Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Tak ingin berpisah#*


__ADS_3

Kebahagiaan Jane saat ini berbarengan dengan kesedihan yang dialami oleh Jordan Jordan harus memilih satu diantara kedua wanita yang satu ibu dari anak-anaknya yang satu lagi adalah istri pertama nya.


Jordan mendatangi Chaterine di apartemen milik nya, pria itu tengah berusaha untuk meminta maaf dan tidak ingin berpisah dengan Chaterine walaupun dia tau selama ini dia selalu melakukan hubungan **** dengan orang lain.


Jordan hanya ingin memperbaiki semua nya karena biar bagaimanapun juga dia melakukan itu karena Jordan tidak pernah memberikan perhatian penuh pada istri nya itu.


sementara itu Vamela akan pulang ke Indonesia bersama dengan Vio, dan kedua putranya yang baru lahir.


usia mereka sudah dua Minggu dan dengan di sebuah penjagaan ketat,dari Vincent dan juga beberapa orang kepercayaan yang selama ini menjaga Vamela, wanita itu pun mau menaiki pesawat meskipun tetap menggunakan batuan obat tidur agar Vamela bisa tenang saat dalam pesawat seperti selama ini.


wanita itu benar-benar mengalami trauma berat saat mendengar kata pesawat.


bayang-bayang kecelakaan itu selalu terlintas di pikiran nya dan bisa membuat dia pingsan beruntung kedua bayinya baik-baik saja, sebenarnya Vamela juga, sudah tidak terlalu panik tapi karena Vincent ingin berjaga-jaga untuk hal yang tidak diinginkan.


mereka semua menggunakan jet pribadi, sementara keluarga Edgar, dengan pesawat terpisah dan hanya Jordan yang terlambat mengetahui itu karena dia tidak sedang berada di Singapore dia pulang ke Paris membawa Chaterine, untuk memperbaiki hubungan antara mereka, sementara pernikahan nya dengan Vamela, akan dilakukan hanya untuk meresmikan catatan akta kelahiran kedua putranya.


Chaterine pun setuju karena itu dia akan tetap menjadi istri Jordan, satu-satunya dan tidak akan lagi kehilangan kasih sayang Jordan yang sangat mencintai nya, menurut Chaterine.


Jordan sendiri terus berperan dengan batinnya dia sangat mencintai Vamela, tapi wanita itu juga menolak untuk dia nikahi jika Jordan meninggalkan Chaterine.


sementara itu Vamela sudah memutuskan akan membesarkan ketiga putranya sendiri tanpa bantuan siapapun.


Vincent pun memberikan sebuah butik yang cukup besar yang sudah dia siapkan untuk adik angkat nya itu.


sesampainya di Indonesia Vamela langsung pulang ke kediaman nya, yang sudah di renovasi jauh-jauh hari oleh Jordan dan kini rumahnya terlihat semakin nyaman.


"Sayang akhirnya kita tiba juga di rumah kita ucap Vamela, sambil menggendong satu bayi dan bayi lainnya di bawa oleh Vincent diikuti oleh Vio, dan para orang kepercayaan nya yang membawa kan semua barang milik Vamela, selama ini mulai dari baju perhiasan dan juga berbagai tas dan sepatu juga perlengkapan lainnya termasuk perlengkapan Vio dan kedua bayi kembar itu, semua hampir satu mobil box, yang dikemas rapi dalam koper-koper besar.


sementara saat datang Vamela tidak membawa barang apapun, bahkan nyawa nya pun hampir lenyap, jika saja Vincent tidak buru-buru menyelamatkan wanita cantik itu.


Vamela langsung menuju kamar khusus bayi yang Jordan siapkan lewat orang kepercayaan nya satu minggu lalu lewat pengawasan Rara.


sementara Rara saat ini dalam perjalanan menuju rumah Vamela bersama dengan suami dan kedua anak nya, untuk menjenguk Vamela, dan keluarga baru mereka saat ini


sementara para tetangga yang hadir saat ini benar-benar syok saat melihat ternyata benar Vamela, benar-benar selamat mereka mengucap syukur hingga berulang kali memeluk wanita cantik tetangga termuda mereka itu.


Vincent pun tersenyum melihat kehebohan para wanita Indonesia itu yang sangat sayang pada adik angkat nya, Vincent pun berbicara dengan bahasa Inggris dan sebagian yang tidak mengerti ada penerjemah di samping Vincent.


"Vamela bahkan sempat menangis ketika Vincent, benar-benar menyayangi nya, sebagai adik angkat nya saat ini, dia bahkan menitipkan dirinya pada tetangga nya,agar mereka ikut menjaga Vamela, dan diminta untuk segera melaporkan kejadian apapun yang membuat Vamela, tersakiti pria itu akan memberikan imbalan yang besar jika informasi nya tepat.


Vincent meminta asisten pribadi Vamela, tetap berada di samping nya, sampai kapan pun dan gajinya akan dinaikkan, jika dia melayani Vamela dengan baik.


Vincent pun masuk ke dalam kamar nya, untuk istirahat saat ini suasana rumah Vamela, seperti hotel berbintang meskipun tidak sebesar itu tapi rumah itu benar-benar nyaman semu fasilitas rumah tersedia di sana mulai dari alat kebersihan yang berupa robot pembersih dan semua yang akan meringankan pekerjaan wanita yang tidak ingin memiliki asisten rumah tangga tersebut.


Jordan yang mengetahui bahwa Vamela, sudah pulang ke Indonesia, akhirnya, Jordan pun membawa Chaterine untuk ke Indonesia, Jordan tidak ingin menyembunyikan apapun dari Chaterine, dia ingin mengurus surat-surat resmi untuk kedua putranya Jayden Arthur Smith dan Hayden Arthur Smith.


Chaterine pun setuju setidaknya Jordan tidak akan menikah dengan Vamela, dia hanya akan membuat buku nikah tanpa adanya akad setelah itu mengurus kartu keluarga dan langsung membuat akta kelahiran untuk keduanya.


pikiran Chaterine, sudah tenang wanita itu juga langsung setuju saat Jordan membawa nya ke Indonesia, sekaligus ingin pergi berbulan madu ke Bali, Jordan sendiri sudah selesai mengemas barang-barang penting nya, dia tidak menggunakan jet pribadi miliknya tapi dia menggunakan pesawat umum .


"Honey sudah siap aku mau tidur lebih dulu"ucap Chaterine yang terlihat sangat ceria saat ini dan itu membuat Jordan tersenyum lega, setidaknya akan baik-baik saja, saat ini meskipun Chaterine tetap dibohongi oleh nya.


dimana ada pernikahan resmi tidak melakukan ijab Kabul Jordan sudah melakukan itu saat Singapura sebelum dia menyusul Chaterine, tinggal meresmikan pernikahan nya, dan melanjutkan pendaftaran pernikahan yang dulu, karena Jordan ingin menyamakan usia kandungan dengan akta nikah.


Jordan akan resmi menjadi suami Vamela, hanya saja mereka sudah berkomitmen hanya untuk kepentingan kedua putranya selebihnya tidak ada apapun bahkan hubungan intim, tapi perjanjian itu, tidak tertulis jadi Jordan bisa melanggar itu kapanpun.


dua hari kemudian Jordan tiba di Indonesia, bertepatan dengan kepergian Vincent, Vamela hanya ditemani asisten pribadi nya, yang dipekerjakan oleh Vincent, sebenarnya Vincent tidak ingin berpisah dengan mereka semua tapi tuntutan pekerjaan mengharuskan nya untuk tetap berkeliling berbagai belahan dunia, tempat dia berbisnis.

__ADS_1


Jordan sendiri sudah tiba di Mension, sementara Rara tidak jadi berkunjung saat itu, dikarenakan tiba-tiba kedua putranya rewel dan ternyata terkena demam mungkin karena cuaca jadi mereka terganggu dengan itu.


sementara Edgar sudah membelikan sebuah rumah mewah untuk Vamela dan kedua cucunya , saat ini itulah kenapa dia belum menemui Vamela, saat ini.


"Daddy aku pergi dulu"ucap Jordan.


pria itu langsung pergi menuju rumah Vamela, sementara Chaterine, masih tidur mungkin karena lelah.


butuh waktu setengah hari untuk sampai ke rumah Vamela.


Jordan sempat berbelanja kebutuhan dapur dan bayinya, setelah meminta bantuan kepada sopir pribadi Jerry, saat ini mereka baru keluar dari super market,lalu melanjutkan perjalanan mereka.


setelah enam jam berkendara akhirnya Jordan pun tiba di rumah Vamela tepat saat malam tiba, Vamela yang tidak dikabari sebelum,dia mematung di depan pintu.


"Yang kamu apa kabar?... dan bagaimana kabar kedua jagoan kita"ucap Jordan yang memeluk dan mengecup kening Vamela.


"Kabar ku baik dan mereka juga"ucap Vamela.


"masuklah dan sopir nya, Rara suruh masuk juga"ucap Vamela.


"Tidak biarkan dia mencari hotel ucap Jordan.


"Dibelakang masih banyak kamar kosong, kamu sendiri kan yang buat"ucap Vamela.


"Yang aku minta maaf jika aku melakukan kesalahan untuk semua itu jujur aku ingin yang terbaik untuk kalian semua.


"Dimana ketiga putra kita"ucap Jordan.


"ada di kamar mereka"Ucap Vamela.


"Aku gak ditawari minum gitu yang haus habis perjalanan jauh"ucap Jordan.


Vamela langsung bergegas menuju dapur diikuti oleh Jordan, dari belakang sambil terus ngobrol.


"Yang aku tadi belanja kebutuhan rumah siapa tau ada yang cocok tapi jika tidak kamu bisa kasih ke tetangga"ucap Jordan lembut, seakan menghindari sikap Vamela yang sedang kurang baik.


"Kenapa?... tidak langsung kamu bagikan saja sendiri jika menurut mu itu tidak cocok untuk ku"ucap Vamela.


"Baiklah"ucap Jordan yang langsung beranjak pergi.


"Bagikan saja setelah itu kamu tidur di rumah tetangga"ucap Vamela yang kesal, Jordan tidak pernah mengerti isi hati nya, saat ini.


"Yang aku kedepan karena mau minta pak sopir untuk membawa masuk semuanya"ucap Jordan, dan Vamela pun hanya diam lalu pergi menuju dapur lagi untuk membuat makan malam untuk Jordan dan sopir nya.


sementara Vamela, sudah makan tadi bersama dengan asisten nya.


"Sayang kamu sedang apa?...sini biar aku yang kerjain, kamu tidak boleh terlalu lelah setelah beraktifitas mengurus anak kita"ucap Jordan.


"Aku hanya sedang buat makan malam untuk mu kak... dan juga sopir, tidak capek kok, lagian ada asisten ku yang selalu membantu ku disini"ucap Vamela mulai ramah.


tidak sampai dua puluh menit, akhirnya Vamela pun selesai menghidangkan dua piring steak daging sapi dengan potongan wortel dan buncis, terlihat sangat menggiurkan dengan saus instan yang tinggal di hidangkan di atas steak daging yang masih panas itu dan akan meleleh dengan sendirinya, setelah itu dia juga menyiapkan salad buah untuk cuci mulut, Vamela ingin tau apa?... Jordan masih suka dengan itu atau tidak.


"Kak... makan dulu"ucap Vamela.


"Iya sayang sebentar nanggung nih"ucap Jordan yang memasukkan barang satu mobil box, yang tadi ikut masuk ke dalam gerbang otomatis itu.


"Kak... kamu itu belanja atau memborong toko nya"ucap Jordan.

__ADS_1


"Aku tau disini harus pergi jauh untuk ke supermarket jadi aku beli bahan makanan dan stok kebutuhan rumah untuk satu bulan ucap Jordan.


Vamela, hanya geleng-geleng kepala, setelah itu dia langsung masuk tanpa mau berdebat dengan pria itu karena akan percuma saja.


Jordan pun selesai memasukkan semua belanjaan itu ke ruangan samping yang tersambung ke dapur.


Jordan langsung mencuci tangan dengan wajah nya di kamar mandi setelah itu berganti pakaian dengan t-shirt dan celana pendek, setelah terlihat segar dia langsung menemui Vamela yang masih duduk di meja makan.


"Makan lah dengan pak sopir,aku keatas dulu, lelah mau tidur"ucap Vamela.


"Sayang tunggu aku makan nya, besok saja jika kamu sudah mengantuk"ucap Jordan.


"Ya... baiklah-baiklah aku ...nunggu kakak selesai bicara"ucap Vamela.


tapi Jordan malah mengangkat tubuh Vamela saat itu juga, dan pergi menuju tangga, untuk naik ke lantai atas.


"Kak... kamu belum makan"ucap Vamela.


"Aku bisa makan kapan pun, tapi aku tidak bisa membiarkan ibu dari anak-anakku menderita, kamu lebih berharga dari apapun"Ucay Vamela .


akhirnya Jordan pun membawa Vamela kedalam kamar dan membaringkan tubuhnya perlahan, hingga Jordan langsung mengecup puncak kepala Vamela.


setelah itu Jordan hendak pergi ke luar"temani aku tidur,aku sudah lama tidak bisa tidur nyenyak lagi"ucap Vamela.


"Baiklah sayang, tapi aku makan dulu, sayang kamu sudah lama-lama masak malah dibiarin"Ucap Jordan jujur.


Vamela pun mengangguk setelah itu dia langsung mencoba memejamkan mata .


sementara Jordan langsung memakan .


tidak lama setelah makan pria itu pun kembali ke kamar, dan. melihat istrinya tengah gelisah,


Vamela terbayang akan kejadian itu.


Jordan langsung menyusul dan berbaring menyamping dia memeluk Vamela dengan erat.


sementara itu di Mension, Chaterine tidak bisa berdiam diri setelah bertanya kemana Jordan pergi, dan jawaban nya adalah kerumah Vamela, untuk melihat kedua putranya.


Chaterine marah karena Jordan tidak menelpon nya, bahkan tidak bilang sebelumnya hingga pagi tiba saat Vamela terjaga dia melihat ponsel Jordan yang terus bergetar menandakan bahwa ada panggilan masuk, akhirnya Vamela memberanikan diri melihat siapa yang telah melakukan panggilan di pagi hari ini.


saat melihat nya, terasa sangat sakit terlihat jelas tulisan my Queen :calling.


Deg...


seperti di hantam batu besar dada Vamela terasa sesak.


"Kak Jordan bangun My Queen menelpon"ucap Vamela, yang langsung membuat Jordan membuka mata, seketika itu.


"Yang kamu ini biarkan saja, kenapa?... tidak penting juga"ucap Jordan.


"Tidak penting gimana ratuku tidak mungkin tidak penting"ucap Vamela yang langsung pergi menuju kamar mandi.


"Sayang Mel.... maafkan aku"ucap Jordan.


Vamela berbalik tepat di depan pintu masuk kamar mandi.


"Maaf untuk apa?... kamu tidak berbuat salah.... seharusnya aku yang meminta maaf tidak seharusnya aku kembali pada mu"ucap Vamela yang langsung kembali berbalik dan masuk kedalam kamar mandi, dia mengunci pintu dan menghidupkan keran air juga shower agar tidak terdengar tangis pilu nya.

__ADS_1


"Yang buka pintu nya aku tau kamu terluka dan kecewa aku minta maaf semua aku lakukan demi kebaikan bersama"ucap Jordan yang bahkan tidak terdengar oleh Vamela, perempuan itu mandi sambil terus berlinang air mata dibawah guyuran shower.


tidak sampai tiga puluh menit akhirnya Vamela keluar dari kamar mandi dan terlihat fresh, meskipun tidak bisa ia tutupi wajah sembab setelah menangis.


__ADS_2