
Hayden, Jayden dan Arashi kini tengah mendapatkan hukuman dari bumil, dengan cara berdiri dengan satu kaki, dan selama dua jam kecuali Arashi sekuat tenaga nya.
"Yang haus nih"ujar Hayden beralasan.
"Tambah satu jam"ucap Aluna sambil menatap sengit.
sontak Jayden tertawa, menertawakan adiknya.
"Untuk kak, Jayden satu jam karena berani menertawakan adiknya.
Akhirnya Aluna pun duduk sambil menikmati satu gelas susu dan dengan sengaja Aluna menyeruput nya dengan gerakan yang sangat menggoda bahkan lidah nya menjilat bibir nya yang basah dengan susu tadi.
sontak Jayden menelan ludah, bagaimana bisa adik ipar nya menggoda suami nya didepan kakak ipar, yang dulu pernah mencintai Aluna lebih dulu.
Ya Aluna adalah cinta pertama Jayden, tapi karena perpisahan mereka saat itu gara-gara harus tinggal di Kanada, dan Paris Jayden harus merelakan cinta nya, terhadap Aluna, dan saat mereka kembali bertemu ternyata Hayden sudah menjadikan Aluna, sebagai kekasih nya.
"Bagaimana bisa, istri mu menggoda suami nya didepan kakak ipar yang jomblo ini, sungguh sialan"umpat Jayden pelan.
"Jangan menatap nya, apalagi membayangkan yang aneh-aneh, karena hormon kehamilan bumil aku juga hampir kualahan"ujar Hayden.
"Oh astaga naga, Hay, Stop Damn"ujar Jayden yang sudah benar-benar terpancing emosi hingga ingin rasanya dia melempar keduanya dengan balok kayu yang ada di hadapannya.
"Aluna gue pegel gue pergi dulu"ujar Jayden yang nyelonong gitu aja, tanpa menoleh ke arah Aluna yang menatap tajam kearah nya.
"Ayang aku haus nanti lanjut di kamar saja ya hukuman nya, jika dihabiskan disini kamu tidak akan senang nanti kalau aku keburu tidur"ujar Hayden.
"Hueuh Daddy kalah dengan anak kecil"ujarnya yang ni tengah berdiri, tapi yang membuat Hayden kaget adalah tipuan bocah itu dia duduk di atas penyangga pot bunga dengan posisi kaki satu melipat kesamping sementara satunya menapak lantai pinggir kolam tersebut, siapapun tidak akan melihat kecurangan itu, jika benar-benar tidak diteliti sedari tadi putri nya itu duduk santai, benar-benar anak jenius.
"Arashi!"teriak Hayden, yang kini baru merasakan bagaimana rasanya jengkel seperti para pelayan dan penjaga rumah juga Mommy nya, dia sendiri kini kena batunya.
"Apa? Daddy gak usah teriak-teriak atau Mommy tambah lagi hukuman untuk Daddy"ujar Arashi dengan santainya.
"Wajah Hayden sudah merah padam karena menahan amarahnya, dia juga tidak mungkin mengomel pada putrinya itu, yang ada istrinya akan semakin mengejek nya, saat ini dan jika gaduh , maka hukumnya akan bertambah.
"Arashi mau Daddy belikan eskrim tidak"ucap Hayden mulai merayu.
"Boleh, ahhh... tapi tunggu dulu, Daddy berkata seperti itu pasti karena ada maunya kan?"ujar nya yang langsung membuat Hayden gelagapan, dan Arashi pun cekikikan.
"Mau nggak?"ujar Hayden.
"Jangan bisik-bisik aku masih dengar Daddy"ujar Aluna.
"Ah ini Honey, putri mu dia"
"Mommy Daddy minta duduk di sini"tunjuk nya yang saat ini terlihat penyangga pot bunga tersebut.
"Arashi!... tidak-tidak sayang putri mu bohong, aku tidak minta itu dia sendiri yang menawarkan dan aku masih berdiri tegak"ujar Hayden.
"Jangan mengelak Daddy tidak baik berbohong pada mommy"ujar Arashi, lagi yang membuat hati siapapun bersumpah ingin memberikan cubitan yang sangat menyakitkan pada bocah dua setengah tahun yang lebih cerdik dari dongeng si kancil itu.
"Seuhh...ya ampun dia anakku atau bukan sih"ujar Hayden.
"Apa? kau bilang!, kau pikir aku kawin dengan sembarang pria"teriak Aluna di atas kasur Air yang tengah bersantai itu kini melotot tajam kearah Hayden.
"Owh ya ampun sayang kamu salah dengar,aku sedang memuji putri kita yang jenius ini, dia memang putri mu yang sangat cantik"ujar Hayden, sambil harap-harap cemas.
"Benarkah begitu"ujar Aluna.
"Tentu saja Sayang, iyakan Arashi"ujar Hayden meminta persetujuan pada putrinya itu, dan ternyata putri nya malah menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
sontak tanduk dan asap keluar dari kepala Hayden, yang diibaratkan jika seseorang sedang sangat murka, hingga akhirnya dia langsung pergi bahkan membawa putrinya itu dan menaruhnya di atas tempat tertinggi tepat di atas kandang singa miliknya, namun bukan nya berteriak bocah itu malah menakut-nakuti singa' tersebut dengan pura-pura mengaum dan menarik besi runcing yang selalu ia samarkan di sana, hingga singa itu ketakutan dan terus mengaum, Hayden pun baru teringat jika putri nya kebal dari rasa takut.
"Arashi Daddy minta hentikan, Leon sudah ketakutan"ujar Hayden yang langsung membawa putrinya itu.
"Benar-benar penuh warna"ujar Jayden yang terlihat sudah segar sehabis mandi karena ketegangan nya tadi, membuat dia harus memenangkan diri.
"Istri ku kau sedang apa?"ujar Jayden, sambil menatap langit yang cerah itu.
sementara itu di sebuah pedesaan seorang gadis cantik, yang kini berstatus istri siri Jayden, wanita itu baru saja selesai memetik bunga, karena hari ini dia ingin mengunjungi makam kedua orang tua nya di pemakaman umum yang ada di desa tersebut.
Gadis itu adalah gadis yatim Piatu yang hidup sebatang kara, di sebuah rumah yang sangat sederhana, jauh dari keramaian kota, wanita itu bertemu Hayden di sebuah halte bis, saat dia pulang dari rumah teman sekolahnya dulu yang juga sudah menikah.
Jayden kala itu tengah melintas di desa tersebut setelah pulang dari luar kota, tiba-tiba mobilnya mengalami ban gembos dan terpaksa harus mengganti ban dulu sementara Jayden tidak pernah belajar untuk itu dan mobil nya bukan mobil bisa yang bisa sembarang di dongkrak lalu mengganti ban, akhirnya Jayden pun keluar dari dalam mobil hendak bertanya apa? ada bengkel yang memiliki kualitas terbaik di daerah itu
Jayden pun mendekat pada gadis yang kini tengah sibuk memainkan game di ponsel nya.
"Maaf boleh tanya, apa? di sekitar sini ada bengkel mobil dengan standar terbaik"tanya Jayden.
"Heumm, maaf anda tanya apa? bisa di ulang"ujar Yuna.
"Apa? disini ada bengkel mobil dengan kualitas terbaik"ujar Jordan.
"Tidak ada tuan, yang ada itu di kota kalaupun ada itu bengkel mobil truk, dan posisi nya jauh dari sini, seratus kilo lagi"ujar Yuna.
"Ah ...sial"umpat nya.
"Mana ponsel ku habis baterai lagi"ujar Jayden.
"Memangnya ada masalah apa tuan siapa tau aku bisa bantu"ujar Yuna.
"Heumm, begini ban mobil saya gembos saya masih harus pulang ke kota x, dan ini ponsel saya mati"ujar Jayden.
"Ada di mobil, sebenarnya sih bisa ngisi baterai di mobil, tapi saya juga butuh ke kamar kecil, namun setelah dilihat-lihat tidak ada hotel atau pun pom bensin yang biasa ada toilet"ujar Jayden entah kenapa pria itu begitu banyak bicara dihadapan wanita yang bahkan asing baginya.
...🌹💖💖💖🌹...
"Ah...lega rasanya"ucap Jayden, yang baru saja keluar dari kamar mandi yang begitu sederhana, beruntung dia bukan orang yang anti dengan kemiskinan, meskipun kamar mandi itu tidak seluas dan semewah milik nya di rumah nya, tapi setidaknya dia bisa tertolong dan tidak buang air sembarangan.
"Tuan, bawa ban serep tidak jika bawa saya bisa bantu untuk mengganti ban mobil Anda, ya meskipun secara manual kebetulan ada dongkrak milik almarhum ayah saya"tanya Yuna, yang berdiri di samping mobil Hayden yang di paksakan di bawa ke rumah Yuna agar aman dari pencurian.
"Ada sih tapi mobil itu tidak bisa di pasang ban sembarangan karena ada pengaturan khusus"ujar Jayden.
"Terus bagaimana cara nya anda bisa bawa mobil Anda pulang"ujar Yuna.
"Saya akan mencari mobil derek dan saya juga akan menghubungi asisten pribadi saya untuk itu"ujar Jayden.
"Baiklah jika begitu, setidaknya saya lega dengan begitu anda bisa aman begitu juga dengan saya"ujar gadis itu.
"Maksud nya"ujar Jayden, bingung dengan kata aman.
"Dan sini rawan pencurian, satu lagi jika wanita dan pria berduaan yang lain nya adalah"
"Setan, maksud mu"potong Jayden.
"Hansip tuan, disini hansip lebih mengerikan dari pada setan, karena tanpa mau mendengar penjelasan dari orang lain mereka akan langsung membawa kita ke KUA"ujar Yuna.
"Tidak masalah kau cantik dan baik hati, dan aku sedang mencari istri dan calon ibu dari anak-anakku"ujar Jayden.
"Ha ha ha.... tuan jika bercanda itu jangan kelewat batas, kau bilang aku cantik dan itu adalah fitnah yang nyata, satu lagi nyari sih nyari, tapi mata harus jeli jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari, apa? Anda tidak lihat, siapa kau siapa... aku secara dari segala sisi pun sudah jauh berbeda jadi lebih baik tidak usah bercanda"ujar Yuna sambil nyelonong pergi.
__ADS_1
"Hi,, kamu mau kemana"ujar Jayden.
"Cari makan untuk tamu, kamu pasti laper bukan"ujar Yuna yang kini meneruskan langkah menuju,warteg.
Tidak butuh waktu lama dia sudah kembali, dan itu adalah warteg satu-satunya yang ada di kampung tersebut.
hanya beberapa menit kemudian,Yuna kembali membawa dua buah keresek berisi dua porsi nasi Padang dan air mineral kemasan karena Yuna bingung tidak memiliki perabotan mewah untuk menyuguhkan minuman, hanya ada gelas bening itupun peninggalan ibunya semasa hidupnya.
"Tuan apa? kau ingin makan di dalam mobil anda, atau di rumah saya, ini ada nasi Padang meskipun yang jual bukan orang Padang, hehehe"ujarnya diakhiri dengan nyengir kuda, tapi itu bisa membuat Jayden mematung di tempatnya, karena gadis itu begitu cantik alami tanpa polesan lipstik atau makeup sedikitpun.
"Tuan!"teriak Yuna sambil melambaikan tangan nya.
"Ah ya...maaf tadi aku melamun karena melihat keindahan"ujar Jayden.
"Heumm kirain, ehh... maksudnya keindahan apa? ujar Yuna.
"Tentu nya mahluk tuhan yang paling seksi"ujar Jayden.
"Owh ya ampun, mungkin anda, berhalusinasi saking lapar nya dan tidak fokus karena kekurangan Aqua, nih Aqua nya minum dulu setelah itu kau bisa putuskan makan bersama ku, atau mau di mobil"ujar gadis itu.
"Di rumah saja atau di hati mu boleh"ujar Jayden.
"Boleh-boleh tapi mungkin sedikit kumuh dan berdebu"ujarnya sambil membuka pintu.
rumah tersebut begitu asri dengan pemilihan parkit papan jati sebagai dinding
Yuna pun pergi ke arah dapur gadis itu mengambil piring dan sendok setelah itu membawa nya kehadapan Jayden.
"Ini untuk anda tuan"ujar Yuna.
"Panggil aku Jayden, kita bisa berteman setelah ini, atau nunggu hansip yang jullid itu datang agar setatus kita jelas"ujar Jayden.
Jayden berpikir bahwa semua ucapan Yuna hanya bualan belaka , karena terlihat gadis itu suka bercanda, tapi saat mereka tengah asik makan nasi Padang, yang tentunya tidak pernah Jayden makan karena yang dia makan bukan makanan khas Indonesia, meskipun sesekali sang Mommy membuat menu makanan Indonesia tapi Jayden lebih memilih sayuran segar dan buah tidak makan nasi dengan kuah santan kental itu.
"Kalian sudah melanggar peraturan hukum di lingkungan ini, dengan berduaan di dalam rumah,ayo segera ikut kami ke balai desa untuk segera dinikahkan"ujar empat orang hansip tersebut.
"Apa-apaan ini, main nikah kan saja kalian pikir kita sedang apa? tidak lihat kami sedang makan bersama"ujar Yuna.
"Tapi dia bukan suami mu, bukan juga keluarga mu Yuna, kenapa? harus berdua di dalam rumah"ujar pak RT yang menyusul.
"Saya datang tidak sengaja ingin membuat kegaduhan, saya minta tolong sama dia saat ban mobil saya gembos di hate yang tidak jauh dari sini, dan saya hanya menumpang untuk sementara, ini juga belum lama sambil nunggu asisten saya datang dan membawa mobil derek karena itu dia menyarankan untuk menepikan mobil saya di sekitar sini, karena rawan pencurian"Ujar Jayden.
"Tapi peraturan tetap peraturan, dan kalian sudah melanggar peraturan, karena itu kalian harus segera dinikahkan"ujar pak RT.
"Tapi saya sudah punya istri"ujar Jayden berbohong karena melihat Yuna, dalam posisi tertekan.
"Itu tidak masalah yang penting kalian tidak melakukan zinah"ujar mereka.
"Baiklah nikahkan saja kami disini, karena saya juga sedang terburu-buru karena harus segera kembali ke kota"ujar Jayden.
"Tidak, tidak akan ada pernikahan, biar saja aku menyendiri seumur hidup ku, seperti peraturan kedua"ujar Yuna, dan sontak hal itu membuat Jayden merasa tidak tega, tidak mungkin gadis muda itu harus menjomblo karena kesalahannya .
"Saya, akan menikahi dia saat ini juga"ujar Jayden.
"Baiklah, saya akan segera menghubungi ustadz sekarang juga untuk menikahkan kalian secara siri, tapi setelah itu kalian harus segera meresmikan Pernikahan ini" ujar ketua RT, yang langsung menghubungi ustad terkenal di desa tersebut.
dan setelah itu mereka pun akhirnya dinikahkan dengan maskawin seadanya tapi jauh lebih berharga, yaitu satu buah cincin berlian yang benar-benar mahal, yang Jayden sematkan di jari manis Yuna.
setelah selesai mereka pun bubar, dan Yuna kini tengah menitikkan air mata karena pernikahan itu, tidak bisa di hadiri oleh kedua orang tua nya.
__ADS_1