
Sky langsung berdiri dan menggendong Arjuna yang kini berada di gendongan Jane Juli pun mengelus cucu nya itu.
kebahagiaan mereka semakin bertambah kali ini mereka pun pulang ke sebuah Mension yang merupakan hadiah pernikahan dari Edgar, rumah itu dibangun khusus untuk putri bungsu nya Jane.
Jerry sendiri tidak pernah diberikan apapun selain perusahaan yang sangat besar itu, dia mengelola semua itu, semenjak Edgar dan Juli menyatakan perpisahan mereka,
sementara Jordan dan Vamela diberi cabang perusahaan yang ada di Paris.
Jane juga cabang perusahaan yang ada di Amerika, sementara di Indonesia saat ini adalah pusat dari perusahaan milik Jerry yang sempat berada di Paris, tapi bisnis yang mereka semua jalan kan tidak pernah ada kendala yang berarti, mereka semakin berjaya.
kondisi Jordan saat ini sudah jauh lebih baik bahkan bekas luka itu pun sudah mulai menghilang, ada satu kabar yang mengejutkan dari Vamela, saat ini dia kembali dinyatakan hamil oleh dokter, yang memeriksa kondisi Vamela yang sedang pingsan, usia kehamilan Vamela, sudah satu bulan itu artinya, sejak mereka melakukan itu dengan Jordan pertama kali, setelah ia selesai mentruasi.
Jordan langsung memeluk Vamela dan itu yang dia inginkan, tapi tiba-tiba ketukan pintu membuyarkan mimpi pria itu, dan Jordan pun menghela nafas panjang.
dia sudah sangat bahagia tapi ternyata itu adalah mimpi, dan mimpi terindah terasa begitu nyata, jika Vamela kembali hamil itu artinya Vamela, akan ikut dengan nya, tinggal di Paris, seperti rencananya semula tapi saat ini ternyata hanya angan-angan saja.
"Kenapa? lama sekali buka pintu nya, apa kamu sedang tidur"ucap Vamela.
"Aku ketiduran honey, sorry"ucap Vamela.
Vamela hanya tersenyum melihat Jordan yang saat ini seperti sedang kepergok selingkuh.
"Honey kamu sedang hamil apa? enggak, aku tadi mimpi kamu hamil lagi dan aku sangat bahagia"ucap Jordan.
"Tidak ada, lagian siapa bapaknya jika aku hamil lagi, kamu bilang kamu KB"jawab Vamela.
"Aku akan segera melepaskan nya"ucap Jordan.
"Tidak boleh, kecuali jika kamu ingin menghamili Chaterine, lagi silahkan"ucap Vamela.
"Yang, jangan cari penyakit deh, aku sudah berusaha untuk melupakan nya"ucap Jordan.
"Untuk apa? dilupakan jika kamu ingin kembali padanya ya silahkan saja, aku tidak pernah melarang asal kamu ceraikan aku saat itu juga, gampang bukan, lagi pula laki-laki masih banyak"ucap Vamela.
"Tidak akan ada satupun yang berani mendekati mu, karena mereka akan berurusan dengan ku, sampai akhir hidup nya"ucap Jordan tegas.
"Kau pikir kau siapa? bukan nya kita tidak ada hubungan apapun lagi saat itu"ucap Vamela.
"Mel, jangan cari gara-gara"ujar Jordan berkata lembut.
"Kak, aku tidak akan pernah cari gara-gara jika bukan kamu yang mulai, sudah sekarang aku mau pergi ke acara pesta penyambutan baby boy, Jane sekaligus mau lihat Mension milik kita,, Aku sudah putuskan untuk tinggal bertetangga dengan Jane, saat ini"ucap Vamela.
"Itu lebih baik cinta, aku akan sangat suka dengan begitu, setiap bulan aku akan pulang dan tidak perlu pergi jauh lagi"ucap Jordan.
"memang nya, kau mau pergi lagi kak, bukan nya Daddy meminta untuk mengurus perusahaan di Amerika"ucap Vamela.
"Aku akan pergi saat kalian mau ikut bersama dengan ku, nanti"ucap Jordan.
"Kak ayo bersiap nanti keburu malam saat tiba di sana"ucap Vamela.
"Vio dimana"ucap Jordan bertanya.
"Dia sedang berkemas bersama kedua adik nya"ujar Vamela.
__ADS_1
akhirnya Jordan pun membantu Vamela bersiap mereka memutuskan untuk tinggal di Mension tersebut, dan saat ini tengah mengemas barang-barang yang sangat mereka butuhkan, sementara jewelry milik Vamela, sudah ada yang pegang dan mbok Ijah masih bekerja di rumah tersebut,gaji di transfer setiap bulannya.
Vamela hanya membawa empat koper miliknya, termasuk barang-barang yang sangat berharga, ketiga anak nya masing-masing satu koper, dan barang Jordan dua koper itu semua akan dibawa dengan mobil Jordan , sementara orang-orang nya satu mobil milik Vamela, yang saat ini sudah disiapkan kan.
perbekalan camilan sehat dan Air mineral mereka siap kan,itu khusus untuk kelima orang yang ada di mobil tersebut agar tidak turun dan berlama-lama di restoran dan mereka akan berhenti sejenak untuk mengganti sopir, itu artinya Jordan dan Vamela, akan bergantian menyetir untuk mengejar waktu.
mereka semua sudah berada di mobil, yang kini sudah siap untuk berangkat, sopir yang membawa mobil Jordan, saat ini sudah melaju lebih dulu, dan di susul oleh mobil keluarga.
sepanjang perjalanan ketiga anak nya terus bercanda tawa membuat keduanya tersenyum bahagia, hingga Jordan bertanya kepada mereka semua.
"Sayang apa kalian bertiga mau punya adik bayi"ucap Jordan.
"Mau Daddy, tapi yang banyak ya biar Jay dan Hay bisa buat pasukan untuk melawan kak Vio"ucap Jay.
"Heummm...ngaku kalah rupanya Bocil satu ini"ucap Vio yang langsung mencubit pipi adiknya itu.
"Mom... kakak kekerasan dalam persaudaraan di singkat jadi KDP "ucap Jay ada-ada saja.
"Sudah-sudah lagian mommy mana bisa melahirkan anak banyak sedangkan melahirkan itu bertaruh nyawa dan sakit, punya kalian saja sudah membuat mommy bahagia"ucap Vamela yang langsung mendapatkan kecupan dari Jordan.
"Yang kamu lagi nyetir hati-hati ucap Vamela.
"Ini juga hati-hati tapi sayang kalau ada princess di rumah kita, pasti akan semakin seru"ucap Jordan.
"Aku terserah tuhan saja"ujar Vamela pasrah dengan keinginan Jordan.
mereka pun tertidur pulas hanya Jordan dan istrinya yang terus terjaga saat ini mereka sudah tiga perempat perjalanan.
" Yang kamu mau gantian gak agar kamu bisa istirahat"ucap Vamela.
"Iya sayang"jawab Vamela yang kini bersiap untuk bertukar posisi dengan Jordan.
"Setelah Vamela siap dia langsung tancap gas, saat itu juga semua anaknya terbangun karena mobil seperti nya melaju dengan kecepatan tinggi.
"Yang kamu itu kenapa? cepat amat nanti kalau tiba-tiba ada mobil lain gimana"ucap Jordan.
"Kakak perhatikan di belakang kita, mobil itu sedari tadi mengekor dibelakang kita padahal jalanan sepi apa? tidak curiga"ucap Vamela lirih,agar ke tiga putra nya tidak Panik.
Vamela semakin tancap gas saat melihat mobil tersebut juga ikut ngebuat hingga di jalanan yang cukup ramai, dia kembali memelankan mobil nya, dan mobil tadi pun putar arah dan pergi
"Hubungi sopir kita yang, apa dia baik-baik saja"ucap Vamela.
"Semoga saja yang, tapi sepertinya itu mobil ku"ucap Jordan melihat sebuah kerumunan orang di pinggir jalan, dan Vamela langsung menghentikan nya.
"Ada apa ini"ucap Vamela.
"ini ada sopir yang hampir kena begal pelaku nya sama-sama membawa mobil , dan mereka sering beraksi di lokasi sini ucap salah seorang warga.
"Anda tidak apa-apa pak"ucap Vamela sopan.
"Tidak Nyona, mereka menolong saya dan barang-barang Nyona dan tuan sekarang masih aman"ucap sang sopir.
"Barang-barang bukan masalah yang saya cemaskan itu bapak" ucap Vamela.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Nyonya Alhamdulillah Allah masih melindungi saya.
"Baiklah ayo lanjutkan perjalanan bapak tidak usah cepat-cepat kita barengan saja"ucap Jordan.
"Iya tuan"ucap sang sopir yang akhirnya Jordan memberikan beberapa lembar uang pada warga yang menyelamatkan sopir nya itu.
"vamela pun mengikuti laju mobil Jordan saat ini dia bahkan menormalkan laju mobilnya, karena sudah berada di kota yang mereka tuju, saat ini mereka sudah bisa tenang perjalanan pun hanya butuh dua jam itupun jika tidak macet, Jordan pun memejamkan mata, sementara Vamela masih menyetir, dan Vio menemaninya saat ini dia yang sedari tadi duduk di belakang jok kemudi selalu menemani sang mommy mengobrol agar mommy nya, tidak mengantuk.
🌹💖💖💖🌹
"Sayang apa kamu tidak masalah jika bertemu dengan Daddy mu"tanya Vamela.
"Tidak mom, asal dia tidak menyakiti mommy"ucap Vio.
"Kamu tenang saja, Vio Daddy mu sudah tidak seperti dulu lagi, saat ini Daddy, sudah jadi orang yang baik, mudah-mudahan dia benar-benar berubah.
Mantan suami Vamela kini, sudah berubah setelah keluar dari penjara karena jaminan dari Edgar, yang seharusnya menerima hukuman mati, tapi berkat kebaikan hati Vamela, saat mereka bertiga bicara, Vamela meminta Edgar, mertuanya mencabut tuntutan terhadap, mantan suaminya, karena setau Vamela, suaminya hanya dijadikan alat untuk berbuat kejahatan terbukti yang merencanakan kecelakaan pesawat yang Vamela tumpangi waktu itu, adalah ulah dari istri mantan suaminya itu, yang tidak rela melihat Vamela bahagia.
dan Vamela meminta hal itu pada Edgar, yang telah menjebloskan mereka ke dalam penjara.
Edgar tidak hanya memberikan sebuah Mension, untuk Vamela dan anak-anak nya, dia juga menanyakan Vamela mau minta apa, sebagai ganti rugi dari sakit hati atas perbuatan Jordan waktu itu, dan dia menjawab meminta Daddy nya Vio, dibebaskan setelah lima tahun menjalani hukum, karena Vamela tidak ingin mendengar kabar buruk tentang pria itu, Vamela tidak akan pernah sanggup melihat putranya terluka lebih dalam lagi, hanya karena ayah Vio tidak pernah bisa memberi kasih sayang dan ditambah kabar buruk bahwa ayahnya meninggal dunia, karena di eksekusi mati, akibat merencanakan pembunuhan terhadap mantan istri dan juga putra kandung nya sendiri, dia bahkan meminta Edgar untuk menutup semua pemberitaan negatif tentang kejadian tersebut.
"Daddy mungkin tidak pernah sayang Vio, tapi Vio yakin dibalik semua itu Daddy punya alasan tersendiri, Vio tidak benci Daddy, hanya saja Vio mungkin butuh waktu untuk bertemu dengan Daddy"ucap Vio lirih.
"Mommy tau itu sayang"ucap Vamela sambil mengulurkan tangan satunya ke belakang dan Vio mendekat kan kepala nya ke depan, Vio mengerti ibunya ingin mengelus nya penuh sayang.
setelah itu Vio kembali membetulkan posisi duduk nya saat itu juga.
"Mom... boleh tanya sesuatu"ucap Vio lagi.
"Tentu saja Sayang tanyakan lah"jawab Vamela.
"Dimana adik Vio, saat ini"ucap Vio.
Tiba-tiba saja Vamela mengerem mendadak, dan itu membuat ketiga pria lain terbangun kaget, ketiganya memberondong pertanyaan pada Vamela.
"Ada apa mom"ucap kedua putranya itu kompak.
"Vio, mommy tidak tau kamu tau dari mana, tapi mommy sudah berusaha mengubur dalam-dalam semua itu hiks hiks "Vamela yang menghentikan mobilnya tiba-tiba menangis, dia tidak kuasa mengingat hal itu lagi hatinya begitu perih dan tidak pernah ada obatnya hingga saat ini.
Jordan langsung melepaskan seat belt nya saat itu juga langsung menghambur memeluk Vamela.
"Honey, ada apa? sayang apa ada yang sakit atau kamu kelelahan sayang kita berhenti ya"ucap Jordan.
"Adik Vio kak, adik kandung Vio meninggal di bunuh oleh pesaing bisnis yang hingga saat ini tidak pernah ditemukan siapa orang nya, aku bahkan tidak pernah bisa menyembuhkan luka atas kejadian itu,ini begitu menyakitkan, kak sakit hiks hiks hiks"ucap Vamela yang semakin menjadi tangis nya,itu.
"Maaf kan aku mom, gara-gara aku mommy menderita lagi"ucap Vio yang langsung menangis dia tidak tega melihat ibunya menangis begitu juga dengan sikembar.
"Vio bertanya tentang ini karena Vio, pernah bertemu seorang gadis kecil usianya mungkin dua tahun di bawah Vio, dia begitu mirip dengan Vio dan mommy, dan Vio sering melihat video itu diam-diam saat mommy sedang merayakan hari ulang tahun ku,perut mommy terlihat buncit seperti mereka berdua, dan Vio bertemu dengan pengamen jalanan yang wajahnya begitu mirip mommy dan Vio, saat Vio ikut, dan bertanya kepada nya, siapa orang tuanya, dia tidak pernah tau siapa orang tuanya, yang dia tau dia di asuh oleh preman jalanan yang selama ini mempekerjakan dia, anaknya sangat baik mom, dia hanya mengamen dan tidak mau mencopet seperti yang lain nya, dan Vio sempat diam-diam meminta teman Vio untuk melakukan tes DNA, antara aku dan dia dan ternyata hasilnya cocok,ini mom, buktinya, tapi Vio, sempat mencari dia saat setelah ini keluar tapi dia tidak pernah ditemukan lagi, Vio yakin dia adik Vio mom, saat Vio melihat foto bayi yang memiliki tanda di belakang kuping kiri nya dia juga punya itu"ucap Vio.
"Putri ku, hiks hiks hiks putri kak, aku yakin dia putri ku"ucap Vamela.
"Baiklah sayang kita, lanjutkan dulu perjalanan nya, setelah itu kita bisa minta bantuan Daddy dan kak Jerry, untuk langsung mencarinya, semoga dia baik-baik saja"ucap Jordan berusaha menenangkan istrinya itu.
__ADS_1
"Vamela pun mengangguk, dan Jordan kembali mengambil alih kemudi, hingga mereka tiba di Mension, mereka Jordan langsung membawa Vamela masuk diikuti oleh anak-anak dan disambut beberapa pelayan yang telah Edgar sediakan mereka bahkan sudah menyiapkan semua nya, saat ini malam semakin larut, dan tidak terasa sudah pukul sebelas malam mereka pun bersiap untuk beristirahat Jordan sedari tadi memeluk istrinya itu, setelah menelpon kakak nya, dan juga Daddy nya.
Edgar langsung meminta semua anak buah nya, untuk bekerja dengan cepat dari mulai alamat yang disebut kan oleh Vio, dan tempat-tempat yang menurut warga yang sering bertemu dengan gadis itu.