
Juli, terdiam kembali, hingga Edgar, membalikkan tubuhnya, saat ini Edgar menatap lekat wajah cantik yang selama ini ia rindukan, Edgar, tidak akan pernah lagi membiarkan dia menghilang meninggalkan nya lagi, jika perlu Edgar, akan membuat menara yang tinggi untuk mengurung dia bersama dengan nya.
Juli, saat ini berontak saat Edgar, membawa nya ke dalam kamar hotel, tidak hanya itu sesampainya di kamar hotel, Edgar langsung meminta orang nya untuk mencari dan membawa anak nya ke Mension milik nya.
"Jangan tuan, jangan lakukan itu, lebih baik kamu bunuh aku daripada harus merampas mereka dari ku, mereka adalah anak ku, dan hanya aku orang tua mereka bertiga"ucap Juli, keceplosan.
"Jadi kau melahirkan bayi kembar kita, honey"ucap Edgar, semakin tersenyum bahagia.
"mereka anak ku, tuan anak dari suamiku"ucap Edgar.
"Jangan membodohi ku Honey, aku tidak yakin bahwa kamu mau menikah disaat sedang mengandung anak ku "ucap Edgar .
Juli tidak menjawab ucapan Edgar, dia hanya memohon untuk di ijinkan pulang, dengan alasan bahwa ketiga anaknya, sedang menunggu nya di rumah.
"Tuan, tolong ijinkan saya pergi, anak saya saat ini tidak ada yang menjaga nya di rumah karena pengasuh nya akan pergi setelah Jerry, pulang sekolah"ucap Juli berbohong.
"kau membiarkan mereka terlantar honey,itu bukan alasan yang kuat untuk bisa membohongi ku, karena aku tau siapa dirimu, semenjak kita tinggal bersama, bahkan kau tidak pernah membiarkan ibu angkat mu hidup tanpa penjagaan saat dia sakit"ujar Edgar.
Juli sudah tidak bisa berkata-kata lagi, pria yang ada di hadapannya bukan pria yang bisa dia bohongi .
Edgar tersenyum puas melihat Juli yang kini terlihat menyerah untuk membantah nya.
Edgar, sengaja melakukan transaksi dengan embel-embel kerja sama padahal sebenarnya dia tidak Sudi bekerja sama dengan pria yang sudah membuat wanita nya menderita selama ini, dia melakukan itu, karena pencarian nya terhadap Juli akhirnya membuahkan hasil, setelah selama ini ia mengerahkan orang-orang terbaik nya.
Edgar menelpon asisten nya untuk menyiapkan mobil untuk nya saat ini dia akan pergi bersama dengan Juli untuk menjemput ketiga anaknya, betapa bahagianya Edgar saat ini karena saat menikah dengan Angela, dia tidak bisa memiliki anak, karena insiden itu membuat nya kehilangan calon penerus nya.
Edgar, berjalan merangkul pinggang Juli, saat ini dia tidak akan membiarkan Juli terlepas dan pergi dari nya mereka hendak pergi untuk menjemput ketiga anaknya, sampai di tengah jalan Juli meminta menghentikan mobilnya, tepat di depan sebuah rumah sakit tempat nya dulu melahirkan Jerry, Edgar heran tapi dia tidak ingin bertanya atau pun protes.
sampai lah Juli di samping pemakaman yang di sediakan oleh pihak rumah sakit, bagi mereka yang tidak mampu untuk memakamkan jenazah keluarga, atau korban kecelakaan tanpa identitas.
Juli bersimpuh tepat di hadapan makam sang putri Jessica, yang bahkan hanya beberapa menit menghirup udara di dunia ini.
"Jessie... mommy datang bersama dengan Daddy mu, Maaf mommy baru bisa membawa nya, sekarang mommy juga tidak pernah tau bahwa dia adalah Daddy mu, andaikan mommy tahu sedari awal mungkin kita tidak perlu berpisah saat ini, mommy masih bisa menggendong mu melindungi kalian berdua seperti saat kau masih di perut mommy"ucapan Juli terhenti karena rasa sakit yang menghujam jantung nya, saat ini dia merasa sangat sakit kala mengingat tidak bisa memeluk atau sekedar melihat Jessica untuk yang terakhir kali nya.
Edgar, pun ikut menitikkan air mata nya saat ia mengetahui bahwa putri nya meninggal dunia karena masalah yang menimpa kandungan Juli, saat itu karena Juli terlalu lelah bekerja di saat mengandung buah hati nya.
"maaf "ucap Edgar, saat ini dia pun,tak mampu untuk berkata-kata, dia me rutukki kebodohan nya karena telah menyerah mencari wanita korban dari insiden inseminasi tersebut.
"Aku sudah berusaha untuk menjaga mereka selama mereka berada di dalam rahim ku, tapi keadaan yang membuat ku terpaksa harus mencari nafkah untuk mereka hingga tak tanpa sengaja aku menyakiti putri ku sendiri dan akhirnya dia pergi bahkan aku tak pernah melihat wajah nya saat itu, saat dia lahir karena keadaan ku juga kritis saat itu"ucap Juli lirih kemudian dia bangkit dan berjalan meninggalkan pemakaman tersebut.
"Beli rumah sakit ini, dan ganti nama nya dengan nama Putri ku"ucap Edgar, pada seseorang di seberang telpon.
Juli, hanya diam dia tidak pernah bisa protes, semua yang menjadi keputusan Edgar, tidak akan ada yang bisa menggangu gugat.
setelah mereka kembali melanjutkan perjalanan, ke rumah Juli, hanya butuh waktu empat puluh menit, mereka sampai di pekarangan rumah yang terlihat asri dengan beberapa tanaman hias di depan rumah nya.
__ADS_1
"Mommy"ucap Jerry, yang langsung memeluk ibunya.
"sayang dimana??.. kedua adik mu"ucap Juli.
"mereka di dalam momm.. aku sudah memberikan mereka susu dan saat ini keduanya sedang minum susu"ucap Jerry, Edgar langsung masuk kedalam pria itu sungguh tak percaya, bagaimana bisa Juli membiarkan ketiga anaknya yang masih kecil berada di rumah tanpa penjagaan.
"Sayang kalian, hiks hiks hiks, Maaf kan Daddy, yang tidak bisa menjadi Daddy yang baik untuk kalian berempat"ucap Edgar sambil menangis dia bahkan tidak menghiraukan tatapan Juli yang merasa aneh seorang pria dingin itu bisa menangis sesenggukan di momen seperti ini.
Edgar menggendong kedua bayi berusia sembilan bulan itu dan langsung sambil duduk di sofa ruang keluarga.
"Bereskan barang-barang mu, honey mulai saat ini kamu tidak bisa egois lagi kita harus segera mengurus pernikahan kita demi anak keturunan kita, kamu tidak perlu membawa baju atau pun barang mereka semua sedang di siapkan oleh orang ku, kamu hanya perlu membawa dokumen penting milik mu dan mereka bertiga"ucap Edgar tegas.
"Baiklah"ucap Juli yang akhirnya membuang ego nya saat ini, melihat ketiga anaknya begitu dekat dengan Daddy mereka meski baru bertemu.
setelah Juli mempersiapkan semua nya akhirnya mereka pun kembali ke Mension yang sudah lama Juli tinggal kan, suasana nya masih sama tidak ada yang berubah, selama ini, tapi saat ini ada yang berbeda semua pelayan itu tak satupun Juli kenal seperti nya Edgar, sudah mengganti mereka semua karena menurut Edgar, semua nya adalah penghianat , akibat kecerobohan mereka Juli pergi begitu saja.
"honey, mulai saat ini kita mulai kehidupan baru, bersama ketiga anak kita"ucap Edgar, yang langsung membawa masuk kedua bayi kembar itu kedalam kamar nya di sambut oleh kedua babby sister, yang sudah di siapkan beberapa jam lalu oleh asisten pribadi nya, tidak hanya itu kamar pun sudah mereka dekorasi sedemikian rupa dengan nuansa PINK dan biru langit,satu kamar yang luas di sulap menjadi dua bagian tempat kedua nya, yang membuat beda bukan sekat dinding tapi warna cat di kamar yang luas tersebut.
sementara Jerry masih menempati kamar nya yang berubah hanyalah warna chat nya.
"Bagaimana apa kalian suka"ucap Edgar, bertanya pada ketiga anak nya yang sedari tadi mengikuti nya, saat Edgar membawa mereka berkeliling di temani babby sister.
Edgar pun langsung mengajak mereka ke kamar milik Edgar dan Juli yang dulu mereka tempati.
"Deg"
Juli menolak untuk masuk kedalam kamar dia kini merasakan sakit di dalam hati sanubari nya, meski Edgar , selalu memperlakukan nya dengan lembut, tapi tetap saja hubungan yang mereka jalani adalah hubungan terlarang.
"Juli, sayang kamu mau kemana"ucap Edgar, sambil melangkah lebar menyusul Juli yang kini berjalan dengan cepat meninggalkan dirinya.
"Tuan,kau sudah mendapatkan apa yang kamu mau, aku relakan mereka tinggal bersama dengan mu, mungkin mulai saat ini mereka tidak akan hidup menderita lagi jika tinggal dengan mu disini, tidak seperti saat mereka hidup dengan ku semua serba kekurangan, aku ikhlas kan mereka bersama mu tolong bahagiakan mereka aku pergi"ucap Juli sambil berjalan kembali meninggalkan Edgar, yang terus berjalan mendekat kepada Juli .
Juli hendak berlari tanpa kemudian lengan nya di cekal oleh Edgar.
"Aku tidak hanya membutuhkan keturunan ku, tapi aku juga butuh dirimu untuk terus hidup di samping ku, jadi tidak akan aku izinkan kau pergi lagi, cukup saat itu kau membuat ku terluka dan hancur tapi tidak untuk kali ini"ujar Edgar, tatapan matanya begitu tajam.
Edgar membawa Juli, setelah menyeret langkah nya hingga sampai di dalam kamar dia memberikan kode pada para pelayan dan babby,sister untuk meninggalkan mereka berdua.
setelah mereka pergi Edgar, membawa Juli dia meminta Juli untuk duduk dan mengobrol tentang semua hal yang menjadi keberatan Juli, untuk menikah dengan nya.
"Duduk lah, kita harus bicara, baik-baik"ucap Edgar.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi"ucap Juli sambil membuang pandangannya.
"Tidak itu tidak benar, kita harus bicara sekarang katakan apa??...mau mu"ucap Edgar.
__ADS_1
"Aku hanya ingin hidup tenang bersama dengan ketiga anak ku,di rumah ku itu saja apa?... aku salah"ujar Juli.
"Tentu saja salah apa kau tidak ingat mereka juga darah daging ku, mereka berhak tau siapa Daddy nya, dan aku ingin kita tetap bersama, kita akan segera menikah jika perlu saat ini juga"ucap Edgar.
"Tidak aku tidak ingin menjadi perusak kebahagiaan orang,kau milik dia, dan satu hal yang harus kamu tahu kenapa aku selalu menolak untuk menerima mu karena aku masih mencintainya aku mencintai nya dan itu adalah kenyataan nya"ucap Juli dengan pandangan kearah lain.
"hehehe..... apa itu benar"ujar Edgar, dengan senyum devil nya dia mencengkeram bahu Juli yang kini di paksa Edgar, untuk menatap nya.
"Katakan lagi"ucap Edgar pelan tapi penuh penekanan.
"Aku mencintai nya Edgar, atau tuan Edgar yang terhormat"ucap Juli berbohong.
Edgar, tertawa sarkastik dia tidak melihat kejujuran di mata Juli, laki-laki itu langsung mencium bibir Juli dengan kasar nya sambil menahan tengkuk nya, Juli kini tak bisa bergerak sedikit pun karena Edgar, mengunci tubuh nya.
setelah Edgar, melepaskan ciuman tersebut, Juli kini memaki pria itu, bahkan kini dia enggan untuk melihat wajah Edgar, yang kini masih menatap dirinya.
Juli membuang pandangannya ke arah lain, dan tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka tanpa permisi tanpa bisa di cegah, wanita itu adalah wanita yang selama dua tahun ini mengisi kekosongan Edgar.
"Oh my God..... honey, apa yang kamu lakukan dengan wanita itu"ucap Shakira, model papan atas di sana.
Edgar, seketika itu tersentak kaget, masalah baru kembali hadir.
wanita itu memang wanita yang selalu menemani dirinya dikala ia teringat akan Juli selama dua tahun ini.
tapi Edgar, tidak pernah serius dengan nya itulah kenapa, setiap kali dia berhubungan badan dengan wanita itu selalu menggunakan pengaman di setiap waktu.
"Apa yang kamu lakukan di sini"ucap Edgar yang kini duduk di sebelah Juli, sementara wanita itu langsung bergelayut manja pada Edgar, Juli, langsung bangkit dari posisi dia saat ini tapi kemudian Edgar menggenggam tangan Juli erat meski wanita itu memaksa untuk melepaskan diri.
Edgar langsung menarik nya kedalam pelukan nya, tidak perduli dengan keberadaan Shakira, saat ini.
"hey wanita ******, beraninya kau memeluk tunangan ku dasar wanita ******"ujar Shakira .
Edgar langsung memberikan tamparan keras di wajah Shakira yang telah menghina ibu dari keempat anak nya dan sekaligus, calon istri nya.
"honey kamu berani menamparku"ucap nya tak percaya sambil memegang pipinya yang terasa sangat panas.
"kenapa?? aku tidak berani karena kau sudah berkata lancang terhadap ibu dari keempat anak ku, bahkan aku bisa membunuh mu jika sekali lagi berani kurang ajar pada calon istri ku"ucap Edgar.
Shakira, langsung kaget dia baru tau seberapa menakutkan nya Edgar, bila sedang marah.
sementara itu Juli,kini menatap tajam Edgar mendongakkan wajahnya pria itu benar-benar tengah marah saat ini.
"Aku memang sering bermain wanita selama dua tahun ini untuk mengisi kekosongan ku, tapi tidak berniat untuk menggantikan posisi Juli calon istri ku saat ini.
Edgar lalu mengacungkan telunjuk nya menunjuk ke arah pintu, dan itu artinya dia mempersilahkan Shakira untuk keluar dari kamar mereka, dan setelah Shakira pergi kini giliran Edgar , yang menjadi bulan-bulanan pertanyaan Juli, yang kini menatap tajam kearah nya.
__ADS_1
"Tuan Edgar, yang tampan dan baik hati, tidak kah ada yang ingin kamu jelaskan terhadap ku, kenapa??.... semua itu bisa terjadi"ujar Juli.
"S sayang, bukan maksud ku, untuk berbohong, aku tidak pernah mencintai nya sumpah demi apapun, dia hanya sebatas teman sepi, dan semua itu gara-gara kamu pergi tanpa kabar berita, aku sangat marah dan kecewa.