
Jerry membawa Jane , kembali ke apartemen nya meski Jane terus berontak dia ingin pergi, tapi sampai di depan lift, Jerry langsung mengangkat tubuh Jane menggendong nya ala bridal style.
pria itu tidak ingin kehilangan adik yang sangat ia sayangi tapi bukan berarti dia tidak sayang dengan yang lain nya, menurut Jerry ,Jane adalah gadis yang sangat baik dan penurut hingga dia memiliki rasa sayang yang lebih untuk adik bungsu nya itu setibanya di apartemen Jerry membawa masuk Jane dan membawa nya ke dalam kamar pribadi nya, setelah itu dia meletakkan Jane di ranjang nya.
"Kakak, pergi dulu sebentar ke Mension, untuk mengurus mereka,kakak mohon jangan pergi kemana pun, setelah selesai kakak akan segera kembali"ucap Jerry.
Jane tidak menjawab dia hanya diam seribu bahasa, setelah itu Jerry buru-buru pergi setelah menutup pintu apartemen dia mengunci pintu itu dengan mengganti kode akses nya.
semua itu dia lakukan hanya untuk mencegah Jane pergi.
Jerry langsung pergi menuju Mension dimana disana sedang diadakan sebuah pesta meriah tidak hanya itu berbagai minuman keras mereka sediakan di pesta tersebut.
Jerry yang mengemban tanggung jawab dari kedua orang tua nya saat ini dia benar-benar murka dia bahkan meminta anak buah Edo, membubarkan paksa mereka saat itu juga dan membawa kedua adik nya ke dalam sebuah ruangan.
"Ikat mereka jangan biarkan mereka makan dan minum sebelum aku mengijinkan nya dan jangan biarkan mereka kabur, sebelum polisi datang untuk membawa mereka semua"ucap Jerry, yang kini tengah sangat geram pada kedua adik nya.
"Kak... lepaskan"ucap keduanya.
"kau sudah dewasa Jordan tapi aku tidak habis pikir, dengan kelakuan mu, mulai saat ini pasilitas kalian akan dicabut dan kau harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan uang untuk biyaya hidup mu, dan jika kau tidak suka silahkan mengadu pada wanita gila itu, bukan kah dia adalah mommy kalian"ucap Jerry, yang benar-benar murka.
"Kak... ampun lepas kan kami kami janji tidak akan pernah melakukan itu lagi"ucap Jordan.
"Tidak sampai kalian berdua benar-benar bertaubat"ucap Jerry.
"Kak... please jangan cabut pasilitas kami kami mohon, terus bagaimana dengan kuliah kita nanti"ucap Jeny.
"Kau tidak adil kak,Jane bahkan mendapat kan lebih dari kami dia sudah memiliki butik dari mommy"ucap Jeny, sambil menatap tajam kearah Jerry.
"Jangan bawa-bawa adik kalian apa??... kalian tidak malu dengan apa yang kalian lakukan, lihat lah adik kalian setiap hari bekerja keras untuk mendapatkan semuanya itu, dan itu semua tidak gratis, yang ia dapatkan saat ini adalah hasil dari kerja keras nya selama ini.
"Tapi kak...kami masih kuliah dan untuk apa?.. kita bekerja keras sementara harta yang Daddy punya tidak akan habis untuk tujuh turunan"ucap Jeny.
"kau pikir harta itu akan tetap ada jika kamu terus menggunakan nya tanpa mau bekerja untuk mengelola nya, ingat Jeny, dan kau Jordan, mulai saat ini kalian berdua harus bekerja menjadi OB..di kantor"ucap Jerry tanpa bisa di bantah.
setelah itu Jerry pun pergi dari Mension tersebut di ikuti oleh asisten pribadi nya Edo, dan beberapa bodyguard nya dilihat suasana Mension sudah sepi.
"Aku tidak masuk kantor hari ini aku akan pulang ke apartemen"ucap Jerry.
Edo pun mengangguk dia langsung masuk ke dalam mobil dan menyetir mobil yang tadi di bawa oleh Jerry, Edo akan mengantarkan Jerry ke apartemen.
tidak sampai satu jam perjalanan mereka sudah tiba di apartemen tersebut lalu Edo langsung pamit untuk kembali ke kantor.
perusahaan yang kini beralih nama menjadi J 6 group tersebut, semakin berkembang pesat,masa kejayaan Edgar, telah digantikan oleh putranya Jerry, putra pertama mereka yang lahir di luar nikah, tapi Edgar, yang memiliki kekuasaan dia langsung melegalkan semua semua mengenai putra nya itu.
hingga Jerry, yang kini berhak memiliki semua nya itu saat ini, tapi sebagai kakak yang baik, dia ingin membagi semua itu dengan adil, karena tidak lah mudah untuk memimpin perusahaan tersebut yang begitu besar yang memiliki cabang di beberapa negara.
sesampainya di depan pintu apartemen Jerry langsung memasukkan kode akses masuk dan tidak lama pintu tersebut pun terbuka, Jerry langsung masuk dilihat nya, suasana begitu sepi saat ini Jerry pun masuk ke dalam hingga meniti anak tangga untuk menuju ke kamar nya.
"Jane sayang kamu dimana??..."ucap Jerry.
tapi tidak ada jawaban, hingga Jerry berlari ke dalam kamar nya, dia tidak ada di sana, Jerry langsung kembali ke bawah dia menuju kamar tidur Jane, yang ada dibawah dia membuka pintu dan langsung masuk ke dalam kamar tersebut, dilihat nya adiknya itu tengah tidur meringkuk tanpa selimut.
"kau disini rupanya Jane, kakak sangat khawatir"ucap Jerry, sambil menyelimuti tubuh adiknya dan mendarat sebuah kecupan di puncak kepala adiknya itu kemudian berlalu pergi menutup pintu tersebut, Jerry pergi menuju ruang kerja nya.
pria itu langsung duduk di kursi nya dan langsung menyalakan laptop nya, dia pun mulai fokus dengan pekerjaan nya itu.
setelah beberapa jam berada di dalam ruangan tersebut, Jerry keluar setelah merapihkan berkas dan mematikan laptop nya.
ruang yang pertama kali ia tuju adalah kamar Jane.
sesampainya di sana, dia langsung membuka pintu kamar tersebut dengan sangat pelan dilihat nya Daisy kini tengah mengeringkan rambut nya mungkin dia baru selesai mandi, tapi ini sudah pukul tujuh malam gadis itu bahkan mencuci rambut nya di jam segini.
__ADS_1
"Sayang kamu ko,keramas malam-malam begini ada apa?..."ucap Jerry penasaran karena tidak biasa nya.
"Aku merasa sangat gerah"ucap Jane.
"Masa sih sayang cuacanya sangat dingin"ucap Jerry lagi.
"Entah lah"ucap Jane cuek.
"Ya sudah keringkan dulu rambutnya dengan benar setelah itu kakak tunggu diruang makan"ucap Jerry, sambil berlalu pergi.
Jane tidak menjawab dia hanya fokus dengan alat pengering rambut nya.
Jerry, berjalan menuju ruang makan dia mengambil makanan yang tadi sempat ia masukkan kedalam lemari pendingin setelah itu dia memanaskan makanan tersebut dan menuangkan jus buah kedalam gelas, setelah itu dia langsung menata nya di meja makan.
beberapa makanan sudah terhidang Jerry, pun kembali memanggil adiknya yang tak kunjung datang.
"Sayang ayo makan dulu, nanti keburu dingin"ucap Jerry.
"Iya sebentar"jawab Jane.
setelah selesai merapihkan rambutnya dan berganti pakaian dengan pakai dress selutut berwarna merah, Jane pun keluar dari kamar nya.
"Sayang kamu mau kemana,jam segini pakai dress"ucap Jerry.
"Aku ada urusan penting diluar kak"ucap Jane tanpa menoleh.
"makan dulu nanti kita bahas"ucap Jerry.
🌹💖💖💖🌹
makan malam itupun berakhir, Jane sudah ingin pergi tapi Jerry menghentikan nya.
"Tunggu kakak yang akan mengantar mu pergi ini sudah malam"ucap Jerry.
"Jangan samakan sekarang dengan yang dulu"ucap Jerry tegas.
"kenapa?... semua sama saja bukan, aku hanya ingin bertemu dengan klien ku itu saja, dan satu lagi aku tidak ingin kakak kelelahan, setelah bekerja keras seharian penuh"ucap Jane.
"Kakak, tidak lelah sayang semua demi kamu"ucap Jerry, sambil mengambil mantel untuk dirinya dan Jane tidak lupa dompet dan handphone nya yang di masukkan kedalam tas selempang khusus pria.
akhirnya Jane pun menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kasar.
mereka pergi menggunakan mobil sport milik Jerry, menuju sebuah restaurant hotel setelah sampai di sana Jane langsung masuk dan menemui klien nya yang ternyata seorang pengusaha sukses asal Indonesia, bernama Alex.
pria itu ingin memesan gaun khusus untuk acara pertunangan dia dengan kekasih nya yang berbeda di Indonesia.
Jane langsung memperkenalkan diri pada Alex, tidak lupa Jerry juga karena mereka datang bersamaan
saat mereka berkenalan Alex mengira Jane adalah kekasih Jerry yang sering orang lain bicarakan, diam-diam Jerry menjadi bahan gosip para pengusaha hebat, termasuk kehidupan pribadi nya yang tidak pernah di ungkap ke publik.
"Nona, saya tertarik dengan semua hasil desain anda selama ini karya anda selalu menjadi nomor satu di negara ini, meski tak banyak orang tau bahwa anda adalah seorang desainer.
tapi semua yang anda desain begitu menjadi primadona di pasaran, kenapa??.. tidak ingin muncul ke publik"ucap Alex.
"Saya masih amatiran dan masih harus banyak belajar jadi biarkan lah orang-orang menikmati karya saya tanpa tau saya, yang penting mereka senang dengan semua itu itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri untuk saya"ucap Jane.
"Tapi kenapa?... harus dengan nama J 6 group"tanya pria itu lagi.
"Karena itu adalah warisan keluarga"jawab Jane menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Alex, dengan sabar.
"Maaf anda bisa pilih desain yang anda suka saya belum membuat desain baru tapi saya pastikan ini yang pertama dan limited edition hanya untuk anda"ucap Jane.
__ADS_1
"Sungguh sebuah kehormatan untuk saya "ucap Alex.
"Saya pilih yang ini seperti nya sangat nyaman dan belum pernah di jual di pasaran"ucap Alex.
"Tidak tuan maaf itu sengaja saya rancang untuk pertunangan kakak saya nanti jadi ini tidak di buat untuk orang lain"ucap Jane, yang membuat Jerry, terperanjat kaget jika saja tidak ada Alex disana entah lah Jerry, akan senang atau marah tapi yang pasti Jerry saat ini tengah menatap lekat wajah adiknya yang tengah berbincang dengan klien nya.
dan akhirnya Alex, memilih satu pasang jas dan gaun yang sama-sama terbaik dari yang terbaik, yang Jane buat.
"Kalau begitu saya permisi "ucap Jane yang kini langsung bangkit dari duduknya diikuti oleh Jerry yang sedari tadi berdiam diri.
"Baiklah Nona, semoga bisa secepatnya di selesaikan sebab saya akan kembali ke Indonesia satu Minggu lagi"ucap Alex.
"Tentu tuan doakan saja"ucap Jane, sambil tersenyum ramah.
Setelah mereka berdua berada di dalam mobil, Jerry langsung mencecar berbagai pertanyaan pada Jane, yang kini menatap ke arah jendela, dia sedang menikmati keindahan kota dimalam hari.
"Sayang apa ?... maksud mu tadi"ucap Jerry.
"Yang mana??... kak"ucap Jane.
"rancangan yang tadi kamu tunjukkan"ucap Jerry.
"Owh...itu itu sengaja aku rancang untuk pertunangan kakak nanti dan pernikahan"ucap Jane.
"Sayang kakak"
"Ya... aku mengerti seorang Jerry Ester, tidak akan mau memakai baju jelek dihari penting nya , sudah lah kak, aku mengerti aku akan sedekah kan pada orang yang membutuhkan"ucap Jane dengan raut wajah kecewa.
"Sayang jangan salah paham, kakak tidak pernah berkata seperti itu, tapi yang kakak, maksud adalah kakak, belum memiliki calon istri"ucap Jerry berbohong.
"Aku tau semua kak, tidak perlu kakak menyembunyikan semua nya, setiap kali kakak pulang pagi kakak menemui nya, jadi sebaiknya kakak segera kenalkan dia pada mommy dan Daddy"ucap Jane, yang langsung membuat Jerry, gelagapan.
"Maaf kan kakak Jane, kakak tidak bermaksud untuk melakukan itu"ucap Jane.
Aku sudah menelepon mommy mereka sudah setuju aku akan pergi dua Minggu lagi sementara mommy dan Daddy sudah akan kembali dan mereka akan menjemput Jeny dan Jordan untuk tinggal di Amerika"ucap Jane.
"Kakak, tidak akan membiarkan mu pergi"ucap Jerry.
"Kenapa, bukan nya harus nya kakak, senang kalian bisa bersama tanpa ada gangguan nanti nya"ucap Jane.
"Sayang.... sudah kakak katakan sekali tidak ya tetap tidak tidak ada bantahan.
"Aku sudah besar dan bisa menentukan mana yang baik dan tidak baik, jadi aku pergi, dan itu sudah final"ucap Jane.
"Tidak!!... kamu tidak akan bisa pergi"ucap Jerry yang langsung mengerem mendadak.
"Kak... please apa?... aku tidak berhak untuk bahagia"ucap Jane.
"Kamu tidak akan bisa jauh dari kakak sayang"ucap Jerry.
"Aku bisa kak, lagian Kakak akan menikah dan kita tidak akan bisa tidur bareng lagi kita tidak akan bisa seperti saat ini lagi, karena nanti semu itu tidak akan sama lagi jadi aku harus terbiasa"ucap Jane, lembut.
"Kakak tidak akan menikah jika hal itu yang membuat mu ingin pergi"Ucap Jerry.
seper sekian detik,Jane terdiam lalu berbalik menatap wajah Jerry, dia tersenyum agar Jerry tidak curiga.
"Kak... aku ingin secepatnya memiliki keponakan, dan saat aku sudah berada di Indonesia nanti kakak harus memberikan kabar baik,ok semangat"ucap Jane berpura-pura tegar padahal dia sangat takut kehilangan kasih sayang yang selama ini ia rasakan dari sang kakak.
Jerry kembali melanjutkan perjalanan tapi saat ini bukan kembali menuju apartemen melainkan ke sebuah tempat dimana hanya ada mereka berdua.
Jerry menghentikan mobil nya di sebuah kastil tak berpenghuni tapi tempat itu akan ramai di kunjungi orang saat weekend tiba.
__ADS_1
"Kak... pemandangan nya sangat indah"ucap Jane"tapi sayang di sini sepi"