
Juli berjalan mengitari rumah tersebut setelah ia bertemu dengan Edgardo dan sang istri juga beberapa pelayan, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pria yang selama ini terus bertahta di hati nya, walaupun selama lima tahun itu Juli, terus mengobati luka yang telah Edgar torehkan, tapi ada luka yang lebih besar dari itu yaitu luka akibat kehilangan pria yang sangat ia cintai selama ini.
sampai lah dia di taman belakang, dia melihat pria yang kini berusia hampir enam puluh tahun itu, terlihat masih sangat tampan,di usia nya saat ini meski garis halus tak dapat di pungkiri, Edgar seperti sedang melamun akan sesuatu hal yang entah apa??...itu.
Juli mendekat, menghampiri nya, sementara itu Edgar tak sedikit pun bergeming bahkan dia tidak tahu siapa yang mendekat ke arah nya, karena terlalu dalam larut dalam kesedihan nya selama lima tahun ini pria itu selalu menyendiri di saat tidak bekerja.
"Mas.."ucap Juli lirih wanita berusia empat puluh lima tahun itu, terlihat masih sangat cantik,tak ada sedikitpun kerutan di wajah nya.
Edgar, tidak menoleh sedikit pun, karena dia sering berhalusinasi seperti saat ini, semenjak kepulangan nya dari Paris, lima tahun yang lalu, Edgar, selalu menyendiri dan jarang sekali terlihat tersenyum sekalipun itu pada adik kembar nya Edgardo.
Edgar masih tidak melirik nya, hingga Juli mendekat dan berdiri di hadapan nya.
"Apa?... aku tidak pernah berharga di matamu selama ini, hingga kau pun sudah tidak perduli lagi pada ku"ucap Juli sambil menatap lekat wajah pria yang kini tengah memejamkan matanya sesaat.
"Mas.... aku tau aku tidak pantas mendapatkan maaf mu karena tidak pernah menjadi istri yang baik, tapi kali ini aku datang setelah sekian lama merasakan penderitaan setelah kamu tinggal, ternyata aku lebih bodoh karena tidak pernah menerima takdir hidup ku, saat bersama dengan mu, aku bodoh mas, aku buta karena telah mengikuti keegoisan ku, yang lebih mementingkan perasaan, maafkan aku maaf hiks...hiks ... maaf kan aku"ucap Juli panjang lebar.
saat itu barulah Edgar, membuka mata perlahan tapi pasti, dia bisa melihat cinta nya dengan nyata, cinta yang selama ini dia pendam cinta yang membuat nya harus rela melepaskan walaupun tidak seutuhnya, dan cinta yang selalu tersimpan selama hidupnya saat ini, dia lah Juli gadis yang tanpa sengaja mengandung benih nya, dia lah wanita Juli yang mampu membuat hidup nya, kembali berwarna dialah Juli yang selalu membuat hati nya tersiksa disaat wanita itu merajuk,dialah Juli yang selalu membuat nya rela menghabiskan sisa hidupnya untuk terus setia, karena Juli benar-benar cinta sejatinya, dari cinta terbaik nya.
"Apa??... aku sudah berada di surga, adakah yang bisa menjelaskan bahwa ini mimpi atau nyata, bisakah tuhan membuat semuanya menjadi nyata, jika ini benar-benar nyata,maka aku akan bersujud kepada nya saat ini juga"ucap Edgar, yang ternyata selama lima tahun terakhir ini dia sudah tidak mengingat akan kebesaran Tuhan nya.
"Mas ini aku aku nyata mas aku Juli, wanita yang sering membuat mu terus mengalah aku yang egois ini kini berada di hadapan mu"ucap Juli lirih.
Edgar, berdiri perlahan seketika itu juga dia langsung memeluk tubuh wanita yang sangat ia cintai yang selalu ia rindukan selama ini setiap tarikan dan hembusan nafas nya, tangis keduanya pun pecah, saat ini mereka benar-benar menangis haru melepaskan rindu yang membuncah yang mereka tahan selama lima tahun ini.
Juli langsung mencium bibir Edgar, saat itu juga, wanita itu benar-benar tidak terkendali begitu juga dengan Edgar, yang benar-benar hampir mati karena merindukan Juli.
sementara itu di sekeliling mereka ada orang-orang yang tengah terharu melihat mereka berdua, yang mengetahui kisah cinta keduanya, dia adalah Edgardo sang adik tercinta dan Senny, istri nya, beserta beberapa pelayan yang berada di full house tersebut.
tangis haru pun pecah di saat ini,dari sudut mata mereka menetes butiran air mata, menyaksikan sepasang manusia dewasa yang kini tengah melepas rindu setelah berpisah ruang dan waktu selama lima tahun itu.
Edgar, yang masih memeluk Juli, melihat ke arah adiknya yang kini tengah tersenyum pada nya sambil mengusap air mata nya, Edgar pun membalas senyum tulus dari si bontot yang kini sudah sama-sama menua seperti dirinya.
Edgar, membawa Juli masuk ke dalam rumah indah tersebut, dia masih berjalan di rumput yang tertata rapi di atas tanah yang menambah keindahan full house tersebut dengan warna hijau nya.
pria itu berjalan sambil merangkul pinggang istri nya dengan posesif, dan tak lupa puluhan kecupan singkat ia darat kan dipuncak kepala dan kening Juli.
hingga sampai lah mereka di dekat adik dan adik ipar yang kini menunggu nya di sofa, ruang keluarga.
"Apa?...kakak bahagia"ucap Edgardo.
"Tentu saja, aku sangat sangat.... bahagia, karena cinta ku sudah kembali ke sisi ku"ucap Edgar.
__ADS_1
"Syukurlah,ingat lah, jangan pernah lagi mengulang kesalahan yang sama, karena waktu terlalu berharga untuk dilewatkan"ucap Edgardo.
"Kami mengerti ucap Edgar, yang kini menatap lekat wajah cantik istrinya.
"Sebaiknya,kak Juli makan dulu setelah itu kalian bisa istirahat di kamar"ucap Senny, yang sangat mengerti bagaimana merasakan sakit akibat merindukan seseorang, seperti dirinya dulu, saat Edgardo terpaksa berada di Amerika, selama satu tahun hanya untuk menunggui kedua orang tua nya yang sakit secara bergantian hingga akhir hayat mereka berdua, Soraya dan Edward,meningal di hari dan jam yang sama, bahkan saat saling berpelukan.
Edward , sangat mencintai Soraya, begitu juga Soraya meski cinta nya terbagi dua dengan almarhum Aditya yang sudah lebih dulu meninggalkan nya, tapi tuhan menakdirkan mereka berdua berjodoh hingga maut memisahkan mereka tetap bersama.
Edgar pun tersenyum, disaat Senny , mengatakan bahwa mereka harus beristirahat saat ini.
mereka berdua pun berjalan menuju ruang makan, Edgar sengaja ingin menemani dan menyuapi istrinya itu makan, saat ini.
Edgar menggeser kursi untuk Juli duduk, setelah dipastikan wanita tercinta nya duduk dengan nyaman, Edgar, meminta para pelayan menyajikan makanan spesial seperti yang sudah Edgardo, siapkan saat mereka berdua masih berada di taman.
"Honey , mau makan apa??...heumm biar mas yang ambil kan"ucap Edgar pelan penuh sayang.
"Aku bisa ambil sendiri Daddy, sebaiknya aku yang akan mengambil kan mu makan sayang"ucap Juli.
"Tidak, biarkan saat ini aku yang akan melayani mu cinta"ucap Edgar, yang terdengar sangat lembut namun penuh arti.
"Baiklah jika itu mau mu Daddy"ucap Juli pasrah, dia tidak ingin lagi, bersikap egois, dia tidak ingin lagi kehilangan suaminya.
🌹💖💖💖🌹
Jerry, yang tengah sibuk dengan laptop nya, saat ini dia terkaget-kaget saat sopir tersebut menabrak seseorang, yang kini tergeletak di jalan.
"Ada apa??... kenapa??...kau begitu ceroboh heuhhhhh... bagaimana jika dia mati"ucap Jerry.
maaf kan saya tuan barusan saya mengantuk ujar sang sopir yang langsung turun dari mobil diikuti oleh sang asisten, saat itu juga mereka pun membawa wanita itu sesegera mungkin kedalam mobil untuk menuju ke rumah sakit.
"Apa-apaan ini, apa??.... kalian berdua tidak waras, kenapa???... membawa wanita itu kedalam mobil ku, kenapa?... tidak memanggil ambulance saja,biar lebih cepat"ujar Jerry yang kini menggeser tubuhnya beralih ke jok depan samping kemudi.
"Ini satu-satunya cara yang paling tepat bos...kalau harus menunggu ambulan butuh waktu cukup lama, lagian sekarang sudah hampir larut malam jadi jarang sekali atau sulit untuk mencari bantuan ucap sang sopir yang asli berasal dari kota xx tersebut.
sambil tancap gas, ketiga pria dan satu orang wanita yang saat ini tengah tidak sadarkan diri setelah tersenggol mobil itu barusan.
Jerry, kembali dengan laptop nya, menurutnya dia tidak perlu susah-susah untuk memberikan perhatian pada wanita itu karena sua orang yang kini bersama dengan nya.
sementara itu Edo,sang asisten Jerry, saat ini sudah sangat geram pada bos nya yang sangat gila kerja hingga peristiwa, itu pun tidak pernah mengganggu dirinya.
pria itu terlalu gila kerja semenjak sang mommy menyerahkan urusan pekerjaan padanya bahkan dia saat ini masih menjalani kuliah lanjutan untuk semakin memperdalam ilmu bisnisnya meskipun ia jarang mengikuti bangku perkuliahan, dia lebih banyak berkuliah online, dan akan hadir di kampus saat dia bisa.
__ADS_1
sikap gigihnya itu tidak jauh dari sang Daddy dulu saat masih muda, Edgar, yang saat itu sebagai anak tertua dia harus memikul tanggung jawab yang begitu besar, karena kedua adik nya masih belum mau terjun ke dunia bisnis seperti dirinya.
dan seperti itu juga Jerry, pria itu adalah anak tertua dari Edgar, yang harus mengambil alih perusahaan, saat ini setelah kedua orang tua nya menyerahkan tanggung jawab itu padanya, sementara kedua adiknya yang kembar itu, tengah menikmati masa-masa saat berkuliah, saat ini Jeny dan Jordan hanya bersikap manja setiap hari nya meminta uang jajan meski Jerry, memberinya full untuk setiap bulan nya, hanya Jane gadis remaja yang sangat cantik itu dia adalah gadis yang sangat mandiri, sejak masuk SMA, gadis itu sudah mulai memiliki bisnis sendiri yaitu usaha butik yang ia rintis kecil-kecilan meski di awal ibunya lah yang memberikan ia modal awal yang kini sudah berkembang pesat.
Jane, tidak pernah berfoya-foya seperti kedua saudara nya yang lain, meskipun Jerry, memberikan hak yang sama pada nya.
gadis itu hanya akan bersikap manja jika dia rindu dengan sosok sang Daddy, yang ia dapatkan dari Jerry, seperti selama ini.
Jane, terlalu mandiri, saat ini kadang Jerry, sendiri yang menyempatkan waktu untuk bertemu dengan adiknya itu saat malam tiba di saat mereka beristirahat dari rutinitas yang kini ia jalani.
setelah Edgar dan Juli memutuskan untuk berpisah,meski selama ini mereka hanya berpisah tanpa meresmikan perceraian nya karena tidak menandatangani surat cerai tersebut, sehingga menurut catatan sejarah pernikahan mereka mereka masih sah sebagai suami istri.
hari berganti hari, pertumbuhan mereka semakin terlihat saat ini bahkan Jane sudah tumbuh menjadi remaja berusia delapan belas tahun saat ini, dia sudah kelas tiga SMA, dan sebentar lagi akan lulus, tapi gadis itu lebih mandiri dari kedua kakak nya .
Jane sering Jerry, pergoki tengah melamun di balkon kamar nya saat ia pulang dari kantor, entah apa??.... yang ia lamun kan setiap malam tiba.
Jerry, saat ini masuk kedalam kamar Jane, dia ingin sekali memeluk erat adiknya itu entah kenapa, pria itu begitu merindukan adik bungsu nya itu.
"Jane kau sedang apa??..., tidak baik berada di luar saat cuaca sedingin ini"ucap Jerry yang langsung menyelimuti tubuh Jane yang kini tengah berdiri dengan hanya menggunakan piayma tidur nya dengan mantel milik nya.
"Ah.... kakak, kamu bikin aku kaget saja"ucap Jane.
"Kakak, tidak bermaksud untuk mengagetkan mu, kau saja yang sedang melamun, boleh....kakak tau apa?.. yang kamu lamun kan"ucap Jerry.
"Tidak ada kak hanya saja, akhir-akhir ini aku sedang mempersiapkan ujian kelulusan nanti"ucap Jane berbohong tapi Jerry, sudah bisa menebak semuanya.
"Apa??..... usaha mu mengalami masalah"ucap Jerry, lembut kini kedua tangannya tengah berada di pipi sang adik.
"Tidak kak... semua nya baik-baik saja,kakak tenang saja"ucap Jane , lembut.
"Lalu apa?... yang sedang kamu pikirkan setiap kali kakak pulang kau sedang melamun apa??.... kau sudah memiliki kekasih, ucap Jerry, lirih.
"Aku tidak punya kekasih lain dalam hidup ku, cinta pertama ku, adalah Daddy dan kakak ku yang satu ini jadi tidak ada pria lain yang aku cintai"ucap Jane.
"Kau memang kekasih ku, yang paling kucintai di dunia ini selain mommy, tapi asal kamu tau sebentar lagi kamu akan jatuh cinta pada pria lain sebagai seorang wanita dewasa, dan itu pasti akan terjadi berbagai problem kehidupan akan kamu lewati, tapi ingatlah, saat kamu lelah kakak,ada disini untuk mu,maka ceritakan lah apa??... yang selama ini menjadi beban pikiran mu"ucap Jerry, lembut pada sang adik.
Jane, masih tetap tidak pernah dekat dengan kedua saudara nya yang lain yang kini mewarisi sifat, dari Angela, yang ikut andil membesarkan mereka selama ini sebelum mendekam di penjara.
"Aku tidak ingin, berpacaran atau pun, Menikah, aku hanya ingin hidup sendiri seperti sekarang ini, aku tidak sekuat mommy, yang selama ini selalu berjuang untuk kita, aku tidak siap untuk terluka, lebih baik seperti ini untuk selamanya"ucap Jane, ada keputusasaan yang terlihat dari adiknya itu, saat ini.
"Hey... honey, hidup tidak selalu sama dengan apa yang kita bayangkan, karena setiap manusia memiliki takdirnya masing-masing, tidak selamanya akan menderita dan juga tidak akan selamanya akan bahagia karena roda kehidupan akan terus berputar.
__ADS_1
"Bos, wanita itu mengalami kebutaan"ucap Edo,sang asisten.