
Satu hari sudah Juli berada di rumah sakit dia masih belum diijinkan untuk pulang ke rumah karena keadaan Juli, masih belum stabil saat ini.
dokter pun menyarankan agar Juli, tidak terlalu banyak pikiran dan harus berusaha untuk bisa rileks saat ini karena stress bisa membahayakan bagi nya dan janin dalam kandungan nya.
Edgar, dengan sabar menghadapi Juli yang masih bersikap acuh padanya, meski Juli berkali-kali meminta dia untuk pergi.
"Pulang lah aku bisa sendiri di sini aku sedang tidak ingin melihat mu saat ini"ucap Juli pelan sambil membuang pandangannya.
"Tidak sayang mana bisa aku pulang saat kondisi kamu seperti ini"ucap Edgar.
"Aku bisa sendiri, ingat dulu pun aku sendiri mengandung empat anak mu"ucap Juli tegas dengan sorot mata tajam. Edgar pun hanya bisa menghela nafas panjang.
"Baiklah sayang aku pergi dulu, tapi aku bukan pergi karena aku ingin tapi aku terpaksa demi kebaikan mu"ucap Edgar.
"Itu lebih baik"ucap Juli yang kini membalikkan posisi tubuh nya membelakangi Edgar.
Edgar bangkit perlahan sebelum pergi dia mengelus puncak kepala Juli lalu memberikan kecupan singkat di sana.
"Aku pulang dulu jika Anda yang kamu inginkan segera hubungi aku"ucap Edgar tapi Juli tidak menjawab sedikit pun.
dengan berat hati Edgar melangkah pergi, entah rasa nya berat meninggalkan orang yang kita sayangi tapi itu demi kebaikan istri dan anak nya.
Edgar tidak langsung pulang ke rumah dia meminta asistennya untuk pergi menuju rumah Angela, pria itu ingin mengklarifikasi apa yang Juli katakan kemarin.
satu jam perjalanan akhirnya Edgar sampai di Mension milik nya dulu yang ia berikan kepada mantan istri nya itu, Edgar memang bercerai dengan Angela, dengan drama Angela, selingkuh bersama dokter yang merawat nya dulu, padahal tanpa sepengetahuan Edgar ada rahasia besar yang Angela, tanggung sendiri dan tidak pernah ia bocorkan pada siapapun saat itu hingga Juli datang akhirnya Angela, sedikit berterus terang.
sesampainya di sana Edgar masih disambut sebagai tuan rumah oleh para pelayan yang tidak pernah mengetahui perceraian mereka karena saat itu Edgar maupun Angela, menutup rapat masalah yang terjadi pada mereka berdua.
Edgar pun bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.
"Dimana?.. nyonya"ucap Edgar
"Nyonya sedang tidak enak badan beliau ada di dalam kamar nya"ucap pelayan tersebut.
"Apa??... dia sudah berobat"ucap Edgar.
"Nyonya, tidak pernah ingin pergi ke dokter meski dia sering mengalami sakit bahkan sering kali ditemukan tak sadarkan diri dan tergeletak di mana saja"jawab sang pelayan yang membuat Edgar, langsung membulat kan mata.
Edgar langsung berlari tanpa pamit dia langsung masuk ke dalam lift, dipikiran nya terlintas beberapa kali sikap Angela, yang selalu berusaha bersikap baik-baik saja padahal dia menyembunyikan keadaan nya yang tak baik.
sesampainya di depan kamar Edgar, langsung masuk setelah memencet tombol password pintu tersebut ternyata masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah.
saat pintu terbuka terlihat wanita yang dulu sangat di cintai dan mencintai nya tengah meringkuk di atas ranjang, Edgar langsung menghampiri nya, dia begitu kaget saat melihat Angela dengan wajah pucat pasi dan terdapat bekas darah mengering di telapak tangan nya saat ini.
"Angela, kenapa kamu seperti ini, heuhhhhh aku melepaskan mu, karena hanya ingin melihat mu tersenyum bahagia dengan nya, tapi apa ??.. nyatanya kau membohongi ku"ucap Edgar, yang langsung membawa Angela, kedalam dekapannya.
Edgar benar-benar merasa bersalah, selama ini ia begitu bodoh ia melepaskan wanita yang sangat di cintai nya, hanya karena sandiwara konyol dari istrinya itu.
Angela, tiba-tiba membuka mata,ada Air mata meleleh dari pelupuk mata nya, dia menatap lekat wajah pria yang selalu ia rindukan dan masih sangat dicintainya.
"Daddy, kamu disini??..."ucap nya lemah.
"Kenapa??... kenapa?.. seperti ini Angela sayang aku tak pernah meminta mu untuk memberikan apa pun, aku mencintaimu apa adanya, tidak pernah terlintas ingin meninggalkan mu, meski kamu tidak pernah bisa memberi ku keturunan, karena aku tau semua nya,ayo kita pergi ke dokter"ucap Edgar, yang kini hendak mengangkat tubuh lemah Angela.
__ADS_1
"Tidak Daddy, aku tidak ingin pergi ke dokter, mendengar kata itu saja aku sudah tidak bisa, semua hancur semua sudah berakhir, aku tidak ingin pergi berobat karena semua percuma usia ku mungkin sudah tidak lama lagi, sekarang yang aku inginkan hanya melihat mu untuk yang terakhir kali nya, tersenyum lah untuk ku, untuk wanita yang tidak pernah memberi mu kebahagiaan"ucap Angela lirih, dia pun mengusap darah yang tiba-tiba keluar dari hidung nya.
"Sayang maafkan aku, maaf kan aku, karena kebodohan ku, aku meninggalkan mu, tanpa mencari tahu kenapa??... kamu ngotot ingin berpisah dengan ku, maafkan aku Angela,ayo kita pergi ke dokter, aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri jika kamu pergi untuk kedua kalinya dari sisiku"ucap Edgar.
"Tidak, Daddy aku hanya ingin kau memaafkan aku,atas semua kesalahanku selama aku menjadi istri mu"ucap Angela lirih, sambil menghapus darah yang kini terus keluar dari hidung nya.
Edgar, hanya menggeleng dia langsung mengangkat tubuh lemah itu dan berjalan tergesa-gesa menuju lantai bawah sesampainya di sana Edgar, langsung menuju ke arah mobil nya dia dibantu oleh pelayan membuka pintu mobil tersebut, Edgar meminta pelayan untuk menyiapkan keperluan Angela, dan menyusul nya ke rumah sakit.
Edgar, benar-benar merasa hancur saat melihat kondisi Angela, saat ini dia takut Angela , akan benar-benar pergi dari hidup nya untuk selamanya meski kini sudah ada Juli, yang mengisi hati nya, tapi tidak bisa di pungkiri,rasa cinta nya pada Angela, masih ada hingga saat ini, Edgar tidak perduli jika orang lain menganggap nya egois, tapi itulah kenyataannya saat ini.
Edgar langsung menggendong Angela ala bridal style, saat itu juga setelah sampai di rumah sakit dia berteriak memanggil dokter, dan tidak lama para pegawai medis pun langsung bergegas menghampiri dan langsung membawa Angela ke ruang IGD.
setelah Angela di bawa kedalam Edgar, menunggu di luar dengan terduduk lemas di kursi tunggu sebentar posisi tangan di atas. paha Edgar menundukkan kepalanya di sana.
penyesalan terbesar saat ini sedang di alami nya, dilema mendera Edgar, bagaimana tidak saat ini tengah bingung harus bagaimana,di satu sisi istri nya tengah dirawat di rumah sakit yang sama dengan mantan istri nya yang baru masuk, dia tidak ingin membuat Juli, semakin membenci dirinya dan kalau itu terjadi ada dua kemungkinan yang akan terjadi,yaitu Juli akan semakin stres dan kemungkinan kedua putrinya itu akan dalam bahaya.
🌹💖💖💖🌹
tiga tahun kemudian, seorang wanita cantik tengah membujuk putri tercinta nya yang kini tengah merajuk karena dia menginginkan seorang ayah seperti sahabat nya di tempat bermain tepat nya tempat penitipan anak, saat wanita itu bekerja.
wanita itu adalah Juli, yang saat itu langsung pergi setelah melihat suaminya memeluk Angela, diruang rawat VVIP yang tidak sengaja ia lihat saat dia melewati pintu itu saat hendak mencari udara segar posisi mereka yang terlihat jelas saat Edgar, mencium kening Angela, hati Juli, terasa di iris meski tiga hari sebelum nya dia sendiri yang menginginkan Edgar untuk kembali rujuk dengan wanita itu.
setelah kepergian Juli Edgar, sudah mencari Juli ke berbagai daerah hingga dia mengerahkan semua kekuatan nya lewat orang-orang penting yang menjadi rekan bisnis nya tapi nihil Juli, seolah hilang di telan bumi.
"mommy aku mau Daddy, seperti mereka aku mau Daddy mommy"ucap gadis kecil itu berlari ke arah jalan raya Juli menjerit ketika melihat putri nya hampir tertabrak mobil yang melintas saat itu.
tiba-tiba mobil itu mengerem mendadak Juli, yang kini masih menutup wajahnya karena tak kuasa melihat kenyataan pikiran nya saat ini benar kacau.
Juli terkulai dengan posisi berlutut, dia benar-benar tidak bisa melihat putri nya dalam kondisi mengenaskan seperti bayangan nya hingga suara seseorang yang pernah hadir dalam hidup nya terdengar jelas di telinga nya.
"Apa?.. aku sudah gila atau sudah berada di alam lain, saat ini putri ku"ucap nya lirih sambil membuka mata.
Juli begitu kaget saat melihat seseorang tengah menggendong putri bungsu nya itu, Juli seketika itu langsung merampas Jane, yang kini tengah digendong oleh Edgar, yang masih belum menyadari bahwa gadis kecil yang ada di dalam gendongan nya terlalu mirip dengan nya.
Juli langsung berbalik dan berjalan cepat Edgar, sempat mematung beberapa detik hingga ia menyadari bahwa yang tadi merampas gadis kecil itu adalah wanita yang selama ini dia cari.
Juli berada di Faris, Edgar langsung mengejar wanita yang kini berjalan setengah berlari, tapi kecepatan lari Edgar lebih cepat dari Juli yang kini masih menggendong putri nya itu.
"Juli tunggu honey, tunggu!!"ucap Edgar yang langsung menarik lengan wanita itu, dia tidak ingin kehilangan wanita itu lagi.
Edgar langsung menarik Juli dan putri nya kedalam pelukan nya.
"Lepas kan kami tuan, ini sudah tidak pantas lagi anda lakukan"ucap Juli yang bersikap formal.
"Juli, aku mencari mu , dan selalu mencari dimana keberadaan mu, kenapa??... kamu lakukan itu lagi honey, kenapa?.. kamu pergi ninggalin aku, kenapa!!!..."teriak Edgar,sangat frustasi terlihat dari tetesan air mata yang kini membasahi pipinya.
semua orang yang ada di sana melihat kearah mereka, Juli hanya bisa diam tanpa kata, sementara putri nya terus menangis melihat ibunya yang sudah tertekan dia tau ibunya sedang tidak baik-baik saja.
"Mommy, ayo pulang mommy ayo pulang"ucap gadis kecil itu.
"Kita akan pulang ke rumah kita sayang"ucap Edgar.
tapi Juli, seketika itu berjalan meninggalkan Edgar.
__ADS_1
"Honey, please kamu boleh membenci ku, tapi putra-putri kita sangat merindukan mu, mereka selalu menangis di setiap malam karena merindukan ibunya selama tiga tahun ini kamu tega honey, kamu tega ninggalin mereka selama ini"ucap Edgar.
"Aku disini hidup pas-pasan bersama putri ku, aku tidak mungkin membiarkan mereka menderita untuk yang kedua kalinya,maka dari itu aku tidak membawa mereka bersama ku, itu yang terbaik untuk mereka, mereka masih memiliki Angela, sebagai mommy nya yang sangat di cintai oleh Daddy nya, jadi tidak perlu mengingat ku lagi, ibunya yang hanya menjadi menjadi mesin pencetak anak"ucap Juli dan langsung berlalu pergi.
Edgar terus mengikuti langkah Juli, sambil terus berusaha membujuk nya untuk kembali, tapi wanita itu sudah berkeras hati tidak ingin lagi kembali bersama dengan pria yang selama ini tidak pernah benar-benar mencintai nya, itu menurut nya.
"Honey please tunggu aku, dan ayo kita pulang"ucap Edgar.
"Anda, bisa mengirim mereka ke sini jika anda merasa terbebani dengan mereka, mungkin mereka menghambat hubungan anda dengan nya"ucap Juli .
"Honey please, kembali"ucap Edgar, yang melihat Juli saat ini tengah menunggu taksi, dan tak lama taksi pun datang Juli pun naik bersama dengan putri nya yang sedari tadi berada di dalam pelukan nya.
Edgar, melihat plat nomor kendaraan tersebut,lalu berbalik menghampiri mobil nya dan langsung bergegas menuju hotel tempat ia menginap,lalu dia meminta seseorang melacak keberadaan Juli saat ini.
setelah dia dapat, Edgar langsung berangkat menuju, sebuah alamat rumah, sesampainya di sana Edgar, langsung menghampiri sebuah rumah yang sangat sederhana, bahkan terlihat sedikit rusak di beberapa bagian.
Edgar, mengetuk pintu rumah tersebut tidak lama pintu pun terbuka, Edgar melihat seorang gadis kecil yang sangat mirip dengan dirinya, tengah berdiri di hadapan nya meski Gadis itu, masih sangat kecil tapi dia sudah pandai menerima tamu.
"Maaf tuan cari siapa??... dan ada keperluan apa?... berkunjung ke rumah kami"ucap nya dia mungkin lupa dengan Edgar.
"Sayang siapa??.. yang datang ucap Juli, yang kini tengah sibuk mencuci peralatan masak Juli yang baru saja selesai memasak makanan kesukaan putri nya yaitu sayur SOP buntut seperti Daddy nya itu dia langsung membuat kan itu setiap kali ingin membujuk putri nya itu agar tidak marah lagi.
Edgar,kini tengah berdiri menatap sekeliling rumah yang selama tiga tahun ini mereka tempati, hatinya begitu terasa sakit, melihat betapa sulit nya hidup yang dilalui Juli bersama putrinya selama ini.
sayang sudah waktunya makan malam sebentar lagi mommy akan pergi bekerja lagi, kamu harus segera makan dan tidur seperti biasanya"ucap Juli tanpa menoleh.
"Mommy"ucap gadis itu yang kini menatap bingung pada seorang pria dewasa yang kini tengah berdiri di hadapan nya.
"Apa?... cepat lah makan Jane, mommy, harus segera berangkat"ucap Juli.
"Apa kamu sering meninggalkan nya sendirian"pertanyaan itu tiba-tiba menghentikan gerakan tangan Juli, yang masih membersihkan cucian kotor bekas masak tersebut.
Juli langsung berbalik, dia terdiam mematung saat tatapan mata mereka saling bertemu.
"Aku bukan orang kaya, dan harus bekerja demi untuk menghidupi nya,maka dari itu aku membiasakan dia untuk hidup mandiri, hingga saat ini, untuk apa kamu datang kemari??"ucap Juli yang kini melanjutkan pekerjaannya,ada tetesan air mata yang keluar dari pelupuk mata keduanya, apa lagi saat Edgar, melihat putri bungsu nya dengan susah payah menaiki kursi meja makan tersebut, dan berdiri di atas kursi dengan posisi sedikit membungkuk dia mengambil piring yang ada di hadapannya mengisi nya dengan nasi dan SOP buntut paforit nya.
Edgar, benar-benar tidak tega melihat itu semua, dia langsung memeluk putri nya yang hendak duduk dia menangis sesenggukan meminta maaf, sedang kan putri nya yang tidak pernah mengenal nya selama ini ia terbengong.
"hiks hiks hiks... maaf kan Daddy, sayang Daddy benar-benar minta maaf, semua ini kesalahan Daddy"ucap Edgar, sambil mencium puncak kepala putri nya bertubi-tubi.
Juli langsung menghampiri mereka dan merebut Jane dari dekapan Edgar.
"Stop, tuan jangan meracuni putri ku, dengan kata-kata yang seharusnya tidak perlu ia dengar, aku mohon pergilah jangan pernah berniat merampas nya dari ku, hanya dia satu-satunya harta berharga yang aku miliki saat ini, Aku mohon pergi"ucap Juli pelan sambil membawa putrinya pergi ke dalam kamar nya rumah itu terlihat sangat sempit dan hanya memiliki satu kamar, Juli dan Jane tidur bersama dalam satu kamar.
"Honey, please kembali lah dengan ku apa kamu tidak kasihan dengan putri kita dia masih sangat kecil untuk bisa merasakan penderitaan ini, aku mohon kembali"ucap Edgar.
"Kau boleh menghina keadaan ku, karena memang kenyataannya aku orang miskin, tapi asal kamu tahu aku tidak akan pernah kembali sekalipun, aku harus menjadi pengemis di jalanan demi bisa menghidupi putri ku sendiri, aku tidak akan pernah melakukan itu"ucap Juli yang kini masih memeluk putri nya di dalam kamar Edgar yang sedari tadi berdiri di depan meja makan, karena letaknya tak jauh dari pintu kamar tersebut.
"mommy, apa betul, dia adalah Daddy, Jane"ucap Jane lirih.
"Dia memang Daddy mu sayang, tapi apa ??...kamu akan meninggalkan mommy, setelah tahu Daddy mu masih hidup"ucap Juli, sambil menatap sendu ke arah Jane.
"Tidak mom... jika mommy tidak ingin aku pergi bersama Daddy, Jane akan tetap bersama mommy di sini meski mommy harus pergi bekerja siang dan malam, aku akan menjadi anak baik dan menunggu mommy di sini, aku tidak akan nakal lagi, cukup tau kalau aku punya Daddy"ucap gadis kecil itu yang sudah mempunyai pikiran layaknya orang dewasa, mungkin keadaan yang memaksa nya untuk dewasa sebelum waktunya.
__ADS_1
sementara Edgar,kini berlutut di hadapan Juli,biar bagaimanapun dia harus membawa Juli kembali, dia tidak ingin membiarkan keduanya hidup dalam kondisi serba kekurangan seperti selama ini.