
Jerry,kini kembali ke kediaman Rara, yang villa yang dulu dia huni wanita itu kini tengah beristirahat awalnya Rara ingin kembali ke hotel tapi Jerry, kekeuh meminta nya pulang ke villa.
"Yang kita akan menikah satu Minggu lagi"ucap Jerry.
"Aku belum bisa dalam waktu dekat ini aku masih harus mengurus butik di sana "ucap Rara.
"Mau sampai kapan??... heumm"ucap Jerry yang kini menatap lekat wajah cantik itu.
"kak, aku juga masih harus melakukan pengobatan, aku tidak mau menjadi beban untuk mu"ucap Rara.
"Vierra, sayang aku tak pernah merasa terbebani setelah menikah kita akan tinggal di rumah masa kecil mu dulu aku sudah membeli nya untuk mu"ucap Jerry.
"Ok... baiklah-baiklah"ucap Rara pasrah Jerry langsung pergi menuju kamar nya yang ada di atas.
"Aku akan menginap di rumah ku dekat Jane"ucap Rara.
"Ayo pergi keburu larut sayang"ucap Jerry.
"Tidak kak bukan dengan kakak, aku pulang dengan asisten ku"ucap Rara.
Jerry tidak ingin mendengar alasan lain lagi dia langsung mengangkat tubuh Rara, membawa nya ke mobil.
"Aku harus mengambil barang-barang ku dulu"ucap Rara.
"Aku suruh asisten ku sayang"ucap Jerry sambil tersenyum manis"ucap Jerry.
"Bagaimana caranya itu ada di berangkas"ucap Rara.
sementara Jerry hanya tersenyum "ayo katakan berapa kode nya"ucap Jerry.
"Bagaimana cara nya sidik jari ku"ucap Rara.
"Ya sudah "ucap Jerry yang kembali membawa Rara ke dalam villa.
"Aku bisa jalan"ucap Rara.
"Aku tidak ingin kamu kabur lagi sayang"ucap Jerry.
"Owh ya ampun"ucap Rara.
Rara langsung naik ke atas dia membuka kunci kamar nya, Jerry mengekor di belakang ke bucinan Jerry memang akut bahkan itu mampu menghapus sifat cool nya.
Jerry langsung memeluk Rara saat mereka sudah masuk ke dalam kamar Rara hanya bisa pasrah karena dia juga mencintai Jerry.
Jerry mencium bibir Rara, begitu lembut.
hingga mereka lupa, bahwa mereka akan pergi ke rumah Rara yang lain.
Sementara itu di tempat Jane, Sky, kini tengah duduk di ruang tamu, Sky sudah puluhan kali meminta ijin untuk bicara dengan Jane.
"Jane, sayang aku mohon kembali lah pada ku, aku tidak pernah ingin pernikahan itu, mawar hamil oleh Daddy ku, dan aku di korban kan karena alasan perusahaan, akan lenyap di tangan ibu tiri ku "ucap Sky, jujur.
"Apapun, alasannya kalian, sudah menikah jadi terimalah "ucap Jane, sambil menatap kearah lain.
Jane tidak berani menatap wajah Sky, karena Jane masih memiliki rasa cinta untuk pria yang ada di hadapannya itu.
"Yang please aku mohon"ucap Sky, yang kini langsung merosot di lantai dan mengatupkan kedua tangannya.
"Aku mohon aku mencintaimu dan aku juga tidak ingin bunda membenci ku karena aku menikah dengan wanita lain selain dirimu"ucap Sky.
Jane langsung membantu Sky, untuk berdiri "Bangun lah Abang tidak pantas melakukan ini, semua sudah terjadi"ucap Jane.
__ADS_1
Jane, hendak melangkah pergi tapi Sky, lagi-lagi Sky, menahan Jane.
"Sayang please, jika kamu membenci ku, aku mengerti tapi setidaknya kasihanilah bunda ku, dia sedang koma gara-gara tau aku menikah dengan wanita lain karena Daddy ku"ucap Sky.
"Beri aku waktu, aku juga harus bicara dengan keluarga ku"ucap Jane.
"Baiklah sayang tolong kabari aku secepatnya"ucap Sky.
sementara itu di villa, sepasang kekasih itu sudah tertidur pulas keduanya larut melepas rindu.
sementara itu di Paris Jeny, tengah berada di kantor, dia membantu Jordan,di kantor cabang yang diwariskan kepadanya sementara putri nya yang kini berusia tiga tahun, sedang bermain dengan kakek dan nenek nya, Juli mungkin masih kecewa dengan sifat Jeny, putri nya tapi dia tidak bisa menyalahkan bocah kecil yang begitu lucu wajah nya lebih mirip Jeny.
Eleanor adalah nama Putri dari Jeny, meskipun Jeny tidak menikah tapi Eleanor, tetap di besarkan oleh nya, atas perintah Edgar.
Jordan sendiri saat ini dia sudah memiliki tunangan wanita asal Singapura menjadi pelabuhan nya, wanita cantik itu mampu mengubah Jordan yang suka berhura-hura kini tidak lagi pria itu sudah mulai bersikap dewasa dan dia kini mengurusi perusahaan yang diwariskan kepada nya.
Edgar, sudah bisa tenang karena putra putri nya kini sudah mulai bertanggung jawab atas semua yang menjadi hak mereka masing-masing, semua anak tidak ada yang dibeda-bedakan Jane pun memiliki perusahaan di Amerika Jordan di Paris, dan Jerry asal nya di Paris tapi dia pindah kan ke Indonesia disatukan dengan perusahaan baru nya yang ia bangun sembilan tahun lalu saat ia meninggal Juli.
Jeny di Hongkong, tapi putri nya itu malah menggabungkan perusahaan nya dengan Jordan, itulah kenapa, Jeny selalu membantu Jordan.
sementara Jane, dia mengurus nya dengan Jerry.
Jerry membantu adik bungsu nya itu.
Jerry tidak ingin adiknya kewalahan menjalankan perusahaan dan butik nya itu.
Jane, akan membantu Jerry, tapi jika Jane senggang dia akan membantu kakak nya itu.
Jerry sendiri kini tinggal di rumah Jane, sambil menunggu hari ha, Jerry bahkan sudah mengabari kedua orang tua nya, sementara istrinya itu tidak pernah ada kabar.
Jerry bahkan sudah menyiapkan sebuah Mension yang kini tengah di siapkan untuk pernikahan nanti yang tinggal lima hari lagi.
Edgar, Juli, dan Eleanor, sudah berada di Indonesia dua hari yang lalu, sementara itu di sebuah apartemen mewah di Indonesia, Dena, tengah menikmati percintaan panas nya dengan Jeremy, yang dulu sempat mengancam Jane, pria itu sempat ditipu oleh Dena, meskipun Jeremy, sangat mencintai Dena.
Jerry, sendiri kini tengah menemani Juli,di kamar nya wanita paruh baya yang sangat cantik itu,kini tengah membuka sebuah kotak besar, yang berisi gaun pengantin yang Juli pesan khusus untuk pernikahan kedua putranya itu, bahkan gaun desain Jane pun iya bawa sudah hampir tiga belas gaun untuk pernikahan pertunangan dan periwedding .
Edgar dan Juli juga Jane, sepakat bahwa kali ini adalah pernikahan resmi .
Jerry merasa sangat bahagia, semoga saja semua nya lancar.
Jeremy yang mengetahui kabar pernikahan tersebut dia tidak memberitahu kan itu pada Dena.
pria itu ingin memberitahu kan saat ini karena dia akan memberitahu nya nanti pas akad nikah, sekaligus ingin mengacaukan pernikahan saingan nya itu.
"Mom.... terimakasih atas semua yang telah mommy beri selama ini, mommy bahkan berkorban jiwa raga demi kebahagiaan ku"ucap Jerry.
"Semua itu, sudah seharusnya mommy lakukan kamu adalah cinta mommy, hidup mommy dan kamu adalah malaikat mommy yang hadir yang memberikan mommy kebahagiaan di dunia ini"ucap Juli yang langsung memeluk Jerry, dengan tangis haru yang membuat Edgar, menitikkan air mata begitu juga dengan Jane.
🌹💖💖💖🌹
Jane sudah berada di ruang rias pengantin, saat ini dia dan vamela, tengah menggoda sahabat nya Rara, yang terlihat seperti bidadari cantik
"heummm kak Jerry benar-benar tidak salah memilih kakak ipar ku ini adalah wanita tercantik di dunia, pangeran negri dongeng itu sungguh sangat beruntung"ucap Jane sambil merapikan gaun hasil rancangan nya itu.
"Gaun ini benar-benar berjodoh dengan mu, sayang.
Akad nikah sebentar lagi akan di mulai tinggal menunggu Rara keluar.
Rara pun di gandeng kedua sahabatnya menyusuri ruangan Mension, menuju panggung di halaman Mension yang luas itu untuk acara ijab Kabul.
sementara itu gaun yang menjuntai panjang itu di menyapu karpet merah seperti super model.
__ADS_1
Jerry yang kala itu memunggungi gerbang masuk yang dihiasi bunga-bunga cantik dari mulai mawar putih dan Lily putih nuansa serba putih itu kini tengah melirik ke arah calon istri nya yang sebentar lagi akan sah menjadi milik nya.
"Sayang kamu begitu cantik mengalahkan kecantikan para bidadari dunia ini"Gumam nya, Jerry tersenyum menyambut Vierra Anastasya calon istri nya itu yang kini duduk di samping nya dengan bantuan kedua sahabat nya.
sementara itu Juli, menangis haru, karena ini, adalah pernikahan sakral yang ia impikan untuk putra nya Jerry, sedari dulu ijab Kabul pun dimulai hingga kata sah terucap saat Rara, akan mencium tangan Jerry, tiba-tiba
seorang wanita datang bersama orang-orang kepercayaan Jeremy
"Hentikan pernikahan ini tidak sah karena Jerry memiliki istri sah yaitu aku, sontak semua orang menoleh ke arah nya Jerry langsung berdiri dia tidak percaya Dena, ada di sana, wanita yang sudah lama menghilang dari Paris itu kini berada di hadapan nya.
Jerry , langsung membawa Dena, pergi dari kerumunan orang ramai yang kini menatap tak percaya bahwa Rara yang sudah sangat cantik itu adalah seorang plakor.
Rara berdiri hendak meninggalkan panggung tapi Edgar dan Juli menghentikan nya.
"Sayang pernikahan kalian sudah sah ayo tanda tangan surat nya"ucap Edgar dan Juli.
"Tidak,ini tidak mungkin tidak "ucap Rara, yang seperti sangat syok dia langsung melepaskan tudung kepala yang berada di kepala nya, dia berlari pergi meskipun beberapa kali tertatih-tatih, dia tidak menghiraukan panggilan Jane atau pun yang lain nya yang kini mengejar nya, darah sudah bercucuran dari hidung dan mulut nya penyakit Rara kambuh gaun putih itu kini berlumuran darah, semua orang tidak dapat menghentikan Rara, sementara Jerry yang kini tengah berada di balkon Mension, tengah berdebat dengan Dena, melihat Rara pergi begitu saja dengan taksi, Jerry langsung pergi berlari hendak menyusul.
Rara masih menangis pilu" Apartemen xx pak "ucap Rara.
"Apa tidak sebaiknya anda kerumah sakit Nona.
"Tidak pak saya baik-baik saja, saya mohon cepat pak"ucap Rara.
"Baiklah Nona"jawab pria itu.
sementara Jerry kehilangan jejak dia mengamuk, dia tidak akan pernah memaafkan Dena, jika sampai Rara, menghilang untuk selamanya.
sesampainya di apartemen Rara, langsung turun, dia berlari masuk lobi setelah sopir taksi memberikan nomor rekening bank nya Jane akan mentransfer uang ongkos nya langsung.
Jerry langsung meminta Edgar, mengerahkan anak buah nya, Jerry sendiri meminta pihak administrasi kembali setelah Jerry menelpon mereka.
"Istri mu pergi menuju ke sebuah apartemen xx" ucap Edgar yang tadi sempat memasukkan cincin milik Juli ke belakang gaun pengantin itu beruntung Edgar cepat tanggap. Jerry langsung pergi ke sana di ikuti oleh Jane dan vamela, kedua sahabatnya itu akan mencoba menenangkan Rara, sementara Rara wanita itu sudah tidak sadarkan diri dari tangga.
Jerry yang datang ke sana langsung berteriak memanggil Rara, yang tergeletak bersimbah darah"Vierra, sayang!! .... bangun Vierra bangun sayang bangun jangan buat aku takut bangun sayang hiks hiks hiks hiks bangun"ucap Jerry yang langsung mengangkat tubuh Rara, sementara Jane dan vamela ikut menjerit histeris melihat Rara yang bersimbah darah.
mereka langsung berlari menuju rumah sakit terdekat beruntung di samping apartemen itu adalah rumah sakit internasional Jerry berlari membawa Rara hingga tiba di depan lobi rumah sakit Jerry langsung berteriak minta tolong di ikuti Jane dan vamela.
para tetangga medis pun langsung membawa berankar dan langsung mendorong nya cepat masuk ke ruang IGD, Jerry dibantu oleh Jane, mengurus administrasi sementara vamela menelpon asisten Rara, untuk membawa kan keperluan nya, dia juga menghubungi suaminya untuk menjaga putri nya, karena vamela tidak akan kembali dia ingin menemani saudara nya itu.
Jerry berjalan mondar-mandir di depan ruang IGD, dia tidak bisa tenang karena istrinya berada di dalam sana entah kuat atau tidak.
"Sayang kamu harus baik-baik saja aku mohon"ucap Jerry.
"Tenang lah Daddy yakin dia akan baik-baik saja"ucap Edgar yang baru datang, Jerry langsung memeluk Edgar, Daddy nya itu dia benar-benar takut wanita yang sangat ia cintai pergi dari dunia ini, dengan membawa rasa kecewa.
Jerry menangis sesenggukan di pelukan Edgar, pria itu mengelus punggung anak nya yang kini tengah menangis pilu.
"Sayang kamu harus kuat lihat istri mu tengah berjuang di dalam sana, dia tidak akan bisa melewati itu jika kamu begini"ucap Edgar.
Dokter pun keluar, dia langsung memanggil"Keluarga nyonya Vierra Anastasya"ucap dokter tersebut.
"Ya saya sendiri dokter"ucap Edgar .
"Nona Vierra kehilangan banyak darah dan keadaan nya sangat kritis, sementara golongan darah nya langka dan disini sedang kosong"ucap dokter.
Edgar langsung menelpon Edgardo meminta bantuan , tidak lama kemudian Edgardo bilang anak buah nya tengah mengirim beberapa kantong darah ke sana.
Edgar tau adiknya adalah pemilik yayasan tersebut yang memiliki Bank darah.
mereka sudah mulai lega.
__ADS_1
sementara itu Juli menyusul bersama sopir dan asisten pribadi Edgar, dia membawa semua kebutuhan untuk putra putri nya juga vamela kini Edgar sudah memesan kamar VVIP satu, untuk ruang perawatan Rara,menantu nya tidak lama darah yang dibutuhkan pun datang di susul oleh Edgardo dan Senny, pasangan paruh baya yang masih terlihat sangat muda itu berjalan beriringan tadinya dia tengah bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan Jerry tapi dia mendengar insiden tersebut.