Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Menerima#


__ADS_3

Jane keluar dari kamar mandi, dia memperbaiki penampilan nya itu dia mengoles bedak tipis untuk menutupi wajah sembab nya.


"Jane ditungguin dari tadi juga ini keburu dingin"ucap vamela.


"Ra...ayo naik makan dulu "ucap Jane berusaha bersikap baik-baik saja.


"Ok gue naik "ucap Rara yang langsung bergerak agar kasur itu menepi.


"Jane ini rumah indah juga ya kalo di pandang dari depan dan belakang, halaman nya juga cukup nyaman"ucap Rara.


"Aku sengaja merenovasi semuanya harga rumah ini dua miliar tapi tidak memiliki semua yang ada di sini aku beli baru dan merubah hampir semua barang dan letak nya,ini rumah bekas pengusaha asal luar kota dia menjual nya pada ku, karena dia adalah seorang desainer juga maka dari itu sudah ada mini butik di sini"ucap Jane.


"Owh..."ucap keduanya.


kalian mau pindah juga kita bisa tetanggaan di samping situ ada tiga rumah yang akan di jual"ucap Jane.


"Aku belum ada duit"ucap Rara lagi


"Kenapa??.. tidak Lo jual rumah lama Lo itu dan pindah ke sini agar hidup Lo tidak terus diawasi oleh mereka "ucap vamela.


"Itu rumah peninggalan Bunda, gue gak mau kehilangan itu, paling gue ngambil tabungan yang bunda beri yang masih di bekukan "ucap Rara.


"Itu ide bagus gue juga mau minta mommy gue beli rumah itu buat gue tinggal kita barengan saja" ucap vamela.


"Itu ide bagus, kawan-kawan mulai besok aku akan pindah kuliah di universitas depan komplek ini,di sana juga katanya universitas terbaik aku akan memulai semuanya dari nol" ucap Jane.


"Kenapa??... Jane seperti nya masalah yang terjadi pada mu itu terlalu besar, apa??...benar begitu"ucap Rara.


"Tidak ada masalah Ra, gue hanya ingin hidup mandiri "ucap Jane menyembunyikan semuanya rasa sakit nya itu dia mencoba menerima takdir hidup nya.


"Syukur lah jika tidak ada apa-apa, dan keputusan apapun yang kamu ambil aku harap semua nya demi kebaikan mu"ucap vamela.


"Ah sudahlah jangan bahas itu lagi, mulai saat ini kita tetap akan bersama meskipun tidak satu kampus dan tidak tidak berada di lingkungan yang sama"ucap Jane.


"Tapi gue akan pertimbangkan usulan untuk pindah rumah dan kampus "ucap Rara.


"Gue terserah mommy saja"ucap vamela.


"Habis kan makan kalian setelah itu bantu gue merancang gaun pengantin pesanan dari customer gue yang lama"ucap Jane.


"Oke bagi hasil kan"ucap vamela.


"Tenang gue kasih Gope hahaha"ucap Jane tertawa.


"Ya gak papa sih kalo Gope nya kali Gope"ucap Rara sambil membalas tawa.


"Gue pasti bagi rata keuntungan nya tenang saja tapi dikit"ucap Jane sambil nyengir kuda.


"Ah itu sih sama aja"ucap keduanya sambil tertawa.


Jane Mera senang saat mereka berkumpul setidaknya dia bisa tertawa lepas melupakan kesedihannya sejenak.


hingga malam tiba Jane,kini tengah duduk sendiri di balkon kamar nya, gadis cantik itu tengah menatap bintang malam ini terasa begitu sunyi, Jane hanya tersenyum kecut, rasanya takdir tengah mempermainkan nya.


Jane, bahkan sudah mengganti nomor ponsel nya saat ini tidak ada lagi hubungan antara dirinya dan keluarganya, Jane bahkan sudah tidak ingin tau bagaimana kabar mereka saat ini.


hingga rasa kantuk pun menyerang dia berjalan gontai ke arah ranjang setelah menutup pintu balkon dan menutup tirai dan jendela nya.


dia berbaring mencari posisi yang nyaman tapi tidak juga bisa terlelap Jane pun bangkit dari pembaringan nya, dan duduk di tepi ranjang dia mengambil obat tidur di laci setelah itu langsung meminum obat tidur tersebut Jane kembali berbaring dan menyelimuti tubuh nya, tidak sampai lama akhirnya dia pun tertidur.


pagi hari nya dia bangun tepat pukul enam pagi, Jane langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pergi mengurus kepindahan nya itu.


dengan bantuan seorang dosen yang ternyata juga bertetangga dengan nya semua proses perpindahan nya langsung selesai.


Jane pun kembali ke rumah nya setelah memastikan bahwa besok dia sudah mulai bisa kembali kuliah.

__ADS_1


sementara di Paris, Edgar dan Juli, kini tengah merasa sedih dan gundah pasca hilangnya Jane setelah mengetahui putri nya menghilang dari pengawasan saat ini, setelah satu Minggu tidak ditemukan juga.


Jerry sendiri merasa sangat bersalah saat ini, dia tidak menghiraukan ucapan Jane saat itu dia tidak sengaja mendengar Jane bicara lirih pada diri nya saat dia sedang tidur.


"Maaf Jane sayang kakak yang sudah membuat mu terluka, dimana sebenarnya kamu, kembali lah"ucap Jerry lirih.


"Sayang kamu sedang apa?..."ucap Dena yang kini memeluk erat suaminya itu.


ada sesuatu yang tidak Edgar ketahui Jerry menikah dengan Dena, yang ternyata adalah anak Angela dari hasil perselingkuhan nya dengan dokter itu dulu dan Edgar dikelabui oleh dokter yang mengatakan bahwa rahim Angela diangkat itu adalah bohong hal itu sangat mendukung karena saat Edgar tegah berada di luar negeri.


"Tidur lah lebih dahulu aku ada pekerjaan"ucap Jerry yang langsung melepaskan pelukan Dena.


Andaikan Dena, bukan anak Angela, mungkin saat ini Jerry akan sangat bahagia tapi kenyataan itu telah Jerry ketahui sesaat sebelum akad nikah.


Jerry duduk di kursi di ruang kerjanya yang tidak pernah dimasuki oleh siapapun kecuali Edo asisten nya bahkan Jane sendiri tidak pernah masuk ke dalam sana hingga dia tidak tahu bahwa di sana terpajang jelas ada foto Jane dengan berbagai ekspresi.


Jerry sengaja menyimpan semuanya itu di sana.


Jerry menatap foto Jane yang tengah tersenyum manis foto itu ia ambil saat berada di Indonesia.


"Jane , sayang kamu dimana, jangan pernah lakukan ini sayang kakak tidak sanggup kehilangan mu, maafkan kakak, semua ini kakak lakukan untuk kebaikan semua nya itu lah kenapa?? ... kakak tidak ingin memakai gaun rancangan mu pada wanita yang selama ini mengelabuhi kita"ucap Jerry, lirih.


sampai satu tahun berlalu, mereka tidak pernah menemukan gadis yang kini genap berusia sembilan belas tahun, gadis itu merayakan ulang tahun nya bersama kedua sahabat nya, Jane semakin sukses, dengan bisnis nya saat ini dia memiliki butik yang di beri nama Ester J butik.


dia sudah memiliki butik terkenal tempat singgah para pengusaha sukses dan selebritis, meski Jane tidak datang setiap saat hanya asisten nya yang selalu mewakili nya dia bekerja di belakang layar.


Jane sibuk mendesain baju khas anak muda seusia nya, saat ini dia begitu antusias untuk menembus pasar internasional meskipun dia harus berjuang untuk itu.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu Rara, yang kini tinggal dekat rumah Jane, dan memutuskan untuk pindah kuliah bersama dengan sahabat nya itu, dia sama-sama bekerja sama untuk meneruskan usaha butik mereka hingga saat ini mereka tidak hanya menjual barang hasil rancangan sendiri melainkan tukeran begitu terus selama ini, tanpa ada persaingan mereka selalu saling support.


Jane kini tengah dekat dengan seorang dosen di kampus nya, meskipun dia bukan dosen yang mengajar di kelas Jane tapi pria tampan itu berhasil membuat Jane mau menerima nya yang apa adanya pria itu bukan lah pengusaha dia hanya anak haram dari seorang pengusaha ibunya seorang ibu rumah tangga biasa yang suka mengoleksi Tupperware, seperti ibu lainnya.


dia bahkan mampu mewujudkan impian anaknya untuk kuliah di Inggris, dan mengambil jurusan hukum.


"Jane Aku pulang telat kamu tidak usah menunggu ku aku naik taksi nanti mobil kamu bawa saja"ucap sky yang kini masih berada di ruangan nya.


Jane pun langsung bergegas pulang setelah menunggu di parkiran.


Jane kini telah tiba di rumah, lalu ia menelpon Rara, yang kini tengah bersama dengan mantan kekasih nya, untuk membicarakan tentang istrinya yang sering cemburu buta pada nya Lion, hanya ingin meminta maaf pada Rara, atas perbuatan istrinya yang sudah sangat keterlaluan satu Minggu yang lalu


📱"Ya Janet ada apa??..."ucap Rara yang suka seenaknya.


📱"Gue tunggu di rumah"ucap Jane.


📱"Bentar ni anak main tunggu-tunggu aja apa tidak mikir gue sedang apa??..."ucap Rara yang langsung menutup telepon.


"Kak... maaf aku harus pergi tentang yang tadi tidak usah di bahas lagi aku pulang dulu"ucap Rara pada Lion.


"Tapi Ra... aku masih mau bicara"ucap Lion yang langsung menggenggam tangan Rara tapi Rara melepaskan nya pelan-pelan karena takut Lion sakit hati, walaupun memang ia Lion, merasakan sakit hati, betapa tidak wanita yang ingin ia jadikan istri kini malah menjadi sepupunya.


"Mas... kamu sudah bisa melewati semua nya selama ini dan semoga segera mendapatkan anak seperti yang diinginkan oleh kedua orang tua mu,agar bisa memperkuat hubungan di antara kalian berdua"ucap Rara, tapi Lion malah menggeleng aku hanya ingin kamu yang menjadi ibu dari anak ku bukan yang lain"ucap Lion.


"Mas... kita sudah selesai, please lupakan aku, dan aku pun sudah berusaha melupakan mu"ucap Rara.


"Tidak sayang... aku tidak bisa"ucap Lion yang langsung membuat Rara mematung di tempat.


kata sayang itu sering mereka katakan saat mereka masih bersama.


"Aku pergi kak"ucap Rara sambil langsung berlari menuju mobilnya tapi Lion mengejar nya, Lion langsung mengambil kunci dari tangan Rara.


"Yang aku akan mengantar mu pulang biar aku yang bawa mobil nya"ucap Lion.


Rara hanya bisa pasrah, Lion tidak akan bisa di bantah jika sudah begini.

__ADS_1


sepanjang perjalanan, Rara hanya diam namun Lion malah menggenggam tangan Rara dan sesekali mengecup nya sambil tetap fokus ke jalanan .


"Kak...Stop !... aku mohon jangan pernah memperlakukan ku seperti seorang plakor, aku tau untuk melupakan seseorang yang kita sayang itu sungguh berat dan sangat menyakitkan tapi , jangan sampai Kakak kehilangan kendali atas diri kakak, dan satu lagi aku bukan wanita penggoda,jari please jangan perlakukan aku seperti itu"ucap Rara, sambil melepaskan tangan nya dari Lion tapi Lion tidak sedikit pun bergeming dia malah semakin mengeratkan genggaman tangan nya.


Rara tidak lagi berbicara sedikit pun dia menatap ke arah jendela


" Didepan ada pertigaan belok depan ada pertigaan belok kiri"ucap Rara.


"Kamu pindah rumah yang"ucap Lion.


Rara, tidak menjawab dia hanya mengangguk.


"Yang kenapa??... dengan rumah lama mu"ucap Lion lagi.


"Tidak apa-apa hanya saja aku tidak nyaman kalau terus di pantau oleh keluarga, yang mengaku keluarga tapi lebih mirip lintah darat"ucap Rara.


"Kak... aku berhenti di sini saja ya tempat kost ku, tidak menerima tamu pria"ucap Rara, yang pura-pura kos padahal dia membeli rumah seharga tiga miliar.


"Aku yang akan ijin sama pemilik kos kamu tidak perlu khawatir"ucap Lion.


tapi tiba-tiba, Rara kembali mendapatkan telpon.


"Ra Lo dimana sih gue udah nunggu dari tadi pelanggan kita sudah menunggu"ucap Jane yang membuat Lion salah paham.


"Yang kamu itu apa-apa an kenapa??... kamu lakukan itu bisa-bisa nya jual diri"ucap Lion.


"Owh ya ampun kakak, apa aku serendah itu di matamu "ucap Rara.


"Terus apa yang tadi teman mu katakan"ucap Lion.


"Ah sudahlah aku tidak ingin bicara lagi dengan kamu, terserah kamu mau anggap aku kaya gimana, aku tidak peduli, sekarang berhenti aku bisa bawa mobil ku sendiri"ucap Rara yang kini menahan sesak di dadanya tangis nya hampir pecah karena tuduhan Lion, tapi pria itu tidak juga bergeming.


Lion terus melaju kan kendaraan nya hingga sampai di depan rumah Jane, dia sengaja tidak ingin Lion,tau dimana rumah nya agar pria itu dan istrinya tidak lagi mengusik hidupnya.


"Ra...Lo lambat banget sih"ucap Jane yang langsung menyambut Rara.


"Ada apa??.. memang nya"ucap Rara sambil langsung turun dari mobil.


"Itu gue lupa baju yang Lo rancang waktu itu,ada yang mau beli tapi gue lupa untuk jelasin detail nya dan harga nya"ucap Jane.


"kirain apaan?... Jane Lo kenapa tidak kirim gambar seperti saat produk milik Lo di butik gue waktu itu"ucap Rara, sementara pria itu masih mematung dia tidak tau Jane yang memiliki wajah indo itu siapa.


"Ra...ini gebetan baru Lo"ucap Jane.


"Bu bukan di dia sepupu gue ya sepupu"ucap Jane sambil nyengir kuda.


"Tapi ko, mirip pria yang di tunjukkin saat Lo koma sama vamela"ucap Jane .


"Hayo Lo berdua lagi ngomongin gue ya"ucap vamela yang tiba-tiba muncul, dari arah gerbang.


"Eh...kak lion ko bisa ada di sini , Ra,Lo gak ajak kak Lion masuk ke rumah Lo, padahal tinggal buka gerbang samping"ucap vamela yang gak bisa di kasih kode, dan akhirnya Rara, tertunduk bingung.


"Maksud nya itu rumah kamu yang"ucap Lion.


"T tidak itu rumah Jane, aku ngontrak"ucap Rara gugup.


"Jangan bohongi aku yang"ucap Lion.


Rara hanya menunduk.


vamela merasa bersalah, dia seharusnya ingat hubungan mereka sudah lama berakhir vamela langsung memeluk Rara minta maaf.


"Aku tidak bermaksud membohongi mu kak, tapi kenyataannya kita sudah bukan siapa-siapa lagi, jadi tidak perlu kamu tau segalanya tentang ku"ucap Rara yang langsung berlari menuju rumah nya sambil menangis, Lion menyusul nya.


"Kamu sudah tau aku pindah rumah bukan tidak mungkin istri mu juga tau dan setelah itu aku tidak tau harus tinggal di mana lagi"ucap Rara, sambil masuk ke dalam rumah dan langsung menutup pintu dengan kasar, sementara Lion masih menatap pintu yang kini tertutup lagi-lagi Lion hanya bisa membuat Rara nya menangis.

__ADS_1


__ADS_2