
"Ayo dimakan katanya mas mau makan nasi Padang"ujar Yun.
"Una, panggilan itu lebih terdengar lembut ya sayang"ujar Jayden, yang lama kelamaan merasa ada yang mengganjal di hati nya yaitu rasa cemburu dan marah karena istrinya masih diperhatikan oleh pria lain .
"Mas kenapa... apa? ada masalah dengan itu",ujar Yuna .
"Tidak sayang mas hanya kebayang kalo ternyata ada yang lain yang masih sangat berharap pada mu, apa? kamu tidak menjelaskan sesuatu tentang kita pada orang lain"ujar Jayden sambil menatap lekat wajah cantik itu.
"Mas aku tidak bicara apapun pada siapapun karena memang tidak ada yang bertanya dan pria itu sudah pergi sejak lama dari ku"ujar wanita itu.
"Ayo dimakan "ujar Yuna lagi.
Akhirnya mereka pun bersiap untuk makan, Jayden sedikit tidak menikmati makan siang nya itu karena memang tidak pernah bisa melupakan yang tadi dia saksikan hingga Yuna langsung berinisiatif untuk menyuapi Jayden.
"A mas, ayo habiskan dulu makanan nya setelah itu kamu boleh tanya apa? yang mengganjal di pikiran mas"ujar nya.
Jayden pun menerima suapan demi suapan pria itupun akhirnya menghabiskan semua nasi Padang miliknya.
setelah itu Jayden pun meminum air putih yang Yuna sajikan" sayang boleh temani aku tidur"ucap nya yang kini terlihat lelah.
"B boleh mas"jawab nya gugup.
Namun bukan Jayden jika dia hanya menginginkan itu, pria itu pun meminta hak nya pada istrinya yang tampak ketakutan itu karena itu adalah hal yang pertama kali baginya.
sampai malam tiba, Jayden pun membuka mata, melihat ke samping istrinya sudah tidak ada, Jayden pun bangkit berdiri dia tidak sengaja menarik selimut yang ternyata ada terdapat noda merah , Jayden pun tersenyum bahagia, ternyata dugaan nya memang benar istrinya itu masih benar-benar suci.
"Sayang kamu dimana, aku mau mandi bisa bisa minta tolong siapkan air"ujar Jayden.
"Baiklah mas tunggu sebentar aku tidak akan lama "jawab Yuna.
Jayden pun duduk di kursi yang ada di kamar mereka, sambil sesekali melirik ke arah foto gadis itu yang sedang memeluk sebuah pohon sambil memejamkan mata nya.
"Kamu lagi bayangin apa? sih yang aku sampai merasa iri dengan pohon itu"gumam Jayden.
"Mas mau mandi, biarkan aku siapkan air nya dulu"ucap Yuna.
"Makasih sayang"jawab Jayden.
hingga saat Yuna keluar dari dalam kamar mandi, dia langsung mempersilahkan Jayden masuk ke dalam kamar mandi tersebut.
pria itu pun menurut, dan saat ini keadaan kamar mandi nya sudah jauh lebih baik.
Jayden pun mandi di bawah guyuran shower, sambil bersenandung lirih, sementara sang istri sedang menata makan malam di meja makan, ternyata anak buah Jayden sudah mengisi lemari pendingin dengan berbagai bahasa makanan dan minuman dan lain sebagainya.
semua keperluan dapur sudah terpenuhi, Yuna jadi tidak perlu memikirkan mau kasih makan apa? pada suaminya, dia bisa masak apapun, asal ada bahan makanan nya karena Bunda nya dulu, selalu mengajarkan semua padanya.
setelah Jayden keluar, wanita itu pun berjalan menuju kamar nya dan mengambil piyama milik suaminya itu.
"Mas ini pakaian nya, setelah itu mas keluar, kita akan akan makan malam, semua sudah siap"ujar Yuna .
"Kau memang hebat sayang, mulai besok, kamu tidak usah capek-capek melakukan semua pekerjaan rumah, akan ada seorang pelayan, yang akan membantu mu mengerjakan semua pekerjaan rumah "ujar Jayden.
"Mas tidak usah repot-repot, aku masih bisa mengerjakan semua nya"ujar Yuna.
"Yuna sayang mas hanya ingin kamu fokus ngurus mas dengan segala keperluan mas selama mas ada disini"ujar Jayden.
"Baiklah mas, terserah saja"jawab Yuna.
"Sayang kita akan berbulan madu, katakan padaku apa? ada negara yang ingin kau kunjungi"ucap Jayden.
"Tidak ada mas hanya saja aku ingin pergi ke pantai, sejak saat itu aku tidak pernah pergi lagi kesana karena tidak ada lagi yang menemaniku ke pantai" ujar Yuna.
"Bagaimana jika kita pergi ke Bali"ucap Jayden.
Jayden pun mulai mulai menggunakan pakaian nya, setelah selesai dia menyusul sang istri menuju meja makan.
sesampainya di sana Yuna langsung berinisiatif menyiapkan makan untuk suaminya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang"ucap Jayden.
"Sama-sama mas maaf jika masakan nya tidak enak"ujar Yuna.
"Heumm ini enak sayang, kamu ternyata pintar masak juga ya"ujar Jayden.
"Mas bisa saja"ujar Yuna.
mereka pun makan dengan lahapnya setelah menghabiskan tenaga untuk melakukan kewajiban nya, setelah selesai makan malam mereka pun duduk di ruang TV.
"Sayang kamu punya cita-cita?"tanya Jayden.
"Tentu"jawab Yuna.
"Apa? cita-cita mu kalo boleh tau"tanya Jayden lagi.
"Aku ingin menjadi wanita karir, setelah itu berkeluarga dan memiliki anak yang lucu-lucu seperti sahabat ku, dia sudah memiliki tiga anak yang masih kecil-kecil, mereka sangat lucu, dan aku sering mengunjungi mereka sepulang kuliah"ujar Yuna.
"Berarti cita-cita mu sudah tercapai sayang karena saat ini kamu juga sudah menikah tinggal punya baby"ujar Jayden.
"Heumm, seperti nya masih lama"ujar nya sambil tersenyum.
"Tidak lama kok, yang penting kita sering menanam benih"ujar Jayden sambil tersenyum.
"heumm itu sih maunya laki-laki"ucap Yuna .
"Aku boleh bekerja kan mas"ujar Yuna bertanya.
"Boleh tapi tidak boleh lupa dengan suami mu ini, dan Minggu depan kamu bisa melamar di perusahaan suamimu ini sebagai asisten pribadi ku"ujar Jayden.
"Heumm itu sih sama aja bohong, aku kerja di perusahaan orang lain, agar tidak ada masalah didalam nya"ujar Yuna.
"Masalah apa? sayang tidak akan ada masalah, kecuali kamu menolak untuk bekerja bersama ku"ujar Jayden.
"Itu sih mas yang buat masalah"ujar Yuna.
"Aku tidak mungkin meninggalkan rumah ini mas, ini adalah rumah yang penuh kenangan, bersama dengan kedua orang tua ku, dan sekaligus kenangan pahit, karena mereka juga terbunuh di sini"ujar Yuna, sambil menatap kearah langit-langit ruangan itu.
"Kemarilah sayang kamu sudah tidak sendirian ada aku disini yang akan selalu bersama dengan mu"ujar Jayden.
"Mas lupa, jika mas pernah bilang bahwa kamu sudah punya calon istri"ujar Yuna.
"Aku sudah menikah dengan nya, jadi tidak usah memikirkan wanita lain lagi"ujar Jayden sambil menunjuk dada kiri istrinya itu.
Yuna pun tersenyum dia kagum dengan sikap tegas sang suami.
...🌹💖💖💖🌹...
Satu Minggu sudah berlalu kini Jayden pun sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta, tapi sayangnya sang istri tidak ingin ikut pergi bersama dengan nya, dengan alasan bahwa, dia belum siap untuk meninggalkan rumah tercinta nya itu, tapi Jayden benar-benar harus pergi karena perusahaan butuh dirinya saat ini, setelah pria itu pergi selama satu Minggu berada di rumah sang istri tercinta.
"Yang, aku pergi dulu, mungkin mingu depan aku baru akan kemari hati-hati di rumah ya, sekarang aku tidak terlalu khawatir karena sudah ada asisten untuk mu sekaligus untuk menemani mu, aku juga menempatkan orang-orang ku di sekitar mu"ujar Jayden.
"Pergilah mas, mas tidak usah khawatir dengan ku, aku akan baik-baik saja, suatu hari nanti mungkin aku akan datang untuk berkunjung sesekali kesana"ujar Yuna.
"Bukan sesekali Sayang tapi kita akan tinggal bersama di Mension utama milik mu"ujar Jayden.
"Aku belum siap untuk bertemu dengan keluarga mu"ujar Yuna.
"Keluarga ku tak seperti yang lainnya sayang mereka tidak pernah bermasalah dengan jodoh anak-anak nya selagi menantunya baik-baik saja "ujar Jayden.
"Heumm benarkah,ya sudah hati-hati lah sayang"ujar Jayden sambil memeluk dan mencium bibir istri nya itu.
"Sama-sama mas, mas juga hati-hati jangan terlalu lelah bekerja"ujar Yuna.
"Terimakasih sayang atas segala perhatian nya, Minggu depan bersiaplah kita akan pergi ke pantai seperti yang kamu inginkan"ujar pria itu sambil kembali mengecup puncak kepala istrinya itu.
sampai akhirnya Jayden pergi dan memasuki mobilnya, Yuna masih berdiri melihat kepergian suaminya, yang telah melewati hari-hari terindah dalam hidup rumah tangga mereka.
__ADS_1
Yuna pun kembali masuk setelah mobil Jayden sudah tidak terlihat lagi.
dia duduk di sofa sambil memainkan ponsel nya, dia kini tengah melihat video lucu di ponsel nya yang Jayden berikan tidak hanya itu Jayden juga kembali mengisi berangkas milik istrinya dengan gepokan uang berwarna merah, karena istrinya tidak mungkin harus pergi ke kota untuk menarik uang tunai, dan itu sangat berbahaya, dan Jayden tidak akan membiarkan itu terjadi.
sementara uang yang ia berikan satu bulan yang lalu, masih terlihat utuh mungkin hanya digunakan beberapa ratus ribu, karena Yuna memang tidak pernah berbelanja.
Jayden berharap suatu saat nanti istrinya bisa tinggal bersama nya karena dia ingin sekali seperti Hayden sang adik yang memiliki keluarga kecil di Mension milik nya.
"Semoga saja dia akan segera hadir di antara kita sayang, aku sudah tidak sabar untuk membawa mu pulang ke rumah kita ujar nya.
Jayden tiba tepat sehabis magrib, dia langsung disambut oleh seorang pelayan yang merupakan asisten pribadi nya, di rumah tersebut, tapi dia sangat terkejut dengan keberadaan wanita yang sudah satu tahun lebih pergi tanpa kabar itu, sedang duduk bersama dengan Vamela dan Jordan seakan menunggu dirinya.
"Mommy, kapan datang"ujar Jayden.
"Belum lama sayang kamu dari mana heumm, asisten kamu bilang kamu sudah satu Minggu tidak pulang"ujar Vamela.
"Dari rumah istri mom"ujarnya jujur.
"Apahhh istri!"teriak ketiganya kaget.
"Iya memang nya kenapa?"ucap datar.
"Jay Mommy tidak habis pikir kamu selalu saja berbuat semau mu, kamu lihat bayi itu dia putra mu Jay"tunjuk Vamela pada bayi berusia tiga bulan itu.
"Apa? maksud Mommy"ucap Jayden santai.
"Dia sudah mengandung anak mu dan melahirkan nya"ucap Jordan.
"Apa? benar dia anakku Daddy, kenapa setelah satu tahun lebih dia baru kembali dan mengakui bahwa dia adalah anak ku, kenapa? disaat aku mati-matian memohon untuk tetap berada di sisi ku dia tetap ngotot untuk pergi, tidak kah masuk akal, dia pergi selama enam belas bulan dari ku dan kenapa? bayi itu baru sekitar tiga bulan"ujar Jayden.
Vamela yang mendengar penjelasan dari sang putra akhirnya menoleh ke arah wanita yang ada di samping nya itu yang kini tengah menggeleng kan kepala nya, dia menolak untuk mengakui bahwa putranya bukan anak Jayden, tapi wanita itu tidak bisa menyangkal saat Jayden mengambil semua bukti yang sempat ia kumpulkan saat itu setelah beberapa bulan kepergian wanita itu.
sontak wanita itu membulat kan mata nya lalu bangkit dan langsung membawa putranya pergi, tanpa Jayden halangi.
"Sekarang katakan dimana istri mu, dan sejak kapan kalian menikah"ucap Vamela.
"Mommy tidak marah?"tanya Jayden.
"Mommy akan tahan amarah Mommy sampai Mommy tau dimana dan siapa? istri mu"ucap Vamela.
Jayden pun memberikan bukti pernikahan mereka yang dadakan satu bulan lebih satu Minggu itu, dan dia memberikan semua foto-foto gadis itu dan profil nya semua lengkap di sana.
Jordan sempat kaget karena gadis itu ternyata keponakan dari mantan teman bisnis nya yang kini masih mendekam di penjara karena telah membunuh kedua orang tua gadis itu, demi menguasai harta milik keluarga nya itu.
"Jadi dia hidup sebatang kara"ujar Vamela.
"Iya Mommy, selain aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku juga ingin melindungi dia, tapi yang uniknya istri ku tak suka dengan kemewahan Mommy, dia bahkan hanya menggunakan uang yang aku berikan mungkin hanya beberapa ratus ribu, sedangkan satu bulan yang lalu dia masih kuliah, bahkan dihari wisuda dia hanya sendiri tanpa ada yang menemani, dia bilang tidak ingin mengganggu ku, karena kesibukan ku, sementara aku tidak tau bahwa dia adalah seorang mahasiswi" ujar nya.
"Bawa dia untuk tinggal bersama mu disini, karena nyawa nya bisa melayang kapan pun, dendam itu, tidak berkesudahan meskipun kedua orang tua nya, sudah mengikhlaskan semua harta nya, dan memilih untuk hidup sederhana, tapi akhirnya nyawa nya melayang juga bahkan dengan sadisnya mereka menghabisi kedua nya"ujar Jordan.
"Daddy tau semua itu"ujar Jayden.
"Ya karena yang menghabisi nyawa kedua orang tua nya, adalah mantan rekan bisnis Daddy yang hingga kini mendekam di penjara"Jawab Jordan.
"berarti istriku berada dalam bahaya"ujar Jayden.
"Heumm, semoga saja tidak"ujar Jayden.
"Jayden Mommy mohon jemput dia sekarang juga"ujar Vamela.
"Besok saja Mommy aku lelah jika harus sekarang ini"ujar Jayden.
"Istri mu dalam bahaya Jay, kenapa? kamu bisa sesantai itu"ujar Vamela.
"Mommy, istri ku, sangat keras kepala, dalam hal yang satu itu dia tidak ingin pergi meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu, bahkan dihari peringatan kematian kedua orang tua nya itu, dia pergi sendiri ke pemakaman"ujar Jayden.
"Jay!"
__ADS_1