Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Semakin terasa#


__ADS_3

setelah dua hari lamanya Juli, pergi Edgar terus mengerahkan orang-orang terbaik nya untuk mencari keberadaan Juli, yang belum ditemukan hingga saat ini.


sebelum benar-benar menghilang Juli, menemui ibu angkat nya bersama dengan Jerry,ibu angkat nya Nyona Ester,kini sudah berada di Paris,berkat acara TV yang disiarkan langsung ke mancanegara, nyonya Ester, menemukan putri semata wayangnya itu di Paris, yang kini sudah memiliki keluarga tak hanya itu anak nyonya Ester, menikah dengan seorang pengusaha asal Paris.


saat Juli berada di rumah sederhana itu, dia bertemu langsung dengan putri Nyona Ester, dia begitu berterima kasih kepada Juli, karena telah merawat dan menjaga ibunya selama ini.


wanita itu ternyata tumbuh menjadi wanita yang sangat baik hati berkat didikan ibu angkat nya yang kini menjadi mertua nya.


Juli pun merasa bahagia saat melihat mereka bahagia, dia bisa pergi dengan tenang tidak perlu lagi mencemaskan keberadaan ibu angkat nya itu,satu hal pesan Juli pada ibunya itu dimana pun dia berada Juli meminta untuk tidak pernah melupakan anak malang itu yaitu dirinya, Juli pun berjanji di setiap kali ada kesempatan dia akan menghubungi nya.


akhirnya Juli dan Jerry, beserta anak yang ada dalam kandungan nya pun, pergi menyusuri berbagai kota dalam dua hari itu, dan tibalah dia di sebuah perumahan kumuh yang berada di pinggir kota,Juli tiba saat jam sebelas malam.


dia kesana atas petunjuk Nyona Ester, untuk mencari saudara angkat nya, yang seorang laki-laki usia nya lebih tua dari nya, dan nyonya Ester, memberikan sepucuk surat untuk sebagai pengantar dan memberitahukan bahwa Juli adalah putri nya.


Juli mencari pria itu dari rumah ke rumah lain nya hingga hujan deras pun membasahi bumi dan Juli, yang sedari tadi menggendong Jerry di depan sambil memeluk erat putra nya itu dengan tangan satunya menyeret koper dan ransel di punggung nya.


dia berhenti di sebuah rumah yang terlihat kurang terawat saat itu, tiba-tiba seorang lelaki tua datang menghampiri mereka berdua, dan bertanya mencari siapa.


Juli langsung memberikan sebuah foto masa muda seorang lelaki dan sepucuk surat dari Nyona Ester, yang tak lain adalah ibu angkat nya, saat melihat seseorang yang sangat mirip dengan foto itu.


"Siapa??.. kau, kenapa mencari ku dan ini"ucap pria tua itu.


"Kenalkan nama saya Juli Ester, dan ibuku menitipkan itu untuk mu"ucap Juli.


"Masuk lah dulu kasihan pria kecil ini"ucap nya sambil membuka pintu rumah nya.


setelah Juli masuk dengan Jerry, dan juga barang-barang nya, dia langsung mengganti pakaian Jerry, dengan baju sweater yang cukup tebal karena udah sangat dingin dan menusuk tulang.


"Dia masih ingat aku rupanya, baik'lah mulai sekarang kau bisa panggil aku uncle brayen.aku adalah kakak tertua ibu mu itu"ucap nya lagi.


"Terimakasih uncle Brayen, tapi apa tidak ada rumah lain lagi, untuk aku sewa bersama dengan putra ku"ucap nya.


"Aku juga tidak meminta mu tinggal bersama dengan ku disini, tapi rumah sebelah rumah ku,itu sudah lama kosong jika kau mau kau bisa tinggal di sana bersama dengan cucu ku"ucap nya sambil menatap Jerry yang kini terlelap tidur dengan perut kosong.


"Aku tidak punya banyak stok makanan tapi masih ada beberapa bungkus roti, dan teh untuk kalian nikmati, sebaiknya bangun kan putra mu saat ini juga, dia harus mengisi perut nya terlebih dahulu,besok kau baru bisa pindah dari sini"ujar pria itu.

__ADS_1


"Baiklah uncle Brayen terimakasih"ujar Juli yang kini menyiapkan teh hangat tiga gelas dan dua bungkus roti tawar yang hendak dimakan tanpa selai seperti nya pria itu hidup lebih menyedihkan dari mereka.


Juli, tetap bersyukur, setidaknya saat ini dia masih memiliki orang-orang yang sangat peduli pada nya.


"Ke marilah uncle maaf aku lancang membuat kan teh untuk mu tanpa bertanya kepada mu terlebih dahulu"ucap Juli, sopan.


"Tidak masalah, aku senang jika kau betah tinggal di sini, karena aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, semenjak istri dan anak ku meninggalkan ku, sepuluh tahun yang lalu"ujar pria itu sendu.


"Maaf, uncle jika aku mengingat kan akan masa sulit mu asal uncle tau saat ini aku sedang mengandung anak ku, yang ketiga"ujar Juli lirih.


"Tidak masalah biarkan dia lahir, dengan selamat di sini, kita akan hidup saling tolong menolong di daerah ini, semua memiliki sifat solidaritas yang tinggi, apa lagi aku adalah pengajar di sekolah yang di bangun secara gotong royong,kau bisa mengajarkan keterampilan apa pun pada mereka jika kau tidak keberatan"ucap tuan Brayen.


"Akan aku pikirkan"ucap Juli, sambil membangunkan putra nya untuk makan roti terlebih dahulu agar perutnya terisi meski hanya dengan roti tawar.


beruntung Jerry, bukan anak yang rewel, saat ini dia bangun dan langsung memakan apa yang diberikan oleh ibunya.


"mom... aku ngantuk"ucap Jerry.


"Tidur lah, sayang mulai besok kita akan membersihkan rumah kita"ujar Juli.


keesokan harinya Jerry masih tinggal di tempat Brayen, sambil menunggu Juli, membersihkan rumah di sebelah nya, walaupun rumah itu, berukuran tak seluas rumah Juli dengan Ester, tapi karena cukup lama tidak ditempati dan jarang dibersihkan maklum pemilik nya adalah seorang lelaki tua yang sudah sering sakit-sakit an.


Juli juga membeli beberapa barang untuk melengkapi seluruh ruangan karena rumah itu kosong tidak ada perabotan sama sekali, dia menggunakan uang pemberian Ester, dan sisa tabungan nya di pakai untuk kebutuhan nya sehari-hari sampai dia kembali bisa mendapatkan pekerjaan.


sementara itu di Mension Edgar, dia semakin frustasi dan gila kerja, karena Juli benar-benar hilang bak di telan bumi, Edgar, semakin kecewa dengan sikap Juli, yang menutupi kehamilan nya, dia tahu dari Cctv, seluruh bagian rumah nya , yang menunjukkan gelagat wanita hamil, bahkan alat tes kehamilan ditemukan di dalam sebuah laci yang ada di walk in closed.


"Sayang, aku harap kamu bisa mempertahankan keturunan ku, seperti kau mempertahankan Jerry, selama ini, aku minta maaf jika selama ini aku terlalu egois, dimana kalian bertiga aku rindu kalian terutama kau Juli,kau masih hutang penjelasan terhadap ku, kenapa pergi begitu saja heuhhhhh aku mencintaimu Juli tidak kah kau sedikit saja mengerti dengan apa yang aku rasakan, aku ingin kita bersama untuk selamanya menjadi keluarga bahagia bersama dengan anak kita, jika kepergian mu karena kehadiran Angela maka kau benar-benar memiliki rasa yang sama, tapi kenapa??... kenapa??... harus berakhir seperti ini"gumam Edgar lirih.


🌹💖💖💖🌹


Juli melewati hari nya dengan bahagia bersama dengan putra nya dan bayi yang ia kandung, yang semakin hari, semakin bertambah besar pula kandungan Juli bahkan bayi yang ia kandung bergerak begitu aktif, lagi-lagi Juli mengandung bayi kembar kali ini masih sama sepasang bayi kembar yang tumbuh dengan sangat sehat dan dipastikan akan lahir tepat tiga bulan lagi.


Ya... Juli sudah empat bulan pergi dari kediaman Edgar, saat itu,kini rumah yang ia tempati pun sudah resmi menjadi miliknya, Karena, sang pemilik nya, sudah lama memberikan rumah tersebut sebelum ia meninggal dunia.


lelaki tua yang baik hati itu saat ini sudah tiada, Jerry dan Juli merasa sangat kehilangan sosok ayah sekaligus kakek bagi Jerry, bahkan Jerry, yang selama ini selalu menemani hari-hari nya kemanapun pria itu pergi dia selalu mengajak Jerry bersama nya dan tidak pernah membiarkan Jerry, merasa kesepian.

__ADS_1


Juli, masih bekerja, sebagai pengajar di sekolah tersebut, dengan gaji yang tidak terlalu besar, dia terpaksa harus memiliki dua pekerjaan seperti dulu, tapi kali ini tidak seberat dulu dia hanya perlu menjadi guru les privat bahasa untuk para murid nya, dan dengan uang itu Juli, bisa menabung untuk biyaya melahirkan, meski Ester, masih selalu mengirimkan uang untuk Jerry, yang sudah seperti cucunya sendiri, selama ini.


Juli pergi tanpa membawa apa pun barang pemberian Edgar, seperti black card dia hanya membawa ponsel lama nya dan baju-baju usang milik nya, dia tidak ingin lagi berhutang kepada laki-laki itu, meski cek yang Edgar berikan juga ia letakkan di bawah ponsel dan black card nya itu.


satu tahun berlalu dari saat itu,kini Juli tengah disibukkan oleh ketiga anaknya yang begitu lucu dan sangat menggemaskan.


bayi berusia sembilan bulan itu sudah bisa berceloteh meski dengan bahasa nya masing-masing, dan Jerry yang sudah masuk TK nol besar saat ini begitu bahagia karena memiliki sepasang adik yang sangat menggemaskan satu hal yang membuat Juli sedih selama ini adalah wajah mereka sangat mirip dengan Daddy nya, Juli selalu teringat dengan pria itu, meski sudah berkali-kali ingin melupakan nya tapi ketiga anaknya selalu mengingat kan dia pada pria itu.


kini Juli, sudah kembali pindah ke kota, tempat dia Tinggal bersama dengan Ester,dulu, rumah itu masih sangat terawat karena Ester , mempekerjakan seseorang untuk merawat rumah yang penuh dengan kenangan dia bersama suami dan anak-anak nya dulu.


Jerry yang kini sudah mulai sekolah di pagi hari dia selalu bangun lebih pagi dari jadwal yang di tentukan oleh Juli karena dia ingin bermain dengan kedua adik kembar nya, sebelum dia pergi ke sekolah.


ada satu hal yang membuat Juli, selalu merasa bahagia, adalah Jerry, sudah benar-benar sembuh dan saat ini dia tumbuh dengan sangat baik, bersama dengan kedua adik nya, Juli juga mempekerjakan satu orang babby sister, untuk membantu nya merawat ketiga anaknya itu, karena saat ini Juli bekerja di sebuah perusahaan, sebagai sekertaris mantan kekasih nya yang selama dua bulan ini dia terus menerus meminta Juli , untuk bergabung, meski Juli kecewa dengan penghianatan nya dulu tapi dia butuh uang untuk bisa membesarkan ketiga anaknya itu.


Jordan, yang diam-diam masih sangat mencintai Juli, dia tidak ingin membiarkan Juli hidup dalam kesulitan, seperti selama ini,itu dia lakukan untuk menebus semua rasa bersalah nya terhadap Juli, meski di awal Juli lah yang bermasalah adalah Juli tapi semua itu terjadi karena ibunya yang meminta Juli untuk membuktikan bahwa Juli,layak menjadi ibu dari cucu nya nanti, tapi saat ini keluarga Jordan sudah menyesal bahkan karma itu berlaku saat ini Jordan, tidak bisa memiliki keturunan karena istri nya mandul istri Jordan yang tak lain adalah sepupu Juli.


mereka sudah dua bulan berdampingan sebagai asisten pribadi Juli bekerja dengan profesional, selama itu untuk urusan pekerjaan,Juli sangat terampil dan cekatan karena Besic nya adalah seorang pebisnis, jika saja insiden itu tidak terjadi, Juli mungkin sudah menjadi CEO,hebat dari sebuah perusahaan besar milik keluarga nya, yang kini di kelola oleh sang kakak.


pagi ini Juli, hanya bisa memeluk dan memberikan kecupan di setiap wajah dari ketiga putranya itu, karena dia harus pergi pagi-pagi sekali, untuk meeting bersama dengan klien penting dari luar negeri, tepat nya dia mewakili bos nya itu.


Juli pergi dengan menggunakan taksi online, menuju sebuah restaurant hotel yang menjadi tempat mereka janjian, Juli tiba di sana dengan was-was karena dia takut keterlambatan nya , membuat pihak klien membatalkan kerja sama nya.


benar saja saat sampai di restaurant tersebut, klien nya sudah tidak ada dan pelayanan restaurant, memberikan secarik kertas, berisi nomor handphone yang bisa Juli hubungi langsung jika dia masih ingin melanjutkan rencana kerja sama mereka.


Juli, terduduk lemas di sebuah kursi yang ada di lobi hotel tersebut, dia menelpon Jordan dengan kecemasan yang mendera batinnya, meski Jason baik hati tapi rasa bersalah Juli, akan selalu menghantuinya saat dia masih bekerja atau mengundurkan diri, karena klien tersebut teramat penting bagi Jason, dia adalah pemilik perusahaan raksasa di berbagai negara.


setelah Juli menelpon Jason, Juli merasa lega, karena Jason, tidak memarahi nya dia bahkan meminta Juli, untuk kembali ke kantor saat ini, Juli pun mulai mengetik sesuatu di handphone nya, saat ini, dia tandai sebagai hari yang menyedihkan bagi nya selain penderitaan hidup nya.


Juli, berjalan dengan langkah gontai menuju pintu keluar tapi tiba-tiba, seseorang memeluk nya dari belakang.


"Honey, kemana saja kamu selama ini, kenapa??... kamu pergi begitu saja bisakah kamu jelaskan dimana letak kesalahan ku agar aku mengerti dengan keputusan mu pergi jauh meninggalkan ku"ucap seorang pria yang selalu menyiksa batin Juli, setiap kali ia mencoba untuk melupakan nya.


Juli, masih mematung hingga beberapa menit, Air mata nya, mengalir deras di pipi nya saat ini, Juli menangis tanpa suara, sesaat kemudian dia melepaskan pelukan pria itu yang tidak bisa ia lepaskan, semua mata tertuju pada mereka berdua meski kemudian mereka kembali tidak memperdulikan itu.


"Tuan, lepas aku tidak punya waktu untuk menjelaskan apa pun, aku juga tidak berhutang kepada mu, selain biyaya operasi putra ku, Jerry dan itu sudah ku bayar lunas dengan tubuh ku"ucap Juli datar.

__ADS_1


"dimana mereka.... dimana putra ku Jerry, dan janin yang kau kandung saat itu"


__ADS_2