
Setelah selesai bekerja Ghealova pun kembali ke Mension, dia tidak ingin memperlihatkan rasa kecewa dan cemburu terhadap Adam dan istrinya.
saat ini dia masih di perjalanan pulang, dia berhenti di sebuah kafe, hanya untuk membeli satu cup kopi saat ini entah kenapa? dia ingin sekali minum kopi, Ghealova pun memarkirkan mobilnya di area parkir, hingga saat dia masuk kedalam, dia langsung mematung melihat suaminya tengah merangkul wanita cantik yang ia tau sebagai model papan atas itu.
Ghealova yang terlanjur masuk pun melanjutkan langkahnya tanpa menoleh kearah sepasang suami istri yang seperti nya, baru habis makan dan akan pulang tersebut.
perlahan tapi pasti, rangkulan itu terlepas, saat Adam melihat Ghealova pergi begitu saja, Ghealova masih berdiri di depan kasir sambil sibuk mengecek ponselnya ada pesan masuk dari Juni, saat ini Juni ngidam ingin makan seblakk yang bahkan keduanya pun tidak pernah merasakan makanan tersebut Ghealova yang hendak pulang ke Mension pun terpaksa harus putar arah.
setelah membayar kopi tersebut Ghealova pun berjalan keluar tanpa melihat kanan kiri hingga saat masuk kedalam mobil dia kaget seseorang ikut masuk kedalam mobil nya.
"Sayang kamu lama sekali hanya membeli segelas kopi saja"ucap nya seakan tak pernah punya salah.
"Aku antri, ada apa? ucap nya datar seakan tak merasa sakit setelah melihat suaminya bersama dengan istri tua nya.
"Ada apa?" Adam balik bertanya.
"Iya ada apa? kesini, bukan nya tadi kamu sedang bersama nya"ucap Ghealova seolah biasa saja.
ada rasa sakit yang teramat sangat, menjalar di hati adam. saat melihat Ghealova bersikap seolah tidak peduli.
"Tidak apa-apa? aku hanya ingin bilang malam ini aku tidak pulang ke Mension"ucap Adam.
"Oh"ucap Juni sambil menghidupkan mobil nya, tapi Adam masih mematung di dalam sana.
"Masih ada"ucap Ghealova cuek.
"Kamu kelihatan buru-buru"ujar Adam.
"Oh,, tadinya aku mau langsung pulang tapi jika kamu tidak pulang, mungkin aku akan pulang larut, karena akan pergi bareng teman"ujar Ghealova.
"Ghea, pergi ke mana?"tanya Adam.
"Pergi saja mau cari makan mungkin, atau sekedar nongkrong"jawab Ghealova.
"Kalau aku pulang apa? kamu akan pulang"Adam kembali bertanya.
"Kamu pulang atau tidak, bukan nya seorang istri harus tetap pulang ke rumah, kecuali jika bukan, aku ada apartemen atau hotel yang masih bisa ku datangi"ujarnya.
"Tidak kamu harus pulang, aku u"
"Juni tunggu sebentar aku , sedang di jalan, apa? yang lain sudah datang"tanya Ghealova bertanya, sedang yang ia tanya saat ini langsung mengerti.
"Sudah sedari tadi mereka sudah di jalan"ucap Juni.
"Baiklah Juni"ucap Ghealova, sambil melirik ke arah Adam yang kini menatap nya.
"Apa? masih ada"tanya Ghea sambil menatap kearah Adam yang terus menatap lekat wajah Ghealova, yang bahkan terlihat sangat datar.
"Tidak ada,, hanya hati-hati" ujarnya sambil mengelus puncak kepala Ghealova sekilas lalu pergi ke luar dari dalam mobil Ghealova.
__ADS_1
wanita itu langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi, beruntung jalan sedikit lengang hingga Ghealova tidak harus terus mengerem.
Adam yang melihat itu sudah tau jelas tau bahwa Ghea cemburu pada nya.
Adam pun kembali ke mobilnya dia pun mengikuti mobil Ghealova, sesuai GPS mobil tersebut yang terhubung ke ponsel nya.
Adam tidak jadi pergi ke rumah istri tua nya.
sampai saat dia berhenti di sebuah restaurant yang menyajikan berbagai menu Nusantara, Adam keluar dia melihat ada mobil Ghealova yang terparkir di sana, tapi orangnya sudah tidak ada.
Adam pun masuk kedalam restaurant tersebut tapi tidak ada sang istri di sana.
Ghealova tidak ditemukan di dalam restaurant, dia pun kembali ke luar , dan berjalan mendekat ke dalam mobil nya, dia tidak tahu jika istrinya berada di sebuah tempat yang tak jauh dari sana yaitu pedagang kaki lima.
Juni sedang menikmati jajanan yang dia inginkan, saat ini Ghealova yang melihat itu ngerasa ngilu pasalnya mangkuk dengan berbagai jenis kerupuk dan juga potongan tulang ayam yang masih sedikit sisa daging ayam di atasnya bersama dengan ceker ayam itu kini berkuah cabai super pedas Ghealova bahkan tidak sanggup untuk sekedar icip-icip, dia hanya bisa nyengir kuda saat disuguhi makanan tersebut yang kembali dihabiskan oleh Juni.
"Hati-hati sayang kamu tidak kasihan dengan si twins yang ada di dalam sini"ucap Ghealova sambil mengelus perut Juni yang rata itu.
"Justru ini maunya mereka, aku mana pernah seperti ini"ucap Juni.
seperti halnya Juni Gavin yang sedang melakukan panggilan video tersebut pun ngerasa ngiler melihat makanan yang Juni tunjukkan, istrinya itu juga menawari Gavin tapi sayang dia sedang berada di Amerika bersama dengan istri tua nya, yang terlihat tengah duduk di meja rias Gavin sempat menunjukkan posisi dia berada mereka sedang berada di dalam kamar.
Ghealova yang sempat melirik sekilas, dia begitu kagum pada Juni, yang tidak terlihat cemburu sedikit pun.
Juni tersenyum manis pada Ghealova setelah melakukan panggilan video Dengan suaminya.
"Semua pasti merasakan, karena cemburu itu manusiawi, tapi aku tidak ingin terlihat lemah hanya karena rasa itu, aku bawa cuek saja meskipun kadang ada kalanya aku menangis tapi pantang menangis di hadapan mereka, aku lebih suka mencari hiburan diluar seperti saat ini sekedar hangout bareng, seharusnya kakak' juga begitu"ujar Juni.
"Aku malah hari ini ngalamin itu"ucap Ghealova sambil tersenyum kecut.
"Rasanya memang sangat menyakitkan tapi keegoisan pria itu tidak bisa dilawan dengan kekerasan, mereka butuh balasan dari kita memposisikan kita sebagai mahluk yang lemah, yang butuh perlindungan dari nya,tapi tidak berlaku bagiku . Aku masih sering membangkang dan tanpa sadar kak Gavin mulai mau mengalah sampai saat ini.
Ghealova langsung mengerti, kenapa? Juni yang bahkan seorang petarung sejati bisa bertahan dengan hidup yang sama sekali bukan pilihan nya, ternyata dia punya prinsip yang tegas dan punya banyak strategi, tadi saja dia berani melakukan panggilan video, meskipun bukan istrinya Gavin yang ia khawatir kan akan berbuat apa-apa pada Juni, tapi rasa sakit saat melihat pasangan itu tengah tinggal bersama dalam satu atap.
istri pertama Gavin juga tengah hamil tua, karena dia yang lebih dulu hamil, tapi Juni tidak sedikit pun menunjukkan bahwa dia cemburu dihadapan Gavin, karena tanpa dia harus bilang pun Gavin sudah tau, dan dia akan membujuk Juni dengan sangat hati-hati.
🌹💖💖💖🌹
Setelah dari tempat tersebut, Ghealova pun pergi nongkrong bareng Juni dan Widia yang baru bergabung kali ini mereka sedang berada di sebuah kafe tempat Aluna si pengantin baru, karena mereka belum sempat memberikan kado pada gadis itu yang kini bergabung menjadi teman mereka atas rekomendasi Juni yang selalu perhatian pada sikembar Hayden dan Jayden.
"Ini kado dari kita bertiga"ucap Juni yang menyodorkan tiga set perhiasan, yang harganya tidak murah, Aluna pun terkejut meskipun dia tau suaminya punya segalanya.
dua orang wanita beruntung dan dua orang wanita tidak beruntung, saat ini keempat nya tengah berkumpul tak terasa hingga pukul dua pagi mereka belum kembali, dan satu orang pria tengah menunggu dengan gelisah.
Ghealova pun mengantar bumil terlebih dahulu, setelah itu Widia, barulah ia pulang ke rumah nya, karena disini, dia sudah seperti kakak sekaligus ibu yang harus menjaga kedua nya, Ghealova tiba pukul tiga pagi di Mension, dia melihat seluruh ruangan sepi itu, tidak seperti kehidupan nya, yang selalu berinteraksi dengan manusia, saat ini yang menyambut nya adalah robot-robot yang membungkukkan badan saat Ghealova melewati mereka.
sampai tiba di depan pintu kamar nya, kamar sebelah pun terbuka, dan pria tampan yang kini masih menggunakan baju kemeja yang sedari siang dia gunakan, tapi sedikit lusuh dan berantakan.
"Jangan masuk ke dalam kamar itu, disana ada dia sedang tidur"ucap Adam yang langsung membuat Ghealova mematung.
__ADS_1
"Maaf tapi dia yang menginginkan kamar utama kita, dan tidak bisa dicegah"ucap Adam.
Ghealova masih tetap mematung sambil berpikir harus mengambil tindakan seperti apa,, tapi dirinya harus bisa menekan rasa cemburunya itu, Ghealova pun berbalik dan berkata "Tidak apa? aku bisa pulang ke apartemen"ucap wanita itu datar sambil melangkah tapi Adam langsung menahan tangan nya dan memeluk erat, tubuh Ghealova berulangkali minta maaf, tapi Ghealova malah berbalik dan tersenyum
"Tidak apa? dia lebih berhak dari pada aku, aku pulang dulu"ucap Ghealova, yang kembali hendak pergi.
"Ghea,, aku minta maaf, tapi aku mohon jangan pergi"ucap Adam.
"Adam, aku hanya takut aku tidak bisa mengontrol diri, jadi lebih baik aku pergi, silahkan lanjutkan kegiatan yang sempat terhenti gara-gara kepulangan ku tadi, dan satu lagi jika sudah bersama dengan nya, jangan lagi memeluk ku sebelum kamu mandi"ucap Ghealova yang langsung menggunakan Tasikmalaya ke udara dengan langkah gontai nya, karena lelah, Adam mematung di tempat karena merasa tidak bersalah.
ternyata Ghealova tau semua nya, meskipun Adam sudah berusaha untuk mengelabuhi nya dengan keluar dari ruang baca.
Ghealova pun terdiam hingga beberapa menit, mencoba menetralkan pikiran nya saat ini setelah menangis dalam diam, Ghealova pun melakukan mobil nya kembali menuju apartemen nya, dia sudah tau semua akan seperti ini, karena Ghealova hanya wanita kedua dalam hidup Adam.
hingga tiba di basement apartemen nya Ghealova tidak lantas turun meskipun keadaan nampak sangat sepi tapi dia tidak menghiraukan itu dia lebih menggiurkan rasa perih yang teramat sangat pada ulu hati nya.
hingga mentari menampakkan cahaya nya Ghealova baru turun menuju pintu lift, dan naik ke lantai dimana unit nya berada.
Ghealova sedang tidak baik-baik saja, tapi dia memaksakan diri untuk membersihkan diri nya terlebih dahulu dan lanjut membuat sarapan pagi untuk dia sendiri.
Ghealova benar-benar lelah dengan hidup yang ia jalani, tapi dunia terus berputar tidak pernah berhenti disitu, dan itu artinya dia harus kembali melanjutkan hidup nya.
wanita itu pun kembali bersiap untuk pergi bekerja, meskipun dia benar-benar lelah karena belum tidur barang sekejap pun, terlihat dari kantung mata nya yang ia kompres dengan cairan khusus yang di tempel di tisu , tidak lama hanya butuh tiga puluh menit, kemudian kantong mata itu sudah mulai menghilang sempurna
Ghealova pun pergi setelah sarapan pagi dengan mobil nya yang lain karena saat ini ada tiga mobil mewah yang ia simpan di sana.
sesampainya di kantor dia langsung bergegas menuju ruangan nya, disana sudah ada setumpuk berkas yang sudah menunggu untuk ia periksa dan dia bubuhi tanda tangan.
Ghealova pun hanya bisa menghela nafas berat, setelah itu dia hembuskan.
dia pun menyimpan tas nya di tempat biasa lalu mendarat kan bokong nya sana Ghealova langsung mengambil salah satu berkas tersebut, sambil sesekali melihat ke arah laptop nya, untuk mengecek semua pekerjaan nya saat ini, hingga jam makan siang tiba Ghealova, belum juga selesai, dengan semua itu, pikiran nya kacau meskipun dia sudah berusaha fokus dengan itu.
Ghealova pun menghentikan aktifitas nya sejenak dia mengambil sebotol wine dari rak penyimpanan yang biasa dia sediakan untuk menjamu tamu, tapi saat ini Ghealova akan meminum nya, meskipun dia bukan peminum.
Ghealova pun meraih gelas yang ada di samping rak minuman tadi, dan menuangkan wine tersebut kedalam gelas, Ghealova langsung meminum nya perlahan tapi pasti, dia telah menghabiskan setengah gelas wine tersebut, hingga saat akan menyesapnya kembali sebuah tangan kekar meraih gelas itu dan melemparnya ke dinding.
"Apa-apaan ini Ghea, sejak kapan? kamu melakukan ini"ucap Adam yang entah sejak kapan berada di ruangan tersebut yang jelas Ghealova tidak pernah tau dan tidak mau tau.
wanita itu sedang tidak ingin berdebat, dia pun kembali duduk dan kembali memperhatikan laptop nya, perlahan tapi pasti, karena kandungan alkohol nya sedikit tinggi, Ghealova mulai tidak fokus dan tidak hanya itu dia pun terbatuk-batuk, dan Adam melihat ada darah segar yang keluar dari bibir istri nya itu.
Adam langsung menghentikan Ghealova yang saat ini, terus berusaha fokus pada pekerjaan nya, meskipun dia sedang tidak baik-baik saja.
"Ghea ayo kerumah sakit, kamu harus segera diobati, lihat ini"ucap Adam dengan wajah yang panik.
"Aku baik-baik saja, aku sedang sibuk jika kamu ingin makan siang, kamu bisa mengajak istri mu"ucap Ghealova.
"Honey please, aku tau kamu sedang marah pada ku, tapi jangan menyiksa diri sendiri, aku akan membawa mu ke rumah sakit sekarang juga, Adam langsung meraih tas milik Ghealova, dan langsung bergegas pergi menuju rumah sakit dengan posisi mengendong Ghealova, ala bridal style.
hingga mendapatkan bantuan dari satpam mereka pun langsung bergegas menuju rumah sakit terdekat, Ghealova masih kekeh bilang bahwa dirinya baik-baik saja, hingga saat dokter yang memeriksa kondisi Ghealova menyatakan bahwa gejala yang dia alami, saat ini memperburuk keadaan lambung nya yang sudah lama bermasalah, hal itu membuat Adam begitu cemas.
__ADS_1