
satu minggu kemudian, akhirnya Ghealova, sudah dijinakkan pulang, karena kondisi nya benar-benar sudah membaik wanita itu sembuh karena kerja keras Vio, yang selalu sigap untuk merawat nya dengan telaten meskipun hanya lewat perhatian khusus, karena yang merawat Ghealova, adalah suster dan dokter.
sementara waktu Vio membawa Ghealova ke rumah nya, Vio ingin Ghealova, mulai membiasakan diri untuk hidup bersama dengan nya, karena Ghealova akan menjadi istri nya, sesegera mungkin.
hingga akhirnya Vamela mendengar kabar kedekatan Ghealova, akhirnya Vamela pun memutuskan untuk melihat yang dikatakan Vio benar, atau tidak nya.
Viona yang memberitahu tentang Ghealova, pada sang mommy, bagaimana tidak, dia sendiri juga kaget saat melihat sang kakak, ternyata tengah bermesraan di sofa bersama wanita asing yang baru dia temui.
Vio tengah duduk di samping Ghealova, sambil mengelus puncak kepala wanita itu, yang juga bersandar di bahu Vio.
sebelum kakak nya pergi bekerja.
Viona langsung menelpon mommy nya saat itu juga.
keesokan harinya, Vamela datang untuk menemui wanita yang Viona, sebut dan Viona pun sedang tidak ada di rumah itu, karena harus bekerja, Vamela kaget saat seorang gadis cantik membuka pintu rumah, tersebut.
"Kamu siapa?"tanya Vamela.
"S saya pembantu di rumah ini"ucap Ghealova saat ini karena tidak mungkin dia mengaku sebagai calon istri Vio, karena dia tidak ingin ibunya Vio mengusir nya.
Vamela pun tersenyum, dia tau wanita itu sedang tidak percaya diri tapi biarlah seperti apa? yang dia katakan saat ini.
Vamela pun masuk kedalam rumah tersebut dia berjalan menuju kamar putra nya itu, yang dia tau Vio tidak pernah macam-macam karena Vio, adalah putra nya paling baik.
"Nyonya, tuan Vio tidak ada dirumah"ucap nya gugup, karena takut ketahuan saat ini bahwa mereka sering tidur bersama apalagi saat dia bermimpi buruk saat trauma masa lalu nya yang sudah terlalu lama menghantui nya.
dimana sang ibu, tergeletak bersimbah darah di sebuah ruangan, yang bahkan hampir jarang tersentuh.
Vio yang selalu menolong nya, agar bisa sadar dan dari mimpi buruknya.
Vamela terus berjalan menuju kamar tersebut, dia begitu murka saat melihat barang wanita ada di dalam kamar Vio, Vamela langsung menelpon putra nya itu.
Vio yang tengah banyak pekerjaan dia terpaksa pulang dengan pekerjaan nya itu yang dibawa ke rumah.
"Tolong buat kan saya minum jika kamu memang seorang asisten rumah ini"ucap Vamela yang duduk sambil menatap ponsel nya, wanita itu terus berkutat dengan ponsel tersebut.
"Baiklah Nyonya"ucap Ghealova, yang langsung pergi menuju dapur, dia kebingungan harus buat minum apa? untuk calon ibu mertuanya itu, tapi dia berusaha melakukan yang dia bisa.
Ghealova membuat jus mangga karena hanya ada buah-buahan yang ada di lemari es tersebut.
setelah selesai dia berjalan membawa nampan berisi segelas jus untuk mertua nya itu, tepat nya calon, bersamaan dengan kedatangan Vio.
"Ghealova, apa? yang kamu lakukan, kamu baru saja sembuh"ucap Vio yang langsung menghampiri wanita nya itu.
"Tidak apa-apa ,dad ahhh tuan, saya sudah bisa bekerja"ucap Ghealova.
Vamela, sempat kaget dalam hatinya dan bertanya-tanya apa? yang sebenarnya terjadi.
Vio langsung mengambil nampan dari tangan Ghealova dan menaruhnya di atas meja depan Vamela.
"Mom, dia bukan pelayan tapi dia"
__ADS_1
"Saya, pembantu baru Nyonya yang kemarin baru datang tapi sempat sakit karena mabuk perjalanan"potong Ghealova, tidak mau mengakui bahwa dia adalah calon menantu nya.
"Vio mommy datang dari jauh, bukan ingin melihat pertunjukan drama diantara kalian berdua"ucap Vamela, sambil meraih segelas jus tersebut, dan meminumnya kebetulan dia haus, dan saat meminum itu, ada sedikit senyuman di bibir Vamela, karena ternyata wanita, dari putra nya itu pintar membuat jus yang enak, dan sangat pas dinikmati saat siang begini, seperti jus restaurant bintang lima.
"Maaf mom, dia calon istri Vio, dan bukan pelayan"ucap Vio jujur.
"Vio, mommy senang jika kamu sudah ingin berumah tangga, tapi apa? ini tidak berlebihan kalian tinggal bersama saat ini, dimana keluarga nya"ucap Vamela.
"Mommy... keluarga nya, tidak ada disini, dia berasal dari luar kota, dan ibu tirinya jahat dia menguasai semua harta kekayaan ayah nya, Ghealova"ucap Vio, seperti yang dijelaskan oleh Ghealova.
"Heummm, ternyata Ghealova, nama nya"ucap Vamela.
"Maaf Tante, saya hanya bingung harus menjawab apa? tadi"ucap Ghealova.
Vio sempat tersenyum, hingga dia meraih jus, mangga yang tersisa di gelas tersebut dan meminumnya langsung hingga habis.
"Heummm ternyata jus buatan calon istri ku, ini sangat enak menyegarkan tenggorokan yang lagi haus banget"ucap Vio, sambil tersenyum manis, pada Ghealova, yang kini di tarik duduk kearah nya.
"Vio, jelaskan semuanya pada mommy, apa? kalian sering tidur bersama dan apa? kalian sudah berbuat yang kelewat batas selain tidur bersama"tanya Vamela.
Vio, langsung menjawab"Vio tau batasan momm, Vio tidak mungkin merusak wanita yang belum jadi istri Vio, hanya saja Ghealova, sering ketakutan karena mimpi yang sama, selalu hadir setiap malam nya, dan Vio tidak tega dengan semua itu, sementara Viona jarang pulang dia tidur di hotel"ucap Vio jujur.
"Kalian harus, segera menikah, mommy tidak ingin kalian, kebablasan"ucap Vamela.
"Tapi mommy, Vio belum meminta izin pada Daddy"ucap Vio.
"Tidak masalah kita buat ini sebagai pernikahan rahasia"ucap Vamela.
tanpa Vio ketahui sebenarnya Steven sudah Vamela beritahu, meskipun Vamela enggan untuk melakukan itu, tapi Steven, menyerahkan semua nya pada Vamela.
hingga keesokan paginya, semua sudah berkumpul secara diam-diam di hotel Viona yang langsung meminta sebuah wedding organizer, untuk melakukan persiapan acara di ballroom hotel tersebut.
Vamela sendiri sudah berhasil menghubungi ayah dari Ghealova, dia diam-diam meminta nomor pria itu, dari ponsel Ghealova yang tidak memakai pengaman atau password.
setelah berbicara panjang lebar, akhirnya pria itu bersedia datang ke acara pernikahan putri nya, setelah Vamela mengatakan bahwa putranya adalah anak seorang pengusaha sukses, ternyata yang lebih antusias adalah ibu tiri nya, ternyata yang dikatakan Ghealova adalah sebuah kebenaran.
Ghealova sendiri saat ini tengah dirias secantik mungkin oleh MUA, yang sengaja ia datang kan ke rumah, sementara ijab Kabul akan dilakukan di hotel, Vamela langsung meminta Vio, untuk bersiap dengan dirinya yang mendandani putra pertama nya itu, ada rasa bahagia bercampur sedih, karena dia menginginkan pesta yang lebih megah untuk putranya itu tapi ini terlalu mendadak hingga Vamela hanya ingin yang terbaik untuk saat ini.
🌹💖💖💖🌹
mereka sudah tiba di hotel secara terpisah, Vio datang bersama Viona, sementara Vamela mendampingi Ghealova, yang memang datang dari rumah yang sama.
hingga acara ijab Kabul akan dilakukan Vio, belum melihat Ghealova, sedari malam kemarin, karena Vamela, membawa nya untuk perawatan tubuh dan kecantikan di tempat yang biasa ia kunjungi bersama tiga sahabat nya dulu, tempat itu, adalah khusus kelas elite.
hingga dia meminta rancangan kebaya untuk pernikahan putranya itu diambil kan oleh asisten Jordan, dengan helikopter milik suaminya yang sempat dia gunakan saat dia datang ke Jakarta kemarin.
kini semua sudah berkumpul di podium tempat ijab Kabul yang akan dilangsungkan hanya tinggal Vamela dan Ghealova, sementara keluarga Vierra, juga sudah hadir seluruh nya, termasuk Jerry, yang terpaksa hadir karena Vierra mengancam untuk bercerai dengan nya.
"Ghealova putri ku"ucap Ayah dan ibu tirinya itu, yang langsung menyambut putri mereka, meskipun ibu tirinya itu hanya melakukan pencitraan didepan publik.
Steven juga baru tiba, di hotel tersebut dengan dua orang wanita disampingnya dia merangkul salah satu nya, wanita tercantik yang kini merangkul pinggang nya, Vamela, sempat memalingkan wajahnya, entah kenapa, ada perasaan yang teramat menyakitkan saat ini, melihat pemandangan itu.
__ADS_1
Steven menunjuk salah satu nya, yang mungkin adalah asisten pribadi nya, untuk memberikan satu set perhiasan sebagai mas kawin, yang langsung disodorkan pada Vamela, setelah Vamela, membantu Ghealova untuk duduk di samping putra nya itu.
Vamela, mengambil satu set perhiasan tersebut, dan langsung duduk di belakang Vio sang putra, sementara Steven duduk di samping Vamela, sebagai orang tua pengantin, mereka terlihat sangat serasi, dan itu membuat Jordan terbakar cemburu, sementara wanita yang, tadi bersama Steven duduk di samping Jordan.
akad nikah pun berlangsung dengan khidmat Vio tersenyum bahagia, setelah Ghealova memasang cincin pernikahan mereka Ghealova mencium punggung tangan Vio yang kini resmi menjadi suami nya, begitu juga dengan Vio, yang mencium kening istrinya yang kini terlihat sangat cantik bagaikan bidadari surga dunia nya.
ada debaran aneh, saat dirinya mencium puncak kepala istrinya itu.
semua sudah selesai langsung disambut dengan resepsi pernikahannya yang hanya dihadiri oleh karyawan club dan para staf kantor, juga rekan bisnis yang mendapatkan undangan elektronik, saat ini lebih dari seribu orang yang hadir, apa lagi jika seluruh keluarga digabung, dan itu membuat ibu tiri nya takjub, dan bahkan wanita itu berharap keluarga nya kecipratan harta kekayaan besannya itu.
sementara Steven, masih berada di samping Vamela, menjadi pendamping wanita itu sebagai orang tua kandung Vio, dan disebelah kiri ada orang tua Ghealova.
jika saja kedua adik tirinya tau mungkin mereka akan begitu iri pada Ghealova, seperti selama ini.
hingga acara berhenti saat jam makan siang keluarga mereka berkumpul di meja panjang yang disediakan, mereka makan siang bersama kali ini Jordan mendampingi Vamela dia bahkan bersikap posesif saat ini, karena dia ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa dirinya adalah pemilik wanita cantik yang ada di sebelah nya.
sementara Jerry sedari tadi hanya sibuk dengan ponsel pintar nya.
Jerry, bahkan disuapi oleh istrinya, saat ini karena dia menolak untuk makan, sikap dingin nya, dia tunjukkan pada Vamela dan adiknya yang sesekali menatap ke arah nya.
sementara Viona, tidak ikut bergabung dengan mereka karena tidak ingin melihat Vero, dia masih marah pada pria itu.
ternyata Vero, juga tengah mencari keberadaan Viona.
wanita itu tengah berada di ruangan nya, dia ingin bersantai karena telah lelah bekerja untuk mempersiapkan semua acara dan mengurus pekerjaan nya di hotel tersebut.
Viona, sedang duduk sambil menatap kearah jendela yang menjulang tinggi memperlihatkan kesibukan kota, sambil melamun, tiba-tiba seseorang datang menghampiri nya.
"Yang mau sampai kapan? kamu menghidar dari ku, aku minta maaf karena aku telah melakukan kesalahan tapi please jangan berniat untuk mengakhiri hubungan ini, aku mencintaimu sungguh sangat mencintaimu, dan aku janji, akan melakukan semua syarat yang kamu ajukan aku, akan membangun perusahaan sendiri, hingga aku bisa mapan dan pantas untuk mu"ucap Vero sambil menatap lekat wajah cantik yang kini terlihat melamun dan terdiam itu.
"Maaf aku lelah tolong tinggalkan ruangan ini"ucap Viona datar.
"Viona"sayang please jangan seperti ini"ucap Vero, sambil meraih tangan Viona.
"Tolong lupakan aku, karena kita tidak akan pernah bisa bersatu, keluarga mu, tidak akan pernah setuju dengan pernikahan kita, aku hanya anak haram, seperti yang pernah dikatakan oleh adik mu dulu, dan itu juga yang tadi Daddy mu, katakan aku tidak akan pernah bisa bersatu dengan mu, jadi mulai saat ini tolong pergilah dari hidup ku"ucap Viona.
"Tidak sayang kita harus berjuang untuk membuat hati Daddy ku, luluh dan kita tidak sendirian ada kedua mommy kita juga Daddy Jordan"ucap Vero.
"Tidak Vero aku tidak bisa, sudah cukup dengan semua penghinaan itu, aku tidak punya kekuatan untuk menerima semua nya, apalagi jika hubungan ini dilanjutkan, sebaiknya cari wanita lain saja yang bisa membuat mu bahagia dan direstui oleh keluarga mu, tentunya bukan anak haram seperti diriku"ucap Viona.
"Tidak, sayang kamu bukan anak haram, hanya saja keluarga kita memang pernah memiliki masalah, dan please jangan menyerah untuk semua itu, aku akan terus berusaha agar kita bisa bersama"ucap Vero.
"Tidak Vero, aku sudah memutuskan untuk hidup sendiri, sampai kapan pun, dan tolong tinggalkan aku sendiri"ucap Viona.
"Aku akan pergi setelah kamu berjanji, bahwa hanya ada aku di hatimu saat ini dan selamanya, dengan begitu mari kita tidak menikah selama hidup kita"ucap Vero, yang langsung membuat Viona mematung.
"Aku pergi, dan aku akan buktikan padamu aku tidak akan pernah menikah jika wanita itu bukan kamu"ucap Vero.
sementara percakapan mereka di ketahui oleh Vamela, yang kini berurai air mata, sambil bersandar di dinding, sebegitu terluka nya, putri nya itu karena sebuah kecelakaan yang terjadi di masa lalu, sementara itu tidak hanya dirinya yang tau Steven pun kini mematung dia menyadari semua kesalahannya andaikan saja dulu dia memaksa Vamela untuk menikah mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, Vamela langsung menerobos masuk setelah Vero, pergi, dia langsung memeluk putri semata wayangnya itu, sambil menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Viona bukan anak haram"