
Edgar langsung menghampiri perawat yang kini memanggil nya, dia langsung bertanya bagaimana keadaan Juli tapi pria itu terlihat lebih cemas, dari yang tadi pasalnya Juli, dalam keadaan kritis dia kehilangan banyak darah dan kini stok darah di rumah sakit tersebut, sudah habis, sementara Juli memiliki golongan darah yang langka, Edgar langsung menelpon seseorang meminta segera mencari kan darah untuk Juli sesegera mungkin saat itu juga.
Edgar, menelpon yang lain nya lagi bahkan dia mengumumkan di sosial media jika ada orang yang memiliki golongan darah yang sama dengan Juli maka dia akan membayar berapapun, asal mereka mau menyumbang kan darah untuk Juli.
Edgar, berjalan mondar mandir, hingga pegawai kesehatan seluruh yang berada di dalam ruangan tersebut berhambur keluar, bersama dengan berankar yang kini ditempati oleh Juli, mereka mendorong ranjang tersebut dengan pergerakan yang sangat cepat menuju ruang NICU.
"Dokter, anda mau membawa istri saya kemana !!!... bagaimana??.. keadaan nya"ucap Edgar, setengah berteriak pada dokter dan perawat yang saat ini tidak bisa menjawab dikarenakan sedang sangat terburu-buru, karena kondisi Juli semakin parah,suhu tubuh nya semakin menurun.
"Sayang bangun, kamu dengar aku kan honey"Edgar, terus berteriak sambil terus mengikuti langkah para petugas medis hingga di depan ruangan tersebut Edgar,di hadang petugas , dan meminta nya menunggu di luar.
"Tuan, mohon maaf anda belum diperbolehkan masuk sebaiknya anda tunggu di luar, jangan lupa berdoa, semoga istri anda selamat"ucap perawat tersebut.
Tiba-tiba, Jerry langsung menelpon, menanyakan keberadaan mereka berdua, Edgar, tidak bisa menjawab pertanyaan putra nya karena tidak mungkin dia harus mengatakan bahwa ibunya sedang dalam keadaan kritis saat ini.
"Jerry Daddy dan mommy, sedang berada di luar, saat ini kami sedang ada urusan pekerjaan, kalian harus baik-baik saja di rumah, jika kesepian kamu bisa mengajak Morin untuk menginap di sana, dan tolong jaga Jane,tadi Daddy belum sempat berpamitan tolong sampaikan kepada nya"ucap Edgar lembut.
"Oke Daddy hati-hati di jalan"ucap Jerry.
Edgar, langsung mematikan sambungan telepon, dan langsung mendekat ke arah tempat yang kini Juli tempati, Edgar langsung duduk di kursi tunggu depan ruang NICU tersebut.
Edgar benar-benar merasa takut kalau-kalau Juli tidak bisa diselamatkan dia tidak tau harus bagaimana hidup nya kelak, percuma saja jika hidup bergelimang harta dan memiliki anak seperti yang ia inginkan selama ini jika istri yang dia cintai malah pergi dari dunia ini, Edgar langsung menggelengkan kepalanya, saat itu juga.
tiba-tiba seseorang pria datang menghampiri nya, Edgar tidak tau bahwa Julio, sudah menolong istrinya Barusa dengan memberikan darahnya karena mereka berdua memiliki golongan darah yang sama, dan Juli sudah sedikit lebih baik, saat ini.
Edgar menatap pria yang kini ada di hadapannya.
"Julio kau sudah datang"ucap Edgar.
"Tentu saja aku datang dia adik ku satu-satunya dan mulai saat ini aku akan membawa nya pergi, dan mulai saat ini kau tidak punya hak untuk bersama dengan nya lagi"ucap Julio.
"Tidak Julio, dia istri ku, aku sangat mencintai nya"ucap Edgar.
"Cinta.... heuhhhhh yang ada itu hanya obsesi bukan nya selama ini kau menduakan adik ku "ucap Julio.
"Aku tidak sengaja menduakan nya, dia sendiri yang meminta ku untuk kembali pada istri pertama ku"ucap Edgar.
"Kau menyalahkan adikku, apa yang akan dia lakukan saat dia mendengar kata-kata mu"ucap Julio, sambil bertepuk tangan, dia benar-benar kesal dan ingin menghajar Edgar, saat ini andaikan itu bukan area rumah sakit.
"Jangan berani kau memprovokasi istri ku dia pun tidak ikut andil dalam rasa sakit nya saat ini"ucap Edgar.
"Dan kau menikmati itu selama ini,kau egois, itulah kenapa?.. aku tidak merestui pernikahan itu, adikku hanya mendapatkan penderita sejak benih mu hadir di rahim Juli, adikku harus terbuang dari keluarga hidupnya sudah sangat menderita andaikan itu adalah Edgardo adikmu aku akan langsung merestui nya karena Edgardo adalah pria setia"ucap Julio.
Edgar, seperti mendapatkan tamparan keras dari kata-kata Julio, yang menjadi kakak ipar nya selama ini.
Julio benar dia terlalu egois saat ini tapi apakah dia bisa melepaskan istrinya itu demi kebaikan Juli, tapi bagaimana dengan diri nya, Edgar langsung mengusap kasar wajah nya itu, dan akhirnya Edgar pun berkata.
__ADS_1
"Baiklah demi kebaikan istri ku, aku akan melepaskan nya pergi, tapi aku mohon biarkan anak kami tetap bersama dengan ibunya"ucap Edgar, dengan berat hati dia akan melepaskan Juli meski sulit tapi tidak dia ingin Juli kembali bahagia.
"Aku akan melepaskan nya setelah dia kembali siuman"ucap Edgar lirih.
Entah kenapa, Julio yang tadinya menggebu-gebu menuntut Edgar untuk meninggalkan Juli, tapi saat pria dihadapannya menyetujui itu, Julio merasakan sakit yang teramat di dalam benak nya.karena biar bagaimanapun bukan ini mau Julio, yang ia mau Edgar memilih Juli, bukan mantan istri pertama nya yang kini menjadi istri keduanya itu, tapi nasi sudah menjadi bubur, semua sudah terlanjur Julio, berharap semoga Juli akan hidup bahagia setelah ini.
Edgar langsung pergi dari ruangan tersebut dia tidak lagi menoleh ke arah Julio, Edgar pergi begitu saja.
sesampainya di rumah nya bersama Angela, saat ini , dia langsung disambut pelukan hangat dari wanita itu, setelah itu Edgar langsung pergi menuju kamar pribadi nya bersama Juli, Edgar melarang Angela, untuk mengikuti nya, wanita itu malah menyunggingkan senyumnya sungguh ia merasa senang melihat ekspresi Edgar saat ini itu berarti rencananya telah berhasil, tanpa ia sadari bahwa saat ini Edgar telah menyelidiki semuanya.
Edgar tiba di kamar Juli yang bahkan belum sempat ia tiduri saat itu karena mereka kembali bertengkar hebat.
Edgar merebahkan tubuh nya di sana.
sementara itu di kediaman Juli Jerry dan Jane baru tau ibu mereka masuk rumah sakit, karena Julio mengunjungi rumah Juli yang saat itu sudah berubah lebih bagus bahkan bertambah beberapa lantai.
Jerry menangis di pelukan paman nya itu saat mengetahui bahwa Juli kini masih kritis.
begitu juga dengan Jane, yang histeris saat mendengar kabar itu, mereka langsung pergi menuju rumah sakit setelah membawakan keperluan Juli dan kedua nya, karena setelah Edgar menceraikan Juli rencananya dia akan membawa adik dan keponakan nya itu.
sesampainya di rumah sakit, Jane dan Jerry masuk dengan menggunakan baju berwarna hijau dan tutup kepala, mereka pun masuk kedalam sana.
disana Jerry langsung meneteskan air mata ketika melihat ibunya terbaring lemah bahkan masih menempel beberapa alat medis di tubuh nya dan juga satu kantung darah.
dua Minggu kemudian kini keadaan Juli sudah mulai membaik, dia bahkan sudah berada di ruang rawat inap, wanita cantik yang masih terlihat pucat itu pun tengah disuapi makan oleh Julio, saat ini dia tidak masuk kantor, karena ingin memastikan keadaan adiknya saat Edgar, datang mengucapkan kata talak nanti.
"Kak... dimana???.. Jane dan juga Jerry"ucap Juli
"Mereka ada di rumah kakak, saat ini, mereka baik-baik saja dan tadi dia titip pesan untuk mu"ucap Julio.
"Terimakasih kak"ucap Juli.
"Untuk apa??.. berterimakasih aku ini kakak mu, dan sudah seharusnya aku menjaga mu seperti dulu"ucap Julio, sambil mengusap puncak kepala adiknya itu.
"Apa??... mommy dan Daddy tau"ucap Juli penasaran.
"kau pikir aku se ceroboh itu hingga memberitahukan keadaanmu seperti sekarang ini, ingat mommy dan Daddy yang sangat keras kepala dia tidak akan pernah memaafkan mu untuk kebodohan mu ini"ucap Julio.
tiba-tiba saja pintu ruangan tersebut terbuka tampak lah Edgar, dan asisten nya masuk Juli langsung terdiam, bahkan seperti enggan untuk menatap pria itu, bukan karena benci, tapi dia sedikit kecewa terhadap suaminya itu.
"Honey, bagaimana?? keadaan mu"ucap Edgar yang kini mengelus dan mengecup puncak kepala Juli, yang masih menjadi istri nya itu.
"Aku, seperti yang kau lihat, masih hidup"ucap Juli tanpa menoleh.
"Bisakah??... tinggalkan kami berdua"kata Edgar pada Julio.
__ADS_1
"Aku akan menunggu kalian di depan"ucap Julio.
"Ingat tempati janji mu"ucap Julio lagi.
"Aku serahkan semua pada istri ku"jawab Edgar.
Juli yang sudah bisa menebak obrolan mereka saat ini dia langsung memalingkan wajahnya kearah lain.
setelah dua orang tadi keluar, Edgar duduk di kursi menghadap ke arah Juli.
"Sayang, aku ingin bicara"ucap Edgar.
"Bicara saja"kata Juli.
"Aku ingin bertanya , apa??... kamu mencintai ku"ucap Edgar, yang kini menatap sendu pada Juli.
Tapi Juli tidak menjawab hanya setetes air mata yang langsung di usap Juli yang kini masih memalingkan wajahnya.
"Sayang lihat aku dan jawab aku,apa??... kamu mencintai ku"ucap Edgar lagi masih dengan pertanyaan yang sama, tapi lagi-lagi Juli tidak mampu menjawab.
"Baiklah jika kamu terus diam itu berarti selama ini aku anggap kamu tidak pernah mencintai ku"ucap Edgar,men Jedah ucapan nya.
"Juli mulai saat ini aku"
"Tidak usah ucapkan kata itu, jika kamu ingin menceraikan aku aku akan langsung menerima nya, dan semoga setelah kita berpisah kamu akan lebih bahagia lagi, mana surat cerai nya aku akan menandatangani nya sekarang juga, tidak usah berbelit-belit karena ada atau tidak ada cinta, aku tetap akan kamu buang karena aku hanya dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan kalian untuk bahagia, dan selamat semua sudah tercapai, sekarang tinggal kan aku sendiri ucap Juli yang langsung berbaring dan membelakangi Edgar yang kini tengah berurai air mata, Juli bahkan menutup tubuh nya dengan selimut tebal tersebut hingga ke atas kepala.
"Baik lah Juli, mulai saat ini kita resmi bercerai surat cerai aku simpan di meja, dan selamat semoga kamu bisa menemukan jodoh yang baik dan bukan pria bajingan dan pengecut seperti ku, maafkan aku jika selama ini aku terlalu membuat mu menderita, maaf kan aku jika selama ini aku tidak pernah membahagiakan mu, aku memang tidak pantas untuk wanita sebaik dirimu, jika aku tiada nanti tolong bawa anak kita untuk mengunjungi makam ku, aku mencintaimu dan anak-anak maaf... maafkan aku "ucap Edgar , sambil melangkah gontai menuju pintu keluar asisten Edgar menyimpan map berisi surat berharga dan secarik surat cerai.
surat berharga itu adalah berisi seluruh harta kekayaan Edgar, yang dia berikan pada Juli, sebagai istri nya semua harta itu milik Juli dan keempat anak nya, Edgar hanya membawa tabungan pribadi bahkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan semua yang ia berikan pada Juli saat ini .
Edgar berlalu pergi meninggalkan keluarga nya di Paris, Angela mendekam di penjara setelah semua kebusukan nya terbongkar, saat ini, Jeny dan Jordan, sudah ia antar ke kediaman Juli bersama dengan pengasuh mereka saat ini Edgar, memutuskan untuk kembali ke Indonesia, rencananya dia akan tinggal bersama adiknya itu disana.
Juli membuka selimut nya ia turun dari ranjang dan melihat ke arah meja, dia mengambil map tebal itu berisi puluhan lembar kertas yang adalah surat berharga Juli tau semua itu, dia hanya bisa menangis sesenggukan,Juli yang merasakan sakit yang teramat saat tau semua nya Edgar begitu mencintai nya selama ini bahkan seluruh harta kekayaan yang ia miliki iya berikan kepada nya, Juli berteriak memanggil Edgar.
"Mas Edgar... kamu tega ninggalin aku dengan semua ini, katanya kamu mencintai ku tapi apa ini"ucap Juli wanita itu menangis sesenggukan hingga beberapa saat, setelah membaca wasit Edgar saat ini Juli meminta Julio, untuk pulang saat itu juga, karena Jeny dan Jordan berada di rumah itu, Julio sebagai kakak dia hanya bisa mengikuti apa yang adiknya ingin kan asal dia bahagia.
hingga lima tahun berlalu, Juli memimpin perusahaan besar itu sendirian hanya ditemani asisten kepercayaan Edgar yang sengaja Edgar tempat kan,kini putra pertama nya Jerry sudah lulus kuliah, anak muda berusia Dua puluh empat tahun itu kini sudah mulai mengambil alih perusahaan, sementara Jeny dan Jordan kini masih kuliah masih di Paris Jane tumbuh menjadi gadis belia yang sangat cantik kini usia nya tujuh belas tahun.
Juli memutuskan untuk pergi menyusul Edgar ke Indonesia, meninggalkan anak nya sementara di Paris, Juli yang kini berusia empat puluh tahun, dia masih terlihat sangat cantik dan mempesona, wanita itu tengah berada di dalam pesawat menuju Indonesia.
wanita itu selama ini selalu berkomunikasi dengan Edgar,adik ipar nya menanyakan kabar sang suami, karena nyatanya Juli maupun Edgar, tidak pernah menandatangani surat cerai itu, jadi hingga saat ini mereka masih sah sebagai suami istri.
hingga sampai lah Juli kini di Indonesia, tepat di bandara Soekarno-Hatta, sopir pribadi Edgardo menjemput nya secara langsung.
Juli yang langsung di bawa ke full house milik Edgardo, saat itu saat ia akan masuk dia melihat seorang yang selama ini ia rindukan tengah berada di taman belakang yang terlihat dari depan rumah tersebut meski harus mengelilingi ruangan itu terlebih dahulu.
__ADS_1