Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Sajira#


__ADS_3

Hari-hari dilalui tanpa adanya hambatan yang berarti, kini Vio dan Viona,Jay juga Hay tengah menikmati musim salju di taman kota hujan salju untuk ke sekian tahun di sebuah taman yang kini tengah merayakan tahun baru.


Vio yang tertua dari keempat anak Vamela, saat ini dia tengah memperhatikan sebuah mobil berwarna merah marun, yang baru terparkir di tempat biasa, hingga turun seorang wanita dewasa yang sering ia jumpai saat pergi ke apartemen yang Daddy nya berikan kepada nya.


"Kak, lihat di sana"ucap Jay yang melihat ada lampion yang sengaja di terbangkan oleh seseorang, padahal tempat itu bukan kawasan Asia tapi Eropa,


"Itu bukan lampion Jay coba perhatikan"ucap Vio, dan tiba-tiba .


petasan itu meledak tepat di atas maka dan pelakunya adalah Hay, yang sengaja membeli perasaan tersebut di toko sebrang jalan bersama dengan Daddy nya yang kini ikut bergabung, sementara Vio langsung kehilangan fokus nya tadi yang tengah mengawasi seseorang.


"Hay.... kamu buat kita kaget"ucap Viona yang baru saja merespon semua keributan itu karena sedari tadi sibuk dengan lamunan nya, yang terus memikirkan bagaimana cara untuk bisa bertemu dengan pria yang sudah menyelamatkan diri nya.


"Viona, sayang kamu kenapa?"tanya Jordan.


"Eh tidak apa-apa Daddy aku baik-baik saja"jawab Viona.


"Bagaimana apa? kampus itu bagus"ucap Jordan yang memperhatikan Viona yang sedari tadi melihat ke arah ponselnya yang memperlihatkan gambar kampus tersebut.


"Seperti nya, sangat bagus"ucap Viona asal karena pertanyaan apapun, saat ini.


"heummm bagaimana apa? mau pindah kuliah kesana"ucap Jordan.


"Terserah Daddy saja"ucap nya lagi.


"Baiklah Daddy akan beritahu mommy mu, nanti"ucap Jordan.


"ya Dad..."jawab nya lagi.


sementara Vio pemuda itu entah pergi kemana, sedari tadi dia menghilang .


"Aku tidak mau, jangan kau kira kau bisa melakukan itu padaku, jika kau tidak mencintai ku, kau bisa berbicara baik-baik"ucap wanita itu.


tapi tiba-tiba saja wanita itu langsung pergi karena pria itu kini tengah sibuk bercumbu dengan wanita lain.


"Semoga saja semua yang kurasakan saat ini, akan kalian alami"ucap wanita


satu minggu berlalu Vio pun kembali lagi ke apartemen milik nya itu dan dia tidak pernah lagi berjumpa dengan wanita itu lagi, hingga saat beberapa bulan berlalu.


wanita itu tidak pernah lagi muncul hingga berita kematian itu muncul bahwa wanita itu sudah mati karena melompat dari atas gedung apartemen tersebut.


Vio benar-benar dibuat terkejut dengan kabar tersebut .


hingga dia memilih untuk kembali ke rumah Vamela, dia merasa ngeri dengan kejadian itu pasalnya beberapa bulan lalu dia melihat dan mendengar dengan mata kepala sendiri, wanita itu menangis sesenggukan sambil mengutuk seorang pria tampan yang tengah bercumbu dengan seorang gadis yang entah siapa mereka itu.


sementara di rumah Viona sang adik dia masih terlihat sering melamun, entah apa? yang terjadi pada nya hingga Jordan bisa berkata Viona sedang tidak baik-baik saja selama beberapa bulan ini.


hingga satu hari Viona terdengar tengah mengobrol dengan seseorang dalam sambungan telepon bersama dengan seorang pria adiknya itu berbicara dengan mesranya seperti bukan Viona yang dia kenali.


hingga saat Vio melihat Viona bertemu dengan pria yang saat beberapa bulan lalu ia jumpai tengah bercumbu mesra dengan wanita yang tidak ia lihat dengan jelas itu, yang telah membuat wanita dewasa itu bunuh diri, sontak Vio langsung merebut ponselnya.


Viona kaget karena sang kakak, langsung mematikan sambungan telepon dan memblokir juga menghapus kontak tersebut dia tidak perduli dengan Viona, yang menatap kecewa pada nya.


"Viona, kakak berharap kamu tidak lagi berhubungan dengan pria bejat yang sudah menyebabkan wanita itu meninggal!! "ujar Vio


"Apa?? maksudnya kakak"ucap Viona yang kini menatap sendu, dia benar-benar sangat sedih dan cemas hingga Jordan langsung membawa anak gadisnya ke sebuah rumah sakit dia menemui dokter ahli jiwa, bukan berarti wanita itu gila tapi dia ingin putri nya berkonsultasi dengan dokter ahli.


hingga di temukan sebuah fakta yang sangat mengejutkan, bahwa selama beberapa bulan terakhir Viona menyembunyikan kejadian mengerikan yang ia ,alami Jordan sebagai ayah dia merasa gagal karena tidak bisa melindungi putri nya sendiri.

__ADS_1


apalagi jiwanya terancam karena pria itu ternyata adalah seorang buronan polisi karena sudah terlalu banyak wanita yang ia buat kecewa dan akhirnya bunuh diri.


Viona sendiri benar-benar kaget dan tidak ingin lagi berhubungan dengan pria yang bahkan tidak pernah ia kenal.


berbeda dengan Viona.


Vivian kini tengah menikmati masa-masa perkuliahan gadis itu punya banyak teman dan sahabat dekat, sementara Vero lebih banyak berdiam diri sambil tetap fokus dengan kuliah dan karirnya yang kini membantu sang Daddy dan juga menjadi model untuk ibu nya, sudah terlalu banyak kegiatan nya sehingga tidak ada waktu untuk menjalin hubungan.


sementara Arjuna, sepulang sekolah dia akan pulang ke rumah untuk memasak makanan untuk nya dengan sang mommy dan langsung membawa nya kekantor di antar oleh dua bodyguard nya.


sesampainya di lobi, semua orang menyambut nya dengan hormat dan Arjuna membalas dengan senyuman manis.


anak laki-laki berusia sebelas tahun kurang itu, selalu bersikap ramah seperti yang selalu bunda nya ajarkan.


sesampainya di lantai atas karena menggunakan lift khusus untuk mommy nya, dia bisa cepat sampai.


"Mom..." ucap Arjuna, yang langsung masuk kedalam.


"Hay boy, kamu sudah datang sayang kemarilah ucap Jane yang tengah menjamu tamu.


Arjuna mendekat dan menghambur ke dalam pelukan sang mommy yang langsung mencium puncak kepala putra itu, disusul seluruh wajah dan begitu pun sebaliknya.


"Putra Anda, tampan sekali, tapi mungkin lebih mirip Daddy nya"ucap seseorang yang kini masih berada di samping Jane.


"Ya dia putra ku yang paling tampan"ucap Jane tanpa ragu sambil terus memeluk bocah itu.


"Mom... sudah makan belum?"tanya Arjuna.


"Belum sayang mommy masih nungguin kamu datang"ucap Jane yang memang masih menunggu Arjuna datang membawakan makanan.


Arjuna pun melepaskan pelukan mommy nya, dia langsung bergegas menuju keluar ruangan dimana kedua bodyguard nya tengah duduk di kursi tunggu yang Arjuna minta untuk mereka, karena Arjuna tidak ingin mereka kecapean selama menunggu dirinya meskipun itu tugas dari bodyguard nya.


"Siap tuan muda"ujar bodyguard nya.


"Mom... makanan nya sudah siap"ucap nya sambil terus menatanya di meja.


🌹💖💖💖🌹


Hari ini Jerry pulang lebih awal, agar bisa berkumpul bersama dengan istri dan ke empat putri nya.


"Sayang kamu sedang apa " ucap Jerry yang melihat istrinya tengah berada di dalam walk-in closed, seperti kebingungan.


"Mas aku mencari sesuatu yang hilang di ruangan ini, sebuah anting-anting" ucap Vierra.


"Apa kamu lupa membawa nya dari rumah kita yang ada di Indonesia"ucap Jerry.


aku tidak tau mas mungkin semuanya bisa jadi, karena sudah lama juga, tapi kotak perhiasan ku semua ada di sini mas hiks hiks hiks,itu peninggalan Bunda, satu-satunya" ucap Vierra sambil menangis sesenggukan.


"Vierra sayang, kamu jangan menangis dulu ya barang itu mungkin terselip di barang yang lain saat kamu beres-beres dulu"ucap Jerry.


Jerry membawa istrinya kedalam dekapannya.


"Mas itu barang peninggalan ibu ku"ucap Vierra lagi.


"Jangan Panik dulu ayo Kita hubungi pelayan di rumah lama kita, menyuruh mereka mencari nya"ucap Jerry.


"Baiklah mas"ucap Vierra.

__ADS_1


wanita yang kini sudah lebih tenang akhirnya dia pun berjalan keluar bersama dengan suaminya, menuju ruang keluarga dan keempat anak nya kini tengah berada di sana menunggu mommy dan Daddy nya.


seperti yang dijadwalkan oleh Jerry setiap satu minggu dua kali mereka akan berkumpul bersama untuk membahas masalah ataupun sekedar mengobrol santai, sambil menikmati camilan yang mommy nya sediakan.


Jerry sendiri, selalu menjadi pendengar yang baik, selama ini bahkan dia tidak pernah berhenti memberikan arahan kepada semua nya,agar bisa keluar dari masalah, atau sekedar memberi nasehat untuk bekal hidup mereka.


keluarga mereka selama ini, selalu baik-baik saja dan terlihat bahagia, karena Jerry sebagai kepala keluarga selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul di waktu yang sudah ia tentukan.


hingga anak-anak mereka dewasa seperti saat ini.


tidak hanya itu, Jerry juga ingin memperkenalkan putri angkat nya, yang diam-diam ia adopsi, dari jalanan, seorang gadis berusia sembilan belas tahun, bernama Sajira, gadis yang sudah tidak memiliki orang tua itu, karena kecelakaan maut yang dia alami, saat itu.


tepat saat Jerry melintas di kawasan tersebut, dia sedang menangisi kedua orang tua nya.


Jerry yang merasa iba dia langsung membantu menelpon ambulans dan meminta anak buah nya mengurus semuanya, sementara Sajira gadis itu Jerry bawa ke apartemen lama milik nya, di sana juga ada pelayan yang selalu mengurus kebutuhan nya, Sajira akan Jerry perkenalkan pada keluarga nya setelah keadaan nya lebih baik.


"Sayang dan kalian anak-anak Daddy, perkenalkan dia adalah Sajira, gadis yang Daddy adopsi untuk menjadi saudara kalian, dia adalah akan menjadi adik mu Vero dan Vivian karena usia nya lebih muda dari kalian, dan Juni juga Jesi, dia adalah kakak kalian"ucap Jerry yang kini menggandeng Sajira.


Sajira terdiam karena takut mereka tidak mau menerima nya karena semua nya terdiam sejenak dan Vierra juga melihat kearah Jerry, tapi kemudian.


"Selamat datang saudariku"ucap semua di susul oleh Vierra.


"Selamat datang putri ku"wanita itu langsung berjalan menghampiri Sajira dan langsung dia peluk .


"Mulai sekarang Aku adalah mommy mu, dan mereka saudara mu, ingat kami akan selalu menyayngimu"ucap Vierra.


berbeda dengan Vero, pemuda itu melihat Sajira, dari pandangan lain, pria itu menatap Sajira dengan tatapan mata yang tidak dapat di artikan.


Sajira berasal dari Malaysia, dia dan kedua orang tua nya tengah berlibur ke Paris, tapi naas kecelakaan itu terjadi saat dia dan kedua orang tua nya hendak menuju hotel tempat mereka menginap taksi yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan Sajira bahkan harus kehilangan kedua orang tua nya, yang saat itu berada di jok belakang mobil yang tertabrak dari belakang , dia dan sopir taksi mengalami luka di bagian kepala dan kaki sementara kedua orang tua Sajira Terhimpit body mobil.


entah bagaimana kejadiannya yang pasti Sajira ingat saat mereka tengah berada di pinggir jalan saat itu dalam keadaan sepi dan entah kemana pengemudi mobil itu dan mobil lainnya, seperti sudah teratur.


dan setelah Jerry melintas ke arah mereka akhirnya kendaraan lain pun terlihat memadati jalan raya tersebut.


kini Sajira, tengah mengikuti langkah Vivian yang menunjukkan kamar untuk adiknya itu, Vivian, begitu antusias dengan kehadiran Sajira dia akan menjadi teman yang baik selain hubungan persaudaraan di antara mereka, gadis yang kini berusia dua puluh tahun itu, menunjukkan satu kamar untuk Sajira yang berdampingan dengan kamar Vero, sang adik, yang terlahir hanya beberapa menit setelah dia.


Tapi Jerry ingin Vero, yang menjadi kakak tertua nya, karena dia laki-laki seperti dirinya yang akan menjaga seluruh keluarga.


"Ini kamar mu princess"ucap Vivian, yang langsung membuat Sajira, menunduk dia merasa malu karena disebut princess seperti seperti kedua orang tua nya, ada bulir air mata yang jatuh saat ini, dan itu membuat Vivian,kaget karena dia merasa tidak menyakiti Sajira.


"Hi... come on, jangan menangis apa? aku menyakiti mu"ucap Vivian.


"Aku hanya teringat kedua orang tua ku, yang selalu berkata seperti itu, hiks hiks hiks"tangis nya pecah.


"Owh maaf aku tak tahu itu"ucap Vivian yang kini langsung memeluk nya.


"Aku tidak apa-apa, maaf telah membuat mu kaget kak"ucap Sajira.


"Tidak masalah, aku hanya ingin kamu tidak usah bersedih lagi, karena kami adalah keluarga mu, mommy dan Daddy, akan selalu menyayangi kita, jadi kamu jangan bersedih lagi ok, dan seperti nya ukuran baju kita sama kamu bisa pakai baju ku, ambil saja di kamar ku apa pun yang kamu butuh"ucap Vivian sambil tersenyum.


"Tidak princess Daddy, semua sudah disiapkan untuk Sajira, kak Vivian hanya harus membantu adik untuk mengajari nya berpakaian dan menata rambut"ucap Jerry.


"Itu adalah hobi ku Dad, ucap Vivian yang memiliki hobi di bidang hairstylist wanita itu memiliki bakat yang cukup banyak karena tidak hanya satu bakat saja, dan Vierra semakin bahagia dia tidak perlu lagi mencari model baru karena putri nya, sudah bertambah.


semua baju hasil rancangan nya, dia selalu membuat kan satu untuk ketiga Putri nya hanya berbeda warna dan ukuran, sekarang di tambah Sajira, Vierra, tidak perlu jauh-jauh mempromosikan hasil rancangan nya karena Jerry akan membayar setiap hasil karya nya, yang di pakai oleh keempat putri nya saat ini.


ada tambahan kebahagiaan untuk mereka saat ini.

__ADS_1


sementara Vero, setiap kali bertemu dengan Sajira, pria itu akan menatap lekat wajah gadis cantik yang kini menggunakan hijab itu.


__ADS_2