
vamela,sibuk melayani pelanggan barunya itu, setelah selesai dia hendak pergi tapi pria yang tadi minta dilayani dan menunggu nya, langsung memanggil nya.
"Nona Vamela, saya sudah menunggu Anda sedari tadi"ucap pria bernama Roland, tersebut.
"Maaf tuan, tapi ini jam istirahat saya harus makan siang dulu"ucap. vamela sambil terus berjalan.
"Baiklah kita akan makan bersama kebetulan saya juga lapar"ucap nya.
"Terserah saja"ucap vamela sambil meraih tasnya dan pergi menuju cafe sebelah yang tidak jauh dari butik milik Rara.
"Aku yang traktir anda"ucap Rolan.
"Ya terserah tapi jangan kaget jika kamu bangkrut karena makan ku banyak"ucap nya datar.
"Sebanyak apa?...sih hingga bisa membuat seorang Roland, bangkrut"ucap pria itu sambil tersenyum penuh percaya diri.
"Anda bisa lihat nanti"ucap vamela.
"Baiklah saya tidak akan pernah bangkrut meski anda memborong semua menu di sini"ucap Roland menyombongkan diri.
"Dengan senang hati"ucap vamela.
sesampainya di dalam vamela, langsung duduk di sebuah meja yang berukuran besar, dia yakin pria itu akan kapok untuk mengenal diri nya lagi.
"Mbak,sini!!"teriak vamela pada wanita yang tengah melihat pengunjung cafe tersebut.
"Ya, Nona, vamela,mau pesan apa?..."ucap gadis itu sopan.
"Aku pesan semua menu yang ada, dan satu lagi tolong semua pengunjung saat ini yang belum bayar masukkan bill nya pada tuan ini"ucap vamela.
Roland, hanya tersenyum, ternyata wanita itu kini tengah menguji dirinya.
"Baiklah Nona"ucap pelayan tersebut dan beruntung nya Roland, karena semua nya sudah membayar makanan mereka saat pesanan mereka datang tadi meskipun pria itu tidak akan pernah bangkrut jika harus membayar semuanya.
saat tengah sibuk makan, tiba-tiba seseorang menghampiri nya dan memanggil nama vamela.
"Vamela kamu disini"ucap Jerry yang hendak makan siang setelah melihat butik milik istrinya tengah banyak di kunjungi customer, saat ini padahal butik itu sudah lama Rara tutup untuk sementara waktu.
"Ah kak Jerry, aku sedang makan siang, apa... Rara, sudah sehat dan sudah disini??..."tanya balik vamela.
"Belum Mel,aku juga terpaksa meninggalkan nya karena ada beberapa urusan di sini yang harus segera di selesai kan tadi aku mampir ke butik tapi hanya ada pegawai"ucap Jerry yang minta penjelasan.
"Owh, itu aku yang buka, soalnya aku juga harus mengurus butik itu saat Vierra masih belum sehat" ucap vamela.
"Bagus lah aku sedikit lega,aku pikir keluarga nya berulah lagi"ucap Jerry.
"Tidak kak, selagi Aku,ada semua nya aman, semoga Vierra, cepat bangun dan sehat selama nya"ucap vamela.
"Amiinn"jawab Jerry yang langsung pamit menuju ruang VVIP, bersama dengan asisten nya.
"Dia siapa bagi mu"ucap Roland, yang sedari tadi menahan rasa cemburu nya.
"Dia kakak ku"ucap vamela.
"Jangan mengada-ada adik dari mana wajah kalian sama sekali tidak mirip"ucap Roland.
"Terserah jika kamu tidak pernah percaya, tidak ada untungnya juga"ucap vamela.
"Aku tau keluarga nya semua nya, tanpa terkecuali istri"ucap Roland.
"Bukan urusan ku"ucap vamela,santai sambil meneruskan makan nya.
"Aku heran, pada mu, Nona, vamela, setelah kemarin kamu menangis-nangis di jalanan, karena seseorang mengambil anak mu, tapi sekarang kelihatan nya baik-baik saja"Ucap Roland, di sela makan nya.
tiba-tiba saja vamela, menghentikan makannya bahkan sendok yang hampir masuk ke dalam mulutnya pun iya jatuhkan kembali ke atas piring setelah itu dia langsung meraih tasnya dan pergi begitu saja Roland, langsung mengejarnya tapi vamela berjalan cepat hingga setengah berlari, menuju butik tersebut, vamela langsung masuk ke dalam kamar pribadi Rara yang ada di butik tersebut dia terduduk di lantai dan menangis sesenggukan, saat ini hati nya kembali merasakan perih nya kehilangan semuanya secara bersamaan.
"vamela,aku minta maaf"ucap Roland, dari arah tangga yang berjalan menuju kamar tempat vamela berada.
tidak ada jawaban hanya ada suara tangis lirih dari dalam kamar, Roland, mematung karena merasa sangat bersalah, telah membuat vamela, kembali mengingat kesedihan nya.
"Vamela, tolong buka pintu nya,aku hanya ingin minta maaf"ucap Roland.
__ADS_1
tapi tidak kunjung mendapatkan balasan, akhirnya Roland pun pergi mungkin vamela butuh waktu.
vamela, menangis di atas ranjang hingga ia tertidur pulas di sana.
sementara itu Jerry yang pulang ke rumah nya dia merasa sangat kesepian, Jerry melakukan video call pada Jane, dia ingin melihat keadaan Rara, saat ini.
"Kak, lihat lah"ucap Jane yang langsung memperlihatkan Rara, yang sudah bangun dan kini tengah di suapi bubur oleh Juli, Jerry, seketika menangis sambil memeluk ponsel tersebut dia sangat bersyukur bahwa istrinya sudah sadar.
"Kenapa??... tidak ada satu orang pun yang memberitahu ku"ucap Jerry.
"Karena kita ingin memberi kejutan,satu lagi Rara, sudah mengingat suaminya"ucap Jane.
"Apa?... katanya"tanya Jerry.
"Dimana suamiku lion, dia tidak kelihatan"goda Jane.
"Adik ku sedang cari gara-gara rupanya"ucap Jerry.
"Iya... iya aku bercanda"ucap Jane, yang takut kena marah Jerry.
"Katakan apa yang dia katakan"ucap Jerry lagi.
"Kakak, bicara saja langsung pada nya"ucap Jane yang langsung memberikan ponsel tersebut pada Rara yang kini sudah selesai di suapi oleh Juli.
Rara, hanya tersenyum, dia belum bisa mau bicara, karena setelah dia mengingat kejadian itu ingin sekali dia pergi dari dunia ini tapi Juli, yang selalu mendampingi nya, dan memberikan penjelasan kepada nya Rara, akhirnya mau menerima takdir nya, untuk menjadi istri kedua Jerry.
karena Jerry,belum berpisah secara resmi dengan wanita itu.
"Sayang, kamu sudah baikan"ucap Jerry lembut.
Rara hanya mengangguk, tanpa bicara.
"Istirahat lah dan minum obat nya agar cepat sembuh,aku cinta kamu dan akan selamanya mencintai mu J'Time" ucap Jerry, sambil tersenyum manis pada Rara, yang kini membalas senyum nya.
hingga satu jam lebih Jerry akhirnya mengakhiri panggilan nya, setelah itu dia bergegas mengambil laptop nya, dia ingin segera selesai mengurus urusan pekerjaan nya agar segera bisa menemui istrinya di Amerika, hingga dia dinyatakan sembuh Jerry ingin terus mendampingi nya.
sementara itu di rumah Sky, hari ini adalah hari ke tujuh almarhum Bunda nya meninggalkan nya, pria itu masih terlihat sangat rapuh hingga seseorang datang ke hadapan nya.
"Jane...oh sayang hiks hiks hiks hiks Sky, langsung memeluk Jane, dengan tangis nya yang kini pecah, selama satu minggu ini, Sky benar-benar sendirian menahan rasa sakit atas kepergian ibunya.
"Abang yang sabar ya.... yang kuat Abang masih punya aku yang akan selalu ada buat Abang meski seratus kita hanya sebagai teman"ucap Jane.
"Tidak Jane, Abang tidak ingin seratus itu, Abang, ingin kamu menjadi istri Abang seperti keinginan Abang, dan itu juga yang diinginkan Bunda, selama ini, karena Bunda, sudah terlanjur sayang pada mu dan aku mengecewakan nya dan juga dirimu"ucap Sky, sambil menatap lekat wajah cantik itu.
🌹💖💖💖🌹
setelah selesai dengan pekerjaan nya Jerry langsung kembali ke Amerika, dia benar-benar merindukan istrinya itu, sementara Jane, tinggal dengan vamela,di villa Rara, karena dia tidak tega, membiarkan sahabat nya sendiri dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
Jane bahkan memutuskan untuk, bekerja sama dengan vamela, yang memiliki bakat desain perhiasan, dan Jane, memberikan brand produk itu hingga saat pertama kali di buka pemasaran perhiasan limited edition dari J & v yang naungi oleh J 6 Group.
akhirnya perhiasan tersebut meledak di pasaran, tidak berapa lama berbagai model perhiasan terjual dengan harga fantastis hingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.
vamela, sudah bisa membeli rumah meski pun tidak semewah rumah milik Jane dan Rara.
vamela kini tengah sibuk mendesain perhiasan baru yang akan ia jual di toko perhiasan yang selama dua bulan ini menjadi tempat nya mencari rejeki bersama dengan Jane.
tidak hanya desain perhiasan, vamela juga mendesain berbagai macam produk tas dan sepatu yang juga bekerja sama dengan Jane.
hingga dua bulan ini, mereka kembali launching produk terbaru yaitu tas dari J&v yang memiliki harga jual tinggi karena setiap barang yang mereka keluarkan adalah kualitas tertinggi.
sementara itu di Amerika, Rara yang sudah di ijinkan pulang ke rumah,kini tengah berada di atas ranjang milik Jerry,di Mension utama mereka waktu pertama kali Jerry dan Juli tinggal.
Juli sendiri sibuk dengan Eleanor.
sementara di Indonesia, saat ini vamela dan Jane sedang meeting bersama dengan klien baru yang ingin bekerjasama menanam modal di perusahaan mereka yang kini mereka bangun dari nol, butik yang begitu besar tempat baju dan perhiasan itu menyatu dengan area kantor, mereka.
dua jam setelah selesai meeting penting vamela dan Jane, lanjut makan siang bersama, saat hendak menyantap makanan nya,dering ponsel vamela berbunyi nyaring dia langsung mengangkat nya, saat melihat nomor telepon yang tertera di sana, ternyata suaminya, yang sudah hampir tiga bulan ini meninggalkan nya, tepat nya mengusir nya.
📱"Dimana putra ku"ucap vamela
📱"Datang kerumah jika kamu ingin bertemu dengan anak kita"ucap nya.
__ADS_1
📱"Aku akan segera kesana"ucap vamela.
telpon pun berakhir, vamela menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar.
Jane yang mendengar obrolan mereka tadi dia menghawatirkan vamela.
"Jangan pergi Mel, aku yakin itu adalah jebakan"ucap Jane.
"Tapi aku harus bertemu dengan putra ku"ucap vamela.
"Baiklah pergilah dengan kak, Jordan, dia sebentar lagi tiba di sini"ucap Jane.
"Aku tidak ingin melibatkan orang lain dalam masalah ku Jane, aku tau kamu sangat mencemaskan ku tapi percayalah aku bisa jaga diri, aku sudah terlalu rindu pada putra ku"ucap vamela.
"Aku tau Mel, tapi itu jauh sayang di Bali, kamu terlalu gegabah jika kamu ingin pergi sendiri, sudah lah kamu bareng kak Jordan"ucap Jane, tidak bisa di bantah.
"Jane, kamu tahu bahasa kita berbeda aku tidak mau jika nanti saat terdesak tidak bisa memberitahu nya"ucap vamela beralasan.
"Tenang saja Jordan juga menggunakan translator di telinga nya, dan dia mengerti apa yang kamu bicarakan.
tiba-tiba Jordan yang sudah satu Minggu berada di Indonesia pun berjalan kearah mereka yang kini tengah menyantap makanan nya.
"Sayang kamu disini"ucap Jordan pada Jane.
"Bukan kah kau tau aku disini"ucap Jane heran.
"Heummm.... apa?...kamu bercanda tidak ada satu pesan pun yang masuk aku kesini karena aku laper"ucap Jordan.
"Duduk lah"ucap Jane.
"Baiklah"ucap Jordan yang kini menatap lekat pada vamela, yang tengah tertunduk membaca pesan di ponsel miliknya.
"Aku harus segera pergi , bisa minta tolong tolong ?..."ucap vamela.
"Mel.... bisa gak sih kali ini nurut itu jebakan kamu dalam bahaya jika kamu pergi sendiri,tunggu sampai orang nya Daddy, selesai mencari tau "ucap Jane.
"Jane, aku tau kamu mencemaskan ku, tapi aku akan baik-baik saja percayalah,atau kalau enggak begini saja,kamu bisa susul aku di alamat ini, jika aku tidak mengabari mu,besok"ucap vamela.
Jerry, yang mendengar itu dia tiba-tiba bertanya.
"Apa??....ada masalah sayang"ucap nya terbata-bata.
"Iya kak, vamela memiliki masalah dengan suaminya yang telah menipunya"ucap Jane.
"Seperti nya serius"ucap Jordan.
"Tentu, saja "ucap Jane.
vamela langsung berdiri tapi tiba-tiba Roland, datang dan menarik tangan nya.
jangan pergi vamela, aku sudah tau semua nya suamimu tau kamu sudah banyak uang dan dia sedang butuh suntikan modal, karena perusahaan nya hampir bangkrut"ucap Roland.
"Tapi anakku, ada di tangan nya"ucap vamela yang kini menangis dan kembali terduduk dan menunduk di depan meja, Jordan merasa iba, tapi ia orang baru di sini, Roland, hendak menyentuh kepala vamela, tapi Jane, menghentikan nya.
"Biarkan dia aku yang urus"ucap Jane.
Roland, yang kini kembali ke posisi awal pun dia hanya bisa menatap vamela, yang kini tengah menangis di pelukan Jane.
"Sudah Mel kamu kuat, aku yakin putra mu akan kembali pada mu, bersalah orang-orang Daddy, sedang mencari tau keberadaan putra mu"ucap Jane, yang bergerak cepat.
"Aku takut dia kenapa-napa Jane, dia putra ku satu-satunya aku tidak punya siapa-siapa di dunia ini dan aku hanya punya dia, aku benar-benar takut hanya karena uang akhirnya ia menyakiti nya"ucap vamela.
"Aku, akan mengusahakan agar anak mu bisa kembali ke sisi mu"ucap Roland.
sementara Jordan,agak sedikit kesal melihat sikap Roland saat ini.
"Aku akan merebut nya, dan akan dihancurkan perusahaan nya"ucap Jordan. yang benci melihat wanita menangis.
Jordan, selalu merasa bersalah jika melihat wanita menangis dia teringat mommy nya yang dulu sering menangis dan kini dia sudah mengerti kenapa?... mommy nya menangis itu karena dia dan adiknya lebih membela Angela dan Daddy nya.
"Kakak jangan"
__ADS_1