Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Semalam saja#


__ADS_3

Edgar, membaringkan tubuh nya di samping Juli, saat ini dia juga membawa Juli dalam dekapan nya, meski ini sudah masuk pukul empat pagi, tapi hari ini Edgar, memutuskan masuk kantor siang, dia ingin menemani isteri nya itu.


kini mereka masih bergumul di dalam selimut tebal itu, Juli, terlihat tampak masih nyaman berada di pelukan Edgar, pria tampan dan gagah itu, saat ini tengah memandang wajah cantik yang selalu membuat nya merindukan nya di setiap saat.


"honey kenapa??... tidak sedari dulu aku bertemu dengan mu, kamu adalah wanita yang sangat kucintai setelah dia,aku tidak munafik dulu aku begitu mencintai Angela, bahkan setelah penghianatan yang dia lakukan pun aku masih memiliki rasa itu, tapi saat dia meminta cerai dari ku, aku tidak ingin menjadi pria egois yang hanya akan membuat dia tersiksa jika terus bersama dengan ku, karena cintanya sudah bukan untukku lagi, tapi setelah bertemu dengan mu dan setelah tau bahwa kamu adalah ibu dari anak ku yang hilang karena kesalahan yang dilakukan dokter itu, aku semakin mencintai mu karena kamu mau memperhatikan putra kita meskipun kau harus terbuang dari keluarga mu sendiri, saat ini aku berjanji pada mu sayang aku akan selalu membuat mu bahagia selama raga ku masih bernyawa"gumam Edgar lirih di akhiri kecupan.


sementara Juli, yang mendapat kecupan itu akhirnya membuka mata, dan berkata "pagi Daddy"ucap nya.


"Pagi Honey"ucap Edgar , lagi-lagi dia memberikan kecupan kali ini tidak hanya di bibir tapi di seluruh bagian wajah dan puncak kepala, sambil bilang "I love you so much"ujarnya.


"love you more... Daddy"ucap Juli sambil berusaha bangkit dari tidurnya.


"Sayang, ini masih pagi tidur lah biar mereka yang mengantarkan sarapan kemari "ucap Edgar, tapi Juli tetap bangun.


"Aku mau pipis Daddy, udah gak tahan"jawab Juli sambil terburu-buru.


"Edgar, yang melihat itu dia langsung berlari menyusul takut istrinya kenapa-napa dan apa yang Edgar, takutkan hampir jadi kenyataan Juli terpeleset beruntung Edgar,sigap menangkap tubuh Juli.


"Sayang aku bilang juga apa jangan buru-buru kamu itu sedang hamil dan itu sangat berbahaya"ucap Edgar yang masih sedikit syok hampir saja yang dulu di alami oleh Angela terjadi pada Juli.


"Aku kebelet pipis Daddy, makanya aku lari"ucap Juli.


"Sayang lebih baik pipis di celana bisa aku cuci tapi kalau kamu jatuh aku gak bisa maafin diriku sendiri"ucap Edgar.


"Maaf Daddy aku ceroboh"ucap Juli sambil memeluk Edgar, Juli yang tadinya pengen pipis kini malah menangis di pelukan Edgar, dan Edgar pun mengelus puncak kepala istrinya sambil sesekali mengecup nya.


"Yu katanya mau pipis tapi hati-hati ya sayang sini aku bantu"ucap Edgar, yang langsung menuntun Juli dan membantu nya duduk di atas closed .


Edgar bahkan tak segan membantu istrinya itu membersihkan bagian daerah kewanitaan nya, karena istrinya sudah mulai kesulitan untuk bergerak, maklum saja, jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan si kembar yang kini baru berusia lima belas bulan.


dokter pun selalu meminta Juli untuk banyak beristirahat karena kehamilan nya saat ini sangat rentan dengan gangguan kesehatan ibu dan bayi.


Edgar, sebetulnya masih merasa bersalah karena dia tidak pernah memikirkan bahaya tersebut, apa lagi Juli yang baru satu tahun lalu melakukan operasi Caesar yang kedua.


kini dia harus kembali melakukan operasi Caesar tersebut untuk yang ketiga kalinya dan itu tinggal tiga bulan lagi.


Edgar sudah kembali membantu Juli yang langsung memutuskan untuk mandi bersama saat itu juga, kebetulan Edgar, juga sudah akan berangkat ke kantor sebetar lagi, jadi sekalian bersiap dan juga membantu istrinya itu agar Juli tidak kesusahan sendiri nantinya, pikir Edgar.


setelah selesai mandi mereka berdua pun berjalan beriringan bedanya setelah itu Edgar langsung mendudukkan Juli di depan meja rias, lalu dia pergi ke dalam wal-k in closed untuk mengambil baju nya sendiri dan juga milik Juli, Edgar ingin melayani ratu di hatinya itu saat ini selagi masih ada waktu.


setelah beberapa menit Edgar sudah menggunakan celana bahan dan kemeja berwarna biru langit, dia langsung menghampiri Juli yang kini tengah duduk menghadap cermin, dengan masih menggunakan bathroob.

__ADS_1


"Sayang ini bajunya biar aku yang memasang kan"ucap Edgar.


"Tidak perlu Daddy,biar aku saja aku bisa ko"ucap Juli.


"Tidak apa-apa sayang , kan gak setiap hari juga aku ada untuk melakukan ini semua"ucap Edgar.


"Daddy, bisakah sekali ini saja, temani aku di rumah, aku sedang tidak ingin sendirian"ucap Juli pelan.


"Sayang aku , hari ini masih ada yang harus di selesaikan, tapi Daddy janji gak akan pulang malam besok weekend, aku akan seharian bersama mu aku janji"ucap Edgar, sambil memakai kan dress selutut berwarna putih ke tubuh Juli, saat ini dress, yang sangat cocok di pakai oleh Juli, saat sedang hamil besar seperti saat ini, dibelikan oleh Edgar, saat perjalanan bisnis dua bulan yang lalu dia bertemu sahabat sewaktu SMA, nya dulu wanita yang kini menetap di Paris Perancis tersebut sudah memiliki butik terkenal dan Edgar, sengaja memesan beberapa gaun khusus untuk wanita hamil, dengan harga yang pantastis, untuk sang istri tercinta.


"Aku ikut Daddy, boleh??..."ucap Juli yang kini menatap sendu ke arah Edgar.


"Heumm ... tapi apa kamu tidak akan bosan sayang menunggu di ruangan ku, soalnya hari ini aku ada meeting penting, dan itu akan menghabiskan waktu berjam-jam lamanya"ucap Edgar, yang kini menatap lekat wajah sendu itu.


entah kenapa, semenjak kehamilan nya kini Juli, begitu manja mungkin karena saat ini dia tinggal bersama dengan nya dalam ikatan suci, berbeda dengan yang dulu,Juli justru menyembunyikan kehamilan nya dari nya.


"Ya sudah jika aku tidak bisa ikut , tidak apa-apa "ucap Juli yang kini langsung bangkit berdiri, dan hendak pergi tapi Edgar menahan nya.


"Hey.... sayang aku sama sekali tidak merasa terganggu justru aku senang dengan kamu ikut, aku jadi tidak perlu lagi merindukan istri ku yang cantik ini, tapi saat ini waktunya kurang tepat sayang kumohon mengertilah, aku janji kapan-kapan kita akan, pergi bersama ok, sekarang senyum , istri ku yang cantik dan seksi"ucap Edgar,merayu meski kenyataan nya Juli memang cantik sedari lahir.


Juli pun tersenyum, tapi senyum yang di paksakan setelah itu dia kembali hendak pergi tapi lagi-lagi Edgar, menahan nya.


"mommy, senyum nya yang ikhlas, mana,dosa loh kalo mommy bohong sama Daddy, pura-pura tersenyum padahal lagi ngambek"ucap Edgar.


"Sayang hanya sekali ini saja ko setelah itu kita akan terus bersama"ucap Edgar.


"Tau begini lebih baik kita tidak usah menikah"ucapan Juli terpotong oleh perkataan Edgar.


"Juli apa yang kamu katakan, apa kamu menyesal karena telah menikah dengan ku yang selalu sibuk dengan pekerjaan ia begitu!!"ucap Edgar sedikit membentak Juli.


"Bukan begitu, aku hanya tidak ingin menjadi beban bagi mu, kamu adalah orang yang sangat sibuk sementara aku hanya seorang pengangguran, hanya bisa menyusahkan bahkan aku dengan tidak tahu diri minta mu untuk menemani ku"ucap nya sambil bergegas pergi Edgar, mematung di tempatnya bukan nya dia marah tapi dia merasa bersalah karena telah membentak Juli.


"Sayang jangan pergi Maaf kan aku, aku tidak sengaja bicara keras pada mu, aku hanya tidak ingin kamu menyakiti perasaan mu sendiri seperti ini, baik'lah kita akan pergi ke kantor, dan jika kamu ingin aku ada di rumah aku juga akan diam di rumah aku tidak akan pergi kemana pun, tapi kumohon jangan katakan itu lagi kita menikah karena aku ingin kau menjadi milikku istri yang sangat ku cintai aku ingin kau menjadi halal bagi ku"ucap Edgar.


"pergilah Daddy jangan merasa terhalang oleh ku, mungkin karena terlalu rindu dari kemarin aku jadi sedikit manja pada mu, Maaf kan aku jika sikapku terlalu berlebihan, pergilah sarapan di bawah, aku mau lihat Jeny sebetar"ucap Juli sambil berbalik meninggalkan Edgar,ada rasa sakit kini di hati keduanya, Edgar, sudah melukai perasaan Juli, tanpa sengaja, begitu pun Edgar yang merasa sangat bersalah terhadap Juli.


Edgar pun turun, dengan perasaan bersalah nya dia menuju ruang makan di lantai bawah, sementara Juli kembali lagi ke dalam kamar nya, dia tidak jadi pergi ke kamar putri nya itu, dia tidak ingin anak nya melihat kesedihan nya saat ini.


"Maaf kan, aku yang terlalu bergantung pada mu, aku tidak tau kenapa?... semenjak aku hamil anak kita yang satu ini rasanya aku tidak ingin terpisah dari mu"ucap Juli lirih dengan derai air mata nya.


sementara Edgar, yang menunggu Juli,tak kunjung datang dia berjalan menuju lantai dua meniti anak tangga ingin mencari keberadaan Juli yang katanya hendak menemui putri nya itu, tapi sesampainya di sana Edgar, tidak melihat keberadaan Juli, dia langsung bertanya.

__ADS_1


"Dimana nyonya"ucap Edgar, pada pengasuh Jeny.


"Dia tidak datang kesini tuan"ucap wanita itu.


Edgar, langsung pergi menuju lantai tiga kali ini dia menggunakan lift, karena di setiap lantai ada lift khusus.


sesampainya di kamar nya, Juli tengah berdiri di depan pintu yang mengarah ke balkon Sambil membawa sesuatu di tangan nya, itu adalah sebuah buku Daeri milik nya, entah sejak kapan dia memiliki itu.


"Sayang, aku mencari mu,ke kamar Jeny, katanya kamu tidak kesana"ucap Edgar, yang kini langsung menghampiri istrinya yang tengah memandang ke arah lapangan yang luas dengan rerumputan hijau itu.


"Daddy, kenapa malah kesini bukan nya sarapan, katanya sudah telat"ucap Juli.


"Aku menunggu istri ku, tapi tak kunjung tiba di meja makan, makanya aku kesini"ucap Edgar.


"Istri yang mana"ucap Juli,datar tanpa ekspresi.


"Apa maksud mu honey,tentu saja kamu lalu siapa lagi"ucap Edgar.


"Owh, aku kira masih ada yang lain,di luaran sana"ucap Juli dengan yakin.


"Sayang ada apa sebenarnya dengan dirimu, kenapa?... kamu jadi seperti ini heuhhhhh, aku tidak mengerti coba jelaskan apa yang terjadi"ucap Edgar bingung.


tiba-tiba Juli mengambil sebelah tangan Edgar dia memberikan semua bukti foto dan rekaman video, yang menunjukkan Edgar tengah berada di kamar hotel bersama seorang wanita cantik, dan begitu seksi yang duduk di pangkuan nya,satu lagi ada rekaman adegan ranjang yang dilakukan nya, entah itu nyata atau tidak, yang jelas Juli tidak pernah melihat secara langsung .


Edgar membuka itu lalu melemparkannya ke sembarang arah, dia langsung menatap wajah Juli yang tampak datar tanpa ekspresi saat ini.


"Apa??..... kamu percaya dengan semua itu sayang,tolong jawab"ucap Edgar lirih.


"Aku tidak tahu lagi, harus percaya atau tidak yang jelas semua itu pernah terjadi, dan bukan hanya kali ini, kamu berbuat seperti itu, dulu kamu bisa melakukan itu pada ku, dan setelah aku tidak berada di sisi mu,kau juga membawa Shakira, kedalam dekapan mu, jadi aku bingung mau bilang itu palsu atau jebakan yang tau jawabannya kini hanya dirimu dan tuhan, aku hanya minta cerai kan aku saja, bila aku tidak lagi berguna untuk mu, jika alasannya adalah anak, aku sudah memberikan mu Lima anak saat ini, dan satu lagi nikahi mereka, jangan mau berbuat dosa lagi"ucap Juli yang kini melangkah pergi, sementara Edgar, hanya diam di tempat benar-benar tidak percaya berita itu akan sampai dengan cepat pada Juli, itulah kenapa alasan dia sering pulang malam selama beberapa hari terakhir.


Juli, tengah membereskan barang-barang nya kedalam koper,usang milik nya saat itu juga tanpa ada air mata, bagi Juli, sudah tidak ada guna lagi dia menangisi kenyataan pahit ini bahwa Edgar, sudah menjadi pemain di luar sana, dia hanya perlu pergi jauh-jauh dari nya, membawa semua anak nya.


"Sayang, apa yang kamu lakukan, aku mohon tunggu aku membuktikan bahwa semua ini tidak benar aku di jebak sayang please dengarkan aku"ucap Edgar, yang kini menyusul Juli, yang sedang membenahi pakaiannya.


Edgar, terus memohon kepada Juli, agar percaya pada nya tapi Juli bahkan tidak merespon kata-kata nya.


Edgar, langsung berlari ke arah pintu dia langsung mengganti kode akses pintu tersebut, agar Juli tidak pernah pergi lagi sekalipun dia ingin.


Juli hanya berdiri di belakang Edgar, yang kini baru selesai mengunci pintu kamar nya.


"Untuk apa??...kau mengurungku di sini jika sebagai istri aku sudah tidak di hargai lagi, dan satu hal yang harus kamu tau cepat atau lambat aku akan pergi jauh dari mu dan Takan pernah kembali, mungkin aku akan menitipkan putra dan putri ku pada Tuhan pemilik kehidupan,kelak.

__ADS_1


Deg


Ucap Juli seperti sebuah isyarat bahwa dia akan pergi ke pemilik kehidupan dan itu artinya Juli akan.....


__ADS_2