
Ghealova pun memutuskan untuk kembali, ke Indonesia dia sudah tidak punya alasan untuk pergi menjauh, karena luka hati nya akan tetap ada meskipun dia berada di belahan dunia manapun.
Ghea bahkan mencoba untuk berdamai dengan diri nya sendiri.
setibanya di Indonesia, dia langsung pulang ke tempat ternyaman yang ia miliki.
Ghea langsung masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat, saat ini dia memiliki hobi baru yaitu menghitung apa? pun yang ada di langit siang ataupun malam untuk mengusir rasa sakit yang selalu menyelimuti hati nya, disaat dia mengingat tentang masa lalu nya, seperti saat ini dia sedang gelisah karena bayangan kebersamaan nya dengan Vio terlintas, tapi kemudian muncul bayangan wanita itu diantara mereka berdua hingga Ghealova langsung terbangun.
ada tangis yang selalu menemani malam sunyi, seperti saat ini tapi dia akan lari ke arah balkon untuk melihat langit dan menghitung bentuk awan yang unik atau pun bintang dan masih ada yang lain dia akan menunggu ada pesawat lewat, saat berada di negara tersebut .
sementara kali, ini tidak ada apapun di sana hanya ada langit yang gelap.
Ghealova pun mendongak keatas agar air mata nya tidak jatuh tapi tidak berhasil, alhasil dia terduduk lemas di lantai dengan air mata yang mengalir deras.
"Kenapa? kamu tidak kunjung pergi dari sini, aku cape aku sudah tidak kuat, harus kah aku pergi untuk selamanya"ucap Ghealova, sambil memukul-mukul dada nya yang terasa sangat sakit.
hingga dia tertidur di balkon dengan udara pantai yang dingin menusuk tulang hingga dia terbangun di pagi hari yang cerah, wanita itu bahkan tidak ingin kenapa? dia berada di situ.
Ghealova berjalan sempoyongan karena kepalanya terasa sakit, dan seluruh tubuh nya sangat ngilu.
dia pun buru-buru mengambil obat, dan meminum nya setelah itu dia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang dengan sinar matahari yang terang dia berbaring, tanpa ingin bergerak sedikit pun.
"Nona, sarapan pagi anda sudah siap"ucap seorang pelayan.
"Tolong bawa sarapan nya kesini aku sedang malas untuk turun"ucap Ghealova.
"Baiklah Nona"ucap pelayan tersebut.
Ghealova pun bangkit, setelah itu dia pun duduk di kursi dengan meja bulat kecil di hadapan nya, sarapan pagi Ghealova adalah salad dan segelas susu hangat tidak lupa steak ikan salmon, yang selalu menjadi kreasi dari Ghealova.
Ghealova, menyantap sarapan pagi yang sangat sehat itu, hingga dia merasa cukup dia langsung berhenti makan sarapan pagi yang bahkan mungkin tidak sampai seperempat piring itu.
Ghealova, langsung mematung saat dia teringat bahwa Vio, sangat suka sarapan pagi di rumah, karena Ghealova selalu rajin memasak dan Vio, selalu menghabiskan nya meskipun terkadang rasanya tidak enak, tapi karena cinta nya pada Ghealova dia akan melakukan hal itu, demi menyemangati sang istri yang sudah susah payah untuk menyiapkan semuanya.
tapi entah apa? yang laki-laki itu ingin kan, di satu sisi dia selalu mencoba untuk membahagiakan Ghealova, karena rasa cinta nya, tapi di sisi lain Vio juga mengharapkan cinta pertama nya kembali ke sisinya.
egois memang tapi semua nya, tidak pernah Ghealova keluhkan hingga tiga tahun dari lima tahun pernikahan nya Ghealova tidak pernah protes dengan perubahan sikap suami nya, yang selalu bilang bahwa dia lelah bekerja saat Ghealova mengharapkan nafkah batin.
hingga beberapa bukti yang mengacu pada perselingkuhan yang Ghealova dapati, tapi dia masih mencoba untuk bersabar dan terus bersama, hingga puncak nya, saat mereka berpapasan di mall, hati siapa? yang tidak sakit dan tidak akan marah bila melihat suaminya sendiri berselingkuh di depan mata nya, dan benar-benar sungguh ironis.
Ghealova langsung kembali ke kewarasan nya, dari lamunannya, wanita itu pun langsung meminta pelayan nya untuk membereskan semua nya.
dan setelah itu Ghealova langsung turun dia ingin melihat bunga yang dia bawa dari berbagai negara, apa mereka masih terawat atau tidak.
sesampainya di sana dia begitu bahagia, ternyata bunga itu masih sangat terawat dengan baik, beruntung para pelayan menjaga mereka dengan baik seperti menjaga Ghealova, meskipun Ghealova tidak akan pernah memberikan hukuman bagi mereka, sekalipun bunga itu mati, tapi Ghealova selalu berterima kasih kepada para pelayan di sana.
saat sibuk melihat bunga, tiba-tiba helikopter yang dulu sering dia lihat, mendarat di halaman luas tersebut dan turun lah pria tampan dengan stelan jas mahalnya, dan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya itu.
"Adam"ucap Ghealova lirih.
pria itu berjalan mendekat ke depan rumah kaca tempat bunga-bunga Ghealova tumbuh.
"Apa? kabar mu, nona Ghealova"ucap Adam yang kini menatap lekat wajah cantik yang terlihat tirus dan tubuh Ghealova semakin ramping tersebut
"Seperti yang kamu lihat tuan Adam aku baik"ucap Ghealova tersenyum ramah.
mereka pun tersenyum, dan senyum Adam terlihat begitu menawan.
__ADS_1
"Ghea, aku belum sarapan pagi, boleh kah aku menumpang sarapan"ucap Adam basa-basi, padahal dia sudah sarapan pagi karena ini sudah pukul sepuluh pagi.
"Minta saja pada mereka, aku baru akan menyapa mereka, karena aku sedang sangat merindukan nya"ucap Ghealova.
"Aku hanya bercanda"ujar Adam dengan serius.
"Serius juga tidak ada masalah mereka seperti nya bikin sarapan pagi lebih"ucap Ghealova.
"Biar nanti saja, setelah menjadi istri ku"ucap Adam, sambil tersenyum kembali.
"Makanan itu enak karena dinikmati, jadi istri atau pun bukan tidak akan ada kaitannya dengan makanan dan tidak perlu berpura-pura untuk memuji makanan tersebut, jika enak katakan enak, begitu juga sebaliknya, karena tidak akan ada kepuasan berkat pujian yang ada hanya akan menyakiti hati orang yang telah membuat nya jika mereka menyadari bahwa makanan tersebut tidak benar-benar enak"ucap Ghealova tanpa sadar telah mengungkapkan rasa sakit yang sedari tadi ia hindari.
"Ghealova, apa?? kamu baik-baik saja"tanya Adam.
"Maaf kan aku Adam tapi rasanya sulit untuk melawan rasa sakit itu sendirian saat ini, sekali lagi aku minta maaf"ucap Ghealova, sambil terus berjalan meninggalkan Adam menuju rumah nya.
"Ghea, tunggu aku minta maaf jika aku mengingatkanmu akan sesuatu, tapi aku benar-benar tidak bermaksud untuk itu ,aku hanya mengatakan jika mungkin"ucap Adam memberikan penjelasan.
"Tidak Adam kamu tidak salah apa-apa, aku minta maaf aku sedang tidak berkonsentrasi tadi dan tolong biarkan aku sendiri dulu, kamu bisa lakukan apapun yang kamu mau"ucap Ghealova.
"Baiklah, istirahat lah, dan jangan melamun"
🌹💖💖💖🌹
hingga saat makan malam tiba, Ghealova batu turun, dengan wajah yang tak bisa ditutupi, bahwa wanita itu habis menangis.
Adam yang melihat itu lalu dia mendekat dan berkata, "Boleh aku tau kenapa? kau seperti ini Ghea" ujar Adam.
"Tidak Adam, aku baik-baik saja"ucap Ghealova, sambil duduk di kursi depan meja makan tersebut.
"Ghea, apa? aku tidak bisa kamu percaya, apa?? kamu membenci y"ucap Adam.
"Ghealova dengarkan aku, aku tidak ingin kamu terus-menerus seperti ini, lupakan lah masalalu yang pernah terjadi padamu dulu sekarang kamu harus memulai hidup baru mu"ucap Adam.
"Aku tau semoga saja aku bisa melupakan semua nya"ucap Ghealova.
mereka berdua pun makan bersama, kini waktu menunjukkan pukul tujuh malam Ghealova dan Adam Sedang duduk di teras sambil menikmati cahaya bulan yang sinarnya tertutup awan.
Ghealova pun mendongak, dia melihat awan itu terlihat seperti gula kapas yang sangat cantik dengan berbagai bentuk wanita itu tersenyum manis tanpa disadari senyum itu mampu membuat hati seseorang yang ada di samping nya itu.
Adam, ingin sekali rasakan memiliki wanita cantik yang saat ini ada di hadapannya.
"Ghea, apa? kamu akan menikah lagi suatu hari nanti"ucap nya.
"Entah lah, membayangkan nya saja, aku tidak bisa, mungkin karena trauma atas kegagalan itu masih membekas di hati ini"jawab Ghealova.
"Aku akan melamar mu,suatu hari nanti"ucap Adam.
"Sayang nya aku tidak berminat untuk merebut laki orang"ucap Ghealova.
"Aku bukan laki orang Ghea, aku Adam"ucap Adam sambil terkekeh geli.
"Kamu mau menginap di sini"ucap Ghealova.
"Satu kamar dengan mu apa? boleh"ucap Adam sambil tersenyum.
"Boleh tapi kita tidak usah bertemu lagi bagaimana" ucap Ghealova.
__ADS_1
"Heumm, padahal aku hanya menawarkan selimut hidup tapi ya sudahlah"ucap Adam.
"Sekali lagi bicara seperti itu, aku tidak akan bisa mau berteman dengan mu"ujar Ghealova.
"Ya baiklah-baiklah calon istriku"ujar Adam.
"Adam!"teriak Ghealova.
"Apa? sayang"ucap Adam menggoda Ghealova, semakin menjadi.
"Adam"
"Heummm"jawab Adam.
"Begitu lebih baik"ucap Ghealova.
"Iya sayang"ucap Adam.
Ghealova ngambek dan hendak pergi tapi Adam langsung meraih Ghealova saat itu juga.
"Hey, gak gini juga kali Ghea, apa? aku terlalu buruk hingga kamu menolak ku"ucap Adam.
"Aku janda Adam, bahkan belum genap satu Minggu, aku bahkan belum bisa melupakan semua nya"ujar Ghealova.
"Aku akan membantu mu untuk melupakan semua nya, percaya lah pada ku"ujar Adam.
Ghea hanya terdiam biar bagaimanapun Adam selama ini selalu ada untuk nya.
Sementara itu di sebuah apartemen, Juni yang baru saja pulang setelah pesta pernikahan teman kampus
Juni langsung membersihkan tubuh nya yang terasa sangat lengket, setelah acara dansa yang sangat panjang itu dia berdansa dengan Arjuna yang menjadi teman nya di pesta.
Arjuna pun benar-benar menjadi partner dansa yang baik, bahkan Juni dibuat kagum oleh penampilan Arjuna, tapi semua itu tidak gratis, Juni juga harus menjadi teman kencan nya besok.
kencan romantis ala Arjuna yang membuat Juni harus mau mengikuti peraturan dari nya.
sebenarnya Arjuna dan Juni itu sudah seperti teman tapi mesra, namun mereka terikat persaudaraan, dan Juni juga tidak suka menjalin hubungan dengan pria yang usianya hampir sama dengan nya, yang dia inginkan adalah, pria yang benar-benar memberikan rasa nyaman dan aman, seperti Gavin, tapi sayang dia dan Gavin tidak bisa bersama karena pria itu sudah beristri, dilema nya adalah, Gavin tidak mengijinkan Juni bersama dengan pria lain, tapi dia juga tidak bisa serius dengan nya, karena sangat mencintai istrinya itu.
Gavin, bahkan hadir di pesta tersebut sebagai seorang kakak dari mempelai bersama istri nya karena sahabat Juni, ternyata adalah adik dari istri Gavin, bahkan di acara pesta tersebut benar-benar menahan ketika melihat Juni berdansa dengan pria lain tapi pria itu menahan diri untuk tidak menegur Juni, karena sang istri juga selalu bergelayut manja di lengan nya.
Juni bahkan pura-pura tidak mengenal Gavin dan dia bersikap cuek saja, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa gadis itu merasa sangat cemburu, tapi kecemburuan nya, sedikit teralihkan oleh penampilan Arjuna yang begitu tampan dan gagah juga begitu piawai dalam berdansa, bibi nya Jane memang benar-benar mendidik Juna, dengan sangat baik, selain dia jago masak dia juga bisa dansa bisa bermain alat musik dan juga bisa mengurus bisnis Mommy nya .
keesokan paginya Juni bangun dan langsung membersihkan diri, setelah itu dia langsung bersiap untuk pergi ke kampus tapi, saat dia membuka pintu kamar nya dia kaget melihat tatapan mata tajam dari Gavin yang kini tengah berdiri di hadapannya, entah sejak kapan dia berada di sana.
"Sejak kapan kau berhubungan dengan nya, Juni"ucap nya tanpa basa-basi.
"Apa? maksud mu"Juni.
"Jangan pernah main-main dibelakang ku"ujar pria itu
"Aku bersama dengan dirinya itu adalah hal yang wajar karena dia sepupu ku, seperti kamu dengan nya juga wajar karena kalian adalah suami istri, tapi kita apa? yang mengikat kita, tidak ada karena disebut perselingkuhan juga tidak bisa, kita bahkan tidak melakukan apa-apa saat bertemu, hanya pelukan dan itu terjadi karena rasa iba mu terhadap ku, jadi tidak ada yang bisa mengatur aku dengan siapa? karena aku juga tidak pernah mengatur kehidupan kalian, harus bagaimana.
Gavin begitu sangat emosi saat mendengar kata-kata yang terucap dari bibir Juni, dia langsung menarik tubuh Juni, untuk mendekat ke arah nya, setelah itu dia menahan tengkuk Juni dan m****m nya dengan penuh gejolak dalam dada nya.
Juni yang mendapat perlakuan dari Gavin, sempat mematung dan membulat kan mata nya, tapi kemudian Juni mendorong Gavin, hingga sedikit memberi jarak.
"Stop berbuat seperti itu ,aku bukan wanita yang akan mengikuti kemauan mu, aku Juni, tidak akan pernah jatuh pada godaan sesaat, kamu boleh meminta itu pada siapapun tapi tidak dengan ku, sebelum hubungan kita benar-benar resmi, karena aku punya prinsip"ucap Juni.
__ADS_1
"Setatus apa? yang kamu mau, aku bisa memberikan apapun pada mu"ucap Gavin.
"Istri sah dan hanya satu-satunya, dan sudah pasti kau pun tidak akan bisa memenuhi syarat itu, karena kamu sudah beristri"