
Jordan tiba di Paris... pria itu lantas pulang ke apartemen nya, yang dulu ditempati oleh Vamela nya, dia benar-benar merindukan wanita itu bahkan jika bisa ditukar dengan uang yang dia miliki, Jordan akan melakukan itu demi Vamela, tapi sayang semua itu tidak bisa iya lakukan.
dan bahkan informasi tentang wanita yang bernama Audrey, itupun tidak bisa dilacak begitu saja, seperti ada yang melindungi nya.
Jordan pun, mulai menyerah mungkin Vamela nya benar-benar sudah tiada.
pria itu hanya bisa menangis dalam diam sambil memeluk baju milik wanita itu dengan bau parfum kesukaan Vamela.
"Mel... kamu dimana Sayang aku sangat mencintaimu dan anak kita andaikan saja kamu masih ada dan kehilangan ingatan mu, tolong muncul di hadapan ku, setidaknya berikan aku tanda itu"ucap Jordan.
pria itu masih menangis hingga tertidur pulas di atas ranjang Vamela.
sementara itu Jane, pagi di Bali, kedua sejoli itu masih meringkuk di atas ranjang empuk tersebut, setelah menghabiskan malam panjang yang penuh gairah, bahkan Jane lupa bahwa dirinya telah mengalami hal terburuk dalam hidupnya, karena Sky, benar-benar bisa membuat dirinya lupa akan semua itu.
Jane pun menggeliat di dalam dekapan Sky... yang kini tengah menatap nya.
wajah cantik itu terlihat sangat menggemaskan meskipun ada beberapa berkas luka goresan di wajah Jane bekas kecelakaan.
Jane pun membuka mata setelah kecupan hangat Sky berikan.
"Abang...."ucap Jane parau suara khas bangun tidur tapi terdengar seksi di mata Sky, setelah suara d***ha* semalam yang keluar dari bibir wanita itu meskipun diawal sempat menangis karena sesuatu yang baru dimulai.
"Sayang bobo lagi aja.. jika kamu masih lelah,aku akan turun ke bawah untuk mengambil sarapan pagi kita"ucap Sky yang kembali mencium bibir Jane.
"Aku mau mandi saja"jawab Jane.
"Baiklah sayang ku, kamu disini dulu,aku akan siapkan air hangat dulu"ucap Sky.
Jane hanya mengangguk pasrah, dirinya juga belum bisa bergerak bebas karena kakinya yang masih belum normal untuk bergerak bebas dan rasa sakit di daerah sensitif nya setelah melewati malam pertama nya.
setelah beberapa menit akhirnya Sky, keluar dari kamar mandi tersebut dia langsung menghampiri Jane yang kini sudah duduk di tepi ranjang dengan balutan selimut tebal berwarna putih itu.
Sky langsung menggendong nya.
sesampainya di kamar mandi pria itu membantu Jane untuk masuk ke dalam bathtub dan membantunya keramas sambil berendam.
"Sayang apa aku boleh gabung"ucap Sky.
"Masuk lah bang masih muat kok"ucap Jane mereka pun saling membantu menggosok badan.
...setelah selesai mandi dan berpakaian mereka terlihat sangat berseri dan fresh.......
lantas mereka turun ke lantai bawah tepat di samping kolam renang, meja makan sudah tersaji makanan yang sudah Sky, pesan sejak saat dia tiba di sana.
Sky, sudah membuat semuanya sesempurna mungkin untuk membuat istrinya bahagia.
semua sudah dia jadwal kan.
"Mas... boleh?... aku panggil begitu, seperti wanita yang sudah menikah lainnya"ujar Jane.
"Tentu saja Sayang apapun itu..."ucap Sky
mereka berdua pun menyelesaikan sarapan pagi dengan berbagai menu sarapan pagi yang ringan, salad segelas susu atau sandwich isi tuna, semua mereka cicipi meskipun hanya sediki-sedikit hingga dirasa cukup mereka pun menyudahi sarapan pagi nya itu.
"Mas...aku ingin minta maaf jika aku tidak bisa sempurna dalam melayani mu,aku hanya wanita Caca"ucapan Jane terhenti karena Sky, membungkam bibir Jane dengan ciuman lembut.
"Yang aku tidak ingin semua itu, cukup kamu tetap berada di sisiku dan nikmati kebersamaan kita, nikmati hidup ini tidak perlu repot-repot mikirin yang lain nya, biarkan semua mengalir seperti air"ucap Sky.
"Terimakasih mas"ucap Jane yang langsung menyusup kan wajah nya ke dada bidang suaminya itu.
"Yang jalan-jalan yu"ajak Sky.
"Kemana mas, aku malu, nanti orang-orang melihat ku aneh"ucap Jane minder.
"Tidak usah pedulikan mereka, lihat saja aku suami mu yang tampan ini yang sangat mencintai mu"goda Sky.
"Mas.... justru itu kamu akan malu nanti jalan dengan ku"ucap Jane.
"Tidak mas... tidak malu justru mas bangga punya wanita secantik dirimu dan mas akan tunjukkan pada dunia, bahwa istri mas jauh lebih berharga dari pada mereka"ucap Sky yang langsung membawa Jane, dalam gendongan nya ala babby koala itu.
__ADS_1
"Mas...aku bisa jalan "ucap Jane.
"Siapa yang bilang tidak bisa,mas hanya ingin terus menempel dengan mu"ucap Sky, sambil mengecup bibir Jane.
tibalah mereka di tepi pantai yang cukup tenang hanya terdengar suara ombak yang tenang, karena arus nya kecil, juga semilir angin pantai yang membuat mereka hanyut dalam ciuman mesra.
"Yang bagaimana... apa?... kamu bahagia"ucap Sky, sambil mendekap erat tubuh ramping istrinya yang kini tengah berdiri.
mereka seperti adegan di film Titanic.
Sky, terus mengecup tengkuk Jane yang kini menggeliat nikmat, beruntung tidak ada pengunjung lain di sana karena ini adalah bukan tempat wisata umum.
mereka begitu terlihat sangat bahagia, berbeda dengan Jerry yang kini sibuk dengan pekerjaan nya yang cukup menyita waktu, sementara Juli dan Edgar, sudah kembali ke Amerika, karena mereka menetap di sana.
sementara Vamela yang kini tengah menuju Paris, bersama dengan Vincent, untuk melakukan pertemuan bisnis, dia merasa sedikit ketakutan akan bertemu dengan pria yang sudah menitipkan benih di rahim nya, karena baginya mencintai Jordan, harus siap kehilangan nyawa nya.
Vamela bahkan tidak pernah bisa melupakan semua kejadian itu, meskipun Vincent sudah berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan trauma batin yang Vamela alami.
satu hari setelah kedatangan nya, pria itu beserta Vamela, langsung disambut oleh media online,para pemburu berita itu tau seorang Vincent yang sangat terkenal di berbagai negara meskipun dia bukan selebriti.
"Audrey... istirahat lah di kamar mu,biar aku yang menghadapi mereka"ucap Vincent yang langsung memberikan kode pada anak buah nya untuk mengantar wanita cantik yang selalu ada untuk nya, meskipun dia bukan istri nya.
sementara itu Jordan yang tengah mengadakan meeting di tempat yang sama, dia langsung berlari menghampiri Vamela yang kini dijaga ketat oleh orang-orang tinggi besar memakai stelan jas hitam.
"Mel... honey tunggu.... Vamela sayang aku mohon tunggu,aku merindukan mu cinta"Teriak Jordan sekuat tenaga.
Vamela, sempat mematung dan menghentikan langkahnya tapi kemudian dia menguatkan hati untuk tidak melirik ke arah pria yang sangat ia rindukan tersebut, hingga dia masuk ke dalam lift, Jordan tidak bisa meraih Vamela.
pria itu sampai menitikkan air mata dan bersandar di samping pintu lift.
"Mal sayang aku yakin itu kamu... tolong kembali lah"ucap Jordan sambil menitikkan air mata.
sementara Vamela pun melakukan hal yang sama, dia langsung menutup pintu kamar hotel nya yang kini di jaga ketat oleh pengawal Vincent, dari paparazi.
🌹💖💖💖🌹
Jordan pun berjalan gontai menuju lift, setibanya di apartemen, karena sudah tidak bisa lagi berbuat apa-apa, saat ini pria itu langsung mengambil sebotol wine yang selama ini menjadi obat penenang pikiran nya yang sangat kacau .
Sekuat apapun Jordan saat ini, pria itu sangat rapuh jika berhubungan dengan cinta pertama nya yang benar-benar hadir dalam hidupnya.
Bahkan janda beranak satu itu,mampu meluluhkan lantahkan hati Jordan.
Vamela, mampu membuat dia tersenyum saat pertama kali mereka bertemu,di Amerika, saat itu, keluarga Vamela tengah berkunjung ke rumah Edgar, untuk membicarakan masalah bisnis.
Vamela, yang saat itu tidak sengaja ikut, dia menjadi pusat perhatian Jordan, saat wanita itu tengah menerima telepon dari seseorang, dia terlihat menendang-nendang angin hingga dia terjatuh karena tersandung kakinya sendiri, beruntung di sana adalah rumput yang hijau dan empuk, jadi tidak membuat nya lecet sedikit pun.
Jordan yang kala itu baru bangun tidur siang memperhatikan nya, dari balkon kamar nya.
sementara Vamela tidak pernah menyadari hal itu.
Vamela pun bangkit tapi kemudian dia kembali tersungkur karena tali sepatu yang dia kenakan terinjak oleh yang satunya hingga ponsel milik nya terjatuh, dia ditolong oleh seorang pelayan wanita saat itu.
dia bangkit dan menepuk-nepuk lengan nya, sambil mendongak ke atas, dan pada saat itu lah pandangan mereka bertemu Jordan tersenyum pada Vamela, mungkin saat itu masih SMA.
sementara Vamela, langsung membuang pandangannya kearah lain karena malu Jordan tertawa terbahak-bahak teringat tingkah lucu wanita itu.
dari situlah mereka tidak pernah bertemu lagi, dan pertemuan itu terulang saat Vamela, mengalami masalah dalam rumah tangga nya.
Jordan pun kala itu sudah bertunangan dengan kekasih nya, yang dia cintai , entah karena dia terpaksa atau memang karena benar-benar menyukai nya.
Vamela saat itu bahkan tidak mengingat pertemuan mereka dulu, Jordan hanya bisa tersenyum saat melihat adegan tangis yang membuat Vamela harus tersedak ludah nya sendiri.
Jordan melihat keunikan dalam diri Vamela, si gadis ceroboh itu.
Jordan kini hanya bisa meratapi semua itu.
"Mel...aku sangat mencintaimu"ucap Jordan dan bayangan percintaan mereka kembali terlintas ekspresi Vamela yang saat itu terbawa suasana dia bahkan mengatakan cinta kepada Jordan ditengah-tengah percintaan mereka.
"Sayang kembali lah"ucap Jordan.
__ADS_1
sementara itu di Indonesia, Rara tengah sibuk mengurus kedua putra-putri nya yang kini sudah berusia sembilan bulan, mereka begitu lucu dan menggemaskan setiap hari ada aja tingkah lucu mereka berdua.
Vamela tidak sendirian mengurus mereka ada empat baby sitter yang akan bergantian menjaga mereka siang dan malam, Vamela hanya mengawasi dan mengajak mereka bermain sesekali ia akan memandikan mereka jika sempat karena kesibukan Vierra, sebagai wanita karir dia tidak pernah bisa berhenti.
"Sayang mommy Vivian... Vero lihat mommy punya apa"ucap Vamela yang baru kembali dari butik.
keduanya pun hendak melepaskan diri dari gendongan para babby sister tapi Vierra, langsung mendekat dan mencium mereka satu persatu.
tidak lama kemudian Jerry menyusul dari belakang.
"Sayang kalian sedang apa?... Daddy pulang"ucap Jerry.
"Kak... sudah pulang"ucap Rara yang langsung memeluk dan mengecup bibir Jerry, begitu pula sebaliknya.
mereka pun langsung menggendong kedua bayi kembar tersebut, Vivian di tangan Jerry, sementara Vero di gendong Viera.
"Ikut mommy dan Daddy ya"ujar keduanya kompak dan langsung bergegas pergi menuju kamar utama.
"Sayang kamu baru pulang ya?..."tanya Jerry.
"Heummm...ya tadi ada meeting bersama klien"ucap Vierra yang juga sudah memiliki kantor sendiri.
usaha yang ia bangun sedari nol kini sudah membuahkan hasil, dengan bekerja sama bersama Jerry, sang suami tapi mereka akan menyempatkan waktu untuk kedua anak mereka, entah mereka ikut ke kantor mommy dan Daddy nya, atau seperti saat ini, mereka pun mengusahakan untuk sebisa mungkin mengurus keduanya.
Jerry membaringkan putra dan putri nya di atas ranjang yang berukuran king size itu.
dia menjaga nya sampai Vierra, selesai membersihkan diri.
setelah itu, giliran Jerry, setelah semua nya selesai mereka akan bermain bersama, tidak peduli seberapa lelah nya mereka,rasa itu akan hilang dengan sendirinya setelah berkumpul bersama keluarga kecilnya itu.
"Vivian sayang lihat ini Daddy punya apa untuk mu"ucap Jerry yang mengambil dua paper bag yang tadi dia bawa.
Jerry memberikan salah satu nya pada Vierra.
"Sayang ini untuk mu, dan ini untuk mereka berdua"ucap Jerry sambil tersenyum.
"Terimakasih Daddy"ujar Vierra sambil mencium bibir Jerry yang langsung membalas ciuman tersebut.
sementara Vivian yang melihat adegan itu, dia langsung memukuli Jerry, karena dia pikir mommy nya sedang disakiti, bayi sembilan bulan itu seakan mengerti dia menangis menjerit, dan Jerry langsung menghentikan ciuman tersebut membawa Vivian kedalam dekapannya sementara sibungsu Vero,asik dengan mobilnya.
bocah itu tidak terganggu sama sekali, malah sikapnya cenderung lebih dingin.
"Cup...cup... sayang Daddy minta maaf Ok.... Daddy tidak sengaja"ucap Jerry dan Rara hanya tertawa terbahak-bahak melihat bibir Vivian yang dibuat monyong seakan benar-benar marah.
"Kak... lihat deh ekspresi nya... hahahaha dia begitu menggemaskan"ujar Vierra.
"Heummm... yang senang melihat putri nya tersiksa"ucap Jerry.
"Habis, siapa suruh macam-macam depan anak"ucap Vierra.
"Tadi kamu yang duluan sayang"ucap Jerry.
"Kakak yang duluan, kasih aku ini"ucap Vierra.
""Ya... baiklah-baiklah Daddy yang salah"ucap Jerry.
Vivian pun terdiam saat melihat kedua orang tua nya kembali berbicara.
Vierra pun langsung membuka isi dari paper bag tersebut, dan seketika itu juga Vamela berteriak.
"Kakak...!! apa-apaan ini"ucap Vierra marah saat melihat lingerie yang begitu seksi yang tadi Jerry berikan.
"Apa?.... sayang tidak ada yang salah kan...aku sengaja memesan itu dari Paris untuk istri tercinta ku,itu limited edition loh"ucap Jerry tanpa rasa bersalah.
"Kakak... apa-apaan sih beli barang beginian di Paris di butik aku aja ada banyak, dan lebih bagus dari ini juga ada"ucap Vierra kesal.
"Suruh siapa tidak pernah pakai sendiri jadi aku beli itu, daripada kesulitan buka-bukaan"ucap Jerry.
"Buka apa?...ayo jawab "ucap Vierra dengan sengaja menggoda Jerry.
__ADS_1
"Heummm... mommy kalian ingin tambah adik rupanya"ujar Jerry.