Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Kehilangan#


__ADS_3

Saat kelurga besar Edgar tengah dilema karena perbuatan Sajira, Viona, pergi dan Vamela menuduh mereka memang membenci Vamela dan kedua anak nya, sedari dulu, tidak hanya itu Vamela juga menuduh mereka bermuka dua.


Jerry yang geram dengan hubungan keluarga nya, hancur karena fitnah, Vamela bahkan Jordan langsung membawa putranya pulang ke Norwegia, sementara itu Vamela sudah pergi meninggalkan negara tersebut saat Jordan pergi ke Paris, dengan meninggalkan sepucuk surat.


🌸 Vamela 🌸


maaf kan aku jika selama kita menikah aku tidak pernah menjadi istri yang baik untuk mu,kembalilah pada keluarga mu, mereka adalah segalanya, dan karena kamu tidak mengizinkan kedua anak kita ikut dengan ku aku titip mereka.


semoga kalian bahagia, jika kamu ingin menikah lagi, silahkan kamu berhak untuk bahagia, maafkan aku jika karena kehadiran ku, kamu harus kehilangan Chaterine, wanita yang sangat disayangi oleh keluarga mu.


aku tidak bisa berbuat apa-apa, hidup sebagai wanita biasa mungkin tidak berguna,maka dari itu kembali lah mencari wanita yang sesuai dengan harapan keluarga mu dan tentunya bisa membuat mu bahagia.


🌸 selamat tinggal 🌸


hingga air mata itu terjatuh dari pelupuk mata Jordan, bagaimana bisa Vamela pergi begitu saja, setelah Jordan, pergi untuk menjemput putra nya itu.


"Mel...aku tidak akan pernah mencari wanita manapun, seandainya kamu mau bertahan bersama dengan ku, selama aku tidak akan pernah menggantikan posisi mu"ucap Jordan.


sementara kedua putranya itu langsung pergi menuju kamar mereka, Hay dan Jay, keduanya tiba-tiba berubah jadi pendiam dia tidak pernah bertegur sapa lagi dengan Jordan, sekalipun Jordan bertanya pada keduanya hanya mendapatkan jawaban singkat.


setelah itu mereka kembali diam.


"Jay dan Hay sudah cukup Daddy ingin kalian jujur dengan perasaan kalian berdua bagaimana mau kalian pada Daddy sekarang juga"ucap Jordan.


"Kami ingin tinggal bersama dengan mommy"jawab keduanya kompak.


"Tidak sayang mommy kalian sudah memutuskan untuk hidup sendiri, tolong hargai itu"ucap Jordan.


"Tidak bukan itu, kami tau Daddy dan opah bertengkar gara-gara mommy, menuduh mereka tidak berbuat adil pada kak Viona"ucap Jay dan Hay.


hingga beberapa saat Jordan diam, mereka pun pergi meninggalkan Jordan yang diam seribu bahasa.


Vamela sudah terlanjur benci dengan keluarga Edgar, termasuk Edgar, karena perlakuan Edgar pada Viona dan Sajira, sungguh sangat berbeda, hal itu membuat Vamela teringat kenangan di masalalu nya, yang membuat Vamela benar-benar sakit hati karena serangan dari Jerry yang bertubi-tubi.


Jerry bahkan selalu menghina Vamela, hingga berulang kali, dan penyebab kepindahan nya ke kampung halaman, semua karena ingin menghindari keluarga Jordan termasuk Jordan sendiri ,rasa sakit itu terkuak kembali saat ini.


hingga kini sudah satu bulan lebih mereka berpisah, Vamela masih tinggal sendiri di kampung halaman nya, dan kedua putranya berada di Norwegia, tanpa Vamela ketahui karena dirinya mengira kedua Putra kembarnya berada di Paris, andaikan saja dia tau Jay dan Hay berada di Norwegia mungkin dia akan langsung menjemput mereka untuk segera kembali ke Indonesia.


keseharian Vamela kini ia habiskan dengan bekerja dan bekerja,di butik lamanya Vamela selalu pergi pagi pulang pagi kadang dia tidak pulang karena rasa sepi selalu menghantui dirinya.


sementara di Norwegia, Jordan selalu sibuk dengan mengurus perusahaan dan juga mengurus kedua putra nya, menggantikan posisi Vamela saat ini.


kedua putranya itu kini menjadi pendiam dan jika diibaratkan sebagai es kutub mungkin itu termasuk bagi mereka hingga satu tahun berlalu, Jordan dan Vamela masih enggan untuk tinggal bersama kembali, terutama Jordan yang masih mengira bahwa Vamela masih sangat membenci keluarga nya.


pria itu bahkan hingga saat ini tidak pernah menghubungi keluarga nya, hanya Juli yang selalu diam-diam menghubungi kedua cucunya itu untuk menanyakan bagaimana keadaan mereka bertiga.


Juli sebenarnya sangat merasa bersalah dengan kejadian satu tahun yang lalu, dimana Sajira telah menyinggung hati Viona, sebagai cucu sambung nya, karena semua itu berimbas pada kehancuran keluarga besarnya.


hingga saat ini Juli dan Edgar masih selalu sibuk mengurus ke sembilan cucu mereka, termasuk Sajira, yang kini sangat dekat dengan Vero, berbeda dengan Juni yang kini membenci Sajira, ternyata gadis yang terlihat baik dan sempurna itu, adalah gadis licik dan wanita ular.


di keluarga itu, yang tau kelicikan Sajira adalah dirinya dan Arjuna.


bahkan Arjuna selalu terang-terangan mengerjai atau melawan Sajira, karena bukan hanya Viona yang menjadi korban nya, Eleanor juga, sementara Eleanor yang paling besar diantara mereka karena dia cucu pertama di keluarga itu, dia masih bisa menahan diri untuk tidak berbuat kasar meskipun Sajira sudah kelewat batas, Sajira selama ini selalu mengejek dirinya sebagai anak haram bahkan tidak pernah diketahui siapa ayah nya.

__ADS_1


sementara Jerry masih tetap kekeuh membela putri angkat nya, itu dan menutup rapat-rapat kejadian itu pada Vierra, karena jika saja Vierra tau hubungan mereka dengan Vamela hancur maka sudah bisa dipastikan bahwa rumah tangga Jerry, akan mendapatkan goncangan hebat.


Vierra bahkan sering menghubungi Vamela, dan Vamela tidak pernah bisa membencinya karena persahabatan mereka cukup kuat, dan Vamela tidak pernah menyinggung permasalahan itu karena yang dia tahu Vierra mungkin tidak tahu semua yang terjadi, hingga saat ini Vamela hanya menerima telepon biasa tidak pernah melakukan panggilan video, kalaupun itu dilakukan, Vamela akan berada di satu ruangan yang tidak Vierra ketahui bahwa dia tinggal sendiri di Indonesia.


sementara kedua putranya, saat ini selalu meminta pada Jordan untuk diantarkan pulang ke Indonesia, tapi tidak juga dikabulkan meskipun saat ini usia mereka sudah sembilan belas tahun dan mereka sudah mulai kuliah di jurusan manajemen bisnis, hingga mereka berusaha untuk menghubungi Daddy Vincent, yang kebetulan sedang berada di negara tersebut.


Vincent begitu terkejut mendengar kabar mereka saat ini karena mereka saat ini dia tidak menyangka bahwa Vamela adiknya kini sudah lebih dari satu tahun pulang ke Indonesia sendirian Vincent kira mereka saat ini berada di Norwegia.


Vincent bahkan memutuskan untuk membawa kedua putranya saat ini harus kembali dengan adiknya, Vincent tau Vamela sangat kesepian dan sakit hati selama ini, karena dia pernah tinggal bersama dengan wanita itu, cukup untuk mengetahui karakter dari adik sambung nya itu.


hingga Vincent bicara empat mata dengan Jordan membahas tentang kedua putranya akan tetap tinggal bersama dengan Vamela.


perdebatan yang alot hingga akhirnya Vincent, mengancam Jordan akan melakukan hal yang merugikan untuk keluarga besar mereka Jordan pun mengalah.


🌹💖💖💖🌹


sementara itu di Belanda, Vio sedang bersiap untuk pergi menuju rumah nya yang berada di Indonesia, dia ingin tinggal bersama dengan Vamela karena biar bagaimanapun juga Vio dibesarkan oleh Vamela, meskipun Daddy nya menginginkan Vio untuk mengurus bisnisnya yang ada di Indonesia.


Vio kini sudah menjadi pebisnis yang cukup bisa diandalkan, pria itu tumbuh menjadi pria dewasa, saat ini usianya sudah dua puluh empat tahun dan Vio pun menyetujui permintaan Daddy nya karena dirinya adalah pewaris utama perusahaan keluarga Steven yang menolak memiliki anak dari wanita manapun kecuali cinta pertama nya Vamela Agnesia.


🌹💖💖💖🌹


Vamela pun pergi ke Jakarta untuk menjemput sang putra dia tidak tahu bahwa Vio datang bersama dengan Daddy nya saat ini pria itu bahkan tidak pernah menyangka bahwa akan bertemu Vamela di bandara tanpa aba-aba Steven langsung memeluk wanita cantik itu, dengan pelukan sangat erat di depan putra nya dan orang banyak.


"Apa? kabar mu honey"ucap Steven berbisik di telinga Vamela.


Vamela yang tidak ingin memperlihatkan kebencian dia terhadap Steven saat ini dia langsung menjawab "Aku baik"ucap nya sambil melepaskan pelukan tersebut.


Vio tersenyum sambil memeluk mommy nya erat "Aku baik mom"ujar pemuda tampan itu.


mereka pun akhirnya pergi pergi menuju rumah yang akan ditempati oleh Vio, tidak jauh dari pusat kota Jakarta, perumahan elit itu terlihat sangat mengagumkan.


setibanya di sana, Vamela langsung dipersilahkan masuk oleh Steven bahkan pria itu memanfaatkan momen tersebut untuk merangkul pinggang istri nya itu.


Vamela kini merasa tidak nyaman tapi dia harus bertahan untuk Vio.


"Ini rumah yang akan ditempati oleh putra kita , bagaimana apa? kamu suka ucap Steven.


"Suka sih tapi kenapa? putra ku harus tinggal di sini, kenapa? tidak bersama ku saja dan dia masih bisa bekerja dari rumah"ucap Vamela.


"Boleh juga, dan kita akan tinggal satu rumah, bagaimana honey apa kamu suka"ucap Steven.


"Baiklah Vio akan tinggal di sini sendiri mungkin jika weekend tiba dia akan mengunjungi ku"ucap Vamela.


Vamela pun membantu Vio membereskan barang-barang nya, setelah itu dia juga memesan makanan untuk mereka bertiga dari restaurant yang terdekat.


hingga mereka selesai makan tidak ada obrolan lain lagi dari Vamela, wanita itu pamit pulang ke kampung halaman nya, tepat saat sore hari dan itu cukup membuat Vio merasa khawatir tapi Vamela meyakinkan bahwa dia aman.


sampai di depan pintu Steven langsung menghentikan langkahnya dia dia langsung menghentikan langkah Vamela karena dirinya sangat merindukan wanita yang sudah melahirkan kedua anak nya itu.


Vamela langsung menatap tajam kearahnya.


"Jangan macam-macam,aku diam karena ada Vio"kata Vamela.

__ADS_1


"Yang kamu kenapa? aku biasa-biasa saja lagi pula Viona, pasti menginginkan adik lagi"ucap nya.


"Jangan kurang ajar"ucap Vamela, sambil mendorong Steven, Vamela langsung pergi meninggalkan rumah tersebut Vio menyusul.


"Mom mommy jangan pulang aku tidak tenang ini sudah larut"ujar Vio.


"Tidak apa-apa sayang mommy bisa ko, kamu istirahat saja"ucap Vamela.


Vio pun mengangguk.


"Hati-hati di jalan mom, jika sudah sampai mommy kabari aku dan jika ada apa-apa cepat hubungi aku"ucap Vio.


Vamela langsung mengangguk"Jangan khawatir sayang, mommy bukan baru pertama kali pulang pergi, mommy akan baik-baik saja, ada Daddy mu disini mommy tidak ingin timbul fitnah Daddy Jordan tidak pernah menceraikan mommy.jadi mommy tidak ingin itu terjadi"ucap Vamela.


"Jika dia menceraikan mu, apa? kamu mau kembali bersama dengan ku"ucap Steven, menyusul .


"Kita tidak pernah bersama dan tidak akan pernah bisa bersama" ucap Vamela tegas.


"Mommy"ucap Vio lembut dia ingin mommy nya tenang.


"sayang mommy pulang dulu, hati-hati disini"ucap Vamela.


"Tenang saja mom"ucap Vio.


hingga saat Vamela pergi akhirnya berlalu pergi.


Vio langsung masuk kedalam rumah tersebut, ada tetes air mata dari sudut mata nya, dia kini sudah terikat dengan perjanjian bahwa dia bersedia menjadi pewaris tahta kerajaan bisnis Steven, dan mau tidak mau Vio hari tinggal mandiri jauh dari ibunya.


"Jangan melamun boy, Daddy akan memastikan bahwa mommy kamu aman"ucap Steven.


"Thanks Daddy"ucap Vio.


mereka pun akhirnya kembali masuk ke dalam rumah mereka, sementara Vamela membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia benar-benar merasa sedih karena Steven, seakan tak pernah berubah, tapi Vamela harus bertahan untuk kedua anak nya.


"Kak, aku bahkan tidak pernah bisa melupakan semua nya, tapi kamu sudah melupakan ku, hingga saat ini kamu bahkan tidak pernah mengijinkan kedua putraku untuk menemui ku"lirih Vamela yang kini sudah berada di jalan yang sepi jauh dari tempat keramaian Vamela langsung melaju dengan kencang.


hingga sampai pada tengah malam pukul satu dini hari, Vamela masuk ke dalam gerbang rumah nya yang terbuka dan tertutup dengan otomatis.


sementara Jordan kini tengah merenung di dalam kamar nya, betapa egoisnya dirinya selama ini, dia sudah membiarkan hubungan rumah tangga mereka dalam keadaan berantakan hanya karena perselisihan yang terjadi di antara keluarga mereka, hingga istri dan kedua anak sambung nya pergi, meninggalkan dirinya, dan saat ini juga Jay dan Hay merindukan ibunya, tapi mereka tidak pernah berani untuk berbicara padanya, dan mereka berdua meminta bantuan kepada ayah angkatnya itu.


"Betapa tidak berguna nya aku selama ini"ucap Jordan lirih.


dia mengambil handphone, mencoba menghubungi Vamela, tapi nomor yang sudah satu tahun berganti itu kini sudah tidak aktif lagi, Jordan pun berusaha untuk mencari tahu semua tentang istrinya, namun Vamela tidak bisa di hubungi saat ini.


Vamela pun langsung bergegas pergi menuju kamar nya tubuhnya sudah sangat lelah hingga dia tidak bisa lagi untuk beraktivitas selain melepaskan seluruh baju nya dan mengganti nya dengan kimono tidur lalu menyalakan AC, dan tidur di balik selimut nya.


keesokan paginya dia belum juga terbangun hingga peluk cium dari kedua putra kembar nya itu membangunkan nya, ya Jay dan Hay sudah tiba di rumah tersebut karena mereka berangkat dari Norwegia satu hari yang lalu, dengan jet pribadi milik Vincent.


"Mommy... bangun kami disini"ucap keduanya.


"Heummm...ya tuhan aku sudah berulang kali memohon, tolong jangan memberikan harapan palsu padaku lagi aku sangat merindukan mereka aku mohon jangan lakukan ini lagi, hiks hiks hiks jangan tuhan aku tidak kuat"ucap Vamela.


"Mom"

__ADS_1


__ADS_2