
"Sekarang keinginan mu sudah terwujud bukan tuan kamu sudah bertemu dengan hansip yang aku ceritakan, kamu bisa kembali saat ini juga aku rasa jemputan mu sudah datang"ujar Yuna.
"Dan kamu adalah istri ku, saat ini maka ikutilah dengan ku"ujar Jayden.
"Tidak"ujar Yuna.
"Kenapa?"tanya Jayden.
"Karena, Anda sudah memiliki calon istri, jadi saya tidak akan pernah ikut dengan anda, lagipula saya tidak mungkin meninggalkan rumah ini"ujarnya sambil menggeleng pelan.
"Tapi Yuna bukan kah seorang istri harus ikut kemanapun suaminya pergi"ujar Jayden.
"Kita tidak saling mengenal tuan jadi aku tidak bisa ikut dengan orang asing"ujarnya beralasan.
"Baiklah begini saja, aku akan pulang dulu dan mengurus semua nya, setelah itu aku akan menjemput mu, dan kita akan tinggal bersama"ujar Jayden.
"Lebih baik kita saling mengenal saja dulu setelah itu baru kita akan tinggal bersama tapi saat ini kita tinggal masing-masing saja aku disini dan kau disana"ujar Yuna.
"Baiklah aku akan ikut apa? yang kamu inginkan saat ini, tapi tidak untuk kedepannya, dan ini adalah nafkah pertama dari ku, kamu bisa menggunakan nya bukan, jika tidak aku akan minta seseorang untuk membantu mu"ujar Jayden.
"Aku tidak sebodoh itu tuan jadi tidak usah khawatir hanya saja,disini tidak ada mesin ATM atau bang kalaupun ada itu juga sangat jauh dari sini, mungkin di kota, jika kamu ingin memberikan ku nafkah berikan saja uang secukupnya jangan berlebih-lebihan tidak baik, lagipula aku tidak suka jajan, kalau beli makan aku juga masih mampu jadi simpan saja ini dan ini juga, cincin ini untuk calon istri mu bukan, jadi sebaiknya berikan itu padanya"ujar Yuna memberikan semuanya ke telapak tangan Jayden.
"Yuna sayang ini adalah cincin pernikahan jadi kamu wajib memakai nya"ujar Jayden.
Yuna sempat mematung di tempatnya, karena mendengar kata sayang.
"Sayang aku tau kita tidak saling mengenal sebelumnya tapi yang namanya pernikahan itu, sakral dan tidak bisa di ajak main-main"ujar Jayden yang kini mengusap kepala Yuna dengan lembut.
gadis muda berusia dua puluh tahun itu menatap lekat wajah Jayden.
"Begini saja tuan Jay,apalah itu, untuk sementara cincin pernikahan kita ganti dulu dengan ini"ujar Yuna, sambil berjalan menuju kearah nakas dia mengambil benang wol berwarna merah dan setelah itu dia membawa nya kehadapan Jayden.
"Ini untuk pengganti sementara cincin pernikahan kita, kamu bisa ikat ini di jari manis ku"ujar Yuna, yang langsung membuat Jayden tertawa.
"Ha ha ha,,, kamu itu lucu ya sayang mana ada cincin kawin dari benang"ujar Jayden.
ini untuk sementara sebelum kamu membeli yang baru, tidak usah yang mahal-mahal yang penting itu simbol nya, biarpun itu cincin perak"ujar Yuna.
"Baiklah-baiklah aku akan ganti yang baru, yang ada inisial nama kita, tapi ini lumayan jika dijual, anggap saja itu hadiah dari ku untuk makan yang sudah kamu berikan, nanti aku akan ganti cincin nya"ujar Jayden.
Ditengah- tengah obrolan mereka tiba-tiba saja dua orang kepercayaan Jayden datang dia membawa sebuah paper bag, berisi kebaya pengantin modern, yang tadinya harus istrinya kenakan tapi mereka telat datang.
"Simpan lah ini untuk nanti jika kita meresmikan Pernikahan kita "ujar Jayden.
"Dan ini ponsel lama ku, kamu bisa telpon aku dengan ini, disini juga kamu bisa main game sesuka mu jika bosan"ujar pria itu yang memberikan isyarat agar kedua orang kepercayaan nya itu, meninggalkan mereka berdua yang kini masih duduk di kursi kayu jati itu.
"Sayang aku pulang dulu, beberapa Minggu lagi aku kemari untuk menemui mu, sambil membawa cincin pernikahan kita"ujar Jayden.
"Ya Baiklah hati-hati di jalan"ujar Yuna.
tidak sedikit pun ada raut kesedihan yang nampak saat Jayden pamit padanya mungkin karena Yuna masih merasa asing dengan suami dadakan nya itu.
Jayden pun memeluk Yuna yang kini mematung lalu mendaratkan kecupan di puncak kepala istrinya itu, setelah itu dia juga mengecup bibir Yuna sekilas dan lalu mengusap puncak kepala Yuna lagi sambil tersenyum manis.
"Aku pamit pulang dulu, nanti orang ku akan datang mengantarkan uang nafkah dari ku"ujar Jayden.
"Sayang jaga dirimu baik-baik, ingat jangan keluar jauh-jauh tanpa seizin ku, aku khawatir kamu kenapa-kenapa"ujar Jayden.
gadis itu hanya bisa tersenyum manis menatap kepergian Jayden apalagi dia merasa hatinya menghangat atas perlakuan dari Jayden.
__ADS_1
pria itu pun pergi dari kejauhan Yuna bisa melihat suaminya menaiki helikopter yang membuat para warga berbondong-bondong melihat itu, karena merupakan hal yang langka bagi mereka bisa menyaksikan langsung kendaraan udara yang sering mereka lihat di TV atau sosial media.
Bahkan tidak jarang banyak orang yang memuji nasib Yuna yang mujur karena dinikahi oleh Sultan, itulah istilah yang mereka tau tentang orang-orang yang memiliki segalanya.
sementara Yuna bersikap cuek saja dengan hal itu, karena sebelum benar-benar terdampar di desa tersebut, kedua orang tua nya memiliki segalanya hanya saja setelah pertikaian antar keluarga terjadi karena memperebutkan harta mereka, hingga akhirnya kedua orang tua nya mengalah tepat saat dia masuk SMP, mereka memutuskan untuk meninggalkan semua itu, dan memilih hidup sederhana dengan menjadi petani sayur di ladang yang sangat luas tersebut.
"Ayah, Bunda, apa? pilihan ku tepat untuk menjaga jarak dengan nya, dari kebijakan pemerintah desa yang benar-benar sangat menyebalkan ini"ujar Yuna.
dia tidak ingin masalah yang terjadi pada keluarga nya dulu terulang lagi oleh nya.
gadis itu pun langsung menutup pintu, dan membawa masuk handbag berisi kebaya pengantin tersebut.
sesampainya di dalam kamar dia langsung menyimpan nya di dalam lemari, sementara itu tiba-tiba terdengar dering ponsel yang Jayden berikan tadi padanya yang menampilkan sebuah panggilan dari my love.
"My love"gumam nya lirih.
Dia tidak berani mengangkat telepon tersebut, tapi tidak lama notifikasi pesan muncul"Angkat sayang aku suamimu"
tiba-tiba ponsel itu kembali berbunyi my love kembali muncul di layar ponsel nya.
wanita itu pun menggeser icon berwarna hijau dan yang langsung menampakkan wajah tampan yang kini tersenyum manis pada nya.
"Sayang, kamu sedang apa?"ujar Jayden yang terlihat sedang berada di sebuah ruangan.
"Kamu sudah sampai?"pertanyaan itu lolos seketika itu juga.
"Ya sayang baru sampai, ini aku ada desain cincin pernikahan yang bagus menurut mu yang mana"ujar Jayden.
...🌹💖💖💖🌹...
Di awal pria itu sempat tercengang karena dari sekian ratus desain cincin berlian, satupun tidak ada yang ia pilih tapi dia memilih untuk memberikan sebuah model cincin yang sangat unik benar-benar membuat Jayden tertarik, tapi wanita itu meminta dibuatkan itu dari kayu kebayang kan betapa Jayden merasa jengkel dengan keras kepala nya gadis itu, tapi Jayden akan buatkan yang dia inginkan.
dan untuk itu dia akan membuat cadangan dari emas murni.
hingga satu Minggu berlalu mereka masih tetap berkomunikasi dengan baik dan cincin yang Yuna mau di pesan langsung dari Eropa dengan kualitas kayu terbaik dan tak akan habis dimakan oleh waktu, kecuali jika sengaja dihancurkan, hanya saja tibanya cukup lama di Indonesia, berbeda dengan yang ada di Indonesia cincin dengan model yang sama dibuat di jewelery ternama di Indonesia.
dan Jayden sudah mengirim uang kes sebanyak seratus juta untuk kebutuhan istrinya itu, dia juga mengirimkan beberapa stell pakaian untuk istrinya dan juga perabotan baru seisi rumah tersebut.
rumah itu cukup luas meskipun dibangun dengan material yang sangat sederhana wanita itu bahkan dibuat geleng-geleng kepala, karena perbuatan suaminya itu.
sampai suatu hari setelah satu bulan berlalu Jayden datang bertepatan dengan peringatan hari kematian kedua orang tua nya,sang istri baru kembali dari pemakaman, sedari tadi pagi dia bahkan baru kembali tepat jam dua belas siang, bertepatan saat Jayden tiba.
wajah yang cantik alami itu kini terlihat sembab dengan hidung memerah juga mata nya jelas terlihat sudah mengeluarkan banyak air mata.
"Sayang aku pulang"ujar Jayden menyambut sang istri yang baru datang sementara dirinya sudah menunggu di teras depan.
"Mas, sudah datang"ujar Yuna yang sudah terbiasa memanggil suaminya dengan sebutan mas, setidaknya tidak lebih buruk dari sebutan tuan.
"Sayang kamu kenapa? apa...ada yang menyakiti mu?"ujar Jayden yang langsung memeluk istrinya itu.
"Tidak ada hanya saja ini adalah hari kematian kedua orang tua ku, jadi aku datang ke rumah terakhir mereka berdua"jawab nya sambil menahan Isak tangis nya yang masih saja tersisa.
Bagaimana tidak kematian tragis itu terjadi saat dia baru pulang sekolah, kedua pasangan suami istri itu, ia temukan tergeletak bersimbah darah,di halaman belakang.
"Sabar sayang maafkan aku, aku datang terlambat, karena harus menghadiri rapat"ujar Jayden, gadis itu pun tersenyum pada Jayden seakan menutup kepedihan yang ia rasakan saat ini.
"Tidak masalah mas, toh kamu juga tidak tau dengan hari ini, dan terimakasih untuk semua yang kamu berikan, lihat rumah ku semakin sempit saja"ujarnya sambil memonyongkan bibirnya.
cuph...
__ADS_1
satu kecupan mendarat di bibir Yuna, gadis itu akhirnya tersenyum.
"Mana cincin kawin kita"ucap gadis itu.
"Heumm masih ingat rupanya"ujar Jayden sambil tersenyum.
"Aku buat dua versi, yang satu dari mas murni dan yang satunya dari kayu seperti yang kamu mau ini aku pesan langsung dari Eropa"ujar Jayden.
"Owh ya ampun aku kita tidak akan membuat mu sulit karena di Indonesia juga banyak pengrajin miniatur mereka bisa buat cincin yang seperti ini, tapi terimakasih atas semua usaha mu aku sangat suka cincin nya sangat cantik , ayo duduk lah aku tau mas mungkin lelah aku buatkan minum dulu"ujar nya yang langsung berjalan menuju dapur sambil membawa keranjang yang terlihat sangat usang mungkin karena terlalu lama.
Jayden kini tengah menatap sekeliling ruangan istrinya memang pintar menata barang dan menjaga kebersihan setiap ruangan.
rumah itu mungkin teramat sederhana bagi Jayden tapi kenyamanan yang ada di sana tidak bisa ditukar dengan uang.
"Mas ini kopi nya"ujar Yuna.
"Terimakasih sayang, duduk lah, mas ingin mengganti cincin yang sudah mas janjikan dan itu bisa mulai di lepas"ujar Jayden menunjuk ke arah jari manis Yuna dengan benang wol yang masih menempel di sana .
Jayden memasang cincin nikah yang terbuat dari kayu itu, di tangan kanan Yuna sebagai Cincin kawin dan yang dari emas murni di tangan kiri kedua belah tangan menggunakan cincin tersebut, dan saat nya giliran Yuna memasang cincin kawin di tangan Jayde kedua nya pun sama.
"Sayang aku di kanan saja dobel kan saja"ujar Jayden, dan Yuna pun menurut.
"Mas mau makan siang pake apa? aku belum nyetok makanan di lemari pendingin"ujar Yuna.
"Nasi Padang saja sayang ku, aku merindukan itu"ujar Jayden.
"Heumm, apa? tidak masalah"ujar Yuna.
"Tidak sayang, asal jangan terlalu sering saja , owh iya aku hampir lupa, sebentar lagi mereka akan mengirimkan stok bahan makanan, mungkin sore nanti jadi kamu tidak perlu repot-repot belanja"ujar Jayden.
"Aku tidak repot sih mas hanya saja dari sini ke pasar tradisional itu cukup jauh dan tidak ada angkutan umum yang lewat daerah sini"ujar Yuna.
"Sayang kamu bisa nyetir mobil"ucap Jayden.
"Bisa sih dikit dulu sebelum Ayah tiada aku sering belajar dengan nya.
"Terus sekarang mobilnya kemana"ucap Jayden.
"Aku jual untuk membayar biaya kuliah ku yang baru selesai kemarin"ujar Yuna.
"Kamu kemarin lulus kuliah, lalu tidak pernah cerita pada ku, bagaimana bisa sayang kamu wisuda tanpa kehadiran ku"ujar Jayden.
"Maaf mas aku hanya tidak ingin merepotkan mu, aku tau kamu juga sibuk"ujar Yuna.
"Yuna sayang sesibuk apapun, aku akan menyempatkan waktu untuk istri ku, aku mohon jangan ulangi lagi seperti ini, ingat aku suamimu dan kamu tidak sendirian"ujar Jayden yang membuat gadis itu menitikkan air mata .
akhirnya Yuna pun langsung berjalan keluar setelah obrolan panjang itu dia pun keluar untuk membeli nasi Padang seperti yang suaminya mau.
sampai saat seseorang datang menghampiri Yuna, yang kini tengah menenteng keresek berisi dua bungkus nasi Padang.
"Una rupanya kamu disini, aku sudah mencari mu kemana-mana Una, kenapa? kamu membohongi ku"ujar seorang pria muda yang langsung menggenggam tangan Una tanpa izin.
Yuna sudah berusaha untuk melepaskan nya tapi pemuda itu tidak kunjung mau melepaskan nya.
"Lepaskan tangan istriku"ujar Jayden.
"Mas, semua tidak seperti yang kamu lihat,di dia "
"Sudah sayang tidak usah dijelaskan aku tau semua nya tentang mu kok"ujar Jayden yang kini merangkul pinggang Una yang tengah berjalan menuju rumah mereka.
__ADS_1
"Mas, mas tau dari mana tentang ku"tanya Yuna.
"Semuanya mas tau karena mas ingin mengenal isteri mas lebih dalam lagi"ujar Jayden.