Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#pelukan#


__ADS_3

beberapa hari Edgar, selalu mengintai Juli , mulai dari rumah hingga tempat pemotretan Edgar sudah merasa tidak sabar ingin segera menghampiri dan memeluk nya erat.


wanita yang selama ini ia rindukan kini berada di hadapan nya.


"Honey ikut aku"ucap Edgar.


"Ehh... anda siapa??..."ucap Juli yang kini berganti identitas menjadi Sherena Anggeline seorang model yang sudah lama meninggal dunia.


"Sayang aku mohon jangan begini aku masih suamimu"ucap Edgar.


"Tuan, anda siapa??... saya tidak mengenal anda sama sekali"ucap Juli.


"Juli, kamu adalah Juli bukan Sherena Anggeline yang sudah bertahun-tahun lamanya meninggalkan dunia ini"ucap Edgar tegas.


"Tuan, saya tidak kenal dengan nama itu, saya Sherena Anggeline, pekerjaan saya adalah model, mungkin anda mengenali saya karena saya adalah model yang sering muncul di TV, tapi maaf saya tidak kenal anda"ucap Juli, tetap dengan penyamaran nya saat ini.


Juli langsung bergegas pergi meninggalkan Edgar yang kini terus mengejar nya hingga Juli, masuk ke dalam mobil nya yang kini dikemudikan oleh asisten pribadi nya.


sementara Edgar mengamuk hingga menendang meja yang ada di lobi gedung tersebut, Edgar benar-benar merasa tidak tahan dengan sikap Juli saat ini.


"Sayang kamu boleh terus saja menghidar dari ku tapi aku tidak akan pernah menyerah hingga dunia ini berakhir pun aku tidak akan pernah melepaskan mu pergi dari ku, aku sangat mencintaimu dan selamanya akan tetap begitu"ucap Edgar.


Edgar pun memutuskan untuk pulang ke Mension,di sana dia disambut oleh ketiga anaknya, sementara Jane hingga saat ini putri bungsu Juli itu masih enggan untuk mengikuti Edgar, meski sudah berkali-kali Edgar, membawa nya untuk tinggal bersama dengan nya, bagi Jane dia hanya punya satu ibu, dan tidak ingin memiliki ibu yang lain dan dia sudah ikhlas tidak memiliki Daddy seperti hidupnya selama empat tahun ini karena baginya selama Juli tidak pernah ingin kembali pada Edgar, dia juga tidak ingin menganggap Edgar sebagai ayah kandung nya meski kenyataan nya memang Edgar lah ayah kandung nya.


hari berganti Minggu berganti bulan Juli masih tetap tidak bisa Edgar raih meski saat ini Juli sudah mulai mengakui siapa dirinya saat ini, Juli tetap teguh dengan pendirian nya bahwa Juli tidak ingin kembali pada Edgar, selama pria itu masih memiliki Angela.


Jane yang kini tinggal di Paris bersama dengan Morin, meski Julio dan orang suruhan nya selalu menjaga keponakan nya itu dari jauh.


"Jane sayang, apa??... kamu tidak rindu dengan mommy mu"ujar Morin, sambil mengelus puncak kepala .


"Aku sangat merindukan nya Morin, tapi aku tidak bisa bertemu dengan nya sebebas dulu kalau Daddy ku tau mommy masih hidup dia akan kembali mencari nya, kasihan mommy"ujar anak berusia empat tahun itu.


pagi itu Jane berangkat ke sekolah nya dengan di antar oleh Morin, wanita tua itu masih tampak enerjik saat bersama dengan Jane, dan kini Jane adalah penyemangat nya, anak asuhnya itu, adalah teman hidup nya karena sang anak tinggal terpisah dari nya dan hingga saat ini masih belum mau menikah anak Morin, hanya akan datang satu tahun empat kali selebihnya setiap bulan nya dia akan mengirim kan uang untuk ibunya yang sangat membutuhkan perhatian dan teman untuk mengobrol.


seharian penuh Morin, menghabiskan waktu nya bersama dengan Jane di mulai dari saat bangun tidur hingga waktu tidur lagi.


keduanya sama-sama saling membutuhkan.


Jane yang malang karena terpisah dari ibu dan ayah nya meski itu adalah pilihan nya saat ini tapi gadis kecil itu masih bisa hidup dengan baik meskipun keadaan memaksa dia untuk menjadi dewasa sebelum waktunya.


sementara Juli akan menghubungi nya lewat panggilan video dalam waktu dua hari sekali, selebihnya hanya berkirim pesan,tapi saat ini Juli memutuskan untuk kembali hidup bersama dengan Jane putri bungsu nya itu, setelah penyamaran nya terbongkar .


Juli langsung bergegas membereskan barang-barang nya dia berniat untuk kembali ke rumah lama nya di Paris, yang ia tempati bersama dengan Jane satu tahun yang lalu.


Juli bahkan sudah tidak berniat untuk kembali pada Edgar, dia memang masih memiliki cinta untuk suaminya itu tapi keadaan membuat nya harus siap mengalah untuk kebahagiaan Edgar.


tapi apakah??... benar Edgar, bahagia setelah di tinggal Juli, selama ini.


jawaban nya,tentu saja tidak bagaimana dia bisa bahagia disaat separuh jiwa nya pergi dan tak mau kembali.


jika saja Angela, tidak menderita saat itu mungkin hingga saat ini Edgar, tidak akan pernah kembali bersama dengan nya, tapi karena rasa kasihan dan cinta itu kembali membuat ia tidak tega, meski puing-puing cinta nya masih ada untuk Angela, tapi rumah cinta nya saat ini adalah Juli.

__ADS_1


Edgar adalah kakak tertua dari tiga bersaudara kembar yaitu Elena dan Edgardo, tapi kisah cinta nya begitu rumit tak seperti si bungsu yang hingga kini masih sangat adem beda lagi dengan putra dan putri Edgardo yang memiliki kisah cinta yang rumit.


satu Minggu berlalu semenjak Edgar datang membawa ketiga anak nya untuk bertemu dengan Juli, mommy mereka saat ini Juli, sedang dalam perjalanan menuju Paris, dengan pesawat umum yang seperti biasa dia tidak menggunakan jet pribadi milik keluarga nya, meskipun ada.


diam-diam Juli menghubungi Jerry, anak tertua nya itu , dia hanya ingin memberitahu bahwa dia akan kembali ke Paris, Juli berharap Jerry, bisa bahagia bersama dengan kedua adik nya meskipun tanpa kehadiran nya, meski tidak ada anak yang akan bahagia karena ditinggal oleh ibu kandung nya, tapi sedari kecil Jerry,tau penderitaan sang ibu dia sudah bisa mengerti dan selalu memberikan pengertian untuk kedua adik nya.


meski Jeny dan Jordan, saat ini masih menyalahkan Jane yang menurut mereka dialah penyebab mommy nya pergi, dan satu lagi mereka berdua lebih dekat dengan mommy sambung nya Angela, yang selama ini memberikan mereka perhatian.


Juli tidak ingin memikirkan itu, meski siapa yang akan terima bila kehilangan simpati dari anak yang ia lahir kan ke dunia dengan nyawa sebagai taruhan nya, tapi Juli masih bisa menerima semua itu karena dia sadar dirinya terlalu egois , hingga selalu mementingkan perasaan nya.


karena menurut Juli, itu adalah jalan terbaik untuk mereka semua meski ada tangis pilu di setiap saat kerinduan itu datang menghampiri nya.


Edgar saat ini tengah berada di kantor, dia kembali mengurus perusahaan milik nya seperti dulu, lagi dia kembali menjadi pria yang gila kerja, meskipun hartanya tak akan habis walaupun Edgar, tidak pergi bekerja.


🌹💖💖💖🌹


satu bulan kemudian, Edgar baru menyadari bahwa Juli, sudah tidak ada lagi di Amerika, menurut informasi wanita itu kembali ke Paris, wanita yang kini berusia hampir empat puluh tahun itu, kembali ke kehidupan nya dulu bersama dengan putri bungsu nya, meski Edgar, merasa senang karena putri bungsu nya itu kembali bersama dengan mommy nya, tapi ada satu hal yang menurut nya bilang saat ini Edgar, tidak bisa mencari istrinya itu setiap kali dia rindu ingin bertemu.


dia memutuskan untuk pulang meski sudah larut malam, menuju kediaman nya. sesampainya di sana Edgar disambut oleh Angela, dengan penuh cinta, tentu saja sebagai pria normal dia dengan senang hati menerima perlakuan Angela, apa lagi selama ini mereka jarang sekali berhubungan badan.


Edgar bangun di pagi yang cerah itu, dia melihat sudah tidak ada istrinya di samping nya meski tubuhnya masih sangat lelah setelah bercinta dengan Angela, selama empat jam dan itu artinya saat ini dia baru tidur dua jam lebih, tapi dia harus bangun untuk bisa bertemu dengan ketiga anaknya itu.


Edgar langsung bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju pintu kamar mandi, dia langsung membersihkan diri tanpa berendam terlebih dahulu karena waktu untuk bertemu anak-anak nya sudah sangat mepet.


saat ia keluar dari pintu lift yang mengarah ke ruang makan, Edgar, disuguhi pemandangan yang membuat dia tersenyum bahagia Angela saat ini tengah sibuk mengurus Jeny, dan kedua saudara nya, memberikan sarapan pagi untuk mereka bertiga dan menyiapkan bekal seperti biasa urusan perut mereka Angela, selalu sigap setiap hari nya, meski Edgar jarang pulang untuk melihat itu.


sebagai wanita yang sangat merindukan kehadiran anak, Angela, adalah ibu sambung yang sangat baik, meski saat ini sifat asli nya kembali muncul dia begitu posesif terhadap suaminya, jika saja Juli, kembali pada Edgar, mungkin saat ini dia akan semakin terluka melihat kemesraan mereka, Edgar langsung menghampiri Angela yang kini tengah menyuapi Jeny , yang selalu bersikap manja, dia memberikan kecupan manis di bibir Angela, tanpa menghiraukan Jerry, yang sudah mengerti permasalahan kedua orang tua nya.


Jerry, langsung pergi setelah menghabiskan sarapan nya tanpa berkata apa-apa, saat ini hal itu membuat Edgar heran tidak biasa nya putra nya itu akan bersikap dingin seperti saat ini.


"Boy... tunggu Daddy ingin bicara!!... suara Edgar, begitu lantang, tapi Jerry, terus berjalan tanpa menghiraukan panggilan Daddy nya yang kini bangkit dari duduknya karena sedang menikmati sarapan pagi nya.


sikap keduanya saat ini menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sana terutama seorang asisten yang selama ini mendampingi Jerry, dia tau semua keluh kesah Jerry, karena pria dewasa itu selalu menerima curhatan Jerry,soal apapun itu, dia sudah seperti ayah atau sahabat untuk anak laki-laki dari Edgar tersebut.


"Boy... tunggu Daddy, ingin bicara ayolah ada apa?.. dengan mu heumm, tidak biasanya seperti ini"ujar Edgar, yang kini menyusul Jerry hingga lobi Mension.


di sana sudah terparkir mobil sport yang selalu menjadi kendaraan pria berusia tiga belas tahun itu.


"Boy.."ucap Edgar kembali pelan.


"Aku ingin menyusul mommy ke Paris, aku ingin tinggal bersamanya"jawab Jerry yang langsung membuat Edgar, mematung beberapa detik.


"Tapi kenapa??... bukan kah selama ini kamu baik-baik saja bersama Daddy "ucap Edgar terhenti.


"Aku ingin melindungi mommy, dari pria yang tidak punya hati, dan dari pria egois, seperti Daddy, bukan kah Daddy sudah teramat bahagia dengan nya,maka Jerry juga ingin melihat mommy bahagia seperti Daddy, dan jika saja mommy, ingin menikah lagi aku akan dukung laki-laki yang berniat membahagiakan mommy"ucap pria yang sebentar lagi menginjak remaja itu dia langsung masuk kedalam mobil nya dan pergi begitu saja.


sementara Edgar, terbengong hingga Angela, menepuk bahu nya, karena tidak menjawab sapaan dari nya.


Edgar, hanya menoleh sebentar sambil tersenyum,lalu pergi meninggalkan wanita itu dia masuk kedalam ruangan baca dan mengunci pintu tubuhnya melorot tangis pilu itu pecah beruntung ruangan itu kedap suara jadi tidak ada yang mendengar Isak tangis pria dewasa itu.


Edgar, merasa sangat terluka dengan perkataan putra nya, yang menurut nya, semua itu adalah benar dia seorang bajingan pria pengecut juga sangat egois, karena dia sudah merusak kebahagiaan Juli,ibu dari anak-anaknya dengan kembali bersama dengan Angela, andaikan saja dia bisa memilih tentu saja dia ingin memilih Juli, tapi wanita itu tetap kekeuh menghidar dari nya.

__ADS_1


meski Edgar, mengerti Juli pergi bukan karena tidak mencintai nya lagi, tapi melindungi hati dari luka yang ia torehkan terlalu dalam selama ini.


pria itu bahkan tidak pernah tau, bahwa setiap kali ia bercinta dengan Angela, Jerry, selalu mengetahui itu, dari sisa-sisa percintaan mereka yang kentara di leher ibu sambung nya itu, meski dia baru akan menginjak remaja tapi di sekolah nya, sudah diajarkan tentang bahaya nya melakukan **** bebas.


jadi, Jerry sudah tau meski baru sedikit yang ia ketahui saat ini.


tak hanya itu, saat ini dia mulai mengerti kenapa??... ibunya pergi meninggalkan suaminya yang tak lain adalah Daddy nya sendiri,itu karena ibunya akan merasa sakit hati melihat seseorang yang sangat ia cintai melakukan semua itu dengan wanita lain.


seperti rasa sakit yang Jerry, rasakan karena rasa empati nya terhadap ibunya saat ini.


Edgar, masih bercucuran air mata, meski wajah nya sudah terlihat sembab, pria itu beralih ke minuman berwarna merah itu, sesekali di sela derai air mata nya dia menyesap minuman tersebut.


Edgar, tidak ingin kehilangan putra nya, tapi dia juga tidak ingin membuat putra nya terluka lebih dalam lagi, akhirnya setelah mencari sekolah terbaik di sana pria itu mengantarkan Jerry, untuk tinggal bersama dengan Juli, yang masih berstatus istri hingga saat ini, meskipun mereka sudah berpisah terlalu lama tapi Edgar, masih memberikan nafkah lahir setiap bulannya pada Juli, meski Edgar,tau Juli bahkan tidak pernah menggunakan uang dari nya.


sesampainya di kediaman Juli, di rumah yang sangat sederhana itu tepat di pagi hari ia sampai bersama dengan Jerry, dan saat ini Juli, yang baru keluar hendak mengantar putri nya sekolah dia dikejutkan dengan kehadiran Jerry, yang langsung memeluk nya sambil menangis pilu.


Edgar, ingin rasanya memeluk mereka saat ini tapi dia merasa malu dengan dirinya sendiri, saat ini dia merasa tidak pantas untuk memeluk wanita yang sangat berharga dari intan permata di dunia ini.


Ada tetesan air mata, yang segera Edgar hapus, saat Juli menatap wajah nya, saat ini.


"Masuk lah boy... tunggu mommy sebentar mommy akan mengantarkan adikmu sekolah sebetar, karena tempat nya tidak jauh dari sini "ucap Juli.


"Baik momm.."jawab Jerry, sambil tersenyum dan kembali memeluk ibunya itu.


Edgar pun masuk kedalam bersama Jerry, dan beberapa koper, besar berisi barang-barang milik putra nya itu.


Juli pergi dengan Jane, yang kini sangat riang dalam gendongan mommy nya itu, gadis itu kembali terlihat memancarkan senyum nya, seperti dulu.


sementara itu di dalam rumah kedua laki-laki beda generasi tersebut tengah mengobrol panjang lebar, saat ini.


"Boy... Daddy harap kamu bisa mengajak mommy mu untuk pulang ke Mension utama setelah ini, Daddy janji akan mengunjungi kalian lebih sering"ujar Edgar.


"Tidak Daddy, jangan memaksa kan kehendak, aku tidak ingin membuat mommy tersinggung aku sudah terbiasa hidup sederhana atau pun berkecukupan seperti selama ini, jadi aku akan tinggal bersama dengan mommy, dimana pun itu meskipun itu di jalanan atau kolong jembatan sekalipun, setidaknya kami akan terus bersama hingga akhir hayat nanti"ucap Jerry.


"Boy....sekali ini saja, tolong bantu Daddy, Daddy hanya tidak ingin melihat mommy mu hidup seperti ini, setidaknya biarpun Daddy, sudah tidak bisa lagi hidup bersama dengan nya, Daddy bisa melihat kalian hidup dengan layak"


Deg...


Ada rasa sakit yang menghujam jantung Juli, yang kini berdiri di depan pintu masuk yang kebetulan masih terbuka saat dia terburu-buru, hendak masuk kedalam.


"Aku memang miskin, tapi akan ku pastikan Putra ku tak akan hidup menderita seperti diriku meski itu mengharuskan aku untuk bekerja lebih keras, setidaknya aku tidak mengemis pada suami orang"


Deg...


kata-kata Juli membuat Edgar, merasakan sakit yang teramat di hati nya saat mendengar kata-kata Juli, yang begitu menusuk.


"Honey, maafkan aku aku tidak berniat untuk melukai hati mu, aku hanya ingin yang terbaik untuk kalian semua"ucap Edgar, sambil menghampiri wanita yang kini menatap nya datar terlihat genangan air mata yang sebentar lagi akan tumpah, tapi Juli langsung pergi meninggalkan mereka begitu saja, Edgar berusaha mengejar nya hingga Juli berhenti di sebuah taman, dia terduduk di sebuah bangku tangis nya pecah hingga pelukan dari pria yang selama ini tidak pernah bisa ia benci dan melupakan nya adalah hal yang teramat sulit.


"Pergilah, aku tidak ingin semua itu, kau bisa membawa putra ku kembali jika kau takut dia akan hidup menderita bersama dengan ku, aku memang ibu yang tidak berguna, kamu bisa merawat nya dengan baik bersama dengan Angela"ucap Juli, yang kini menangis sesenggukan.


Edgar, semakin memeluk nya erat, meski Juli terus berontak dan mendorong dada Edgar, tapi pria itu tidak melepaskan pelukannya saat ini, selain rasa bersalah nya yang begitu besar, Edgar, teramat merindukan istri nya itu.

__ADS_1


__ADS_2