
pagi hari nya, mereka pun sarapan bersama, Vamela menuangkan makanan tersebut ke atas piring Viona setelah Jordan dan Vio, dilanjutkan untuk kedua bungsu yang sedang menanti giliran dan terakhir Vamela, mereka pun akhirnya menikmati sarapan pagi yang sama, mereka menikmati pancake strawberry.
setelah selesai sarapan Jordan meminta untuk Vamela menemui nya, didalam kamar, karena sore ini pria itu akan pergi ke Paris, Vamela pun harus merelakan suaminya itu untuk pulang bersama istri pertama nya.
Vamela tidak pernah meminta Jordan untuk tetap tinggal bersama dengan nya, jika dia tidak mampu untuk melakukan itu, tapi dia hanya meminta agar Jordan, lebih sering memperhatikan kedua putranya, saat ini.
sesampainya di dalam kamar, Jordan langsung menyambut Vamela, dengan peluk cium, pria itu rasanya sangat malas untuk pergi menuju Paris apalagi dia harus jauh dari anak dan istri nya ,satu lagi pr yang harus ia lewati adalah menemukan pria yang sudah menghamili istri pertama nya itu, Jordan bahkan tidak tega jika dalam kehamilan Chaterine, dia harus menjalani hidup nya sendiri, apalagi kedua orang tua nya, saat ini sudah tidak ada, sejak lima tahun lalu, tapi jika dipertahankan terus hidup rumah tangga dia dan Vamela akan menjadi taruhan.
"Yang kamu baik-baik disini ya sayang semoga semuanya baik-baik saja"ucap Jordan.
"Kaka tenang saja,aku dan anak-anak akan baik-baik saja, kamu juga jaga kesehatan disana, jangan lupa perhatikan Chaterine, kasihan dia sedang mengandung dan jika dia tidak sanggup untuk menjadi ibu, bagi anak nya nanti biar aku yang akan merawat nya"ucap Vamela tulus, dia sudah capek untuk berdebat lagi, saat ini dia ingin hidup tentram bersama keempat anak nya, meskipun Jordan tidak kembali bersama dengan nya.
karena Jordan bukan milik dia seorang, Jordan juga tidak akan pernah mau untuk menceraikan nya, jadi dia harus kuat untuk terus menjadi yang kedua.
"Yang aku akan sangat merindukan mu,aku harap kamu mau berkunjung ke sana, setiap bulan itung-itung berlibur dengan keempat putra putri kita"ujar Jordan, yang masih memeluk Vamela, dan berkali-kali mencium bibir Vamela yang hendak menyiapkan barang-barang Jordan.
"Tidak usah sayang aku tidak membawa apa-apa hanya laptop dan ponsel saja tidak bawa baju ganti lagian di sana semuanya sudah lengkap"ucap Jordan.
"Heummm,aku mengerti"ucap Vamela.
"Mengerti apa? love, kamu jangan berpikir sembarangan ya, tidak ada yang aneh-aneh kok, aku janji"kata Jordan.
"Memangnya aku bicara apa tidak ada tuh"Jawab Vamela yang kini berjalan kearah balkon tapi Jordan langsung mencegah nya pria itu mengangkat tubuh istri nya, keatas ranjang dia langsung mengungkung Vamela yang berteriak karena merasa geli, saat Jordan mengecup leher jenjang nya.
"Kakak, semalam kan sudah bahkan sudah sampai lemas aku, masa belum puas juga sih"ucap Vamela.
"Cinta, aku tidak pernah merasa puas, ingin lagi dan lagi, semua karena kamu adalah candu bagi ku, sayang aku sangat mencintaimu semoga sampai akhir hayat kita akan selalu bersama"ucap Jordan.
"Amiinn, tapi gak janji ya, jika kamu bikin ulah, aku akan mencari ganti"ucap Vamela bercanda.
"Silahkan saja jika bisa, mereka tidak akan ada yang mau mendekati istri dari Jordan Ester Smith , jika mereka sudah siap mati sih silahkan saja"ucap Jordan yang kembali menguasai istrinya yang saat ini tertawa terbahak-bahak karena merasa lucu dengan sikap posesif suaminya itu.
"Eh malah tertawa, mau bukti"ucap Jordan sambil menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat sangat bahagia itu.
"Aku, tidak tertawa karena itu, tapi aku mentertawakan play boy yang tidak pernah mau jauh dari ku, apa semua itu sudah menghilang"ucap Vamela.
Jordan tidak menjawab hanya terus menatap wajah itu, hingga Vamela mengelus wajah tampan suaminya itu, perpaduan Asia dan Amerika, karena diantara anak Edgar ada yang berwajah belateran seperti Jordan dan Jane yang mirip dengan Soraya.
Vamela langsung memeluk leher Jordan posisi nya saat ini dia sedang berada di pangkuan Jordan, Vamela mendekatkan wajahnya ke hadapan wajah Jordan, wanita itu langsung mencium bibir suaminya yang tentu saja langsung Jordan balas karena memang itu yang selalu Jordan harapkan tapi tidak pernah Vamela lakukan.
ciuman itu sangat lembut, dan semakin lama semakin menuntut, jika Vamela bisa, dia ingin membuat kenangan terindah untuk suami nya itu, tapi sayang Vamela selalu terbayang saat Jordan, tengah berhubungan intim, saat mereka berada di rumah Vamela bersama dengan Chaterine, istri pertama nya, dan itu akan merubah mood Vamela, saat itu juga seperti saat ini.
"Yang kenapa?.."ucap Jordan.
"Tidak kak, aku hanya ingin ke kamar mandi "jawab Vamela.
"Nanti saja"ucap Jordan yang sudah mulai terangsang, tapi Vamela hanya menggeleng, Vamela pun pergi dia masuk kedalam kamar mandi dan langsung menyalakan keran wastafel , dia mencuci wajah nya, yang terdapat lelehan air mata, setelah lebih tenang dia langsung keluar dan berjalan melewati suaminya yang sedari tadi menunggu nya di samping pintu kamar mandi tersebut.
"Yang mau kemana?..."ucap Jordan.
"Kak, aku lupa mau buat sesuatu untuk kamu nanti saat tiba di sana "ucap Vamela beralasan.
"Yang aku hanya butuh kamu, tidak butuh yang lainnya, ikut ya"ucap Jordan.
"Aku harus mengurus bisnis ku kak"ucap Vamela.
"Yang uang kamu tidak akan pernah habis untuk satu tahun, tabungan mu sudah banyak, sesekali gunakan uang itu, jangan terus disimpan"ucap Jordan yang ingin memberitahu bahwa Jordan sudah mengirimkan uang untuk nya.
"Kak, jangan sembarangan aku tidak menabung sebanyak itu, hanya ada beberapa, itupun sudah diambil pengeluaran bulanan"ucap Vamela.
"Coba kamu cek,dulu sayang"ucap Jordan.
__ADS_1
Vamela langsung mengambil handphone nya, dia mengecek saldo tabungan nya, saat aplikasi itu tampak, mata Vamela langsung membulat.
"Kak, aku masih bisa bekerja, dan anak-anak sudah ada uang jajan yang cukup setiap bulannya, untuk apa? kamu kirim uang"ucap Vamela.
"Aku tidak kirim uang sayang,itu nafkah untuk mu, gunakan lah untuk kepentingan mu,uang mu masih banyak, jadi cukup aku yang bekerja keras, kamu hanya perlu menikmati semuanya"ucap Jordan.
Vamela, tersenyum kecut, lalu kembali pergi menuju keluar kamar.
"Yang!"Jordan berteriak memanggil Vamela, langkah Vamela terhenti bukan karena dia mendengar teriakkan Jordan, tapi dia melihat Chaterine berada di hadapan nya.
Wanita itu masuk Mension tanpa permisi.
"Dimana suamiku"ucap Chaterine.
"Dia di atas kamu langsung panggil saja"ucap Vamela, yang langsung pergi menuju ruang tengah.
dia melihat keempat anak nya, tengah menonton film yang sama saat ini.
keempat nya terlihat sangat dekat apa lagi kedua anak kembar nya yang kini bersandar di antara kedua kakak nya, yang ada di samping mereka.
🌹💖💖💖🌹
setelah beberapa menit kemudian Jordan turun bersama dengan Chaterine yang kini tengah bergelayut manja tanpa rasa malu, pada Jordan di depan Vamela, yang pura-pura tidak melihat.
"Yang aku akan mengantar Chaterine ke Mension kak Jerry dulu nanti aku langsung berangkat dari sini, sementara Chaterine bareng dengan asisten nya dari tempat kak Jerry"ucap Jordan yang juga membawa koper nya.
"Tidak perlu bolak-balik juga kan sudah bawa koper"ucap Vamela datar sambil beranjak pergi.
Jordan langsung melepaskan tangan Chaterine dia menyusul Vamela menuju ruang kerja, dia Vamela langsung duduk di kursi nya, saat itu juga dia mengambil kertas untuk membuat sketsa desain aksesoris wanita yang di pesan oleh seseorang yang bahkan tidak pernah Vamela temui hanya ada foto profil tengkorak yang ada di nomor si costumer.
wanita itu membuat sebuah sebuah kalung dengan sangat cepat dan terlihat menarik meskipun detail nya, terlihat rumit dan Jordan tidak pernah bisa menggangu istrinya jika dia sedang bekerja, dan hanya cara itu yang Vamela gunakan saat ini.
Vamela sedang sibuk dengan sketsa tersebut tiba-tiba, ada seseorang yang mengirimkan pesan.
💌"Hay ,sayang apa? kabar mu"ucap seseorang dengan foto profil tengkorak tersebut.
✉️"Ini siapa?"balas Vamela.
💌"Honey, baru sepuluh tahun kamu lupa dengan percintaan kita yang mampu membuat mu mengandung putri kita"profil tengkorak.
✉️"Kau, sudah gila, putri ku anak dari suamiku"balas Vamela.
💌"Suamimu yang mana honey, aku yang membuat mu hamil hingga dua kali, sementara suami, yang kamu anggap suami itu adalah pria mandul, jangan pernah mengklaim bahwa putra-putri kita adalah anak nya"balas pria misterius itu.
✉️"Kamu yang terlalu banyak bermimpi, bahkan aku tak pernah kenal siapa kau"balas Vamela.
pria itu langsung mengirimi satu video bukti percintaan mereka, yang sangat romantis, dan Vamela terlihat tak sadarkan diri,itu artinya dia tengah mabuk berat.
pria tampan dengan rahang tegas, dan wajah yang cool itu terlihat begitu menggoda jika itu adalah wanita lain, tapi Vamela malah sangat marah melihat itu.
💌"Honey, putri mu masih bisa hidup karena aku yang melindungi dia, selama ini, tapi dua dua tahun ini dia menghilang, saat aku berada di Amerika"profil tengkorak.
✉️"Jangan pernah mengusik kehidupan ku lagi, jika kita memang pernah punya hubungan karena aku sudah memiliki suami"balas Vamela tegas.
💌"Heummm, lagi-lagi kamu bertindak bodoh, suamimu memiliki istri lain, tapi aku heran kamu masih bertahan dengan nya"pesan pria itu.
"Vamela langsung memblokir nomor telepon tersebut dan menghapus semua pesan yang masuk termasuk Vidio tersebut.
Vamela bahkan mencoret-coret sketsa perhiasan yang sudah hampir selesai itu meremas nya, hingga menjadi gulungan kertas dan melemparnya ke tong sampah.
"Siapapun kamu, aku tidak akan pernah mengakui mu, bahwa kamu adalah ayah dari kedua anak ku"ucap Vamela.
__ADS_1
Jordan yang mendapat kan pesan yang sama di handphone nya, dia langsung meremas tangan nya , mengeratkan kepalan tangan nya, dan langsung menonjok ponsel tersebut hingga retak dan rusak, pria itu benar-benar marah dan jijik saat melihat Vidio itu, hatinya terlalu sakit, meskipun itu video belasan tahun lalu itu.
"Anjing...aku akan buat perhitungan"ucap Jordan yang benar-benar marah.
"Jordan yang kini sudah menepikan mobilnya di garasi Mension Jerry.
Chaterine yang bingung tidak ingin banyak bertanya karena Jordan, bukan nya menjawab dia akan mencekik leher nya.
"Setelah masuk dan menyimpan koper nya di kamar Jordan yang ada di sana, dia langsung bergegas pergi setelah mengecup kening Chaterine, pria itu ingin minta penjelasan.
"Mel kamu harus menjelaskan siapa dia, padaku tidak mungkin dia bisa membuat mu hamil hingga kedua kalinya, jika kalian tidak punya hubungan spesial dengan nya"gumam Jordan.
Jordan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, dia tidak perduli dengan orang yang ada di jalanan yang, sama-sama membawa kendaraan.
tidak sampai satu jam perjalanan Jordan sudah tiba di kediaman Vamela, pria itu langsung turun dari mobil setelah menutup pintu nya, saat itu juga.
"Mel, kamu dimana!"teriak Jordan beruntung keempat anak nya, tengah bermain di halaman belakang yang sangat luas jadi tidak mendengar dia berteriak.
"Apa... kak kenapa? kamu berteriak kamu pikir kuping aku tidak bisa mendengar apa?"ucap Vamela.
"Jelaskan padaku, siapa pria itu,Mel, siapa dia apa? dia juga mantan suami mu atau selingkuhan mu"ucap Jordan yang kini tengah dibakar api cemburu.
"Kak, apa maksud mu"ucap Vamela sambil menatap wajah Jordan.
"Dia! dia ayah kedua anak pertama mu iya kan Mel"tanya Jordan, sambil berteriak.
"Tidak kak, kamu tau sendiri siapa Daddy mereka"ucap Vamela.
"Jangan membela diri Vamela Agnesia, dimana ada ayah kandung dan mantan suami yang tega ok ingin menyingkirkan anak dan istri nya"ucap Jordan .
"Terserah kamu saja kak, aku sudah lelah menyangkal bahwa dia bukan ayah dari anak ku, tapi aku tidak pernah berniat untuk melakukan itu, aku adalah korban dari obsesi, seorang pria, yang memiliki kekuasaan tertinggi di beberapa negara, saat itu aku baru selesai kuliah,aku pulang ke Amerika, dan ternyata, aku salah menaiki pesawat, saat itu bukan Amerika, yang aku kunjungi tapi Maldives, aku yang tengah mabuk akibat seseorang memberikan aku minuman di bandara, dan aku baru sadar keesokan harinya, dan aku kaget saat melihat tubuh ku polos tanpa sehelai benang pun,aku pun pergi tanpa tau dan tidak ingin tau siapa yang sudah mengambil kesucian ku, hingga keesokan harinya aku kembali ke Amerika, dan menikah dengan pria yang selama ini selalu bersabar mengejar cinta ku, aku sudah berusaha untuk berkata jujur, dan dia begitu marah besar, hingga aku hamil, dia tidak pernah mau menyentuh ku lagi, dia akan perhatian jika di depan orang banyak, tapi selama berumah tangga dia tidak pernah menafkahi ku, secara lahir, aku bekerja sendiri untuk menghidupi ku dan anak yang ada di dalam perut ku, hingga Vio berusia satu tahun, kejadian itu terjadi lagi, tepat dihari ulang tahun ku, seseorang kembali membuat aku tidak sadarkan diri, dan lagi-lagi itu terjadi, aku pun kembali mengandung dan suamiku bahkan mengamuk memukuli ku, dan kadang aku hanya dijadikan pemuas nafsu nya, siapa yang mau dengan kejadian itu, jika aku,sadar pun, aku akan berusaha mati-matian untuk menolaknya, tapi semua sudah terlambat, hanya ada sepucuk surat dan black card, yang dikirim oleh pria itu tapi aku tidak pernah mau untuk menggunakan itu,aku lebih baik bekerja siang malam daripada harus mengambil uang orang lain, sekarang terserah kakak, percaya atau tidak, yang pasti aku sudah berusaha untuk menjelaskan semua, aku pun sudah lelah menyembunyikan semuanya, aku sayang Viona, dan juga Vio, karena dia darah daging ku, aku pikir dia adalah anak dari suamiku tapi ternyata dia mandul maka dari itu dia menikahi ku"jawab Vamela sambil berderai air mata.
"Kamu menyembunyikan semuanya dari ku Mel"ucap Jordan.
"Aku, tidak menyembunyikan nya kak, aku hanya tidak ingin mengusik luka lama, aku sendiri tidak pernah tau siapa sebenarnya dia"ucap Vamela sambil tersenyum kecut Air mata nya, kini mulai berhenti.
"Kakak, boleh pikirkan baik-baik, untuk tetap bersama dengan ku, atau bercerai jika menurut kakak semua ini salah ku, aku juga tidak akan menggunakan uang mu, untuk menghidupi Vio dan Viona, aku masih bisa bekerja untuk menghidupi mereka, cukup untuk sikembar saja, jadi kakak tidak perlu lagi kirim uang"ucap Vamela, yang terasa sangat menyakitkan bagi Jordan yang benar-benar mencintai nya.
"Apa?, kamu membenci ku hingga kamu tidak ingin aku memberikan nafkah untuk mereka, Mel, Vio dan Viona itu juga anak ku dan aku sayang mereka berdua, aku bahkan sayang Viona, dia adalah kebahagiaan ku juga"ucap Jordan yang kini memegang bahu Vamela.
"Tidak, aku tidak pernah benci kakak, tapi semua kebutuhan mereka memang tanggung jawab ku, jadi jika kita suatu hari berpisah"
plak....
suara tamparan keras itu, terdengar nyaring, Vamela langsung terdiam dan menunduk,baru kali ini Jordan, benar-benar marah hingga dirinya tidak bisa mengontrol emosi saat mendengar kata itu.
Jordan langsung berkata"Apa? segitu inginnya kamu berpisah dengan ku, Mel... jawab!! apa? semua karena dia"ucap Jordan.
Vamela tidak menjawab dia langsung berlari menuju kamar, tangis nya pecah rasa sakit itu tidak seberapa jika dibandingkan luka hati nya, atas tuduhan Jordan kali ini.
"Mel, kamu tidak boleh pergi kamu harus jelaskan semuanya padaku"ucap Jordan.
pria itu langsung mengejar Jordan, Vamela hanya membiarkan nya, tanpa menghindar setidaknya kini mereka sudah berada di ruangan kedap suara, jadi seberapa kuat pun Jordan berteriak, tidak akan pernah terdengar oleh orang lain.
Vamela langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, dan membasuh Air mata nya, wajah nya, sudah sedikit lebih segar, hanya saja sembab dan sudut bibirnya pecah akibat tamparan keras dari Jordan yang kini langsung memeluk nya.
pria itu meminta maaf, lalu membelai pipi Vamela, mengelus luka itu dengan ibu jari nya.
"Maaf kan aku honey, maaf aku benar-benar Kalaf tadi"Jordan
"
__ADS_1