
Saat, menjelang siang hari, mereka kini tengah berkumpul di rumah yang sangat sederhana itu .
Edgar,kini tengah membantu Juli, menyiapkan makan siang untuk kedua anak nya dan termasuk mereka berdua.
"Honey, bagaimana kalau kita tinggal bersama di Mension, aku akan membawa serta dua anak kita yang lain.
"Mas.... aku tidak ingin merusak apa? yang sudah menjadi ketentuan kalian berdua, aku sudah mengikhlaskan mereka untuk tetap bersama dengan kalian berdua"ucap Juli sambil berjalan menuju meja makan.
Edgar , hanya menarik nafas panjang, dia yakin suatu saat nanti Juli akan luluh dan mereka akan kembali bersama, Edgar hanya bisa menunggu sampai hari itu tiba Edgar akan berusaha pelan-pelan untuk mencairkan gunung es itu.
Edgar langsung pergi menyusul ke meja makan, saat ini Jane dan Jerry, tengah asik bermain gadget nya,adik kakak itu terlihat sangat kompak, Jerry dengan sabar mengajari adiknya itu bermain game, dan Jane pun dengan cepat belajar saat ini.
"Sayang,ayo kalian berdua cuci tangan dulu kita makan siang"ucap Edgar.
"Iya Daddy"ucap keduanya kompak.
mereka pun langsung menyantap hidangan makan siang mereka yang sudah sangat merindukan masakan wanita yang sudah menjadi ratu dalam kehidupan mereka berdua.
Edgar, sesekali menatap wajah cantik istrinya yang kini tengah menikmati makan siang nya, tanpa menoleh pada yang lain Juli , hanya menunduk dan memakan makanan tersebut sambil menyembunyikan Air mata nya yang menetes setiap kali dia makan, seperti kebiasaan nya selama ini dan Jane, sudah terbiasa melihat itu.
bukan tanpa alasan Juli, meneteskan air mata setiap kali wanita itu hendak makan dia selalu teringat dengan anak-anak nya yang bahkan tidak pernah ia ketahui apa mereka bisa makan dengan baik atau tidak.
"Mom... kakak disini, dan sebentar lagi mereka berdua pun akan menyusul"ucap Jane, Juli langsung memalingkan wajahnya kearah lain dan buru-buru menghapus air mata nya.
"Ada apa??... sayang , kenapa dengan mommy mu"ucap Edgar.
"Mommy akan menangis"
"Jane mommy tidak apa-apa jadi tidak usah banyak bicara"ucap Juli memotong perkataan putri nya itu.
"Daddy"ucap Jane terhenti saat Juli melihat ke arah Jane.
"Ada apa sayang ku"ucap Edgar.
"Tidak apa-apa Daddy"ujar Jane sambil terus melanjutkan makan nya.
Juli langsung menyimpan bekas makan nya di susul oleh Edgar, dan Jerry, juga Jane, pun langsung mencuci bekas makan mereka masing-masing meski Juli sudah melarang nya.
setelah selesai makan mereka kembali duduk di ruang keluarga, kini Juli, duduk bersama dengan Jerry, wanita itu begitu merindukan putra pertama nya itu.
"Mom... jangan tinggalkan aku lagi"ucap Jerry lirih.
"Jerry, mommy tidak pernah berniat untuk itu, tapi mommy hanya ingin kalian hidup lebih baik, bersama dengan Daddy mu"ucap Juli sambil memeluk erat Jerry.
"Aku tau mom... tapi aku lebih bahagia bersama dengan mommy"ucap Jerry.
"Maaf kan mommy sayang"ucap Juli.
malam hari nya Edgar, masih berada di rumah itu, dia sedang duduk di ruang tengah Juli menghampiri nya.
"Mas... kamu tidur lah bersama mereka, biar aku yang tidur di kamar lain"ucap Juli sambil berjalan hendak pergi meninggalkan Edgar, yang kini menatap ke arah nya.
Edgar hanya melihat punggung wanita yang sangat ia cintai itu berlalu pergi kesebuah ruangan yang belum ia ketahui itu tempat nya seperti apa, Edgar pun masih fokus dengan laptop nya itu hingga suasana rumah itu sepi Edgar, berjalan menuju kamar tempat kedua anak nya.
Edgar berdiri dan menatap ke sekeliling kamar yang jauh dari kata sempurna, seperti di Mension nya, tapi kedua anak nya saat ini tengah tidur dengan sangat nyenyak.
Edgar, kembali ke dalam ruangan keluarga, tapi tiba-tiba dia penasaran ingin melihat Juli dimana ia tidur saat ini .
sesampainya di ruangan itu Edgar , langsung terduduk lemas di depan pintu masuk setelah melihat Juli kini tidur di gudang yang bahkan penuh dengan tumpukan barang yang terlihat sangat usang , Juli tidur di atas sofa yang sudah terlihat usang dan hanya beralaskan sebuah kain tipis bahkan dia tidak menggunakan selimut satu pun di iklim yang sangat dingin itu wanita yang kini terlihat sangat tirus tubuh nya begitu kurus,rasa sakit yang kini Edgar, rasakan tidak sesakit yang Juli rasakan.
__ADS_1
Edgar, langsung menghampiri Juli dan mengangkat tubuh yang kini terasa sangat ringan, bahkan jika dibanding saat dia masih tinggal bersama nya Juli masih sangat berisi, tapi sekarang lagi-lagi kenyataan itu menampar hati Edgar.
"Maaf kan aku sayang,..... maaf "ucap nya lirih Juli Edgar rebahan di kasur yang kini ditempati oleh kedua anak nya.
Juli langsung terbangun saat ia merasakan ada sesuatu yang tidak bisa, saat ia membuka mata Juli langsung terbelalak melihat ke arah Edgar, yang kini berlinang air mata.
"Mas, kenapa aku disini"ucap Juli.
"Sayang ini tempat yang seharusnya, mulai besok aku akan meminta kontraktor bangunan untuk merenovasi, rumah ini, dan tidak ada penolakan untuk sementara waktu kita tinggal di Mension"ucap Juli.
"Tidak mas aku bisa sendiri meski tidak akan bisa secepat itu"ucap Juli.
"Sayang aku tidak suka penolakan , sudah sekarang tidur "ucap Edgar.
Juli pun mengalah dia sedang tidak ingin berdebat dengan pria itu karena percuma saja Edgar tidak akan pernah mendengar kan keinginan nya, sampai ia memarahinya balik.
Edgar langsung menelpon seseorang disaat malam larut begini, entah siapa yang ia hubungi saat larut malam begini.
ke esokan pagi nya, Edgar, masih tertidur pulas di atas sofa, hingga seseorang membangunkan nya, untuk menawari pria itu sarapan pagi.
"Mas sudah pagi ayo mandi lalu sarapan"ucap Juli.
"Heummm ..... sebentar lagi sayang"ucap Edgar , yang kini menggeliat.
"Apa??... mas tidak ada pekerjaan"ucap Juli lagi, yang Juli tau Edgar juga punya cabang perusahaan di negara itu.
"Sebentar lagi Angela sayang kamu tau kamu itu sangat memuaskan setiap malam hingga membuat ku kewalahan"ucap Edgar tanpa sadar.
Deg...
Sakit.... sangat sakit itulah yang ia rasakan saat ini Juli buru-buru pergi saat Edgar, membuka mata tiba-tiba Edgar tersadar bahwa ia sedang berada di rumah Juli.
"Sayang mommy kalian dimana"ucap Edgar.
"Bukan nya mommy tadi membangunkan Daddy"ucap Jerry.
"Iya tadi Daddy tidak langsung bangun tapi saat membuka mata mommy kalian sudah tidak ada"ucap Edgar.
sementara itu yang dicari kini tengah berjalan setengah berlari Juli menangis di jalanan yang sepi hingga hampir terjatuh jika dia tidak menjaga keseimbangan .
wanita itu menangis dalam diam, hatinya begitu hancur berkeping-keping padahal kemarin ia baru menyembuhkan diri dari luka yang bertahun-tahun ia rasakan.
🌹💖💖💖🌹
Edgar, tidak tahu harus mencari Juli, dimana saat ini bahkan sudah larut malam Juli tidak kunjung kembali, Edgar merasa sangat bersalah saat teringat bayangan tadi pagi terlintas di pikiran nya.
"Honey maafkan aku sudah sangat bersalah padamu"ucap Juli.
sementara yang ia cari baru selesai bekerja, Juli yang tadi pagi pergi sambil terisak ia memutuskan untuk kembali bekerja di tempat ia bekerja beberapa tahun lalu, beruntung bos nya sangat baik dan pengertian karena tau kinerja Juli saat bekerja.
tepat pukul satu malam Juli sudah berada di halaman rumah nya dia berdiri sejenak sebelum memutuskan untuk masuk, Juli tidak ingin siapa pun tau dengan keadaan hati nya saat ini dia memutuskan untuk bersikap biasa saja seakan tak pernah ada yang terjadi, meski saat ini dia ingin menjaga jarak dari Edgar.
Edgar, memang sangat Juli cintai tapi dia sudah memutuskan untuk berpisah dari nya apa pun yang terjadi setelah ini.
Juli pun membuka pintu, dia tidak mengedarkan pandangannya seperti biasanya, hingga dia tidak melihat Edgar, sedang melirik ke arah nya dan segera bangkit menghampiri Juli dan langsung memeluk erat wanita yang selama ini menjadi istri nya.
Edgar langsung menangis sesenggukan ia merasa sangat bersalah Edgar menangis sambil memeluk Juli yang bersikap dingin saat ini sambil berusaha melepaskan diri.
"Mas... kenapa??...ada apa??
__ADS_1
.. kamu menangis seperti ini nanti anak-anak melihat nya"ucap Juli seakan tak terjadi apa-apa dia pura-pura tidak tahu.
"Maafkan aku sayang , aku tidak bermaksud untuk melukai hati mu"ucap Edgar.
"Maksud"ucap Juli lagi.
"Tentang perkataan ku tadi pagi saat kamu membangunkan ku, honey aku benar-benar minta maaf"ucap Edgar.
"Mas... tidak usah mengingatkan ku atas hal yang tidak seharusnya orang lain tau bahkan tanpa kau beritahu pun aku tau semua itu, aku tau Angela, begitu memuaskan itulah kenapa??.. kamu sangat bahagia dengan nya selama ini"ucap Juli terhenti saat Edgar menempelkan jari di bibir Juli.
"Stop sayang Stop... jangan pernah berkata seperti itu, aku salah aku terlalu bersalah pada mu"ucap Edgar.
"Sekarang kamu sadar bukan , dimana letak masalah nya,maka akhiri lah semuanya karena tidak ada lagi yang perlu diperhatikan kamu sudah kembali menemukan bahagia mu selama ini kamu tidak membutuhkan ku lagi, hidup mu sudah bahagia"ucap Juli tanpa melihat ke arah Edgar, yang kini menggeleng dia tidak ingin kehilangan Juli.
Juli melepaskan diri dari Edgar, dia langsung beranjak pergi menuju kamar nya dilihat nya kedua anak nya sudah tertidur pulas, saat ini Edgar yang tidak ingin Juli semakin membenci dirinya dia segera menyusul Edgar menuju kamar.
"Aku mau mandi dulu setelah ini kita akan bicara"ucap Juli.
Edgar langsung menggeleng Edgar, tidak ingin kehilangan Juli, karena Juli akan terus meminta nya untuk berpisah.
Juli langsung bergegas pergi menuju kamar mandi dia langsung membersihkan diri Edgar duduk ditepi ranjang saat ini dia mengelus puncak kepala Jane dan Jerry.
Juli pun keluar dari kamar mandi dan sudah menggunakan baju, yang tadi ia bawa sebelum masuk kedalam kamar mandi.
"Honey... besok pagi kita pindah ke Mension, karena rumah ini akan direnovasi mulai besok"ucap Edgar.
Juli tidak menjawab hingga dia selesai menyisir rambut nya, barulah ia berkata.
Ini rumah ku sejelek apapun aku tidak akan mengandalkan orang lain untuk merenovasi nya, jika aku ingin aku akan meminta bantuan kakak ku untuk melakukan itu, tapi aku tidak ingin itu aku masih mampu untuk memperbaiki semua itu sendiri, dan mulai saat ini dan kapan pun, tolong jangan datang lagi jika kamu ingin bertemu dengan mereka kamu bisa menemui mereka diluar, karena rumah ku, tidak layak untuk tuan Edgar yang terhormat"ucap Juli.
Edgar langsung menarik Juli kedalam pelukan nya.
Aku tidak akan pernah melepaskan mu, kamu adalah nyawaku aku tidak akan memberikan mu hidup seperti ini terus semua yang aku miliki adalah milikmu jadi jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku lagi.
tapi Juli tidak berkata apa-apa percuma dia berontak semua tidak ada gunanya.
Juli melepaskan diri, setelah beberapa menit Edgar memeluk nya.
Juli langsung membawa selimut dan satu bantal keluar kamar Juli menghampiri ruang keluarga dan ia pun membaringkan tubuhnya di atas sofa, disusul Edgar yang kini duduk di samping Juli.
malam berganti pagi Edgar tidak memejamkan mata sedikit pun, dia tidak ingin kecolongan pagi ini dia tidak ingin Juli pergi lagi.
Edgar baru selesai membersihkan diri setelah itu dia langsung menyiapkan sarapan pagi Edgar, benar-benar berubah entah sampai kapan dia mulai membiasakan diri untuk turun ke dapur menyiapkan semua yang tidak pernah ia lakukan selama ini
setelah selesai dia langsung bergegas menuju kamar Jerry dan Jane, Edgar mengelus puncak kepala nya dengan lembut sambil berkata"Sayang ini sudah pagi bukanya kalian akan mencari sekolah baru untuk kalian berdua"ucap Edgar yang berencana untuk mencari sekolah internasional untuk kedua anak nya itu Jerry yang kini sudah kelas dua SMP, dia akan melanjutkan sekolah nya di Paris.
Jerry dan Jane pun bangun dengan semangat mereka langsung pergi ke kamar mandi mereka memutuskan untuk mencuci wajah dan gosok Gigi sebelum nanti mandi bergiliran.
setelah itu Edgar langsung pergi menghampiri Juli yang dia kira masih tertidur tapi ternyata wanita itu sudah tidak ada lagi di sana Juli, sedang berada di rumah Morin, untuk menumpang membersihkan diri .
Edgar, langsung menghampiri kedua anak nya untuk bertanya kepada Jane, karena Jane, yang tau semua kebiasaan Juli selama ini.
"Jane mommy sudah tidak ada lagi di rumah dia akan kemana sepagi ini"ucap Edgar.
"mommy paling lagi di rumah Morin, numpang mandi"ucap Jane.
"Kenapa??... harus di sana"ucap Edgar penasaran.
"Mommy selalu begitu jika tidak ada orang lain bertamu maka dia akan numpang mandi di rumah Morin,biar cepat selesai karena kamar mandi nya hanya ada satu"ucap Jane menjelaskan.
__ADS_1
Edgar langsung meminta kedua anak untuk bersiap saat ini dia ingin pergi ke Mension membawa mereka ke sana karena rencananya hari ini Edgar akan merenovasi rumah itu.