Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Manja#


__ADS_3

Jane duduk di sofa, tempat Jerry duduk tadi sementara vamela, pamit pulang dulu, Sky, duduk di samping Jane yang kini masih terisak pelan, dia benar-benar takut kalau Rara, sampai kenapa-napa.


"Pokoknya aku tidak mau tau kakak harus menikah dengan Rara, setelah dia sadar nanti"ujar Jane.


sontak Jerry mematung dia bahkan tidak berkata apa-apa lagi, Jerry hanya bisa diam.


sementara Jane terus berapi-api meminta Jerry bertanggung jawab, hanya karena Rara sangat mencintai nya.


"Yang kakak mu tidak mungkin menikahi Rara, sementara dia sudah menikah"ucap Sky.


"Aku tidak mau tau, biarkan saja toh istri kakak tinggal di Paris, Rara ada bersama dengan ku disini"ucap Jane tetap ngotot.


"Sayang, kamu harus berpikir rasional Rara, akan sakit hati bila kakak mu terus tinggal di Paris bersama dengan istrinya, sementara Rara, akan terabaikan, memang nya kamu mau digituin sama suami kamu"ucap Sky.


"Belum jadi suami saja udah mendua apa lagi nanti"ucap Jane.


sontak Jerry membulatkan matanya bagaimana tidak, dia mendengar adiknya itu di khianati.


"Sayang apa??... maksud mu, apa??... terjadi sesuatu pada mu"ucap Jerry.


"Aku bahas Rara, kakak iyakan tuan Sky, yang terhormat meskipun kenyataannya sama"ucap Jane lagi.


sementara Sky, hanya bisa menatap tajam pada wanita yang jelas-jelas tengah menyindir nya.


"Sayang jika seseorang nyakitin kamu bilang saja pada kakak , biar kakak menguliti nya, seperti menguliti Angela"ucap Jerry.


"Kakak..., sejak kapan kakak jadi se sadis itu"ucap Jane.


"Aku hanya membalas dendam atas rasa sakit yang kamu derita dan jika perlu kakak akan membuat nya mati perlahan tapi Daddy, menghentikan ku saat itu juga"ujar Jerry.


"Heummm... makasih kak, tapi aku tidak ingin kakak ku mengotori tangan dengan darah dari pendosa itu"ucap Jane.


Jerry langsung memeluk Jane dan mengecup pipi nya, Sky yang melihat itu langsung mengepalkan tangannya dia dibakar rasa cemburu.


Jerry langsung berkata, "kakak akan turuti apa mau mu, asal kamu mau maafin kita semua terutama kakak, dan satu lagi kamu harus menemui mommy, yang kini tengah sakit karena memikirkan mu"ucap Jerry.


"Baiklah, tapi nanti setelah Rara, menikah dengan kakak"ucap Jane lagi.


"Yang... kamu itu bukan nya, sayang dengan Rara, tapi bakalan nyakitin hati nya"ucap Sky, dengan nada tinggi dia kembali mengingat kan Jane.


"Itu menurut mu, tuan tapi tidak menurut ku tuan"ucap Jane yang juga sama-sama kesal.


Jerry, kini menelpon Edgar agar beristirahat saja, karena Jane bersama dengan Jerry,itu membuat Edgar, tenang dan sekarang dia tengah tidur di kamar tamu rumah Jane.


Rara tersadar dari koma nya saat ini dia, melihat ke sekeliling ruangan tersebut, Rara, sudah bisa menebak itu dimana.


karena bayangan saat ia terjatuh pun langsung melintas di kepala nya.


Rara melihat Jerry tengah tertidur menunggu nya di samping ranjang dengan posisi kepala bertumpu di tepi ranjang tersebut.


Rara dengan ragu mengelus puncak kepala Jerry, sementara Jerry sendiri tidak terganggu sementara Jane dan Sky, tidur di sofa ,dengan posisi kepala Jane, di pangkuan Sky.


"kalian disini, seharusnya kalian tidak perlu menunggu ku, disini masih ada perawat dan dokter"ucap Rara lirih.


Jerry yang merasa ada yang mengelus kepala nya dia membuka mata, awalnya enggak karena merasa nyaman, tapi dia penasaran saat membuka mata Rara sedang menatap nya penuh cinta, dan langsung kaget lalu hendak menyingkirkan tangan nya, tapi Jerry buru-buru meraih nya.


"Jangan di hentikan aku suka"ucap nya masih dengan bahasa Inggris.

__ADS_1


"Maaf kak"ucap Rara lirih.


Jerry membalas nya dengan senyum, setelah itu dia bangkit dan pamit untuk ke toilet, hingga beberapa menit dia keluar lagi setelah membasuh wajah nya.


"Apa?... kamu ingin ke toilet,biar aku bantu"ucap Jerry.


"Aku, tidak bisa bergerak mungkin otot ku sedikit kaku"ucap Rara, yang merasa susah menggerakkan kakinya.


padahal dokter sudah mengatakan bahwa Rara, mengalami kelumpuhan otot tubuh terutama di bagian pinggang ke bawah tapi itu masih bisa di obati dengan terapi khusus , Jerry yang merasa bersalah dia sempat termenung sejenak setelah nya dia langsung kembali tersenyum, dan memberikan semangat.


"Kamu pasti cepat sembuh, karena kamu kuat, kamu tidak salah karena kaki mu memang mengalami kelumpuhan yang bersifat sementara tapi itu bisa cepat sembuh kalo kamu ikuti anjuran dokter untuk terapi"ucap Jerry.


"Apahhh.... tidak itu tidak mungkin kakak pasti bercanda bukan, aku tak mungkin lumpuh aku tidak mungkin lumpuh tidak!..."teriak Rara, sambil menangis histeris, dan itu membuat Jane dan Sky, terbangun dari tidurnya.


"Rara... kamu sudah sadar Owh syukur lah"ucap Jane yang langsung berlari menghampiri Rara yang kini tengah menangis dalam pelukan Jerry.


"Kakak... kenapa?... Rara menangis"ucap Jane .


"Jane tolong diam sebentar yang, Rara butuh waktu untuk bicara"ucap Sky, yang langsung memeluk Jane yang kini ikut menangis.


"Jane... aku lumpuh, aku cacat Jane lengkap sudah hidup ku, ini sudah tidak punya siapa-siapa, sekarang aku juga cacat, kalian bisa pergi tinggalkan aku, saat ini aku juga tidak pantas berteman atau pun mengenal kalian semua, aku akan membuat kalian malu hiks hiks hiks"ucap Rara, yang terus menangis sesenggukan bahkan Jerry, yang hendak kembali memeluk nya pun dia tolak dengan cara mendorong lengan kekar Jerry.


"Tidak Ra, kamu tetap sahabatku sampai kapan pun , kita akan berjuang bersama untuk kesembuhan mu, apa lagi kamu itu seorang wanita yang sangat kuat, aku yakin kamu bisa"ucap Jane, sambil memeluk Rara erat.


sementara Sky, kini tengah menatap ke arah pintu yang kini terbuka lebar disana ada seorang pria yang tampan yang menggunakan jas lengkap , dia melihat ke arah Rara dan berjalan menghampiri nya.


"Yang kamu kenapa??... bisa masuk rumah sakit, kemarin saat aku tinggal kamu masih baik-baik saja"ucap Lion, yang langsung memeluk Rara , yang baru melepaskan pelukan Jane.


"Aku lumpuh bang,hiks hiks hiks, sekarang aku cacat hiks, aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk bisa menepis hinaan orang, aku tidak punya kekuatan untuk itu"ucap Rara, yang menangis sesenggukan di pelukan Lion, yang sesekali mencium puncak kepala nya.


"Aku pamit mau cari sarapan dulu"ucap Jerry padahal dia ingin menghindar karena kesal, saat Rara di peluk oleh pria lain, saat ini.


🌹💖💖💖🌹


setelah Rara tenang Lion, pun membantu ia berbaring, karena sedari tadi posisi di duduk, Lion dengan setia menemani Rara,di samping ranjang nya meskipun dia sudah terlambat untuk pergi ke kantor.


"Yang, sebaiknya kita pulang dulu kamu kuliah kan "ucap Sky, pada Jane.


"Aku tidak mau kuliah aku mau disini, kamu saja kamu kan ngajar"ucap Jane pada Sky.


"Aku harus kekantor, tapi jika kamu mau disini tidak apa-apa, setidaknya kita pulang dulu untuk mandi dan berganti pakaian kamu juga belum sarapan bukan"ucap Sky, lembut.


"Baiklah, bang Lion aku titip Rara,dulu nanti aku akan segera kembali"ucap Jane lembut.


"Ya... silahkan"ucap Lionel, yang suka dipanggil Lion.


"Aku pulang dulu Rara, kamu harus baik-baik saja, Oya... mau dibawain apa?... aku akan segera kembali ke sini"ucap Jane sambil mengelus puncak kepala Jane, Jane langsung mengangguk.


Jane dan Sky, pun pergi, sementara Jerry kini tengah berada di apartemen Jane yang sudah lama ditinggal kan tapi masih terawat karena petugas di sana selalu ditugaskan oleh Edgar untuk merawat nya.


Jerry berdiri di balkon, hingga istrinya Dena menelpon, karena sudah lama hidup bersama dengan Dena, Jerry pun sudah mulai terbiasa dengan wanita itu,rasa cinta nya sudah mulai kembali pulih, tapi.


tapi kini Jerry terus memikirkan Rara, entah karena rasa bersalah nya atau karena perasaan yang dulu sempat singgah kini kembali lagi.


📱"Hai.. honey aku kangen"Ucap Dena.


📱"Aku juga Dena"ucap Jerry.

__ADS_1


📱"kapan kembali, jangan lama-lama ya, nanti aku nyusul"ucap Dena.


📱"Dena aku masih punya banyak urusan, yang pulang lebih dulu Daddy, aku masih harus mengurus Jane"ucap Jerry.


📱"untuk apa?... dia sudah besar dan bisa mengurus dirinya sendiri, lagian selama satu tahun ini dia masih baik-baik saja bukan"ucap Dena, Jerry selalu tidak suka jika Dena, selalu berkata seperti itu tentang adiknya.


📱"Ya, sudah aku sibuk kamu baik-baik di sana"ucap Jerry yang langsung mengakhiri percakapan nya.


Jerry yang sudah mandi dan bersiap sedari tadi, dia hendak pergi ke rumah Jane, untuk bertemu dengan Daddy nya, yang kini masih merindukan Jane yang pergi begitu saja saat mereka datang ke rumah milik adiknya itu.


Jerry, segera pergi dengan mobil Jane, yang ia tinggalkan saat pergi dulu, beruntung orang-orang, Edgar bekerja dengan baik sehingga semua barang yang Jane tinggal kan masih sangat terawat.


Jerry langsung tancap gas menuju rumah Jane.


di sana Jane sedang memeluk Daddy nya yang sudah lama ia tinggalkan ,kini Jane sudah menerima semua nya, dan dia juga meminta Jerry untuk menikah dengan Rara, pada Edgar, dan Edgar, mengabulkan apa pun, yang di kehendaki putri nya itu, karena Jerry juga sempat setuju' saat dia meminta itu di rumah sakit.


kini Jane sedang memakan sarapannya ditemani oleh Edgar, yang sesekali mengelus puncak kepala putri kesayangannya itu.


"Daddy, aku tidak mau pulang ke Paris, aku sudah nyaman disini aku hanya ingin melihat mommy, saja setelah itu aku kembali lagi"ucap Jane.


"Baiklah, kesayangan Daddy, apa pun itu asal kamu baik-baik saja, tapi Daddy minta kembali lah ke apartemen mu, dan rawat kembali butik yang kamu tinggalkan, Daddy akan memasukkan, hasil karya mu yang baru ke perusahaan kita"ucap Edgar.


"Aku akan pulang sesekali Daddy, tapi tidak selamanya berada di sana, rumah ini sudah cukup untuk ku"ucap Jane.


Edgar pun mengangguk, tidak lama Jerry datang.


"Kalian sudah sarapan, aku belum"ucap Jerry, sambil pura-pura ngambek.


"Ayo duduk lah,biar aku yang siap kan"ucap Jane yang langsung mengambil roti dan mengolesi nya dengan selai.


Jerry pun tersenyum manis, pada adiknya itu.


mereka pun mengobrol panjang lebar, bertiga di ruang keluarga Jane yang duduk diapit kedua pria tampan dan gagah beda generasi itu tangan nya merangkul punggung keduanya.


Jerry sesekali akan mendarat kan kecupan pada Jane yang sudah lama ia rindukan, kasih sayang nya masih sangat besar untuk Jane,benar kata Jane, saat itu jika saja mereka bukan kakak beradik mungkin saat ini Jerry , sudah menjadikan Jane, sebagai istri nya.


Jane merasa sangat bahagia saat ini, setelah lama mereka berbincang Jane langsung bersiap untuk kembali ke rumah sakit, dan menyiapkan bubur spesial untuk Rara yang dibuat khusus oleh Edgar, untuk sahabat dari putri nya tersebut sebagai rasa terima kasih karena Rara, selama ini selalu setia menemani putri nya, hingga mereka memutuskan untuk bertetangga walaupun semua memiliki histori masing-masing.


Jane, sungguh sangat senang melihat Edgar yang perhatian terhadap Rara, yang dia anggap sebagai calon kakak ipar, rencananya Jane akan mengambil hasil rancangan nya,dulu untuk Rara dan kakak nya menikah saat nanti dia pergi ke Paris.


mereka bertiga pun kini sudah pergi menuju rumah sakit, disana sudah ada vamela, karena Lion, pergi ke rumah nya istrinya sudah mengetahui keberadaan lion hari ini hingga dia mengamuk dan mengancam akan menghabisi Rara, jika dia tidak kunjung kembali.


vamela yang mendengar itu dia langsung mengusir Lion, dengan kasar,biar bagaimanapun dia tidak ingin itu terjadi pada sahabat nya yang sudah seperti saudara kandung tersebut.


kedatangan Jerry dan Edgar beserta Jane, membuat suasana ruangan itu sedikit menghangat meski Rara, masih tertidur pulas karena obat tidur yang disuntikkan oleh dokter, saat Rara, kembali histeris mengingat kaki nya yang lumpuh.


"Apa, dia sudah minum obat"ucap Jane pada vamela, tapi vamela menggeleng.


"Dia kembali histeris"ucap vamela.


"Aku tau itu tidak mudah, tapi semua itu harus bisa dilewati"ucap Jane, yang kembali meneteskan air mata.


bagaimana ia tidak menangis jika mengingat Rara, yang selalu bersikap ceria setiap kali mereka berkumpul, dan setiap kali melihat pria tampan dia akan mengeluarkan sifat ajaibnya, meskipun semua itu bukan yang sebenarnya yang ia lakukan hanya untuk menutupi semua kekacauan dalam hidup nya.


ditinggal oleh kedua orang tua nya saat dia masih kelas tiga SMA, dan seluruh harta milik ayahnya direbut paksa oleh keluarga ayah nya, dan dia hanya diberikan hak atas harta ibunya, karena seluruh keluarga tidak menerima Rara, karena Rara, hadir di luar nikah meskipun itu adalah darah daging keturunan nya, tapi tetap saja keluarga mereka membenci Rara.


sementara itu Rara, harus berjuang untuk menghidupi nya, sampai kini dengan harta peninggalan ibunya, dan dia sudah mulai berbisnis dengan melanjutkan bisnis butik yang ibunya tinggalkan, sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, sementara ayah nya meninggal saat dia kelas satu SMA, setelah ia merayakan ulang tahun nya.

__ADS_1


__ADS_2