Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Benci atau cinta#


__ADS_3

Sajira pergi karena merasa dipermalukan sementara , Arjuna langsung bergegas pergi menuju rumah percobaan milik kedua sepupunya itu.


dan yang ditinggal kan nya kini tengah sibuk belajar, bersama Viona sebenarnya merasa risih berdekatan dengan saudara sepupu nya itu tapi kemudian dia mencoba untuk bersantai meskipun dirinya merasa seperti di dunia yang sempit.


Edgar sendiri pergi melihat ke arah Cctv, dia sudah membuat perjanjian dengan sahabat nya yang seorang mafia, akan menjadikan cucunya yang terkuat sebagai bagian dari mereka untuk memperkuat hubungan antara keduanya.


dan dari saat ini seleksi dimulai, dan Jay dan Hay, sangat berpotensi untuk itu, tapi Edgar akan terus melakukan penilaian, jika suatu saat nanti mereka tidak ada yang cocok dengan dunia itu maka cucu perempuan mereka akan dijodohkan dengan keturunan mafia tersebut.


Edgar tidak ragu untuk melakukan hal itu, karena bisnisnya juga berjaya dengan bantuan mereka yang selalu mengamankan nya dari gangguan orang- orang yang ingin menghancurkan nya.


Edgar pun masih menyaksikan keseharian mereka dari seluruh rekaman Cctv kamar nya.


ada cucu perempuan nya, yang berpotensi untuk semua itu dia adalah Juni, gadis itu selain cantik dia memiliki kemampuan bela diri khusus, secara diam-diam gadis itu selalu belajar bela diri di sebuah tempat khusus yang didirikan oleh rekan nya, yang asli orang Indonesia.


Juni juga tidak pernah mengeluh dengan semua masalah yang dihadapi di sekolah atau di lingkungan pergaulan sehari-hari nya.


sementara Vero, pria itu lebih cocok menjadi seorang pengusaha sukses seperti dirinya dan Jerry dulu, Edgar bergabung dengan para mafia kelas kakap, saat dia kesulitan untuk mencari Juli, pria itu benar-benar mempertaruhkan hidup dan mati nya, untuk mencari Juli.


Vero, terus memperhatikan Viona yang kini tengah sibuk menjelaskan semua yang Vero tanyakan.


"Viona, apa? pria itu berbuat macam-macam, hingga kamu menjadi seperti ini"ucap Vero.


pria itu tidak tau bahwa saat ini Viona, tengah menahan tangisnya.


gadis itu akan menangis jika seseorang menyinggung, tentang rasa sakit akibat hampir dilecehkan, tapi dia juga bingung kenapa? ada pria yang menolong nya, dan selalu berbuat baik kepada nya, tapi orang-orang bilang dia tidak baik bahkan bisa dibilang sangat jahat.


"Vero, tolong jangan tanyakan itu, karena aku..,aku pergi dulu"ucap Viona yang sudah tidak tahan karena Vero, sudah menyinggung perihal kejadian itu.


saat Viona hendak turun ke lantai bawah menuju kamar nya, tiba-tiba Sajira, menghadang langkah.


"Bagaimana rasanya saat dilecehkan oleh pria tampan itu"ucap Sajira, seakan dia tau semua masalah itu, meskipun saat ini dia tengah menebak-nebak masalah yang terjadi pada Viona, yang bisa membuat seluruh keluarga mendadak jauh lebih simpati.


"Apa?? salah ku padamu Sajira, hingga kamu tega melakukan ini padaku, aku tidak pernah mengusik mu, jadi tolong jauh-jauh dari ku!! dan ingat Sajira jangan pernah mau tau urusan ku, karena Daddy ku tak akan membiarkan mu tetap aman jika kamu terus seperti ini"peringatan Viona.


"Daddy Jerry lebih berkuasa, karena kekayaan dia lebih banyak dari Daddy mu"ucap Sajira.


"Kau tidak tau siapa? yang sedang aku bahas"ucap Viona.


"Jangan bertengkar untuk hal yang tidak perlu kalian ributkan"ucap Hay.


"Hay, dia sudah keterlaluan jika dia tidak ingin kakak disini tidak masalah kakak bisa pulang ke Indonesia"ucap Viona.


"Siapa? yang akan pulang ke Indonesia, semua tidak akan ada yang kemana-mana"ucap Jerry yang baru datang.


"Sajira tidak menyukai ku, Daddy sebaiknya aku pergi saja, tolong kabari Daddy Jordan aku pulang ke Indonesia saja itu jauh lebih baik"ucap Viona berurai air mata.


"Aku selalu saja aku, ya aku memang hanya anak angkat disini jadi kamu pemenang nya"ucap Sajira.


"Sajira tunggu"ucap Jerry yang merasa iba dengan perkataan Sajira.


"Maaf Daddy seperti aku yang salah disini"ucap Viona yang langsung pergi menuju kamar nya.


Hay mengikuti langkah Viona, saat ini dia tidak ingin kakak nya, bersedih karena kakak nya dikirim untuk sembuh dari rasa trauma berat yang dia alami.


Jerry sempat mematung karena dia tidak tau mana yang harus dia bela.


"Jangan bingung boy, mereka masih harus belajar untuk bisa mengerti arti hidup yang sesungguhnya"ucap Edgar sambil menepuk pundak putranya perlahan.


"Daddy, aku tidak tega melihat Sajira menangis, dia putri ku"ucap Jerry.


"Jangan lupa Viona juga putri mu"ucap Edgar.

__ADS_1


"Daddy apa diantara mereka ada yang berpotensi"ucap Jerry bertanya.


"Juni putri mu, dia lah ratu yang sesungguhnya, putri mu sudah lebih mengerti harus melakukan apa? di waktu yang seharusnya ia bertindak"ucap Edgar.


"Juni"ucap Jerry tak percaya.


sementara Vero hanya melihat tempat dimana Viona dan Sajira ribut tadi.


sebenarnya Vero, tidak terlalu suka dengan sikap Sajira yang berbanding terbalik jika sedang ada di rumah nya dan di tempat Edgar.


"Wanita itu punya kepribadian ganda"gumam Vero, sambil terus menatap ke arah kamar Viona.


wanita yang dia maksud bukan Viona, tapi dia sedang menghawatirkan Viona.


hingga siang berganti malam, saat ini Hay tidak melakukan apa-apa karena Viona masih mengurung diri di kamar, Hay sendiri sudah menghubungi mommy nya menceritakan semua.


dan di Norwegia, Vamela sedang sangat marah pada Jordan yang mengirimkan Viona ke tempat yang salah.


"Yang tadinya aku pikir mereka akan akur disana, karena kak Jerry selalu berkata positif tentang Sajira"ucap Jordan.


"Tentu saja dia akan berkata positif karena dia putri nya, tapi bagaimana dengan Viona, putri ku, yang malang itu, dia bahkan tidak pernah memiliki keluarga yang benar-benar utuh"ucap Vamela keceplosan.


"Mel, apa? selama ini kasih sayang ku tak pernah berharga di mata mu,aku sepenuh hati menyayangi putri kita, aku ingin yang terbaik untuk Nya"kata Jerry penuh penekanan di akhir kata nya.


"Aku tau Daddy tapi putri ku, sendiri disana tidak ada yang bela dia saat dia butuh itu"ucap Vamela.


Daddy tidak mengijinkan kita untuk menjenguk mereka sering-sering karena Daddy ingin mereka belajar apa? arti hidup yang sesungguhnya"ucap Jordan.


"Tapi putri ku, bahkan tidak sekuat itu"ucap Vamela lagi.


"Jadi kamu maunya bagaimana Mel"ucap Jordan yang sedikit dongkol pada Vamela, karena wanita itu tidak pernah mau mengerti dengan kasih sayang yang Jordan tunjukkan.


hingga akhirnya Hay menghubungi mereka mengabarkan bahwa kakak nya mengurung diri di kamar, Vamela semakin sedih.


🌹💖💖💖🌹


"Mel kamu itu sedang salah faham, please jangan seperti ini"ucap Jordan yang kini sudah hampir tiga puluh menit membujuk Vamela yang juga mengunci diri di kamar.


"Salah faham, jangan membodohi ku, kak, sejak dulu keluarga mu tidak pernah menyetujui pernikahan kita, karena aku hanya janda miskin, dan satu lagi aku sudah memiliki anak yang tidak jelas asal-usulnya, kamu sendiri pasti tau itu, aku bahkan tidak pernah meminta kamu untuk menikahi ku,aku masih sanggup menghidupi keluarga ku sendiri, dan mulai sekarang aku akan membawa mereka bersama ku, kamu tidak usah khawatir dengan itu, kamu bebas jika ingin menikah lagi"ucap Vamela.


"Mel!!....stop kenapa harus bicara hal yang tidak seharusnya, kamu bahas"ucap Jordan.


"Kamu pikir aku bodoh, kak keluarga mu tidak pernah suka pada ku, dan sekarang putri ku yang jadi sasaran kebencian mereka, aku tidak terima itu lebih baik aku meminta ayahnya untuk membawa dia pergi"ucap Vamela yang langsung membuat Jordan murka karena merasa tak dianggap selama ini dia sudah berusaha untuk menjadi ayah yang baik dan tidak ada kata ayah sambung.


"Stop!! Vamela, aku tau aku hanya ayah sambung nya yang bahkan tidak pernah kamu hargai, tapi aku tidak pernah menganggap nya anak orang lain, dia putri ku, putri ku satunya"ucap Jordan.


"Baiklah, baik jika kamu ingin nya, seperti itu,aku akan membawa dia kembali"ucap Jordan yang kini masih berdiri di depan pintu kamar.


"Bukan hanya Viona, tapi juga kedua Putra ku, aku akan membawa mereka pulang ke rumah ku"ucap Vamela.


"Please Mel, jangan egois, dimana pun kita berada di sini adalah rumah mu juga, karena aku bekerja hanya demi kamu dan anak kita, aku bekerja keras hanya untuk kalian semua tidak ada, niatku untuk sekedar memberikan tumpangan.


"jika kamu mau kita bisa tinggal di Paris saat ini juga"ucap Jordan.


"Kamu saja yang tinggal di sana, biar aku dan keempat anak ku pulang ke Indonesia"ucap Vamela tetap kekeuh.


"Sudah lah Vamela Agnesia, aku tidak akan pernah mengijinkan mu, untuk pergi dari ku"ucap Jordan tegas.


"Aku benci kamu Jordan, kamu selalu seenaknya tidak pernah peduli dengan perasaan ku"ucap Vamela lantang , sontak Jordan berdiri mematung, menurut nya,ini adalah kata-kata yang sudah sangat keterlaluan, karena sedari awal bertemu Vamela, selalu memanggil dia Kakak ,atau Daddy, sekarang Vamela berani memanggil namanya hanya karena keributan kecil yang dia perdebatkan.


"Kamu sudah berubah Mel"ucap Jordan lirih dan Vamela bisa mendengar itu.

__ADS_1


wanita itu pun tersungkur di lantai, dengan tangis pilu nya, dia benar-benar sudah tidak tahan dengan semua itu, takdir hidupnya yang malang, dan disaat ada seorang pangeran berkuda putih mengangkat derajat hidup nya, lebih tinggi.


tapi keluarga nya tidak bisa menerima kehadiran nya,sepenuh hati, sering sekali mereka bermuka dua di hadapan Vamela karena wanita itu tidak memiliki apapun ditambah masalalu yang kelam.


terutama Jerry, tapi itu hanya pemikiran Vamela, yang dulu sempat mendapatkan penolakan dari keluarga Jordan mungkin karena hal itu, akhirnya hingga saat ini Vamela, selalu menyimpan keraguan akan hal itu.


Jordan pergi menuju rumah baca, dia menyalakan rokok, dan mengambil segelas wine untuk menghilangkan rasa sakit akibat perkataan Vamela, tadi wanita yang selalu memanggil nya, dengan cinta bahkan disaat dia tengah marah sekalipun kini dia mampu memanggil namanya tanpa embel-embel sayang atau lainnya dengan kasar memanggil nama nya, hanya karena masalah sepele.


Vamela lebih banyak marah pada dirinya ketimbang mau mendengarkan penjelasan dari nya terlebih dahulu.


hingga malam menjelang tidak ada satupun yang keluar dari kamar atau ruang baca, beruntung Vio, saat ini tengah berada di apartemen nya, semenjak ketiga adiknya pergi Vio sudah jarang pulang.


sementara itu ayah kandung Vio, Steven Fabio putra Atmaja, saat ini sedang menuju ke Paris karena Viona, berhasil menghubungi nya lewat handphone Jay yang dia pinjam.


Steven, sebenarnya ingin putra dan putri nya, tinggal bersama dengan nya, meskipun mereka terlahir sebagai anak haram menurut hukum, tapi mereka darah daging nya.


Steven bahkan sudah memasukkan nama mereka kedalam kartu keluarga asli, dia sebagai kepala keluarga dan Vamela adalah ibu dari anak mereka, tidak hanya itu, saat insiden malam terakhir bersama Vamela, pria itu sempat mengkopi data diri Vamela, dan juga mengambil kartu keluarga lama milik keluarga angkat Vamela,dari sana dia bisa membuat akta pernikahan dan juga kartu keluarga, meskipun sebenarnya tidak akan mudah bagi orang biasa, tapi tidak untuk Steven.


Mereka kini sah di mata hukum agama dan negara, Vio dan Viona adalah anak Steven.


sesampainya di kediaman Edgar, Steven sempat dipersulit oleh para pengawal di sana tapi Viona yang sedang berada di halaman depan mengenali wajah Daddy nya itu.


Viona berlari dan menghambur ke pelukan sang Daddy.


Edgar yang melihat itu, dia langsung meminta tamu nya masuk Edgar bicara panjang lebar dengan Steven, karena dia tidak menginginkan cucunya pergi, apalagi Jordan akan sangat marah pada nya.


setelah menghubungi Vamela, Edgar baru mengijinkan Steven membawa Viona pulang ke Indonesia, Steven sendiri sebenarnya berbohong , karena saat ini dia tinggal di Belanda, bukan Indonesia.


Vamela, ingin putri nya bahagia setidaknya tanpa embel-embel anak sambung, seperti beban yang menempel pada benaknya.


dan jika Vio menginginkan hal yang sama, Vamela juga akan mengikhlaskan nya untuk tinggal bersama dengan Steven, agar hidup nya lebih baik, bukan karena Jordan tidak pernah memberikan kehidupan yang lebih baik, tapi Vamela ingin putra dan putri nya merasakan kasih sayang ayah kandung nya itu.


hingga Jordan benar-benar marah dan tidak terima dengan keputusan Vamela, pria itu datang dan pergi tanpa mau bicara pada istri nya, meskipun Vamela masih memperlakukan Jordan seperti biasanya, seperti, menyiapkan kebutuhan Jordan sehari-hari,dari mulai bangun tidur dan berangkat kerja pulang kerja, tapi sikap dingin selalu keduanya tunjukkan, Vamela bahkan tidak menegur dan begitu pula dengan Jordan.


sementara Vio pun sudah memutuskan untuk mengikuti kata-kata Vamela, untuk ikut dengan ayah kandung nya, untuk sementara waktu, sebelum ibunya kembali ke Indonesia, Vio berangkat dengan pesawat dengan tujuan Belanda, seperti yang Vamela tau Steven tidak tinggal di Indonesia meskipun perusahaan nya, memiliki banyak cabang di Indonesia.


hingga Jordan kembali mengetahui hal itu, untuk pertama kalinya Jordan, membentak keras istrinya itu.


"Vamela, kamu sudah keterlaluan! bagaimana bisa kamu berlaku sesuka hati mu, aku suamimu, apa kau tidak sadar bahwa tindakan mu itu salah"ucap Jordan.


"Bukan kah itu yang seharusnya aku lakukan sedari dulu, mereka berhak untuk bahagia dengan ayah nya"ucap Vamela.


"Apa selama ini aku membuat mereka menderita heeuh, apa yang kuberikan tidak ada artinya"ucap Jordan yang benar-benar marah besar.


"Aku tau kamu menyayangi nya, tapi setatus mereka menjadi beban untuk keluarga mu, aku tidak ingin mereka tau bahwa mereka tidak pernah dianggap ada oleh keluarga mu, Vio dan Viona bahkan tidak pernah ada dalam kartu keluarga asli seperti kedua putra kita, bahkan jangankan masuk dalam daftar warisan mereka pun tidak pernah diakui dalam kartu keluarga kalian, putra dan putri ku hanya cucu sambung yang bahkan tidak pernah jelas siapa ayah nya, dan saat mereka tau siapa ayah mereka dan dia menginginkan nya, aku dengan senang hati mengijinkan mereka pergi kerumah ayahnya dari pada tidak di inginkan di keluarga mu"ucap Vamela yang sakit hati dengan perlakuan Jerry terhadap putri nya.


"Vamela, aku sudah memberikan satu perusahaan milik ku, pada Vio, karena aku tidak pernah menganggap Vio, sebagai anak sambung dia putra ku, putra pertama kita meskipun tidak ada darah ku yang mengalir ditubuh nya, kenapa? kamu masih berpikir sempit seperti itu"ucap Jordan.


"Sudah lah, ini adalah yang terbaik untuk semua nya, aku juga akan membawa kedua putraku untuk kembali ke Indonesia, terserah kamu ikut atau tidak, yang pasti kami akan hidup ada atau tidak nya dirimu"ucap Vamela.


"Vamela!!"ucap.


Jordan langsung menarik istri membawa Vamela kedalam kamar nya dia langsung mengunci pintu itu dari dalam.


"Apa yang kamu lakukan"ucap Vamela.


Jordan tidak mau peduli pria itu kemudian pergi menuju balkon, dia terdiam sambil menatap kearah pemandangan luar udara yang dingin itu, tidak menyurutkan Jordan untuk tetap berdiam di luar ruangan.


"Berikan kunci nya aku harus pergi menjemput kedua putra ku*ucap Vamela.


"Apa? kau lupa bahwa dia juga putra ku, dan aku punya hak atas mereka, dan putra ku lebih bahagia bersama dengan keluarga nya" ucap Jordan.

__ADS_1


"Ok baik lah, jika itu yang kamu mau, aku tau aku adalah orang tua yang buruk untuk mereka aku tidak bisa menghidupi mereka dengan baik, seperti kalian semua, jika seperti itu, aku titip mereka berdua aku akan pergi sendiri saja, tidak mengapa,ya.. itu lebih baik"ucap Vamela sambil berbalik dan pergi Vamela mengambil barang-barang nya membereskan semua nya kedalam koper tiba-tiba saja Jordan melempar koper besar itu dengan sangat cepat dan semua isinya berhamburan di lantai.


"Mel, aku tidak tau lagi harus bagaimana, tapi aku tidak akan pernah melepaskan mu pergi, cukup satu kali saja aku kehilanganmu tidak untuk saat ini aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi sekalipun kamu menangis darah"ucap Jordan.


__ADS_2