Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Kedatangan Jordan#


__ADS_3

Tingkah si kembar setiap hari nya ada saja yang membuat Vio jengah meskipun sebagai seorang kakak dia begitu menyayangi kedua nya.


sementara Jordan setelah Vamela, melabrak dirinya dia, tidak bisa hidup dengan tenang, rasa sakit dari cinta tak terbalaskan, Jordan tidak pernah menceraikan Vamela, meskipun dia tidak pernah memberikan nafkah batin, selama ini, tapi nafkah lahir dengan jumlah yang cukup fantastis selalu Jordan berikan untuk Vamela dan kedua putranya meskipun, tidak harus menjadi pengusaha sukses, Vamela dan ketiga anak nya sudah menjadi Milioner.


hanya saja Vamela, tidak pernah menggunakan fasilitas itu hanya untuk kedua putranya, sementara Vio dari hasil kerja keras nya sendiri meskipun Jordan juga tidak membedakan antara Vio dan kedua putranya.


Vamela tidak ingin dianggap memanfaatkan keadaan.


Jordan terbang dari Paris, langsung menuju rumah Vamela, dia ingin meminta maaf atas semua kesalahannya selama ini.


apalagi Vamela pasti terluka mendengar kabar, bahwa Chaterine,kini tengah hamil besar.


Vamela sendiri tengah sibuk mengurus launching perhiasan terbaru yang bertabur berlian, dengan nama J2 &2V .


usaha yang dia geluti sebagai seorang desainer perhiasan .


Jordan sudah berada di dalam pesawat menuju Indonesia, dia bahkan gelisah entah bagaimana caranya untuk menjelaskan semua nya, selama ini dia tidak pernah bisa membuat Vamela, mau menyerah dan hidup bersama dengan Jordan, jadi Jordan pun mempertahankan Chaterine, mungkin laki-laki ini tidak mau rugi jika keduanya tidak ada yang bersama dengan dirinya.


sementara Vincent, pria itu tetap teguh dengan pendirian nya, dia tidak ingin menghianati cinta istri nya yang sudah lama tiada, dengan sebuah pernikahan baru , dia lebih memilih bersaudara dengan Vamela, dia juga cukup bahagia karena kedua anak kembar itu selalu membanggakan diri nya, dan bermanja-manja pada Vincent, setiap kali Vincent berada di Indonesia, kalau tidak sempat dia akan meminta mereka berkunjung ke Singapura.


Vamela sudah keluar dari butik sekaligus jewelry milik nya, yang memiliki tingkat keamanan yang tinggi itu, jadi Vamela, tidak usah memikirkan barang-barang berharga miliknya, karena semua sudah dipastikan aman sekalipun banyak pengunjung untuk sekedar melihat-lihat desain terbarunya.


tidak hanya perhiasan yang dia desain tapi juga berbagai tas dan sepatu wanita dengan berbagai kualitas terbaik, ada juga topi pantai lingerie, dan juga barang lain nya, wanita itu memang sangat berbakat di bidang desain tersebut.


setibanya di sekolahan kedua putranya, Vamela turun dari mobil nya, dia sudah memarkirkan mobilnya di area parkir, tinggal menunggu sebentar saja, mereka akan segera bubar sekolah.


saat ini Vamela tidak menggunakan jasa pengasuh wanita itu bisa membagi waktu untuk ketiga putra nya, dan juga butik nya.


"Mommy"Teriak keduanya.


"Owh sayang mommy bagaimana apa semuanya menyenangkan"ucap Vamela.


"lumayan, tadi Jay dapat bintang banyak mommy"ujar Jay.


"Owh bagus dong memang nya tadi ngapain aja"ucap Vamela.


"Lomba bernyanyi mom"ucap Jay.


"Heummm, ternyata putra mommy yang satu ini jago nyanyi"ucap Vamela.


"lalu" sayang mommy yang ini ikut lomba apa?"tanya nya.


"Ikut lomba matematika mommy, Hay juga jago"ucap Jay.


"Kalian berdua memang the best, muachh-muach sayang mommy"ujar Vamela yang langsung memeluk keduanya dan membawa nya ke mobil keduanya menggenggam tangan ibunya kanan dan kiri.


sesampainya di dalam mobil, Vamela langsung membawa mereka ke butik, seperti biasanya mereka memiliki tempat ternyaman disana yang Vamela desain untuk kedua putranya .


selain tempat istirahat di sana juga disediakan tempat bermain yang cukup nyaman, jadi Vamela bisa tenang saat harus bekerja.


setibanya di butik Vamela langsung membawa mereka ke dalam kamar dan melepaskan segala atribut yang melekat di tubuh putra nya, setelah itu mereka digiring ke kamar mandi untuk membersihkan tangan dan kaki, lalu mereka akan segera menggunakan pakaian santai dan Vamela akan menyiapkan makan untuk keduanya dimeja makan yang berukuran sedang itu, tempat dia dan ketiga putra nya.


"Sayang makan siang dulu ya, sebentar lagi mommy, harus kembali bekerja dan sedikit sibuk setelah ini kalian istirahat terlebih dahulu nanti baru main ok Sayang mommy"ucap Vamela.


"Oke mommy"jawab keduanya kompak.


sementara itu Jordan sudah mendarat tepat pukul sebelas siang, saat ini dia langsung bergegas menuju rumah Vamela, bersama dengan sopir yang biasa mengantar nya ke rumah Vamela dulu.


setelah memastikan mereka tidur siang Vamela, pun pergi meninggalkan mereka berdua di ruang istirahat nya, Vamela kembali duduk di depan komputer dia tengah menciptakan berbagai desain, topi dan sandal, setelah itu Vamela, akan memproduksi sendiri meskipun bukan pabrik besar, justru seperti kerajinan tangan.


hingga tiba saat kedua putranya bangun tidur, Vamela langsung mengajak mereka membeli camilan sehat, sekaligus menjemput Vio, yang sebentar lagi akan bubar sekolah.


"Sayang ayo cuci muka dulu biar segar, nanti mommy belikan eskrim"ucap Vamela.


"Yes...mau beli eskrim"ucap kedua putranya itu yang selama ini suka banget dengan makanan itu.


Jordan sudah berada di tengah perjalanan, saat ini dia mampir kesebuah restaurant karena dia belum sempat makan hari ini saking antusiasnya ia ingin segera bertemu dengan Vamela, dan memperbaiki semua nya.

__ADS_1


Jordan bergegas menuju kedalam restaurant tersebut, saat dia masuk sudah disambut dengan pemandangan yang begitu indah dari restaurant yang ia kunjungi baru kali ini, dia memasuki restaurant, yang menyatu dengan alam, rasanya sangat damai, dia ingin sekali mengajak anak dan istrinya ke sana.


sementara Vamela sendiri, sudah tiba di depan sekolahan Vio, dia menunggu di luar pintu gerbang, karena kedua putranya kembali menghentikan tukang eskrim yang berkeliling menjual eskrim.


"Sayang jangan banyak-banyak ya,di mobil juga masih ada"ucap Vamela.


"Aku hanya satu momm..."ucap Hay.


"Aku juga"ujar Jay, tidak mau kalah.


Vamela langsung membayar, setelah itu dia kembali masuk ke dalam mobil nya,si kembar tengah sibuk menonton sambil menjilati eskrim di dalam mobilnya.


mobil mereka memang sangat nyaman dan dilengkapi dengan berbagai fitur canggih, mobil itu pemberian Vincent, untuk Vamela dan ketiga putra nya.


"Sayang jangan buang sampah sembarangan, masukkan ke tempat sampah ok"ujar Vamela yang masih sibuk dengan ponselnya.


"Iya momm..."ucap nya.


sementara itu setelah selesai makan Jordan, kembali melanjutkan perjalanan.


pria itu ingin segera sampai tapi mungkin sampai rumah Vamela, pas petang hari, karena baru setengah perjalanan, ada tiga jam lagi untuk sampai ke rumah itu.


Jordan yang lelah pun memejamkan mata nya yang sudah sangat mengantuk meskipun dia sendiri sudah tertidur pulas.


🌹💖💖💖🌹


tepat pukul enam sore Jordan tiba di rumah Vamela pria itu sudah turun dari mobil, tapi keadaan rumah itu sepi, Jordan pun memencet bel pintu.


tidak lama wanita paruh baya keluar.


"Anda cari siapa?..."ucap nya pada Jordan.


"Vamela nya ada"ucap Jordan.


"Owh Nyona belum pulang kerja, dan ketiga tuan muda juga, sedang bersama dengan Nyona, mereka sedang dijalan , mungkin setengah jam lagi sampai"ucap asisten rumah tangga tersebut.


"Tunggu, anda siapanya Nyona"ucap wanita yang baru bekerja dua tahun di rumah besar itu.


"Aku suami nya"ucap Jordan tegas.


wanita itu pun membantu membawa barang-barang Jordan masuk setelah itu dia kembali ke dapur untuk menyiapkan minum dan makan malam untuk pemilik rumah.


tidak sampai tiga puluh menit, akhirnya Vamela tiba bersama ketiga anak nya,si kembar saat ini sudah tertidur sejak dalam perjalanan, Vio menggendong Jay, dan Vamela membawa Hay, sambil berjalan kearah si mbok yang sedari tadi .


"Nyonya di dalam ada tuan bule, katanya suami nyonya"ucap si mbok.


Deg...


tiba-tiba saja degup jantung Vamela, tidak terkontrol setelah sekian lama, mereka berpisah ruang dan waktu kini pria yang ada dalam hati nya,mengukir rasa perih dari sebuah kata cinta yang terhalang ego.


Vamela berjalan menuju kamar kedua putra nya, saat itu juga sementara Vio, sudah menidurkan Jay, di ranjang milik nya dan dia sudah masuk ke dalam kamar nya, untuk mandi dan berganti pakaian.


sementara Vamela, malah terdiam di samping ranjang kedua putranya itu.


terdengar suara ketukan pintu, dari luar kamar, Vamela langsung bergegas membuka pintu tersebut.


"Ada apa mbok"ucap Vamela.


"Makan malam sudah siap"ucap mbok Ijah.


"Baiklah, tunggu sebentar"ucap Vamela.


wanita itu pun mengganti lampu kamar mereka dengan lampu tidur,agar mereka tidak merasa silau oleh cahaya lampu kamar tersebut.


wanita itu keluar dari kamar, kedua putra kembar nya, dia menuju kamar putra pertama nya.


"Vio sayang ayo makan malam"panggil Vamela.

__ADS_1


"Baiklah mom.. tunggu"ucap Vio.


Vamela pun turun, menuju lantai bawah dimana seseorang kini tengah menatap nya penuh rindu.


Jordan hendak memeluk Vamela, tapi wanita itu bergeser ke samping.


"Mel apa?kabar sayang"ucap Jordan, sambil menahan sakit karena wanita itu bahkan sudah tidak lagi ingin dia peluk.


"Seperti yang kamu lihat kak"ucap Vamela.


wanita berusia 35 tahun itu sangat terlihat cantik dan lebih dewasa.


"Syukur lah, bagaimana? kabar ketiga anak kita"ucap Jordan.


"Daddy disini"ucap Vio ragu


"Iya boy... kamu sekarang sudah besar sayang kemarilah"ucap Jordan yang langsung memeluk dan mengelus puncak kepala anak sambung nya itu.


"Silahkan duduk dan segera makan"ucap Vamela datar.


"Mom... Vio makan dikamar saja, sedang banyak tugas"ucap Vio, yang melihat kecanggungan kedua orang tua nya itu.


"Disini sayang tugas bisa menunggu"ucap Vamela tegas.


"Baiklah momm"ucap Vio sambil mengambil piring yang sudah diisi makanan oleh Vamela.


sementara untuk Jordan Vamela, mengambil pergi ke dapur membuat spaghetti bolognese dan salmon gulung.


tidak sampai lima belas menit, akhirnya makanan itu jadi,ia langsung menghidangkan di meja makan, Jordan pun menyambut nya dengan senyuman, karena wanita itu masih ingat dengan semua makanan favorit nya.


"Thank you, honey"ucap Jordan.


"Makanlah maaf hanya ada itu di kulkas aku belum sempat belanja"ucap Vamela.


mereka pun makan dengan sunyi tidak ada obrolan sama sekali, saat ini hanya terdengar dentuman sendok dan piring beradu sementara Vio, sedari tadi sudah pergi kedalam kamar nya.


"Vio sudah besar, sekarang sudah kelas berapa"ucap Jordan membuka obrolan.


"Kelas tujuh"ucap Vamela singkat.


"Yang setelah makan aku ingin bicara"ucap Jordan.


"Aku tidak punya apa-apa, untuk dibicarakan kamu tau sendiri bagaimana perkembangan kedua anak kita"ucap Vamela.


"Yang please,ini sudah lima tahun,mau sampai kapan kita terus seperti ini, anak-anak, sudah mulai sekolah apa? tidak ada kata maaf untuk ku"ucap Jordan.


"Aku sudah memaafkan mu, dan sudah lama pula aku menunggu surat cerai itu datang, lima tahun kak, Lima tahun bukan waktu sebentar, kamu bahkan tidak pernah menyempatkan waktu untuk menyelesaikan perceraian kita"ucap Vamela.


"Honey, sampai kapan pun aku tidak ingin menceraikan mu,aku tidak ingin berpisah dengan mu"


"Jangan bicara omong kosong lagi kak, bukti nya, selama ini kita tidak pernah tinggal bersama, dan kamu masih bisa hidup berbahagia dengan istri dan anak mu disana, jadi untuk apa lagi mempertahankan ikatan itu,aku juga ingin bahagia bersama dengan pria lain yang akan datang untuk menjadi te"


"Stop Mel, Stop... tidak akan ada yang lain, kamu hanya milikku dan hanya aku, tidak akan ada pria lain"ucap Jordan tegas.


"Kamu egois,kak"ucap Vamela yang langsung menaruh garpu dan sendok di atas piring hingga terdengar bunyi dentuman nyaring.


"Mel... dengarkan aku, Aku sangat mencintai mu, meskipun selama ini kita tidak tinggal bersama, semua karena keinginan mu, andaikan saja waktu itu kamu tidak se egois itu,ini semua tidak akan terjadi"ucap Jordan.


Vamela tiba-tiba berbalik.


"Lalu jika aku, terus bertahan di sisi mu, apa?? kamu akan berpisah dengan nya.... tidak kan"ucap Vamela dengan derai air mata.


"Sayang"ujar Jordan sambil berjalan menghampiri Vamela.


"Sudah cukup kak, berhenti di situ, aku bahkan sudah tidak ingin lagi bertemu dengan mu, jika saja mereka tidak pernah mengenal siapa? Daddy nya, kakak pikir saja tidak ada wanita yang ingin berbagi suami, Aku dan Chaterine, tidak akan pernah bisa menerima kenyataan itu, maka dari itu lebih baik aku yang mengalah biar bagaimanapun aku yang hadir menjadi orang ketiga dalam hidup kalian berdua, jadi aku mohon segera urus surat perceraian kita"ucap Vamela yang langsung berlari menuju kamar nya.


"Mel... sayang please, dengarkan aku dulu sayang aku mohon"ucap Jordan sambil mengetuk pintu, sementara Vio, dari lantai atas tempat di pembatas lantai dia ikut menitikkan air mata, melihat ibunya menangis, sungguh ia tidak tega, apalagi jika mengingat kejadian masa kecil nya saat pesawat itu jatuh ke laut Vamela mati-matian menyelamatkan dirinya, dan memeluk nya erat, bahkan jika tidak ada keajaiban tuhan mungkin dia akan tenggelam dan mati, beruntung mommy nya bisa berenang dan dia tetap berusaha membawa dirinya keatas permukaan laut meskipun sulit.

__ADS_1


"Jangan sakiti mommy lagi"


__ADS_2