Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Jane#


__ADS_3

Juli hanya diam tanpa suara ketika Edgar berlutut di hadapan nya dan memohon untuk dia kembali.


"Pulang lah, jangan buat istri mu kecewa, sudah cukup jangan buat dia menderita lagi, aku sudah merelakan ketiga anak ku untuk kalian asuh, aku hanya ingin tolong jangan buat ketiga nya membenci ku, aku melakukan ini untuk kebaikan mereka, cukup Jane yang akan tetap menemani ku dalam hidup ku aku mohon berikan ketiganya kasih sayang yang cukup jangan sia-sia waktu yang paling berharga "ucap Juli kemudian menutup pintu kamar nya dan mengunci pintu itu.


Edgar sudah berusaha untuk berbicara dengan Juli, tapi sepertinya wanita itu sudah terlanjur kecewa, Edgar mengerti dengan perasaan Juli yang begitu hancur saat ia memutuskan untuk kembali pada Angela, tapi tanpa Juli tau Angela kini tengah menjalani pengobatan di kota Paris ini bersama di dampingi oleh Edgar.


Juli dan Edgar, tidak pernah bercerai tapi Juli menganggap hubungan antara mereka sudah berakhir, saat Juli melihat Edgar, menyentuh wanita yang menjadi mantan istri nya saat itu, Juli menyaksikan sendiri pelukan Edgar, begitu penuh kasih sayang pada mantan nya itu, entah lah yang ia tau mereka masih saling mencintai lalu untuk apa lagi Juli berada di antara mereka, setelah beberapa kali memastikan bahwa saat itu putra dan putri nya hidup dengan baik bersama dengan mereka, akhirnya Juli pun benar-benar pergi.


Juli terdiam di dalam kamar, nya setelah sekian lama ia langsung membuka pintu untuk menghangatkan SOP, yang akan dia berikan untuk putri kecilnya itu, yang kini tengah tertidur pulas di ranjang tersebut.


Juli sebenarnya tau Jane, begitu menginginkan Edgar, tapi gadis kecil itu lebih menyayangi ibunya dan tidak ingin menyakiti hati Juli Jane yang kini masih berusia tiga tahun itu sudah mengerti permasalahan orang dewasa dia adalah seorang gadis kecil yang dipaksa dewasa sebelum waktunya oleh keadaan.


seringkali Juli, menitipkan putri nya itu di salah seorang tetangga nya yang seorang wanita paruh baya, dia juga sama kesepian, mereka bagaikan dua orang sahabat mereka berbincang dengan beraktivitas harian seperti wanita kebanyakan, dan Jane mempelajari itu dari nyonya tua itu.


Jane, selalu membawa bekal dan akan membaginya dengan para sahabat lansia yang selama ini selalu menemani nya.


"Sayang ayo bangun makan lah sebelum mommy, pergi bekerja malam ini mommy titip kamu di rumah Morin Ok"ucap Juli yang langsung menyuapi putri nya itu yang terlihat mengantuk.


"Jane mommy minta maaf jika selama ini tidak pernah memberitahukan tentang Daddy mu, mommy hanya tidak ingin memberikan harapan palsu pada mu, mommy mungkin tidak pernah bisa membuat mu bahagia seperti ketiga kakak mu yang ada tinggal bersama dengan Daddy mu, tapi jika Jane mau, Jane bisa ikut dengan nya, mommy bisa mengantar mu ke sana tapi tunggu mommy minta waktu untuk mengumpulkan uang buat membeli tiket pesawat"ucap Juli sambil menahan rasa pedih di hati nya.


"Tidak mommy, Jane tidak akan pergi jika Jane pergi mommy tinggal dengan siapa??... Jane tidak ingin meninggalkan mommy"ucap gadis kecil itu kini memeluk ibunya.


"Jane tidak usah khawatir dengan mommy, mommy akan selalu baik-baik saja disini "ucap Juli lagi.


"Tidak momm... Jane tidak mau meninggalkan mommy"ucap nya lagi.


"Baiklah, jika itu mau mu, tapi apa boleh mommy minta sesuatu dari Jane"ucap Juli lagi.


"Apa itu mom..."ucap Jane.


"Lupakan pertemuan kemarin anggap semua itu tidak pernah terjadi, dan Jane cukup tau saja wajah pria itu"ucap Juli.


"Baiklah momm"ucap Jane, Juli pun langsung memeluk putri nya itu, dia adalah satu-satunya harta paling berharga bagi hidup nya Juli tidak ingin kehilangan putri kecilnya itu, andaikan saja dia memiliki pekerjaan yang jauh lebih baik, dia akan berusaha untuk bisa membuat nya bahagia bahkan mungkin dulu dia akan mengajak Jerry Jeny Jordan untuk berkumpul bersama dengan nya.tapi Juli hanya seorang karyawan kecil gajih nya hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari bersama dengan putri kecilnya itu, karena Juli tidak sempat membawa surat-surat berharga miliknya yang ditinggal di rumah Edgar.


malam pun tiba kini saatnya Juli bekerja di sebuah cafe Jane ia titipkan di rumah Morin, tetangga nya wanita berusia lima puluh tahun itu, selalu senang jika Jane berkunjung karena dia sendiri tidak memiliki cucu hingga sekarang anaknya tidak pernah mau menikah.


Alex pria berusia tiga puluh tahun itu memilih hidup sendiri di kota besar dia adalah seorang fotografer hingga saat ini anak nyonya Morin, tidak pernah ingin berpacaran atau pun menikah meski dia lelaki normal hanya karena pernah di kecewa kan oleh seseorang yang sangat ia cintai dulu.


"Jane kemari lah apa?..kau sudah mengantuk"ujar wanita itu.


"Belum, Bibi Morin, apa aku boleh menanyakan sesuatu pada mu"ucap nya ragu.


"Apa?.. yang ingin kamu tanyakan nak"ucap nyonya Morin.

__ADS_1


"kenapa?... mommy dan Daddy ku hidup terpisah tidak seperti mereka yang selalu bersama, dan kenapa?... mommy tidak ingin ikut Daddy"ucap gadis kecil itu mengeluarkan kegundahan dalam hati nya.


"Apa?...kau sudah bertemu Daddy mu,"ucap wanita itu.


"Ya.. dia sangat tampan mirip seperti ku"jawab Jane.


"Lalu kapan?.. kalian bertemu"tanya nya lagi.


"Tadi siang"jawab Jane.


"Terus bagaimana reaksinya saat bertemu dengan mu"tanya nyonya Morin lagi.


"Dia begitu baik dan kelihatan nya sangat menyayangi mommy dan aku tidak hanya itu Daddy juga bilang selama ini ia mencari keberadaan kami dia terlihat sayang padaku tapi entah lah aku bingung, saat Daddy memohon dan berlutut pada mommy , mommy menyebutkan, pulang lah istri mu menunggu mu... begitu"ucap Jane mengingat-ingat kejadian siang tadi.


"Kau masih terlalu kecil untuk bisa memahami masalah orang dewasa tapi intinya kau tidak boleh ikut campur urusan mereka, cukup kau tau siapa Daddy mu dan saudara mu jangan pikirkan yang lain nya, karena aku sendiri tidak pernah tau apa yang terjadi pada mommy mu biarlah waktu yang akan menjawab nya, kamu hanya perlu menjadi gadis baik hati dan penurut karena Tuhan akan sayang pada gadis yang baik hati dan tidak sombong"ucap wanita tua itu memberikan nasihat.


"Baiklah, tapi apa??... boleh aku memilih salah satu di antara mereka"ucap Jane lagi.


"Itu tergantung pada mu gadis kecil mereka pasti bisa mengerti, karena bukan kau yang seharusnya memikirkan mereka tapi mereka lah yang harus memikirkan mu gadis kecil ku"ucap nyonya Morin.


percakapan mereka pun berakhir saat keduanya diserang rasa kantuknya yang berlebihan.


🌹💖💖💖🌹


Juli menggendong putri nya, hingga sampai di depan rumah nya, dia langsung membuka pintu dan kembali menutup pintu, cuaca yang begitu dingin sudah menjadi santapan Juli, selama tiga tahun ini pergi pagi pulang malam hanya untuk mencari rejeki buat putri nya dan juga dirinya.


Juli tidak pernah mengeluh sekalipun rasanya sangat melelahkan tapi saat melihat wajah putri bungsu nya itu dia begitu bahagia dan rasa lelahnya itu hilang begitu saja.


Juli membaringkan putri nya itu dan menyelimuti tubuh nya lalu mengecup kening nya.


"Selamat tidur putri kecil ku, semoga kamu bisa mimpi indah"ucap Juli.


Air mata nya menetes, dia mungkin egois, karena telah membawa putrinya hidup sengsara bersama dengan nya tapi Juli tidak memiliki penyemangat hidup jika dia pun harus pergi bersama dengan ayah nya.


setelah membersihkan diri Juli langsung naik ke atas ranjang dia berbaring di dalam selimut sambil memeluk putri tercinta nya itu.


sementara itu di sebuah kamar hotel Angela, dan terbangun saat meraba orang disampingnya sudah tidak ada dia langsung membuka mata dan mengedarkan pandangannya pada sekeliling ruangan.


Edgar tidak tampak di sana, Angela kemudian turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu balkon, dilihat nya, Edgar tengah duduk sambil menatap kearah depan yang menampakkan pemandangan kota, ditangan nya terdapat gelas berisi wine, yang sudah hampir habis.


pemandangan tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi Angela, semenjak mereka memutuskan untuk kembali rujuk, Edgar, akan selalu berusaha bersikap baik-baik saja di depan Angela, dia bahkan memberikan cinta yang begitu besar, tapi dikala malam tiba Edgar, selalu duduk menyendiri, tak jarang Angela, memergoki nya meneteskan air mata.


Angela, sudah berkali-kali meminta Edgar, untuk terus mencari keberadaan Juli, dia tau selama ini Juli, adalah penyebab itu semua, kesedihan Edgar adalah Juli yang menghilang begitu saja dari hidup nya, meski Angela, merelakan Edgar, untuk terus bersama dengan Juli, tapi Juli tidak ingin merusak kebahagiaan mereka berdua.

__ADS_1


Juli atau Angela, keduanya memiliki tempat yang sama di hati Edgar, tapi Juli tidak ingin bertahan karena biar bagaimanapun Angela yang hadir lebih dulu di hati Edgar, bahkan bertahta hingga saat ini, Juli pun pergi bersama dengan anak yang saat itu masih berada dalam kandungan nya.


"Honey, apa?.. dia sudah ditemukan"ucap Angela bertanya.


"Angela, sayang jangan terus mempertanyakan tentang nya,aku tidak ingin kamu terluka, untuk saat ini tetap lah fokus pada pengobatan mu, kasihan ketiga anak kita sudah merindukan kita"ucap Edgar, mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah, tapi kamu harus janji, sembuh atau tidak nya aku sampai waktu yang ditentukan, aku hanya minta padamu tolong cari dan bawa dia kembali, aku mungkin tak akan punya waktu lebih lama lagi, jika harus menunggu hingga beberapa tahun kedepan"ujarnya.


"Stop honey, jangan kamu katakan itu tidak baik, sekarang berdoalah dan jaga kesehatan mu, kita akan berjuang sama-sama agar kamu benar-benar sembuh"ucap Edgar.


"Aku selalu berdoa Daddy, aku selalu berdoa agar kita ditakdirkan untuk selalu bersama dalam keadaan sehat, tapi ini sudah terlalu melelahkan Daddy, aku tidak mungkin akan terus bertambah, aku harap sebelum tuhan mengambil nyawa ku, kita sudah hidup bahagia bersama dengan Juli.


"Tidur lah,lain kali kita bahas itu lagi"ucap Edgar, sambil merangkul Angela.


Edgar pun membantu istrinya itu untuk berbaring dan kembali menyelimuti nya, Edgar mengecup kening Angela.


tidak pernah satu kali pun ia melewatkan hal itu, Edgar memang sangat romantis sejak dulu terhadap Angela, dan kasih sayang nya tidak pernah berkurang itulah kenapa,di Mension yang ditempati oleh Juli dulu barang-barang milik Angela tersimpan di dalam sebuah kamar yang tidak pernah ada orang yang diijinkan untuk membuka nya.


pagi hari Juli menggeliat pelan dia mencoba membuka mata nya yang begitu sulit terbuka karena rasa kantuknya itu, tapi dia harus bangun untuk memandikan putri nya yang harus berangkat ke sekolah, Jane sudah masuk sekolah khusus anak usia dini.


Juli bangun dan membersihkan diri nya terlebih dahulu, setelah itu dia langsung membuat bekal untuk putri nya itu dan setelah nya dia juga menyiapkan sarapan pagi untuk Jane dan dirinya, setelah selesai dengan itu dia langsung membangunkan putri nya dan memandikan nya seperti saat ini.


Juli mendadani putri nya itu sampai terlihat rapi sempurna, Juli, kini menggendong nya ke meja makan, dan menyuapinya hingga selesai itu selalu ia lakukan jika ada waktu senggang seperti saat ini karena masuk kerja siang dan untuk beberapa jam saja di sebuah butik.


"Sayang bagaimana harimu di sekolah apa?.. sangat menyenangkan"tanya Juli.


"Heumm"jawab nya.


"mommy akan menemani mu masuk kelas hari ini putri ku"ucap Juli sambil memeluk dan menghujani ciuman di wajah putri kecilnya itu.


"Terimakasih momm"ucap nya sambil tersenyum.


Juli membawa tas selempang milik nya dan juga tas sekolah putri nya sementara di bagian depan dia menggendong putri semata wayangnya itu, saat ini karena hanya dia yang ada bersama dengan nya saat ini.


sementara sebuah mobil mengikuti kepergian nya yang saat ini tengah berjalan kaki untuk menuju sekolah putri nya, yang tak terlalu jauh dari tempat tinggal nya, tepat di tempat Edgar hampir menabrak Jane.


Edgar, pria itu mengikuti wanita yang kini tengah memakai dress selutut berwarna krem dengan tas sekolah di tangan kanan nya Juli terus berjalan di atas trotoar.


sesampainya di sekolah Juli, langsung di sambut oleh wali kelas Jane saat ini wanita itu hendak berbicara tentang perkembangan Jane disekolah, wanita yang bekerja sebagai wali kelas Jane sekaligus wanita yang selalu menjaga Jane, jika Juli terlambat menjemput sering kali Jane akan diantar pulang oleh nya kerumah Morin.


wanita itu begitu ramah dan baik hati terutama pada Juli, karena nasib mereka sama hanya bedanya dia tidak pernah menikah walaupun memiliki anak dari hasil hubungan gelap mereka.


lama Juli berada di dalam kelas hingga Edgar, merasa bosan menunggu di dalam mobil, setelah mengantar Angela,ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, dia meninggalkan nya di sana dengan beralasan akan melakukan pertemuan bisnis nya di negara itu dan Angela, akan dijemput oleh supir dari hotel.

__ADS_1


__ADS_2