
Dua bulan berlalu Vivian pun sudah kembali pulih pasca operasi.
Vivian pun sudah mulai terlihat seperti biasa, gadis itu langsung minta kembali ke Indonesia .
Vivian, pun dibawa kembali ke Indonesia, hingga Arkana langsung menyiapkan pesta, pria itu bahkan sudah menyiapkan kado, dan hari ini juga akan ada acara lamaran yang sengaja dalam pesta kejutan hari ini.
hingga Vivian,tiba di bandara Arkana adalah orang pertama yang datang menjemput dan memberikan pelukan pada Vivian, sementara Arjuna justru hanya berdiam diri di rumah, saat ini dia sedang tidak berselera untuk kemanapun karena Juni, sudah tidak membalas pesan nya sejak satu minggu yang lalu.
"Sayang bagaimana kabar mu, hari ini"ucap Arkana.
"Aku baik yang"ucap nya sambil tersenyum.
sementara Jerry dan Vierra, pergi bersama Juni dan Jessi dalam satu mobil, Jerry hanya berharap Vivian akan hidup bahagia bersama Arkana, dan mereka pun sudah tau pesta kejutan yang Arkana buat untuk putri nya itu, karena hari ini Vivian dibawa pulang oleh Arkana, ke hotel, dan nanti malam pesta kejutan pertunangan itu akan digelar.
"Yang pulang ke hotel"ucap Vivian bingung.
"Heummm ya, nanti setelah kita selesai melepas rindu cinta"ucap Arkana sambil tersenyum manis.
"Jangan macam-macam, Ar"ucap Vivian.
"Tidak macam-macam sayang tenang saja aku hanya ingin kamu istirahat dengan baik, sebelum nanti malam kita makan malam, bareng Bunda"ucap Arkana.
"Heummm yang aku malu, apa? Bunda, orang nya ramah"tanya Vivian.
"Owh aku lupa, Bunda itu orang nya super galak jadi kamu harus hati-hati"ucap Arkana.
"Jangan sekarang ya, ketemu nya, aku belum siap"ucap Vivian.
"Hahahaha... kamu itu semakin membuat ku gemes "ucap Arkana sambil tersenyum.
hingga Vivian, mengalihkan pandangan nya, wanita itu kesal karena Arkana, menipu nya.
"Kamu bohong ih jahat banget sih"ucap Vivian, sambil mencubit perut Arkana yang terus tertawa terbahak-bahak.
"Ah... ampun sakit banget sayang"ucap Arkana.
mereka pun tiba di hotel tempat mereka mengadakan pertunangan nanti malam, Arkana langsung membawa Vivian ke lantai teratas hotel tersebut dia menyewa kamar sweet room, agar calon istri nya itu bisa beristirahat dengan nyaman.
Vivian, langsung berbaring setibanya di kamar tersebut ditemani oleh Arkana yang kini duduk di sofa sibuk dengan ponselnya.
"Kamu bobo dulu ya sayang aku ada urusan di bawah nanti saat jam makan siang aku kembali jika butuh sesuatu panggil saja aku"ucap Arkana.
Vivian pun mengangguk, Arkana mengecup puncak kepala Vivian, lalu berlalu pergi, keluar kamar hendak menuju ballroom hotel tersebut, untuk melihat persiapan pesta megah tersebut, tidak hanya itu dia juga kembali mengecek gaun yang akan Vivian kenakan nanti malam cincin pertunangan dan juga lainnya, hari ini seluruh keluarga besar akan hadir di sana, dan anak menyatu melalui ikatan pertunangan tersebut.
Vamela juga sudah hadir di kediaman Vio bersama keluarga nya, untuk mengikuti kemeriahan pesta tersebut yang digelar di hotel berbintang tersebut.
Jay dan Hay, juga sudah mempersiapkan kado terindah untuk kedua sepupunya itu, sebuah tempat liburan yang benar-benar indah dan mereka berdua yang menyiapkan semua nya, berkat bantuan Vincent yang meminjam kan kapal pesiar mewah tersebut.
hingga sore tiba seluruh keluarga tengah mempersiapkan penampilan mereka yang laki-laki dengan jas dan aksesoris mahal nya dan wanita dengan gaun mewah dan juga koleksi berlian nya, karena malam ini akan diadakan pesta dansa yang sangat meriah.
hingga detik-detik pesta tiba, akhirnya Vivian langsung dirias secantik mungkin oleh MUA, dan yang menjadi pertanyaan Vivian, gaun yang di sediakan di kamar itu begitu indah dan sangat ia suka, gaun berwarna merah marun dengan beberapa Kilauan mutiara, akhirnya gaun tersebut melekat indah di tubuh ramping nya, dan sangat cantik.
Vivian tersenyum manis saat melihat semua nya di cermin yang ada di setiap sisi, gaun yang menjuntai Indah itu, memancarkan kecantikan nya.
Jerry datang dengan Vierra kedalam kamar hotel tersebut, dan mereka menyambut ratu kecantikan yang terlahir dari mereka berdua.
__ADS_1
"Ayo sayang, sudah waktunya"ucap keduanya yang langsung menggandeng putri nya menuju lantai bawah.
setibanya di ballroom hotel tersebut, Vivian langsung menutup mulut yang benar-benar tidak menyangka bahwa ternyata bukan makanan malam bisa, Vivian langsung disambut oleh Arkana yang kini berlutut sambil menyodorkan buket bunga yang sangat indah.
lalu Vivian menggandeng tangan Vivian, berjalan menuju panggung yang sudah dirias sedemikian rupa dan sangat megah suasana nya seperti akan digelar pesta pernikahan.
"Yang ini kamu yang siapkan"ucap Vivian.
dan tiba-tiba layar besar menunjukkan tulisan, yang tiba-tiba membuat Vivian, menitikkan air mata, wanita itu sungguh terharu dan akhirnya Arkana kembali bertekuk lutut menyodorkan sepasang cincin, Vivian pun mengangguk dan Arkana langsung mengambil satu cincin dan dipasang di jari manis Vivian, lalu berdiri dan Vivian yang sudah didampingi oleh kedua orang tua nya memasang kan cincin di jari Arkana.
Arkana ditemani oleh sang bunda yang sedari tadi berdiri di samping Arkana.
Vierra tersenyum ramah dan memeluk calon besan yang terlihat anggun dengan balutan hijab, wanita itu satu-satunya yang menggunakan hijab di sana, dan ada seseorang yang sedari tadi menatap wajah cantik Bunda, Arkana, yang terlihat sangat awet muda, padahal usia nya, sudah empat puluh tahun lebih.
Ana, selalu terlihat cantik di setiap suasana hingga dia tidak suka berada di setiap kerumunan orang lain, karena terlalu banyak pria yang tergoda oleh kecantikan nya, seperti sekarang ini, Steven sedang menatap penuh harapan pada Ana.
hingga pesta dansa itu dimulai yang membuka pesta dansa tersebut adalah Arkana disusul oleh Vio, Arjuna dengan Jane sang Mommy, dan juga Jerry dan Vierra, sementara Ana hanya duduk sambil tersenyum melihat satu-satunya kebahagiaan nya, tengah berdansa dengan wanita cantik yang akan menjadi calon istri nya.
hingga akhirnya, Steven mendekat ke arah wanita cantik tersebut.
"Apa? anda tidak ingin berdansa"ucap Steven pada Ana.
"Tidak tuan, saya tidak suka berdansa apalagi dengan pria yang bukan muhrim"ucap Ana sopan.
Steven pun tersenyum dia menghormati penolakan itu, memang benar apa? yang dikatakan oleh Ana, wanita dan laki-laki yang tidak ada hubungan darah atau keluarga, tidak boleh bersentuhan.
hingga Steven pun menawarkan yang tidak masuk akal disaat mereka baru bertemu.
"Apa? jika aku menjadi suami mu, kamu mau berdansa dengan ku"ucap Steven.
"Sayang nya, saya sudah memiliki suami"ujar Ana.
Steven terus beraksi dia, bilang ini dan itu untuk membuat semua yang melihat mereka tersenyum, karena baru kali ini melihat Steven kepayahan menaklukkan wanita.
wanita itu bahkan pergi dari peserta yang belum usai tersebut karena tidak enak hati dengan semua nya hingga Arkana dan Vivian pun menyusul sang Bunda menuju lobi hotel.
sesampainya di sana, Arkana langsung memanggil sang Bunda, yang ternyata sudah berlinang air mata dia yang sedari awal acara sudah bersedih karena mengingat mendiang suaminya yang tidak pernah tergantikan baginya dan hanya satu-satunya itu, tidak bisa hadir saat hari bahagia putra semata wayangnya mereka karena kini bahkan dia sudah berada di sisi Tuhan yang maha kuasa.
"Bunda" ucap Arkana sambil memeluk ibunya ibunya pun menangis sambil memeluk erat putra nya itu.
"Bunda, harus pulang, kalian berbahagia lah sayang, maaf Bunda, tidak bisa sampai selesai karena Bunda, sedang tidak enak badan"ujar Ana, beralasan.
hingga saat Arkana melepaskan pelukan itu, dan meminta Vivian, menunggu nya untuk mengantar Bunda nya ke mobil.
hingga sampai di mobil Arkana kembali memeluk ibunya, dan Ana, malah berkata"Arkana kesayangan Bunda, kamu harus jadi pria yang bertanggung jawab untuk semua hal, termasuk pada calon istri mu dan keluarga mu kelak seperti Daddy mu yang selalu bertanggung jawab pada Bunda dan kamu"ucap Ana.
"Tentu saja Bunda, jangan khawatir, Bunda pulang ke rumah dan istirahat lah Arkana, akan segera pulang"jawab Arkana.
"Iya sayang"ucap Ana.
wanita itu pun berlalu dengan sang sopir menuju kediaman Arkana.
sementara Arkana dan Vivian kembali masuk kedalam hotel, Arkana merangkul pinggang Vivian.
"Sayang apa? kamu bahagia"ucap Arkana.
__ADS_1
"Sangat sayang terimakasih atas semua nya,aku sangat bahagia bisa memiliki mu"ucap Vivian.
"Sama-sama cinta ku"ucap Arkana.
"Aku pamit dulu sama mommy dan Daddy, maaf tidak bisa lama lagipula, kamu juga masih dalam masa pemulihan sayang, sebaiknya istirahat, bobo saja dulu disini ya, ajak Juni atau Jessi"ucap Arkana sambil tersenyum manis dia mengecup puncak kepala Vivian.
"Aku akan pulang saja sama mommy dan Daddy, tapi janji ya sayang besok temui aku di Mension"pinta Vivian.
"Tentu saja Sayang ku"ucap Arkana.
Arkana pun menemui Jerry, dan juga Vierra, calon ibu mertua nya, dan menitipkan Vivian, karena dia harus segera pergi, ibunya sendirian di rumah meskipun ada pelayan, Arkana tidak mau ibunya terus bersedih.
hingga akhirnya Arkana kembali ke rumah dia langsung mencari Bunda nya.
"Bunda, sudah bobo"ucap Arkana.
"Tidak sayang, Bunda baru selesai sholat"ucap Ana yang masih menggunakan mukena.
Arkana langsung mencium pipi dan kening Bunda nya.
"Bunda sekarang bobo ya, Arkana temani Bunda, sampai Bunda bobo"ucap Arkana lembut lalu membantu ibu nya berbaring dia bahkan memijat lembut, kaki sang bunda yang akhirnya tertidur pulas.
Arkana menyelimuti Bunda nya, lalu mengecup puncak kepala ibunya itu,lalu berkata"Good night my Queen happy nice dream"ucap nya sambil berjalan keluar kamar Bunda nya menuju kamar nya.
sesampainya di dalam kamar dia langsung menelpon Vivian, yang ternyata sudah berbaring di ranjang nya.
"Sayang, belum bobo"ucap Arkana.
"Baru selesai bersih-bersih"ucap Vivian.
"Bobo dulu ya sayang jangan lupa mimpi indah"ucap Arkana sambil memberikan kecupan sayang dari jauh.
sementara Vierra dan Jerry, saat ini mereka tengah berbahagia pasalnya Jerry memberitahu sesuatu bahwa dirinya sudah resmi berpisah dari Dena, dan Sajira dibawa pergi oleh suaminya ke luar negeri.
Jerry juga sempat menangis dan berlutut dan meminta maaf kepada Vierra karena kesalahan nya itu.
Vierra pun luluh saat melihat Air mata penyesalan dari Jerry , Vierra langsung memeluk Jerry, begitu pula dengan Jerry yang terus membalas pelukan tersebut begitu erat, dia benar-benar tidak ingin lagi berpisah dengan cinta nya itu.
hingga saat Jerry mengungkap kan perasaan yang sesungguhnya pada wanita yang ada di hadapannya yang benar-benar sudah meninggalkan rasa sakit yang teramat karena Vierra, tidak mau menemui dirinya yang akan kembali ke Paris untuk membereskan semua demi Vierra.
mereka pun menghabiskan sisa malam dengan bercinta, hingga pagi menjelang.
keduanya larut dalam kebahagiaan Jerry terlalu menyayangi Vierra, dan begitu sebaliknya.
di pagi hari Arkana, dengan sang Bunda sudah bersiap untuk berangkat menuju Mension, Jerry, sekaligus ingin memberikan barang seserahan adat istiadat Indonesia, sementara Jerry kaget saat mendapat semua kiriman barang tersebut, tapi Vierra yang asli Indonesia dia sudah tahu dengan semua itu dan dengan senang hati menerima semua barang simbolis seserahan tersebut.
Juni sendiri bahkan lebih antusias bagaikan mendapatkan sebuah kado kejutan, dia melakukan acara buka kado bersama di dalam ruangan kosong tempat semua kado tersimpan.
sementara itu Vivian duduk manis di sofa menunggu Arkana yang masih terjebak macet dengan sang bunda saat ini.
Vierra dan Jerry pun meminta koki utama untuk menghidangkan makanan lezat untuk calon menantu dan calon besan tersebut, dia ingin semuanya berbahagia saat ini.
Vierra juga ingin yang terbaik untuk semuanya, dia duduk di samping Vivian, sambil memberikan dia vitamin khusus untuk pemulihan nya, dan juga Juni, yang terlihat baik-baik saja tapi Vierra, tidak bisa tenang hingga keduanya dinyatakan sembuh sepenuhnya, karena saat ini Vivian, juga seharusnya masih berada di rumah sakit untuk menjalankan perawatan lanjutan, tapi Jerry tidak ingin putri nya tertekan hingga dia mengalihkan perawatan tersebut ke Indonesia, melalui dokter ahli, yang kini Edgar tugaskan untuk memantau perkembangan cucunya itu.
Arkana pun tiba di Mension tersebut dia menyalami seluruh keluarga yang menyambut mereka berdua, Vierra juga berjabat tangan dan cium pipi kanan dan kiri dengan Ana, saat itu juga sementara Arkana, langsung dibawa Vivian menuju ruang santai yang ada di lantai dua, mereka pun mengobrol sambil sesekali merangkul bahu, dan Arkana mendarat kan kecupan di kepala Vivian yang sangat ia cintai.
__ADS_1
Vivian tersenyum manis pada Arkana karena pria itu sudah membuat dia merasa menjadi wanita paling bahagia, karena berbagai kejutan dia rasakan penuh kebahagiaan, Arkana sendiri dirinya semakin dewasa saat ini setelah bersama dengan Vivian, cinta pertama dan terakhir baginya.
Vivian sendiri merasa sangat beruntung di cintai oleh Arkana, Vivian tidak menyangka pria yang tiga tahun lebih muda darinya itu saat ini lebih serius dari yang ia bayangkan, hingga Vivian mampu menerima pria itu dengan sepenuh hati, dan begitu juga keluarga nya, jika dulu Jerry, menentang hubungan Vero dan Viona, saat ini kebalikan nya Jerry mendukung hubungan mereka berdua.