
Sementara Vamela sudah bisa tenang karena kini mereka sudah berdamai dan Jordan akan segera kembali ke Paris, untuk menyelesaikan semua nya.
Vamela, tidak ingin menghalangi kepergian Jordan, karena dia sadar Jordan bukan milik nya seorang, pria itu kembali teguh dengan cinta nya terhadap Chaterine, dan Vamela hanya minta Jordan memberikan perhatian pada putranya, sedang untuk dirinya Vamela tidak ingin berharap banyak.
pagi ini Jordan tengah duduk minum kopi di pagi hari, karena ini adalah hari yang santai bagi semuanya, Vamela pun tengah menunggu ketiga putra nya yang kini tengah berenang di halaman belakang rumah nya, mereka sudah lama tidak berenang.
"Mom... Daddy mana"ucap Jay.
"Daddy sedang santai Jay ada apa?"ucap Vamela.
"Aku ingin berenang dengan Daddy, lihat Abang, asik sendiri ucap Jay.
"Kalian juga sudah besar sayang, masa harus terus diajari"ucap Vamela memberikan pengertian.
"Ada apa?"ucap Jordan yang datang tiba-tiba.
"Anak mu ingin bermain dengan mu"ucap Vamela yang langsung pergi.
Jordan merasa heran karena tidak biasanya Vamela, seperti itu, dia pun pergi mencari istrinya itu.
"Yang kamu dimana"ucap Jordan teriak.
tapi tidak ada jawaban wanita itu bahkan anteng menatap foto pernikahan dulu.
entah apa? yang ada di pikiran nya saat ini tapi terlihat lelehan air mata di pipinya, dia sudah tidak ingin lagi berhubungan dengan pria beristri, meskipun keduanya tidak disengaja.
"Mel sayang kamu sedang apa?.."ucap Jordan.
"Kak, kita berpisah saja ya,itu lebih baik, karena"
"Mel apa? yang kamu katakan, ada apa? sebenarnya"ucap Jordan yang bingung kemarin Vamela, sudah setuju untuk di madu.
"Aku tidak ingin lagi berhubungan dengan pria beristri, dan untuk urusan kedua Putra mu suruh mereka memilih ikut aku,atau kamu agar semua nya jelas, dan jika mereka memilih ku,tolong jangan temui mereka lagi, karena aku tidak ingin"
"eum...lepas..eum"Vamela terus berontak karena Jordan terus mencium bibir nya, pria itu tidak terima jika Vamela berkata, seperti itu dia tidak ingin lagi kehilangan istrinya itu.
"Kak!... aku belum selesai bicara"ucap Vamela yang langsung pergi begitu saja.
"Honey berhenti"ucap Jordan yang langsung menyusul Vamela yang kini meraih kunci mobil nya, namun Jordan langsung merebut nya, dia tidak ingin wanita itu pergi Jordan langsung menarik Vamela membawa nya, kedalam kamar.
"Lepas kak lepas"ucap Vamela.
"Aku tidak akan pernah melepaskan mu, sebelum kamu bicara ada apa? sebenarnya hingga kamu kembali meminta kita berpisah heeuh"ucap Jordan.
"Aku tidak ingin berbagi suami, dan aku juga tidak ingin menjadi perebut suami orang ,aku tidak bisa membuat putra ku, merasa dipermainkan dengan semua keadaan ini, perhatian mu pasti akan terbagi dan aku tidak ingin anak-anak merasa diabaikan seperti selama ini, mungkin untuk ku tak akan menjadi masalah karena aku..."ucapan Vamela terputus,
"Aku apa?? Mel, jangan buat aku penasaran, dan kamu sedang salah faham"tanya Jordan
"Aku bukan jodoh mu"ucap Vamela.
"Mel....aku tidak peduli dengan anggapan mu, tentang semua hal itu, tapi aku bisa buktikan bahwa aku bisa berbuat adil pada kalian berdua"ucap Jordan.
"Tidak kak, aku tidak ingin kakak mempertahankan hubungan yang sudah tidak sehat ini, aku harap kakak mengerti"ucap Vamela.
"Vamela!! stop bicara begitu lagi kamu ini egois tau nggak, aku sudah berusaha bertahan untuk yang terbaik, untuk semua nya, aku bahkan mempertahankan pernikahan ku dengan nya, meskipun dia berhianat hingga hamil karena aku tidak pernah memuaskan dia selama ini, hati ku terpaku di kamu, aku mencintaimu tapi kamu egois"ucap Jordan.
"Sungguh ironi kamu bisa bertahan lama dengan wanita yang jelas-jelas sudah berhianat pada mu selama ini, lalu dengan ku, ha ha hanya karena aku merasa tak pantas bersanding dengan mu, kamu langsung pergi begitu saja, hal itu sudah membuktikan bahwa kamu tidak pernah mencintai ku, kamu hanya terpaksa harus berada di sisiku karena aku memiliki anak dari mu"ucap Vamela sambil mentertawakan diri sendiri, betapa bodoh dan tidak berharga nya Vamela, selama ini.
"Mel.... jangan pernah katakan itu kamu tidak tau apa? yang terjadi sebenarnya"ucap Jordan.
"Ya, aku memang tidak pernah tau karena aku terlalu bodoh, hanya dengan perlakuan manis mu, aku mengira itu cinta, tapi ternyata hanya permainan belaka, seharusnya aku tidak pernah berdiam diri, jika ada pria yang menginginkan tubuh ku, karena dia saja yang jelas sangat dicintai bisa di maafkan dan dipertahankan hingga saat ini, tapi "
__ADS_1
"Vamela Agnesia!!"
prang....
prang....
bug....
Jordan benar-benar mengamuk hingga terdengar kearah kolam renang, dan Vio langsung mengajak kedua adiknya mandi, setelah itu dia masuk lewat tangga bersama dengan kedua adiknya menuju ruangan kedap suara, Vio, melakukan itu agar keduanya tidak mendengar apa pun.
Vio tau Jordan sedang marah.
"Kak... kamu itu apa-apaan lihat kamu terluka"ucap Vamela yang langsung meraih tangan Jordan, tapi Jordan menghempaskan tangan istrinya itu dia tidak ingin Vamela memberikan perhatian jika, wanita itu tidak pernah benar-benar mempercayai cinta nya.
"Kak, tangan kamu berdarah!"teriak Vamela.
"Biarkan saja, biar aku mati saja, dari pada aku terus kamu permainan kan"ucap Jordan tegas.
"Kak..."ucap Vamela.
Jordan hendak pergi tapi Vamela langsung memeluk nya erat dari belakang meskipun pria itu berusaha untuk melepaskan tangan istrinya itu.
"Kak aku mohon jangan begini hiks hiks hiks, aku mohon jangan pergi sekarang aku tidak ingin kamu pergi dalam keadaan terluka aku mohon, mbok cepat panggil dokter, tolong mbok!"teriak Vamela, sementara Jordan terus berusaha melepaskan tangan Vamela, dia benar-benar tidak ingin terus seperti ini.
"Kak...aku mohon jangan lepaskan aku mohon hiks, aku mohon jangan hiks"tangis Vamela semakin kencang saat melihat darah semakin banyak.
"Tuan ayo kita, kerumah sakit Nyona"ucap sopir pribadi Jordan, Vamela langsung bergegas berlari ke atas dia mengambil tas dan kunci mobil nya, lututnya bergetar hebat melihat Jordan yang sudah terkapar tak sadarkan diri.
Vamela berteriak histeris, sopir dan si mbok Ijah, langsung membawa Jordan kedalam mobil Vamela langsung duduk di belakang dan memangku kepala Jordan.
"Kak, aku mohon jangan seperti ini, bangun kak bangun ucap Vamela, sambil sesekali membenamkan wajahnya di pipi Jordan.
mobil melaju kencang menuju rumah sakit.
tidak lama perawat pun datang membawa berankar, dan Jordan dipindahkan ke atas berankar dan langsung dilarikan ke IGD.
Vamela tidak jauh dari Jordan hingga dokter sedang menangani nya.
🌹💖💖💖🌹
hingga dua jam berlalu, Vamela langsung menghubungi putra pertama nya, yang kini tengah makan siang bersama dengan kedua adiknya, ditemani asisten rumah nya.
📱"Halo sayang kamu sudah makan, maafkan mommy, buat kamu khawatir, tolong jaga adikmu Daddy kecelakaan, jadi mommy harus menemani Daddy dirumah sakit"ucap Vamela.
"Heumm..ya mom, mommy tenang saja mereka semua baik-baik saja"ucap Vio.
"Maaf kan mommy, sayang nanti mommy jelaskan sekarang kalian baik-baik di rumah mommy sayang kalian"ucap Vamela.
"Kami juga sayang mommy, lakukan apapun yang bisa membuat mommy bahagia, aku mendukung keputusan mommy"ucap Vio.
Jordan sudah selesai ditangani oleh dokter.
"Nona sebentar lagi tuan Jordan akan di pindah ke ruang VVIP"ucap seorang perawat.
"Baiklah sus"ucap Vamela.
Vamela pun meminta sopir untuk pulang dan membawakan keperluan dirinya dan Jordan sambil memastikan ketiga putra nya baik-baik saja.
setelah sopir pergi Vamela mengikuti dokter dan perawat yang kini membawa Jordan menuju ruang VVIP,di lantai teratas gedung rumah sakit tersebut.
sesampainya di ruangan itu,suster pun membenahi ranjang dan langsung memindahkan Jordan, yang masih belum sadarkan diri pasca operasi yang tadi dilakukan pada tangan nya yang terluka beraturan.
__ADS_1
Vamela pun duduk di sofa yang tidak jauh dari ranjang yang kini ditempati oleh Jordan, Vamela langsung berurai air mata, saat melihat pria yang kini terbaring tak sadarkan diri karena pengaruh obat bius.
"sampai seperti ini, kak kamu marah saat aku menyatakan perasaan ku tadi, bagaimana jika aku benar-benar melakukan hal yang dilakukan oleh istri mu, selama ini, tapi kamu masih bisa memaafkan nya, bahkan bersikap lembut pada nya, tapi aku baru saja berkata begitu kamu sudah marah besar, apa? ini adalah bukti bahwa kamu sangat mencintai ku, atau kamu tersinggung karena aku membahas dirinya"ucap Vamela lirih.
tisu yang tadi kering sekarang sudah basah dengan air mata, dan ingus yang keluar dari hidung Vamela.
wanita itu begitu sakit, dan dilema menghadapi kenyataan ini,di satu sisi dia tidak ingin Jordan pergi, setelah ketiga anak nya dekat dengan nya beberapa hari ini, bahkan tadi pagi saat kedua anak nya, sedang berenang pun, dia menginginkan Jordan berada di sisi mereka menemani mereka, lalu apa jadinya jika disaat mereka bergantung pada Jordan pria itu tidak ada lagi bersama dengan mereka, karena harus berada di sisi istrinya.
Vamela hendak beranjak pergi tapi tiba-tiba Jordan memanggil nya, dan mencoba meraih tangan nya dengan tangan yang terluka itu.
"Jangan pergi yang, tetap lah bersama dengan ku, jangan menyerah meskipun cobaan ini selalu datang aku mencintaimu, dan dia adalah sebuah pengecualian untuk ku"ucap Jordan lirih.
"Tidak bisa kak, aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku tidak sekuat itu, aku mohon jangan perpanjang lagi masalah ini, segeralah sembuh agar kamu bisa kembali ke sana"ucap Vamela.
"Aku lebih baik mati daripada harus kehilangan kalian lagi, kamu tau aku selalu berharap, suatu saat nanti, hanya ada kita dan anak-anak kita, tapi hidup tidak semulus yang dibayangkan, aku harus bertahan dengan Chaterine, bukan karena rasa cinta, tapi aku sudah terlanjur berjanji pada nya, bahwa apapun yang terjadi, aku tidak akan pernah meninggalkan nya, meskipun berpuluh-puluh kali dia menghianati ku"ucap Jordan.
"Karena semua itu terjadi disebabkan oleh ku, yang tidak pernah mau mengerti dengan perasaan nya"ujarnya lagi.
"Kalau begitu lepas kan, aku saja diantara kita tidak ada perjanjian samasekali"ucap Vamela.
"Aku tidak akan pernah melakukan hal itu, karena kalian adalah harta milik ku yang paling berharga"ucap Jordan.
"Bawa saja mereka berdua bersama dengan mu, jika kamu takut berpisah dengan mereka, aku ikhlas aku yakin"
"Aku tidak hanya akan membawa mereka aku akan membawa mu, sekaligus Vio, kita akan hidup bersama disana, ucap Jordan.
tapi Vamela menggeleng wanita itu tetap tegar dengan pendirian nya.
"Baiklah jika kamu ingin melihat aku mati, sekarang juga dan agar kamu bisa tenang tanpa aku"ucap Jordan yang hendak menarik infus di tangan nya, tapi Vamela langsung menghentikan nya.
"Ok kak ,ok kita akan tetap bersama tapi hidup kita tetap seperti ini saja, kamu tidak usah datang jika sibuk dan bisa menemui mereka kapan saja, aku tidak masalah, ya tidak ada masalah aku pun sudah terbiasa seperti seperti ini"ucap Vamela.
"Mel, aku sangat mencintaimu"ucap Jordan penuh penekanan.
"Ya.... sekarang istirahat lah, aku akan mengisi perut ku dulu, karena untuk menderita itu butuh tenaga"sindir Vamela.
"Mel, apa?? maksud mu, bicara begitu"ucap Jordan yang kini menatap lekat wajah cantik Vamela.
"Aku tidak berkata apa-apa, lupakan lah kamu salah dengar kak"ucap Vamela yang hendak pergi.
"Tidak kamu belum jawab apa maksud mu"ucap Jordan.
"Aku hanya asal bicara saja, sudah jangan dianggap serius"ucap Vamela yang langsung pergi setelah menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya.
Vamela, tengah berada di sebuah cafe, yang tidak jauh dari area rumah sakit, wanita itu tengah duduk termenung,bulir air mata nya jatuh begitu saja, sementara sedari tadi makanan nya hanya sesekali ia makan, Vamela begitu merasakan sakit yang teramat.
jujur dia tidak munafik menginginkan suami yang benar-benar setia, dan tidak pernah mendua, tapi kenyataan tidak sesuai ekspektasi, ini takdir hidup yang harus dia jalani, wanita itu bahkan harus menerima apa yang terjadi dalam hidupnya.
bohong jika berpisah itu, sangat mudah, contoh nya Vamela, tidak pernah terkabul gugatan cerai nya yang sudah lima tahun lamanya ia layangkan ke pengadilan, karena Jordan tidak pernah mau menandatangani surat gugatan cerai tersebut.
Jordan malah melakukan hal yang tidak pernah Vamela bayangkan, saat itu, pada seorang petugas yang mengantar surat itu berulang kali.
hingga tepukan lembut Vamela rasakan dari seseorang yang kini tengah tersenyum padanya.
"Sabar semua hanya ujian"ucap seseorang yang benar-benar Vamela rindu selama ini.
"Ya, dia adalah orang tua angkat Vamela,entah sedang apa? mereka disana.
"Mommy,Daddy"ucap Vamela.
"Ya...kami kesini untuk menjual rumah peninggalan orang tua mu, karena untuk biyaya membesarkan kamu mommy butuh untuk masadepan kami"ucap nya.
__ADS_1
Apa selama ini, harta yang kalian ambil, yang harusnya menjadi milikku"ucap Vamela, yang langsung pergi.
Vamela tidak habis pikir.