Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Kelahiran twins G#


__ADS_3

sejak hari itu mereka kembali bersibuk dengan kegiatan mereka masing-masing bahkan Ghealova tidak pernah bertemu dengan ketiga nya karena dia terpaksa harus tinggal di Thailand, tanpa Adam di sisi nya karena dia juga harus inten mengurus perusahaan milik Mommy nya yang selama ini diurus oleh sang asisten yang kini sedang sakit keras.


Ghealova di dampingi oleh asisten pribadi nya, yang selama ini selalu menghandle perusahaan milik nya, selain paman Arthur yang mengurus perusahaan milik ibunya.


setelah hampir empat bulan tidak pulang ke Indonesia, dan hanya bertemu lewat panggilan video Dengan sang suami atau sahabat nya itu, akhirnya ia memutuskan untuk kembali karena asisten pribadi mendiang ibu nya telah membaik keadaan nya.


sampai tiba di bandara internasional, Ghealova disambut oleh sang suami langsung sepertinya pria itu sangat baik-baik saja setelah ditinggal oleh nya selama hampir empat bulan.


Adam pernah mengunjungi nya dua kali itupun sambil lewat negara tersebut karena perjalanan bisnis, Adam adalah pria yang super sibuk, sehingga jarang ada waktu senggang yang bisa membuat dia bersantai seperti biasanya.


dia akan bekerja dan terus bekerja apalagi saat Ghealova tidak ada untuk mengingatkan nya, seperti waktu itu.


"Sayang aku sangat mencintaimu dan sangat menggemaskan mu, I love you"ucap Adam lembut sambil merangkul pinggang istrinya memeluk nya erat.


"Love you too"ucap Ghealova sambil mengecup bibir Adam sekilas, mungkin bagi orang lain itu adalah formalitas sebuah hubungan palsu, kenapa? disebut palsu karena Adam, tidak se posesif itu saat jauh dari Ghealova.


"Mas pergi saja jika sedang sibuk"ucap Ghealova yang tidak ingin jadi penghalang untuk suaminya, yang memiliki tanggung jawab besar.


"Sesibuk apapun aku, tidak mungkin akan meninggalkan mu sendiri sayang jadi aku ingin memastikan istri tercinta ku, pulang ke rumah dengan selamat setelah itu aku bisa pergi dengan tenang"ujar Adam.


belum sempat Ghealova menjawab, tiba-tiba saja panggilan video masuk dari kedua sahabat.


"Ya ada apa aku baru keluar dari bandara"ucap Ghealova.


"Hey, kau kenapa? baru kembali lihat lah teman kita sedang kesakitan buruan kesini"ucap keduanya.


"Apa? kalian gila gue baru juga kembali, tapi itu bumil gak berhitung apa? bukan nya lahiran nya masih dua Minggu lagi"ucap Ghealova yang benar-benar cemas dan was-was teringat kejadian dimasa lalu saat dia harus kehilangan kedua bayi nya yang bahkan belum berwujud sempurna, saat dia mengalami pendarahan yang hebat, saat itu.


Adam langsung mendekap erat tubuh istri nya yang bergetar hebat, dia tau istrinya sedang mengalami trauma saat kejadian di masa lalu nya.


tenang lah sayang kamu baik-baik saja, semua itu hanya masalalu"ucap Adam.


"Aku mohon jangan kemana-mana temani aku, aku takut"ucap Ghealova.


"Tidak sayang aku akan berada di sisi mu"ujarnya.


Ghealova memiliki ketakutan tersendiri saat melihat orang yang akan melahirkan itulah kenapa? wanita itu tidak pergi ke rumah sakit, dia langsung pulang ke rumah nya yang sangat nyaman yang sudah dia tinggal selama empat bulan kurang itu.


Ghealova pun langsung Adam bawa ke kamar nya, dia tidak ingin istrinya terus berlarut dalam bayangan masalalu.


Hingga istrinya tertidur barulah Adam pergi dia bahkan menghubungi seseorang untuk mengirim kado lahiran untuk mengganti ketidak hadiran sang istri.


Ghealova pun tertidur pulas, selain shock dia juga lelah saat harus menempuh perjalanan jauh.


sementara itu di rumah sakit, Juni sedang meringis kesakitan, bayi nya sudah akan lahir tapi Juni terlihat sangat lemah, dan akhirnya Juni pun harus masuk ke dalam ruangan operasi Caesar.


tidak menunggu lama terdengar suara bayi menangis, begitu nyaring seakan memberitahu bahwa, mereka telah lahir dengan selamat.


Ghealova bahkan kembali di telpon bahwa twins G sudah lahir.


Gema dan Gerald sudah lahir dengan berat yang sama tinggi juga sama wajah yang sulit untuk dibedakan, Ghealova turut senang, dia bahkan langsung bangun dan bergegas menuju kamar mandi, untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket setelah perjalanan panjang yang melelahkan itu.


"Mas antar aku ke rumah sakit mau jenguk twins G"ucap Ghealova yang melihat suaminya sudah terlihat segar mungkin baru saja mandi dan berpakaian.


"Baiklah Sayang"ucap Adam sambil tersenyum.


Ghealova pun berangkat bersama dengan Adam wanita itu terlihat berbinar melihat peralatan bagi bayi yang kini berada di toko peralatan bayi dan balita.


Ghealova tersenyum kearah Adam sambil memegang baju bayi perempuan yang terlihat sangat menggemaskan.


"Kita akan segera memiliki nya sayang bersabar lah sebentar lagi"ujar Adam


"Apa? itu mungkin"ucap Ghealova.


"Mungkinkah itu?"tanya Ghealova


"Tentu saja Sayang ku"ujar Adam.

__ADS_1


mereka pun kembali membeli peralatan bayi, untuk kado twins G.


setelah selesai Adam langsung merangkul pinggang istri nya itu, pergi menuju mobil yang terparkir di area parkir.


setelah membukukan pintu mobil untuk Ghealova Adam juga menaruh peralatan bayi yang dia beli tadi.


setelah beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai di rumah sakit, Adam langsung memarkirkan mobilnya, dan keluar lebih dulu, untuk membantu istrinya turun.


"Sayang ayo"ujar Adam yang melihat Ghealova sedikit melamun saat sudah sampai.


mereka pun berjalan masuk ke dalam gedung rumah sakit tersebut, sambil membawa paper bag di tangan kanan, Adam setia merangkul pinggang istri nya dari samping dengan tangan kiri nya.


Adam langsung bertanya pada resepsionis rumah sakit tersebut, dimana Juni berada, dan mereka mengatakan di ruang VVIP di lantai paling atas ruang rawat inap.


sesampainya di sana Ghealova pun mendorong pintu, masuk dan terlihat lah semua nya ada di sana termasuk Jerry dan Vierra, dia sepertinya baru datang jika dilihat dari raut wajah Juni.


"Bagaimana keadaan mu, apa? semua baik-baik saja ini ada sedikit oleh"ucap Ghealova setelah membersihkan pelukan hangat untuk mantan sepupu dan sahabat nya itu.


"Aunty lihat lah keponakan kita tampan bukan aku Gerald"ujar Widia.


"Halo Gerald keponakan aunty"ucap Ghealova.


"Ghea ini Gema ,ayo kasih salam sama aunty Ghealova"ujar Vierra.


"Apa? kabar aunty, Gema kamu begitu menggemaskan"ucap Ghealova.


"Kabar aunty baik Ghea, apa? itu suamimu"ucap Vierra dengan sangat hati-hati.


"Ya dia suami ku, mas kenalkan dia ibunya Juni aunty Vierra"ucap Ghealova.


"Adam nyonya tuan apa? kabar"ujar Adam sambil tersenyum ramah.


"Kabar baik"ucap keduanya Adam pun duduk di samping Arjuna mereka tampak akrab Arjuna dan Hayden masih disana dari kemarin sore setia menemani Juni yang sedang lahiran.


🌹💖💖💖🌹


"Hay semua"ucap Jayden.


"Hi..."ucap mereka kompak hanya Ghealova yang kini tengah terdiam begitu juga dengan Adam.


"Owh disini ada Ghea, kamu apa kabar nak"ucap Jordan.


"Baik Daddy, Daddy sendiri apa? kabar dengan mommy"ucap Ghealova berbasa-basi.


"Kabar Abang tidak ditanya nih"tanya Jayden yang kini tersenyum pada Ghealova.


"Apa? kabar Jay kamu dah tumbuh dewasa sekarang"ucap Ghealova tanpa bersalaman, Vio terus menatap wajah cantik itu.


"Juni capat membaiknya aku pulang dulu, mas Adam harus berangkat kerja"ucap Ghealova pamit.


"Ya Baiklah, hati-hati di jalan besok datang ke rumah"ucap Juni.


"Bukan nya pulang nya nanti ya setelah sembuh luka sesar nya"ucap Juni.


"Mana ada itu terlalu lama"ucap Juni.


"Oke baiklah besok aku datang ke rumah jika perlu aku nginap"ujar Ghealova.


pasangan suami istri itu pun pergi, Vio terlihat begitu menyesal karena dulu telah menyia-nyiakan Ghealova yang begitu baik hati.


"Sudah jangan terlalu dipikirkan dia bukan jodoh mu"ucap Vierra sambil menepuk pundak Vio pelan-pelan.


"Aku bahkan sudah menyia-nyiakan kedua Putra ku aunty hingga mereka meninggal dunia sebelum lahir ke dunia"ujar Vio lirih.


"Pantas saja Ghealova langsung shock saat melihat Juni akan melahirkan"celetuk Widia.


"Dia trauma, karena semua itu"ucap Vio lagi, akhirnya semua hening tak bersuara hingga satu persatu pamit pulang kini hanya ada Vierra dan Gavin yang senantiasa menjaga anak istrinya.

__ADS_1


"Sayang apa? kamu laper, biar Mommy suapi"ucap Vierra lembut.


Tapi bukan jawaban yang dia dapatkan malah derai air mata, yang sedari tadi dia tahan karena tidak mau orang tau.


"Hi...sayang Mommy minta maaf, karena Mommy tidak bisa menentang dunia yang kejam ini untuk mu, untuk putri kesayangan Mommy, Mommy hanya bisa menangis dan menyalah kan diri Mommy selama ini tanpa bisa berbuat lebih, kamu tau saat Mommy pamit pergi waktu itu, Mommy sudah meminta mu untuk ikut, jika saja waktu itu kamu mau mengikuti Mommy mungkin sekarang kamu belum menikah, tapi lihatlah sisi positif nya, jika kalian tidak bersama kalian tidak akan mendapatkan mereka berdua cucu Mommy yang tampan ini"ucap Vierra sambil mengelus puncak kepala putri nya membenamkan wajahnya di dekapan sang putri.


"Aku tidak menyesali pernikahan ini, Mommy aku sudah bisa menerima semua itu hanya saja kenapa? kalian membuang ku begitu saja Mommy, aku sakit saat tau bahkan pernikahan ini, juga dirahasiakan dari ku, tanpa pesta atau pun semacamnya aku seperti anak pungut kalian"ucap Juni.


"Maaf kan Mommy sayang"ucap Vierra.


Juni hanya mampu terdiam, setelah itu dia pun melirik suaminya yang kini terlihat tersenyum memberikan semangat pada nya.


kedua putranya tengah terlelap tidur di dalam boks bayi.


Di kediaman Adam dan Ghealova, sejak kembali dari rumah sakit, Ghealova hanya terdiam tanpa kata, sesekali hanya derai air mata yang membasahi pipi,tak jarang dia mengusap sudut mata nya yang berair.


dia teringat akan kedua bayi kembar yang telah di makamkan oleh Vamela, dan entah dimana.


sementara saat ini adalah menatap lekat kearah sang istri yang tengah duduk menatap ke arah jendela dari sebuah ruang baca terlihat sesekali Ghealova mengusap wajahnya ada rasa sakit yang teramat sangat saat melihat itu, Adam berpikir Ghealova belum bisa melupakan Vio mantan suaminya itu.


"Aku tau itu tidak lah mudah, tapi apa? terlalu sulit untuk membuka lembaran baru untuk kita"ucap Adam sambil berdiri di samping Ghealova menatap lekat wajah cantik yang terlihat sendu itu.


"Hiks,,, hiks,,, hiks,,,, hiks, A Aku merindukan kedua anak ku, hiks jika saja mereka ada mungkin saat ini aku juga adalah ibu yang paling berbahagia"ucap Ghealova.


"Sabar sayang kamu semoga mereka akan menyambut mu nanti di surga"ucap Adam.


"Aku ingin memiliki anak"ucap Ghealova.


"Kita akan segera memiliki nya sayang"ujar Adam.


"Aku tidak tau mas"ucap Ghealova yang kini masih berderai air mata.


"Apa? sudah kamu cek Sayang "ucap Adam.


"Ayo kita cek sayang"ujar Adam.


"Tidak mas aku baru selesai datang bulan kemarin"ucap Ghealova.


"Jika begitu Dokter bilangan saat ini masa subur kan sayang ayo kita akan mewujudkan impian kita"ucap Adam.


Ghealova pun hanya mengangguk pasrah, meskipun keadaan hati nya sedang tidak baik-baik saja, wanita itu tetap mengikuti apa yang menurut Adam baik.


sampai saat sore hari tiba dia mereka pun pergi bersama mencari makan diluar, setelah itu pergi mencari tempat yang nyaman untuk menikmati dunia luar, rencananya Adam ingin mengajak Ghealova untuk berbulan madu.


Adam pun membawa Ghealova pergi menuju pulau Bali, saat malam tiba dengan pesawat pribadi nya, dia akan menghabiskan waktu bersama istrinya sampai cita-cita mereka terwujud untuk memiliki buah hati.


Ghealova pun sudah tiba di sebuah villa resort yang sungguh menyenangkan dan menenangkan hati.


Ghealova berdiri di depan kolam renang dengan pepohonan rindang dan sinar matahari pagi yang sangat indah di area belakang villa yang benar-benar indah itu.


tiba-tiba sebuah tangan kekar melingkar di pinggang ramping tersebut Ghealova menyesap aroma maskulin yang menyeruak dari tubuh suaminya itu.


"Aku mencintaimu mas"ucap Ghealova.


"Aku bahkan sangat mencintaimu Honey, tetap lah di sisiku"ujar Adam.


mereka pun saling berpelukan di bawah sinar matahari pagi.


Ghealova merasa sangat di cintai dan dihargai oleh suaminya itu.


wanita itu pun mengalungkan tangannya di leher Adam, pria yang selama ini selalu mengejar nya, pria yang selalu melindungi nya, pria yang berani pasang badan dikala Ghealova terancam, dia adalah suami yang sangat mencintai nya sehingga sulit bagi Ghealova untuk pergi dari sisinya.


Adam adalah pria yang sangat penting dalam hidup nya, meskipun dia bukan satu-satunya wanita dalam kehidupan Adam.


Ghealova mendarat kan kecupan mesra di bibir Adam hingga pria itu menahan tengkuk nya, memperdalam ciuman tersebut.adam membawa istrinya itu kembali ke dalam.


suasana pantai yang indah dan sejuk nya pedesaan tempat mereka berada saat ini, sungguh membuat hati terasa sangat nyaman.

__ADS_1


mereka jalan bareng saling merangkul saling bergandengan tangan, semua mereka lakukan saat ini tidak ada keraguan, atau gangguan yang membuat mood mereka turun, Ghealova dan Adam adalah pasangan yang sangat serasi, cantik dan tampan juga gagah perkasa, Ghealova yang memiliki body yang sangat ideal membuat mereka menjadi pusat perhatian mereka yang ada di sana.


__ADS_2