tapi itu baru rencana beruntung belum sempat terjadi jika terlaksana maka tanah itu akan dirampas pula oleh keluarga ayah nya.


setelah selesai bersiap Rara, dengan kursi roda nya, menelpon seseorang untuk mengantar nya ke tempat yang akan ia tuju saat ini.


tidak menunggu lama Rara, pergi tanpa menyentuh makanan yang sudah di sediakan oleh asisten rumah nya, atas perintah Jerry, dengan menggunakan syal dileher nya, kebetulan cuaca sedang sangat dingin.


sementara Novi mengabarkan pada Jerry, bahwa Rara pergi dan tak menyentuh makanan nya sedikit pun, itu artinya Rara tidak makan sejak pagi.


Jerry yang mendengar itu berusaha menghubungi Rara, dan berkali-kali menelpon tidak Rara, angkat juga Jerry, bertanya pada Jane, apa dia pulang ke rumah dekat rumah Jane atau tidak.


tapi Jane bilang rumah nya masih sepi tidak ada siapapun di sana.


Jerry mengacak rambut frustasi, dia langsung bergegas pergi, sementara Rara kini sudah berada di rumah notaris itu, yang bernama pak Hendro, dia adalah notaris almarhum ibu nya, yang kini mengelola keuangan nya, dari beberapa aset berharga lainnya seperti hotel yang tidak pernah Rara ketahui sebelumnya selain itu hotel itu sekarang saham nya sudah di jual pada investor asing walaupun tidak semua karena sempat mengalami goncangan paska meninggal nya ibu Rara, dan Rara mempercayakan itu pada pak Hendro yang juga orang kepercayaan ibunya, dia akan mentransfer sejumlah uang untuk biyaya hidup nya, dari situ seperti yang menjadi wasiat ibunya hingga Rara,siap untuk mengambil alih bisnis nya, tapi Rara, tidak tertarik dengan itu hingga saat ini dia memberikan kuasa kepada Hendro.


setelah mengobrol panjang lebar dan mendengarkan nasihat yang Hendro berikan untuk menjual rumah saja bukan tanah karena itu terlalu sayang jika di jual terburu-buru,tanah itu akan lebih berharga lagi nanti untuk kelangsungan hidup Rara, sementara rumah peninggalan orang tuanya itu masih aman karena Rara memiliki villa dan rumah lain nya juga tiga unit apartemen yang selama ini di sewakan, semua keuangan nya di urus oleh Hendro, beruntung nya dia adalah pria jujur, hingga ibunya Rara, sangat percaya pada nya.


Rara pun kembali, setelah Hendro, menyetujui bahwa rumah penuh kenangan itu harus Rara, relakan untuk di jual, sebagian untuk membayar denda dan kerugian yang ia alami tepat nya menutupi, setelah itu sisanya ia akan gunakan untuk berobat.


setibanya di rumah, Rara langsung masuk kedalam, karena dia melihat ada mobil Jerry, dan benar saja Jerry kini tengah menatap nya, tatapan yang tidak bisa ia artikan.


Rara, menghampiri Jerry.


"Kak, Jerry di sini"ucap Rara, seakan tak terjadi apa-apa.


"Vierra"potong Jerry.


"Maaf kak, aku tidak tau kakak menelpon aku baru membuka handphone"ucap Rara sambil tersenyum.


"Vierra"ucap Jerry lagi.

__ADS_1


"Aku ke kamar dulu aku mau istirahat kakak, makan malam saja, aku sudah makan di luar"ucap Rara lagi.


"Vierra!"teriak Jerry, sontak Rara kaget dan menunduk.


"Apa sebegitu sulit nya untuk mendengarkan kata-kata ku, apa??.. aku tidak berharga di mata mu hingga kamu selalu bersikap semau mu Vierra, apa??... aku salah jika aku meminta mu untuk bicara dengan ku terlebih dahulu, apa?... aku salah karena aku terlalu khawatir pada mu, aku calon suami mu Vierra, aku tidak ingin kamu kenapa-napa, apa?.. aku salah jika aku berniat untuk membantu mu keluar dari semua masalah mu, dimana salah ku Vierra, dimana jawab aku"ucap Jerry berapi-api.


"Maaf kan aku kak, aku tidak ingin merepotkan siapapun, dengan masalah ku, aku masih bisa mengatasi ini semua"ucap Rara, sambil berlalu pergi meninggalkan Jerry, menuju kamar nya.


Jerry pun langsung bergegas pergi ke luar, dia benar-benar merasa kecewa dengan sikap Rara, yang seakan tak menghargai niat baik nya.


"Novi ,... saya pulang dulu tolong antar kan makan malam untuk Nona Vierra"ucap Jerry.


Sementara Rara, yang masih bisa mendengar suara Jerry, dia hanya meneteskan air mata sambil berkata maaf, berulang kali.


Air mata nya menetes Rara, memang sangat mencintai Jerry, tapi dia tidak ingin menjadi beban untuk pria beristri itu, jika boleh memilih saat ini dia ingin pergi dari kehidupan yang melelahkan nya itu, belum lagi penyakit langka nya itu semakin kesini semakin membebani nya, hanya obat penahan rasa sakit nya yang bisa ia konsumsi karena tidak ada obat untuk penyakit Rara, selain ketenangan jiwa.


🌹💖💖💖🌹


satu Minggu berlalu Jerry bahkan tidak pernah menghubungi nya sama sekali, terakhir dia tau bahwa Jerry, tidak berada di Indonesia, Rara, hanya bisa pasrah apa pun yang terjadi kedepan nya nanti.


Rara,kini sudah bersiap untuk pergi dia meninggalkan dua surat untuk Jane dan vamela, dia sudah berangkat pagi-pagi sekali, dengan pesawat tujuan Thailand, wanita itu akan mempertaruhkan hidup dan mati nya,di meja operasi seperti yang sudah di jadwal dua hari yang lalu.


berkat bantuan seorang kenalannya,dua hari yang lalu dia menyarankan agar Rara melakukan pengobatan dan operasi untuk kelumpuhan nya di sana karena ada sebuah rumah sakit yang sudah memiliki teknologi canggih, dengan dokter spesialis bedah syaraf yang terbaik.


selama dua Minggu, Rara terus menjalin pengobatan, sebelum operasi untuk memulihkan kondisi kesehatan Rara yang terganggu akhir-akhir ini, hingga memperparah keadaan nya.


Rara pun akhirnya menjalani operasi, tepat saat Jerry kembali dari perjalanan bisnis nya, Jerry datang ke villa, tapi tidak ada siapapun karena Novi, juga menyusul nona muda nya ke Thailand, untuk mendampingi nya bersama asisten pribadi nya di rumah sakit.


hampir sepuluh jam lamanya Rara, berada di ruang operasi, setelah operasi pertama selesai dilakukan akhirnya Rara, dibawa ke ruang intensif untuk memantau perkembangan nya, sementara kedua asisten nya bergantian menjaga nya, masih ada operasi yang harus dijalani Rara, di bagian kaki yang juga mengalami kelumpuhan saraf, akibat terlalu memaksa kan keadaan.seperti latihan berjalan yang selalu Rara, lakukan selama ini tanpa pengawasan tenaga medis.


Jerry yang mengetahui Rara, tidak ada di Indonesia, dia meminta orang-orang nya untuk mencari keberadaan Rara, namun setelah di cek tidak ada jejak kepergian Rara, meskipun terakhir kali dia terlihat di bandara tadi dia tidak mengetahui Rara pergi ke mana setelah itu.


hingga enam bulan lamanya, Jerry terus mencari, tapi nihil Rara menghilang bak ditelan bumi.


satu tahun berlalu, seorang gadis cantik berpakaian formal dan menggunakan kacamata hitam dengan rambut di Cepol,rapi dia berjalan keluar dari bandara internasional masuk kedalam mobil jemputan, dia sempat menjadi perhatian, karena beberapa orang wartawan mengejar nya hingga dia masuk kedalam mobil.


sebuah berita menghebohkan lagi-lagi, setelah dikabarkan menghilang, seorang desainer cantik dan terkenal bernama Vierra, kemarin dia sempat terlihat di sebuah bandara, tapi kini wanita cantik itu tidak lagi menggunakan kursi roda, mungkinkah dia sudah bisa berjalan atau mereka memang mirip atau keduanya adalah orang yang sama.


Jerry yang mendengar berita itu dia langsung melirik ke arah orang yang kini tengah memperhatikan cuplikan video di internet.


"Sayang benarkah itu kamu"ucap Jerry yang benar-benar berharap ada keajaiban. agar mereka kembali dipertemukan.


Rara, memang kembali, tapi dia tidak berniat untuk tinggal lama di ibukota, dia akan segera kembali ke Thailand, karena harus mengurus butik nya yang sudah berkembang pesat selama ini.

__ADS_1


kepulangan nya untuk menghadiri rapat tahunan yang di adakan di hotel sebagai pemegang saham terbesar kedua, di hotel tersebut.


karena Hendro, sedang sakit, jadi dia diminta Hendro untuk hadir sekaligus memperkenalkan diri nya secara langsung.


dua hari berada di hotel tersebut dan tidak melakukan apa-apa, membuat dia jenuh kerjanya seperti pemalas Rara hanya akan keluar di malam hari untuk mencari udara segar, sementara siang hari hanya rebahan dan sesekali makan.


dia juga penasaran dengan kedua sahabatnya nya, tapi tidak sanggup bertemu dengan Jerry, entah apa? yang akan dia dan Jerry lakukan nanti.


dia juga belum siap untuk melihat kekecewaan pria itu.


pagi ini Vierra Anastasya , yang sering di panggil Rara,itu sudah siap dengan stelan formal nya, dia akan menghadiri rapat penting saat ini wanita itu sudah sangat cantik dan anggun .


Rara turun menuju ballroom hotel tempat ia mengikuti rapat tersebut,di ikuti oleh asisten pribadi nya.


sesampainya di sana, rapat belum di mulai karena pemegang saham terbesar, sedang dalam perjalanan menuju ke sana mereka terpaksa menunggu, hingga akhirnya seseorang berkata.


"Maaf, saya datang terlambat karena "ucapan nya terhenti saat Rara, menoleh ke arah nya Jerry dan Rara, sempat mematung beberapa detik, hingga seorang yang menjadi kordinasi rapat tersebut berkata.


"Bisa, kita mulai sekarang rapat nya, tuan-tuan dan nyonya"ucap nya.


Jerry dan semuanya langsung mengangguk, Jerry pun duduk di kursi utama.


rapat pemegang saham pun dimulai, saat itu juga, Jerry sesekali melirik ke arah Rara yang kini tampak fokus pada catatan penting milik nya, hingga satu persatu peserta rapat memberikan pendapat nya masing-masing,rapat berlangsung sangat lama, karena mereka juga membahas tentang rencana pembangunan cabang hotel tersebut, dan seseorang memberikan masukan untuk mendirikan hotel di atas lahan milik Vierra saat ini tapi Vierra menolak nya, bukan tidak ingin menerima saran tapi dia akan mewujudkan keinginan ibunya untuk membangun perumahan mewah di lahan tersebut meskipun mungkin butuh waktu yang sangat panjang.


Jerry, bahkan dibuat penasaran kenapa??.. Rara menolak pembangunan hotel itu di sana.


hingga acara rapat selesai, saat ini mereka tengah makan siang bersama, Rara, hendak pamit tapi Jerry langsung menahan nya, dan meminta nya untuk menemani nya makan.


"Vierra, tolong temani aku makan sebentar saja, kita harus bicara"ucap Jerry.


"Maaf tuan Jerry, diantara kita sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi"ucap Rara.


"Vierra, kamu sudah berubah"ucap Jerry.


"Itu manusiawi tuan Jerry, saya tidak mungkin terus menerus menjadi orang lemah seperti dulu, setelah semua orang merendahkan ku, karena aku cacat dan tidak berguna, hingga mereka melakukan hal anarkis untuk menghancurkan ku, saat ini tidak lagi"ucap Rara yang hendak berbalik dan pergi.


tapi lagi-lagi Jerry menghentikan langkahnya Jerry memeluk wanita itu dari belakang.


"Vierra, sayang aku sangat merindukan mu, aku mencari mu ke berbagai negara, tapi kamu tidak kunjung ditemukan, aku sudah sangat putus asa, tolong kembali lah"ucap Jerry sambil terus memeluk erat tubuh Rara.


"Kak,lepas tidak baik kita seperti ini terlalu banyak mata yang memandang aku tidak mau kejadian dulu terulang lagi, sudah cukup kak, aku lelah dengan semua itu"ucap Rara, yang langsung beranjak pergi setelah melepaskan pelukan Jerry.


"Vierra, sayang aku mohon jangan pergi jangan tinggalkan aku"ucap Jerry yang kini mengekor di belakang Rara yang hendak masuk lift, hingga sampai di dalam lift, Jerry langsung memeluk dan mencium Rara, hingga wanita itu mau membalas nya.

__ADS_1


__ADS_2