Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Bersama#


__ADS_3

Jordan yang melihat itu, langsung pergi menuju balkon kamar nya, dia tidak tega setiap kali melihat vamela, menangis.


Jordan merenung entah apa?... yang ada di pikiran nya saat ini.


sementara Jane, masih menemani vamela dan Vio, dia juga menghubungi Rara, dan Jerry untuk membicarakan kondisi ini pada kedua nya, siapa tau ada solusi untuk itu semua.


vamela, masih memeluk putra nya yang kini berusia tiga tahun tersebut, nasibnya begitu tragis dia harus mengalami kebutaan saat ini, tidak hanya itu trauma yang membekas di ingatan nya, mungkin akan sulit untuk dihilangkan.


"Jane,aku mungkin tak memiliki uang sebanyak itu, tapi aku janji akan bekerja lebih keras untuk bisa membayar hutang ku nanti, tolong pinjamkan aku uang untuk mengobati putra ku ini hiks hiks hiks"vamela, masih terisak jujur, saja dia tidak kuat untuk melewati ini semua.


"Mel aku akan membantumu bahkan tanpa kamu meminjam nya pun, karena kamu adalah saudara ku, dan Rara, kamu harus kuat,agar Vio bisa tegar dan kuat melewati cobaan ini, tidak usah khawatir akan uang aku bisa memberikan apapun yang kamu butuhkan,asal kamu janji, kamu harus kuat dan jadilah ibu yang tangguh untuk Vio,uang bukan lah masalah"ucap Jane.


"Aku punya cukup uang untuk membiayai hidup mu dengan Vio Mel jadi jangan merasa sendirian bukan kah kita adalah keluarga"ucap Rara yang datang bersama dengan Jerry keduanya berhambur memeluk vamela, Jane dan juga Rara.


"Kamu tidak usah khawatir aku bisa membantu pengobatan Vio, hingga dia kembali pulih, dan sampai kapan pun, mulai saat ini dia bisa memanggil ku Daddy, dia akan menjadi anak angkat ku, mulai saat ini"ucap Jerry.


"Ikut lah dengan Jordan, dia tau apa? yang harus dilakukan,aku akan menghubungi pihak rumah sakit di sana dan memilih dokter terbaik untuk mengobati Vio"ucap Jerry lagi.


"Terimakasih kak, terimakasih semuanya semoga tuhan membalas semua kebaikan kalian"ucap vamela.


semua kembali tersenyum bahkan kini Vio, berada di pangkuan Jerry, dia begitu menyayangi Vio.


Rara, sendiri mengelus puncak kepala anak angkat nya itu.


Jerry bahkan lebih bahagia lagi, saat ini karena Rara, dinyatakan sembuh total.


mereka masih berada di rumah Jane, hingga jam makan malam tiba, saat ini mereka berkumpul di meja makan untuk makan bersama sambil membicarakan tentang rencana keberangkatan vamela dan Vio yang akan berangkat bersama Jordan.


Jordan sendiri, pria itu sudah membeli sebuah apartemen untuk vamela, tadi siang karena tidak mungkin Jordan membawa mereka ke apartemen nya yang kini dihuni oleh dirinya dan tunangan nya itu, mereka sudah tinggal bersama saat ini setelah mereka akhirnya bertunangan.


"Kakak, akan menempatkan vamela,di apartemen kakak"ucap Jerry.


"Tidak kak dia akan tinggal satu gedung dengan ku, tepat nya di sebelah hunian ku,agar mereka tidak terlalu jauh dari jangkauan ku"ucap Jordan.


"Itu lebih bagus, tapi bagaimana?.. dengan calon istri mu"ucap Jerry.


"Dia sudah aku beri tahu dan dia sudah menyetujui nya"ucap Jordan berbohong.


tidak mungkin dia memberitahu nya bahwa dia membawa seorang wanita ke Paris, bisa-bisa kekasih nya yang super posesif itu marah besar.


"Kamu tidak akan tinggal sendiri Mel,ada dua orang asisten yang akan mengurus segala keperluan mu di sana kamu harus fokus dengan Vio,agar dia bisa sembuh secepatnya"ucap Jerry.


"Baiklah kak terimakasih untuk kalian semua, semoga kalian lebih bahagia lagi"ucap vamela tulus.


Jerry tersenyum sambil mengelus puncak kepala Rara dan sesekali menyuapi istri tercinta nya itu.


"Semoga kamu segera mendapatkan jodoh yang lebih baik dari sebelumnya nya Mel"ucap Rara.


"Aku sudah memutuskan untuk sendiri dan membesarkan Vio, tanpa ayah"ucap vamela.


"Jangan terburu-buru sayang ku , waktu kita masih panjang"ucap Jane.


"Kamu betul Jane tapi aku sudah trauma dengan pernikahan, biarlah sendiri, sampai kapan pun,ada Vio, yang akan bersama ku hingga akhir hidup ku"ucap vamela.


sementara Jordan tersenyum pada vamela, dia tau vamela hanya sedang kecewa.


entah kenapa?.. pria itu merasa ada sesuatu yang menarik perhatian nya saat ini.


Jordan langsung pergi dari meja makan, saat mereka semua sibuk bercanda tawa bersama ditengah kesedihan vamela.

__ADS_1


vamela pun berjalan menuju kamar nya untuk menidurkan anaknya yang baru tertidur pulas di sofa, bersama baby sitter nya.


vamela duduk di tepi ranjang dia melihat ke arah balkon, dia pun berjalan menuju balkon dia berdiri menghadap kearah sebelah kanan seseorang tengah berbicara dengan seseorang di sana via telepon, bahkan orang itu menghadap ke arah vamela yang kini langsung mengalihkan pandangan nya ke tempat lain.


Vamela kembali masuk ke dalam kamar nya saat itu juga, dia yang tadinya bermaksud ingin menenangkan pikiran, tapi dia tidak enak saat melihat Jordan tengah mengobrol yang ia yakini bersama dengan tunangan nya.


takut di kira sedang mencuri dengar.


vamela, berbaring di samping putra nya itu dia langsung mengecup puncak kepala putra nya mengelus wajah tampan itu dan memeluk nya.


hingga malam hari tiba, vamela tidak lagi keluar kamar wanita itu terlelap bersama rasa pedih nya, menerima kenyataan pahit bahwa putranya ternyata buta dan mengalami trauma.


andaikan saja dia punya harta yang berlimpah, dia akan menjebloskan pria yang saat ini dia benci kedalam penjara karena telah menyebabkan putra nya buta meski pria itu tidak ada saat kejadian itu.


tapi andaikan saja dia tidak merebut nya dari Vamela, mungkin hingga saat ini semua akan baik-baik saja.


tapi nasi sudah menjadi bubur, semua tidak bisa terulang lagi.


saat pagi menjelang vamela, langsung bergegas menyiapkan segala sesuatu yang nanti akan dibutuhkan di sana, tapi Jane melarang nya, karena semua yang dia butuhkan sudah Jerry, siapkan dia hanya membawa surat-surat penting saja dan beberapa sketsa perhiasan yang sudah di desain oleh vamela ada satu koper besar saat ini yang akan dia bawa ada tiga steel pakaian juga beberapa kebutuhan Vio, saat di pesawat nanti.


setelah selesai kini semuanya tengah mengantar Jordan dan vamela juga vio ke bandara.


selama diperjalanan ke bandara, Jane terus mengelus punggung tangan vamela, untuk menyalurkan kekuatan, agar vamela, tetap tegar karena meskipun berjauhan dia tidak ingin vamela, merasa sendiri, sementara vamela, berkali-kali ia menundukkan kepalanya di bahu Jane, Air mata nya tidak bisa ia bendung saat ini, sementara itu Vio, bersama dengan Jerry dan Rara di mobil paling depan.


🌹💖💖💖🌹


Jerry, turun lebih dulu dari mobil dia langsung membuka pintu mobil untuk Vierra, istri tercinta nya, lalu membantu nya turun dan setelah itu barulah ia menurunkan bocah tampan itu, dari mobil dan langsung menggendong nya,menuju ke arah jet pribadi milik Edgar.


Jordan pun membawa dua koper besar milik nya dan milik vamela, sambil diikuti oleh vamela dan Jane, setelah dekat dengan pesawat tersebut asisten nya mengambil alih koper tersebut dan membawa nya masuk ke dalam pesawat tersebut.


setelah memastikan semua nya,aman dan mereka duduk dengan aman akhirnya jet pribadi tersebut mulai lepas landas sementara Jane dan Jerry, juga Rara berjalan di dalam bandara, mereka pun hendak kembali ke rumah nya masing-masing, tapi kemudian langkah Jane, terhenti karena dia berpapasan dengan Sky, yang kini membawa koper besar entah pria itu sedang apa di bandara internasional itu, Jane hanya berhenti sejenak untuk sekedar menyapa nya.


"A aku akan pergi jauh, karena saat ini Bunda sudah tidak ada lagi, aku tidak memiliki siapa-siapa lagi di sini"Ucap Sky.


"Semoga Abang temukan bahagia, dimana pun Abang , tinggal nanti nya"ucap Jane.


"Bagaimana aku bisa bahagia, sementara bahagia Abang ada di. bunda dan kamu"ucap Sky.


"Kalau begitu kenapa?... Abang harus pergi jauh"ucap Jane, yang tidak kuasa dengan perpisahan ini.


"Karena, kamu tidak bisa lagi Abang miliki, kamu sudah lupa dengan Abang, jadi untuk itu Abang pergi"ucap Sky.


"Abang salah paham, maaf kan aku jika, saat Bunda , pergi aku tidak berada di sisi Abang aku sedang ada urusan keluarga,bukan tidak peduli dengan Abang"ucap Jane.


"Kalau begitu bisa tidak kamu ikut Abang ke Belanda"ucap Sky.


"Untuk apa lagi bang Abang tau sendiri aku sibuk disini"ucap Jane.


pesawat Abang sebentar lagi akan berangkat maaf kan Abang jika selama ini Abang banyak salah pada mu, Abang mencintai mu, tapi jika ada orang lain yang menggantikan Abang, di hati mu Abang ikhlas"ucap Sky.


"Tidak, aku tidak ingin mendengar kata-kata itu, aku tidak ingin"ucap Jane yang kini menangis, sakit rasanya mendengar dan melihat kepasrahan Sky, saat ini.


"Sayang Abang, mungkin bukan orang yang tepat untuk mu, kamu itu baik cantik dan bahkan kamu punya segalanya, Abang , tidak ingin menjadi penghalang untuk kebahagiaan mu, jika orang yang lebih baik hadir satu hari nanti, kamu bisa "ucapan Sky, langsung terhenti saat Jane, mencium bibir Sky, yang langsung membalas nya, mereka bahkan tidak peduli sedang berada di ruang publik saat ini yang Jane, mau Sky, bisa mengerti dirinya, saat itu.


"sayang tinggal tiga puluh menit lagi, kamu baik-baik di sini jangan lupa undangan nya nanti"ucap Sky, yang langsung menggunakan kacamata hitam miliknya yang kini bertengger di hidung mancung nya menutupi mata sendu nya itu.


"Jangan pergi aku mohon, kita akan menikah"ucap Jane


"Tidak sayang, aku tak memiliki apapun, untuk meminang mu, carilah pria lain yang sebanding dengan mu"ucap Sky, yang kini langsung mengelus puncak kepala Jane dan berlalu pergi.

__ADS_1


"Aku tidak butuh harta atau pun tahta, aku hanya butuh cinta dari mu,aku mohon jangan pergi jangan tinggalkan aku"isak tangis Jane, mulai pecah.


Sky, langsung berbalik langsung memeluk Jane membawa wanita itu , kedalam dekapannya.


"Aku tau kita, saling mencintai, tapi aku tidak bisa memberi mu hidup yang layak seperti wanita di luar sana"ucap Sky.


"Itu tidak jadi masalah,aku punya itu semua"ucap Jane, yang kini memeluk erat Sky.


akhirnya Sky. membatalkan kepergian nya, dan dia langsung pulang bersama dengan jane.


sementara itu di dalam pesawat Jordan, tengah menggantikan posisi nya, sebagai Daddy dari Vio, Jordan bahkan menyuapi Vio, makan dan minum.


"Kak, maafkan aku aku merepotkan mu"Vamela, yang langsung mengambil alih Vio dari Jordan.


"Mel, aku tau aku tidak sebaik Jerry kakak ku, tapi aku akan berusaha untuk menggantikan peran ayah untuk Vio, meskipun kita tidak menikah"ucap Jordan.


"Kak, aku sangat berterimakasih kepada mu, tapi aku tidak ingin kehadiran kami nanti membuat hubungan kalian kenapa-napa"ucap Vamela, sambil meminta Vio, yang Jordan gendong.


"Tentu saja tidak, kita akan menikah satu bulan lagi, jadi tidak mungkin itu terjadi"ucap Jordan.


"Syukurlah kalau begitu aku jadi lega"ucap Vamela.


Jordan pun kembali menyuapi Vio, dan mengelus puncak kepala nya.


Vamela pun menutup mata nya dia ingin beristirahat sejenak, setelah memastikan vio akan baik-baik saja.


Jordan mengelus puncak kepala vio pria itu, sangat menyayangi Vio, tapi kemudian dia teringat adegan ranjang tersebut dan, Jordan langsung melirik kearah Vamela, yang kini tengah tertidur.


wajah itu begitu polos nya, apa benar waktu itu adalah Vamela.


Jordan langsung kembali fokus pada Vio.


sementara itu di Indonesia, Rara kini tengah terlelap dalam tidur nya di pagi hari, karena semalam Jerry mengambil kegadisannya karena selama menikah dengan Jerry, dia bahkan malah harus berjuang melawan kanker.


Jerry, tersenyum manis saat melihat wajah imut istrinya pagi ini, dia bahkan tidak tega untuk membangunkan Rara, yang kini terlihat sangat lelah itu.


Jerry, sudah bersiap untuk pergi ke kantor, dia sudah menggunakan sepatu dan jam tangan nya, sebelum pergi pria tampan itu berpesan pada setiap pelayan untuk mengurus semua kebutuhan istrinya pagi hari.


hingga saat Jerry berangkat kerja, Rara masih enggan untuk membuka mata, dia benar-benar lelah dan seluruh tubuh nya terasa remuk redam.


Jerry yang memantau kondisi rumah dari kamera Cctv, saat melihat kamar utama nya, dia langsung tersenyum dan menghubungi pelayan rumah untuk membuat kan minum air hangat agar, dia memiliki tenaga untuk bangun tidur.


sampai jam makan siang tiba, Rara, sudah berjalan menuju kamar mandi meskipun sangat menyakitkan andaikan saja dia tau akan seperti itu, dia tidak akan pernah mau memberikan itu pada Jerry.


tiba-tiba sebuah lengan kokoh melingkar di perut nya, Rara,tau siapa pelaku nya.


"Kak... lepas, ini masih sangat sakit"ucap Rara.


"Aku ada obat nya, untuk itu"bisik Jerry.


"Apa?... obat nya"tanya Rara.


"Harus sering melakukan nya"ucap Jerry yang terkekeh geli.


"Kak, serius, satu kali saja sakit banget apalagi banyak"ucap Rara, kesal sambil mencubit hidung Jerry.


"kamu gak percaya sayang coba saja"ucap Jerry.


"Tidak kak, jangan macam-macam"

__ADS_1


__ADS_2