
Ghealova kembali tak sadarkan diri setelah mengalami sakit yang begitu hebat, hingga Vamela datang bersama seluruh keluarga nya, wanita itu juga meminta seorang ustadz untuk melihat apakah benar, menantunya itu diikuti oleh mahluk tak kasat mata.
hingga saat Ghealova dibaringkan dan diberikan cipratan air yang sudah di beri do'a oleh nya tiba-tiba tubuh Ghealova, menggelinjang hebat dan keluar asap yang langsung membuat semua orang kaget, hingga jeritan panjang itu terdengar sangat menyeramkan, akhirnya Ghealova pun, seperti orang yang tengah tertidur.
Vio langsung memeluk istrinya itu, Vamela juga menemani menantunya itu.
"Menantu anda, terkena kutukan tapi, sekarang jiwanya sudah bersih, selama ini dia diikuti oleh arwah gadis yang bunuh diri setelah dikhianati oleh pacarnya.
Vio langsung membulat kan mata nya, karena Ghealova juga mengalami hal serupa, tapi seluruh keluarga tidak ada yang tau mengenai pernikahan nya dengan Eleanor, kecuali Vincent, yang Ghealova, beritahu selama ini keluarga mengira bahwa Ghealova pergi karena salah faham.
"Sayang mommy antar kan pak ustadz"ucap Vamela sambil berjalan keluar dari kamar tersebut.
Vamela berhenti di depan pintu karena melihat Vierra dan Jerry datang ke rumah Vio, bersama dengan Jessi dan Vero.
sementara Viona langsung pergi saat mereka datang, Vero langsung mengejar nya, Viona berdiri di tepi kolam.
"Untuk apa?? kalian datang"ucap Viona pada Vero.
"Yang, aku datang untuk kamu"ucap Vero.
"Kita sudah tidak punya hubungan apapun lagi"ucap Viona, karena baginya Vero, sudah tidak lagi mencintai nya, setelah wanita itu meminta Vero, pergi saat itu dan Vero langsung pergi.
"Please yang jangan begini, aku serius dengan hubungan kita,aku mencintaimu"ucap Vero.
"Tidak kamu tidak mencintai ku, semua hanya omong kosong"ucap Viona sambil berjalan pergi tapi Vero langsung memeluk nya dari belakang.
"Yang Daddy sudah memberikan restu kita bisa segera menikah"ucap Vero berkata lembut.
"Semua sudah terlambat aku, sudah memiliki pria lain yang akan menikahi ku"ucap Viona tegas.
"Jangan bicara sembarangan kamu Viona, aku sudah membawa kedua orang tua ku, untuk melamar mu, kamu tega bilang seperti itu"ucap Vero.
"Hey... kenyataan nya, memang seperti itu, jadi kamu harus bisa terima"ucap Viona.
"Tidak akan ada pria manapun yang akan merebut mu dari ku, aku akan pastikan itu"ucap Vero, sambil berjalan menarik Viona membawa nya ke arah ruang keluarga, yang kini tengah diadakan pertemuan kedua keluarga.
semua anak-anak pergi dari tempat itu menuju ke arah ruang lainnya mereka bersantai sambil bercanda tawa Juni dan Jessi juga Jay dan Hay keempat nya sibuk bermain game, tiba-tiba saja suara seseorang mengagetkan mereka.
"Boleh aku gabung"ucap Arjuna yang baru datang dari Paris, bersama dengan sang mommy yang memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
"Arjuna!" teriak keempat nya.
"Ya ini aku"ucap nya sambil memberikan pelukan rindu terhadap keempat nya.
"Kau sudah sangat besar boy"ucap Jordan yang baru saja melintas.
"Hay Daddy"ucap pemuda itu.
kini Arjuna sudah berusia dua puluh tahun.
dia tumbuh menjadi pemuda yang perfeksionis, dengan segala yang dia miliki saat ini.
sementara itu Jane kini tengah duduk berbaur dengan kakak ipar dan kedua kakak laki-laki nya.
hingga sore tiba mereka menginap di rumah Vio, kehangatan keluarga mereka kembali meskipun ada yang rasa sedih dari pasangan Vierra dan Jerry, mereka berdua tidur satu kamar tapi tidak satu ranjang Jerry meminta Vierra tidur di ranjang dan dirinya di sofa.
hubungan mereka sudah cukup lama seperti itu, meskipun tidak ada kata cerai, tapi Jerry sudah kembali pada Dena, dan bagi Vierra semua sudah berakhir.
hingga larut malam kedua nya tidak ada yang bisa tidur, Vierra bangkit dari ranjang dan berjalan menuju balkon kamar tersebut, wanita itu berdiri menatap langit, yang sudah menjadi kebiasaan nya setiap kali tidak bisa tidur.
"Kenapa? tidak tidur"suara bariton tersebut membuyarkan lamunannya.
"Aku sudah terbiasa seperti ini, kenapa? kamu juga tidak tidur"ucap Vierra.
"Aku tidak bisa tidur"jawab nya, singkat.
"Karena tidak ada dia bersama mu"ucap Vierra, sambil terus melihat ke arah langit yang berbintang itu.
__ADS_1
"Vierra"ucap Jerry sambil mendekat.
"Pulang lah, mungkin dia menunggu dirimu, aku sudah tidak membutuhkan bantuan mu lagi, anak-anak sudah besar dia sudah mengerti dengan keadaan ini jadi kamu tidak perlu berpura-pura lagi"ucap Vierra.
"Aku tidak akan pergi, sebelum kamu memaafkan ku"ucap Jerry.
"Aku sudah lama memaafkan mu, jadi kamu tidak perlu lagi meminta maaf, karena disini yang salah adalah aku, aku yang hadir dalam hubungan kalian"ucap Vierra.
"Vierra"
"Sudahlah silahkan pergi"ucap Vierra lagi.
"Vierra, apa? tidak ada lagi kesempatan untuk ku"tanya Jerry.
"Semua sudah cukup, aku sudah menutup lembaran diantara kita, kalian pun sudah kembali bahagia, dan saat ini aku menunggu surat cerai kita"ucap Vierra.
"Kamu hanya bermimpi jika kamu mengharapkan itu, aku tidak akan pernah mengabulkan nya"ucap Jerry.
"Terserah kamu saja, aku tidak peduli ada atau tidak surat itu yang jelas kita sudah berpisah"ucap Vierra sambil beranjak pergi meninggalkan Jerry, yang kini terus memanggil nya.
"Vierra" ucap Jerry sambil terus berjalan menyusul langkah Vierra.
wanita itu sudah menuruni tangga dan berjalan menuju keluar pintu, Vierra hendak membuka mobil tapi tangan Jerry menghentikan nya.
"Lepas"ucap Vierra.
"Vierra apa? ini yang kamu bilang sudah memaafkan ku"ucap Jerry yang kini menahan Vierra di samping mobilnya.
"Aku sudah memaafkan mu, tapi bukan berarti kita akan terus bersama"ucap Vierra.
"Tidak Vierra, sampai dunia ini berakhir pun aku tak akan pernah melepaskan mu"ucap Jerry tegas.
pria itu langsung mengambil alih kunci dari tangan Vierra, dia langsung mendorong masuk istrinya itu, kedalam mobilnya dan langsung menutup pintu mobil nya, Jerry masuk dan langsung menutup pintu.
"Kita akan kembali ke Paris, sekarang juga"ucap Jerry tegas.
"Kita buktikan saja"ucap Jerry.
"Jerry lepas"ucap Vierra.
"Tidak akan"ucap Jerry Vierra langsung meraih kemudi tapi Jerry mendorong nya.
"Segera siapkan pesawat sekarang juga"ucap Jerry menghubungi seseorang.
"Tidak Jerry, jangan lakukan ini ,atau aku akan semakin membenci mu"teriak Vierra.
"Lakukan saja aku ingin melihat nya"tantang Jerry.
Jerry terus mengemudikan mobil nya menuju arah bandara dengan rasa sesak di dada nya, bahkan kini tidak ada lagi Vierra yang dulu, selalu memanggil nya dengan sebutan sayang, Jerry memang pergi menuju bandara tapi dia tidak akan pergi ke Paris, dia akan membawa istrinya pergi ke Bali, setelah sampai di bandara Jerry menarik Vierra yang bahkan masih menggunakan piyama tidur nya begitu juga dengan Jerry.
sesampainya di dalam jet pribadi nya, pria itu langsung membawa Vierra kedalam kamar nya.
🌹💖💖💖🌹
Akhirnya Vierra membuka mata setelah lama tertidur pulas dia melihat sekeliling kamar nya, tanpa dia sadari saat ini sudah tidak menggunakan sehelai benang pun, hanya selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya, Vierra melirik ke arah samping terlihat Jerry yang sama-sama polos dibalik selimut, tersebut hingga dia mengingat apa? yang mereka lakukan tadi malam menjelang pagi.
Vierra langsung berteriak karena dia ingat bahwa Jerry sudah memberikan obat perangsang, pada dirinya saat sedang di pesawat, tapi dia tidak mengerti kenapa? Jerry berani mengambil resiko untuk itu, bagaimana jika dirinya mati gara-gara obat itu, karena Vierra, menolak untuk berhubungan dengan nya.
Vierra memukul Jerry dan pria itu langsung membuka mata, tapi bukan marah dia malah tersenyum licik, dan mengecup bibir Vierra dan kembali membuat Vierra berontak minta dilepaskan.
"Sayang bukan kah kita, wajar melakukan ini, karena kita adalah pasangan suami istri"ucap Jerry lembut.
"Tidak kamu sudah memilih nya, dan itu artinya kita sudah lama bercerai"ucap Vierra yang langsung bangkit dari tidurnya dia berjalan menuju kamar mandi.
tepat di sebuah villa megah di Bali , Jerry dan Vierra kini berada wanita itu tengah menelpon seseorang tapi kemudian sambungan itu terputus, dilihat nya Jerry, yang memutuskan sambungan telepon tersebut.
"Apa? yang kamu lakukan Jerry, apa? tidak puas sudah membuat ku, menderita"ucap Vierra yang kini menatap tajam kearah pria tampan yang sudah berusia setengah abad lebih itu, tapi masih sangat tampan dengan tubuh yang sangat terawat.
__ADS_1
"Bagus, Vierra bahkan saat ini kamu lupa dengan hubungan kita, kamu sudah kehilangan rasa hormat mu terhadap suamimu sendiri"ucap Jerry yang langsung membuat Vierra terdiam lalu pergi dibarengi oleh derai air mata.
"Aku tidak lupa, hanya saja rasa sakit yang kamu berikan sudah menghapus semua rasa hormat ku padamu"gumam nya lirih.
sementara Jerry, menatap kepergian Vierra, saat ini, dia tidak ingin menambah luka lagi, dia sadar dirinya salah, dia yang sudah melukai hati Vierra yang teramat mencintai nya dulu.
Vierra kini tengah berada di bawah tepat di taman samping villa tersebut, wanita itu masih terlihat mengusap wajah nya, tapi Jerry tidak ingin membuat Vierra, tambah kecewa jika dia mendekat bukan tidak mungkin mereka akan terus berdebat.
hingga waktu makan siang tiba, wanita itu masih menyendiri di sana, Jerry tidak bisa terus membiarkan Vierra, seperti ini dia berjalan dan langsung memeluk Vierra, saat itu juga.
"Maafkan aku sayang, maafkan aku yang tidak bisa berbuat tegas, dan karena itu aku sudah sangat melukai mu"ucap Jerry.
Vierra, masih diam mematung hingga akhirnya wanita itu berbalik dan menatap lekat wajah pria yang selama ini, membuat luka yang begitu besar di hati nya.
"Aku ingin kita berpisah"ucap Vierra, yang langsung membuat Jerry menggeleng.
"Jangan egois kak, kamu sudah punya dia dan putri kalian juga, aku akan terus bersama dengan keempat anak kita, kini mereka sudah bisa mengerti apa? yang terjadi di antara kita"ucap Vierra lembut.
"Tidak, jika pun ada perpisahan itu hanya saat kematian tiba"ucap Jerry lembut.
"Kamu egois kak, kamu egois!"teriak Vierra yang langsung berlari pergi menuju kamar nya, wanita itu semakin menangis sesenggukan, dan membenamkan wajahnya di bantal.
sementara Jerry duduk di kursi meja makan dia hanya menatap hidangan tersebut, hingga. Vierra, duduk dengan wajah sembab nya, wanita itu langsung mengambil piring nya dan memakan makanan yang ada di meja tersebut, dengan sangat lahap bahkan tidak memperdulik kan pria yang kini menatap lekat wajah nya.
sementara mereka masih bersitegang, di tempat lain kedua anak manusia tengah, memadu kasih siapa lagi jika bukan Vio dan Ghealova yang sama-sama memutuskan untuk pergi berlibur di Bali.
Ghealova yang baru terbebas dari kutukan tersebut, kini tengah menikmati makan malam romantis bersama suami nya yang bahkan, tengah memanjakan diri nya.
keduanya sangat bahagia.
berbeda dengan Vivian, yang kini tengah di kejar oleh seorang pemuda berusia dua puluh tahun itu, Vivian, semakin merasa jengah di buatnya.
"Hey kau mau sampai kapan kau mengikuti ku"ucap Vivian yang baru saja keluar dari restoran milik nya itu, gadis itu tengah berada di samping mobil nya.
tiba-tiba saja pria itu memeluk pinggang Vivian, dengan erat lalu mencium bibir Vivian.
wanita itu sempat memekik tapi kemudian entah kenapa, dia menikmati ciuman tersebut untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Vivian.
"Sudah ku bilang, kamu adalah calon istri ku, itulah kenapa? aku selalu menjaga mu"ucap pemuda tersebut.
Vivian hanya terdiam hingga saat pria itu menarik gadis itu membawanya masuk kedalam mobil nya.
"Aku bawa mobil sendiri"ucap Vivian.
"Tidak usah, aku akan mengantarmu hingga di tempat tujuan, yaitu pelaminan" kekeuh nya.
"Kau masih bocah jadi tidak usah macam-macam" ucap Vivian.
"Jangan meragukan kemampuan ku, sayang, aku bahkan sudah bisa membuat anak"ucap nya tanpa malu.
"Kau ini, bisa diam atau tidak, jika tidak aku lebih baik keluar"ucap Vivian.
"Heummm baiklah-baiklah sayang ku, maafkan aku, tapi jika kamu sudah siap tolong kabari aku"ucap nya lagi.
"Hey, fokus lah dengan kuliah mu, jangan mencari calon istri, nanti mau dikasih makan apa? jika kamu saja belum bekerja"ucap Vivian.
"Sayang ku tenang saja, aku sudah punya perusahaan sendiri, yang akan mencukupi kebutuhan hidup mu, dan ini ambilah, anggap itu sebagai bukti keseriusan ku"ucap nya sambil memberikan black card miliknya.
Vivian membelalakkan matanya, dia tidak percaya pemuda seperti dia sudah memiliki semua itu, kecuali pria itu adalah anak orang kaya.
"Jangan bengong begitu sayang, besok aku akan mengajak mu main ke kantor ku, dan akan aku kenakan sebagai calon istri mu"ucap nya, percaya diri
"Kamu itu masih terlalu muda ,aku tidak bisa menerima mu"ucap Vivian.
"Kamu ingin aku membuktikan bahwa aku sudah jauh lebih dewasa dari pada kamu bukan, baik'lah, mulai sekarang kita akan tinggal bersama"ujarnya.
"Jangan gila, aku tidak akan pernah melepaskan itu.
__ADS_1