
Ghealova pun sudah bersiap untuk pergi, tapi Adam malah membawa Ghealova pulang ke rumah nya, dia tau Ghealova sedang tidak baik-baik saja.
"Ghea please bicara lah ada masalah apa? siapa tahu aku bisa membantu"ucap Adam.
"Tidak Adam ini masalah pribadi, aku harus segera pulang ke Thailand, ada urusan penting"ucap Ghealova, sambil mencoba berbicara dengan tenang dan serius, agar tidak ada yang tau luka dari kehilangan sahabat baik.
"Aku akan mengantar mu pulang ke sana"ucap Adam.
"Tidak Adam, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu"ucap Ghealova.
"Aku akan mengantarmu,ayo bersiap"ucap Adam.
"Aku sudah ditunggu asisten Mommy, jadi kamu tidak perlu repot-repot untuk mengantar ku"ucap Ghealova.
Ghealova pun pergi bersama dengan pelayan nya hendak menuju pulau pribadi nya setelah asisten nya menjemput dengan helikopter, tapi kemudian Adam menahan nya.
"Jangan pergi Ghealova"ucap Adam.
tapi Ghealova tidak bergeming dia terus melanjutkan langkahnya mendekat ke arah helikopter yang sudah siap untuk terbang.
"Ghealova!" teriak Adam tapi tidak terdengar oleh Ghealova karena suara bising dari helikopter nya.
"Ghealova, I love you"ucap Adam berteriak tapi Ghealova bahkan tidak pernah melirik ke arah nya lagi.
wanita itu langsung terbang menuju bandara dan langsung bergegas menuju jet pribadi miliknya, tepat nya peninggalan kakek dari ibunya.
hingga menembus awan akhirnya , pelayan itu kembali ke pulau pribadi nya Ghealova.
disana Adam sudah berdiri di teras menunggu Ghealova tapi yang kembali hanya pelayan tersebut, dan tidak ada lagi Ghealova.
"Kemana?? dia pergi"ucap Adam.
"Saya sendiri tidak tahu tuan, karena nona muda dijemput oleh tuan kavier, dia asisten almarhum nyonya besar"ucap nya.
"Apa? kau tahu dimana alamat kediaman Ghealova"ucap Adam lagi.
"Tidak tuan saya tidak tau, saya sudah berada di pulau ini sejak saya kecil, dan tidak tau dunia luar seperti apa? ucap nya jujur.
wanita itu adalah anak dari pasangan pelayan yang selama ini bekerja untuk ibunya Ghealova dan kakek nya.
dan sekarang wanita itu pun mengurus Ghealova, sesuai amanat dari nyonya nya terdahulu, jika ibunya selalu dibawa untuk berkeliling dunia oleh ibu Ghealova, dirinya hanya menghabiskan masa kecil nya di pulau tersebut.
Ghealova juga baru tinggal di sana untuk mengasingkan diri dari orang lain.
sementara itu di kediaman Vio, pria itu sedang bersiap untuk menyusul Ghealova ke Thailand, meskipun dia tidak tau apa? istrinya ada di sana atau tidak.
Vio tetap bertekad untuk pergi apapun yang terjadi.
sementara itu pasangan pengantin baru tengah bersiap untuk pergi berbulan madu dan Maldives, menjadi tempat tujuan nya.
mereka begitu berbahagia dengan cinta yang tengah mereka rajut saat ini, pertemuan singkat hingga berujung pernikahan kini mereka merasakan pacaran yang sebenarnya mereka rasakan dan benar-benar bebas berekspresi.
sementara itu Juni, Juni yang sebentar lagi lulus kuliah S2 nya kini tengah berada di kampus, wanita itu bahkan tengah fokus dengan materi kuliah nya saat ini.
hingga seseorang datang ke dalam kelas nya pria yang pernah ia lihat membawa beberapa kardus dan ransel dia keluar dari bus, saat itu, hingga hampir terserempet mobil Juni yang berada di belakang bis tersebut.
Dosen langsung memperkenalkan pria yang bernama Roby itu adalah mahasiswa pindahan dari kota J, itu terlihat seperti pria sederhana, tapi jika diperhatikan dari pisik nya, pria itu begitu atletis dan sungguh menawan dengan rambut cepak lebih mirip seorang polisi .
Juni hanya menyimpan kecurigaan nya saat ini sendiri, dia tidak akan takut jika memang benar pria itu adalah seorang polisi yang tengah menyamar sekalipun karena dia tidak pernah melakukan kesalahan.
__ADS_1
Juni kembali fokus setelah pria itu duduk di bangku paling belakang.
hingga jam kuliah berakhir Juni yang selalu cuek dan tidak pernah berteman dekat dengan siapapun, selama ini dia langsung pergi menuju parkiran mobil sport nya,paling terlihat lain dari yang lain.
Juli langsung membuka pintu mobil nya menyimpan tas nya di jok, belakang tapi kemudian seseorang menghentikan dia untuk masuk, ternyata Arjuna yang sengaja mampir ke kampus untuk menjemput nya.
"Juna, ada apa? heummm aku sudah mau pulang"ucap nya.
"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat"ucap Arjuna, ya sudah ayo"ucap Juni yang langsung pergi dengan mobilnya mereka masing-masing kedua nya selalu menjadi pusat perhatian karena yang mereka tau Juni adalah anak pengusaha sukses dan seorang desainer kondang, dan juga Arjuna yang baru kembali dari Paris, negara tempat dia dibesarkan.
siapa yang tidak mengenal silsilah keluarga J6 Grup, semua orang tahu mereka berdua adalah anak cucunya pemilik perusahaan tersebut.
hingga Roby yang baru saja ada di parkiran mendengar percakapan mereka yang mengeluh-eluhkan Juni.
Roby, hanya tersenyum kecil, setelah itu dia pun pergi dengan motor sport nya.
Roby pulang setelah mendapat kan data seluruh mahasiswa kampus tersebut, dan benar dugaan Juni dia adalah seorang polisi yang kini tengah menyamar karena sedang mengejar buronan polisi, yang baru saja melakukan perdagangan narkoba dan kasus pembunuhan seorang wanita pekerja **** komersial.
dan diduga mereka merupakan salah satu mahasiswa kampus tersebut, karena beberapa pelaku melarikan diri keberbagai kota dan salah satu nya adalah mahasiswa.
Juni berjalan mengikuti Arjuna, yang kini memimpin langkah nya di depan, sesampainya di sana dia melihat orang-orang bermain paralayang dan Arjuna duduk di atas bukit paralayang tersebut, pria itu terlihat tampan dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung mancung nya itu.
"Kau suka"tanya Arjuna.
"Heummm, suasana nya sangat tenang dan pemandangan ini begitu indah"ucap Juni.
"Kau mau main??"tanya Arjuna lagi.
"Aku tidak punya waktu untuk belajar itu"ucap Juni.
"Kurasa kau adalah wanita cerdas multi talenta, dan aku yakin kau bisa melakukan segala hal termasuk itu"ucap Arjuna.
"Itu karena kamu sudah menutup hati karena kau benci dengan laki-laki seperti Daddy mu bukan"ucap Juna.
"Kau tidak usah sok tau"ucap Juni.
"Jika aku seorang wanita, aku juga akan melakukan hal yang sama, melihat wanita terbaik dalam hidup kita terluka karena penghianatan yang dilakukan oleh pasangan nya, tapi kamu tidak usah takut Juni, aku tidak seperti itu, aku sangat menyayangi Mommy ku, dan aku juga menyayangi mu"ucap Arjuna.
"Arjuna sorry aku tidak bisa membalas, perasaan mu itu"ucap Juni .
"Kenapa? apa...kau sudah siap untuk dijodohkan dengan pilihan opah, yang merupakan salah satu anak bungsu keturunan mafia tersebut"ucap Arjuna, sambil menatap Juni.
🌹💖💖💖🌹
sementara itu di sebuah negara Eropa, Ghealova kini sudah kembali ke rumah nya yang dulu ia tempati saat menghindari Vio, dan ia memutuskan untuk menetap di sana, sementara Adam sudah mendatangi semua rumah milik Ghealova namun sayang tidak menemukan titik terang, begitu pula dengan Vio, akhirnya pria itu pun kembali pulang ke Indonesia dan mengurus bisnis nya.
Ghealova masih mengendalikan perusahaan lewat online, dia dibantu oleh asisten pribadi ibunya yang selama ini selalu mewakili nya dalam setiap kesempatan untuk bertemu klien penting atau menghandle perusahaan.
wanita itu sedang berusaha untuk menyembuhkan hati dari luka yang berulang kali terbuka, ditambah dengan perasaan terlarang nya terhadap Adam, yang juga sudah bertunangan.
Ghealova hanya bisa menitikkan air mata, saat dia terkenang kebersamaan mereka, Adam selalu ada disaat dia terpuruk dan bahkan disaat masa tersulit dalam hidup nya, tidak hanya itu dia berani mempertaruhkan nyawa nya, untuk menolong Ghealova saat hampir tertabrak mobil truk.
"Semoga kamu bahagia Adam, orang baik seperti mu, pasti banyak orang yang sayang, tidak seperti ku yang hanya bisa menyendiri di tengah keramaian, bahkan keluarga suami ku pun lebih membela pria yang berstatus suami ku, mungkin karena dia tidak pernah berbuat salah pada keluarga nya, atau karena aku hanya menantu yang tidak diharapkan"ucap nya lirih sambil tersenyum kecut.
hari demi hari Ghealova lewati dengan bekerja dan terus bekerja meskipun sesekali wanita itu akan berjalan-jalan di kota tersebut untuk menyegarkan otak, tapi Ghealova tidak pernah berinteraksi dengan orang kecuali jika dia sedang berada di pusat perbelanjaan, dia akan bicara pada penjaga toko dan kasir hanya untuk menanyakan barang yang dia perlukan tapi tidak untuk yang lainnya.
berbeda dengan Juni, setelah mengetahui bahwa dia akan dijodohkan dia begitu marah besar, sesampainya di rumah dia langsung menendang meja hingga meja itu pecah berantakan dan beberapa Gucci yang ia pecah kan dan Jerry juga Vierra langsung menghampiri nya, Vierra kaget putri yang selama ini, sangat baik bisa melakukan hal itu , saat ini.
Juni yang jago bela diri, tidak akan kesulitan untuk menghancurkan semua nya dalam beberapa detik.
__ADS_1
"Sayang apa? yang terjadi ada apa? dengan mu"ucap Vierra.
"Tanyakan saja pada suami mu Mommy, dia rela untuk menumbalkan salah satu putri nya untuk dijadikan istri dari manusia kejam"ucap Juni.
"Juni siapa yang sudah mengajarkan mu untuk bersikap kurang ajar seperti ini heuuh"ujar Jerry marah.
"Kau sendiri "tunjuk Juni, tanpa rasa takut sedikitpun pada Daddy nya.
"Juni! yang sopan nak, dia adalah Daddy mu"ucap Vierra tegas.
"Dia memang Daddy ku mom... tapi itu dulu sebelum dia menghianati Mommy"ucap Juni lantang.
plak.....
suara tamparan keras mendarat di pipi Juni.
"Mas....! tidak seharusnya kamu berbuat seperti itu pada putri ku"ucap Vierra, yang langsung memeluk Juni.
Juni menyusupkan wajah nya yang sudah basah dengan air mata,di dada ibunya.
"Vierra, dia juga putri ku, dan lihat kau bahkan tidak bisa mendidik nya, dia bersikap kurang ajar padaku aku Daddy nya!"teriak Jerry.
"Sudah cukup tuan Jerry, kau tidak berhak menghakimi Mommy ku, dia tidak pernah mengajari ku untuk bersikap seperti ini, aku belajar semua dari mu, tuan, dan apa yang kamu tabur itulah yang kau tuai, dan mulai saat ini aku tidak Sudi lagi untuk jadi bagian dari keluarga ini, aku akan pergi jauh dari kalian semua"ucap Juli yang langsung pergi menuju kamar nya dia mengambil barang-barang pribadi nya dan memasukkan nya kedalam koper, lalu dia pergi begitu saja dengan mobil sport nya, dia tidak menghiraukan Mommy nya.
Juni, sudah terlanjur kecewa pada Vierra yang sudah menerima Jerry kembali karena kebencian Juni, lebih besar pada Jerry, yang selalu ingin menang sendiri dan selalu menghianati cinta Mommy nya.
Juni pergi meninggalkan rumah dia pulang ke apartemen nya, yang dia beli dengan hasil kerja keras nya selama ini.
diam-diam Juni memiliki beberapa saham perusahaan yang selama ini mencukupi kebutuhan hidup nya tanpa bergantung pada kedua orang tua nya.
"Aku benci kalian semua"ucap Juni.
dia merasa kepalanya akan pecah , jika terus memikirkan semua nya, wanita itu pergi ke tempat hiburan anak muda, dia kini tengah berada di sebuah jalan yang dikelilingi pusat cafe tongkrongan anak muda, tapi ada yang menarik perhatian Juni, disana juga ada pertandingan, mencari orang terkuat, dan masih banyak yang wanita seusia nya mengikuti itu.
pucuk dicinta ulam pun tiba , Juni yang merasa sedang sangat emosi dia langsung mendaftar kan diri, wanita itu kini tengah bersiap untuk bertanding.
tidak menggunakan pengaman apa-apa Juni bahkan hanya menggunakan t-shirt kedodoran dengan celana jeans, pendek sepaha dan Hoodie yang dia kenakan lalu ia lepaskan dia lempar ke dalam mobil nya, dan mengikat rambut pendek nya asal setelah itu dia mendapat kan giliran untuk melawan seorang wanita yang sedari tadi sesumbar karena merasa dirinya adalah paling jago, tapi Juli langsung masuk ke arena pertandingan dengan sekali lompatan, dan menendang wanita itu hingga langsung tumbang.
Sorak Sorai penonton terdengar begitu meriah, wanita yang tadi terus berteriak itu tidak bisa bangkit lagi karena Juni, langsung mengunci syaraf terpenting dari wanita itu.
kini wasit terus menantang siapa saja yang bisa mengalahkan Juni, dan seorang pria maju keatas Juni hanya tersenyum kecil, saat melihat wanita itu.
"Kau dimana rok mu kau tinggalkan"ucap Juni, sontak semua orang tertawa terbahak-bahak.
pria itu langsung menyerang Juni, tapi Juni langsung melumpuhkan lawan nya hanya dengan sekali gerakan, hingga pria itu tumbang semburan darah keluar dari mulut nya.
"Ah Cemen, apa? tidak ada lebih baik dari dia"tantang Juni.
tiba-tiba lima bodyguard pria itu langsung maju ke hadapan Juni mereka pun bertarung satu lawan Lima, tapi tidak ada yang mampu membuat Juni tumbang bahkan wanita itu sudah menginjak kepala, salah satu pria yang tadi menyerang nya.
"Kalian bukan tandingan ku, jika kalian masih ingin hidup sebaiknya belajar lebih baik lagi"ucap Juni lalu meludahi nya.
"Hey kau"tunjuk Juni, pada wasit tersebut.
"Iya Nona"ucap nya.
"Bubarkan acara ini, jika tidak kalian semua akan menjadi lawan ku, kalian saja Cemen, so sokan ngadain acara ini"ucap Juni yang membuat mereka semua gelagapan.
tidak jauh dari situ, sepasang mata tengah melihat ke arah nya, ada sebuah senyum yang tersirat di bibir orang itu.
__ADS_1