Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#penolakan#


__ADS_3

"Aku tidak akan menikah dengan suami orang walaupun dunia ini akan berakhir, aku tidak akan pernah menyesal, apa lagi saat ini aku sudah cacat"ucap Rara.


"Ra kamu itu tidak cacat"ucap Jerry.


"Aku cacat buktinya aku tidak bisa melakukan apapun"ucap Rara sambil tersenyum kecut.


"Ra kamu hanya perlu waktu untuk bisa sembuh, dan percaya lah, akan ada jodoh untuk mu suatu saat nanti jika aku pun tidak berjodoh dengan mu"ucap Jerry.


"Sudah lah semua tidak penting" ucap Rara.


"Rara aku bicara serius, apa??... begitu susah untuk bilang iya, untuk pernikahan kita, aku janji tidak akan pernah mengecewakan mu, kita akan menjalankan pernikahan meskipun aku akan jarang bertemu dengan mu, tapi jika kamu ingin kita tinggal bersama pun aku tak masalah dan itu artinya kita tinggal di Paris"ucap Jerry.


"Tidak kak, aku tidak bisa, terserah kakak mau benci aku atau tidak, aku hanya tidak ingin menambah masalah dalam hidup ku"ucap Rara.


Jerry langsung mengangkat tubuh Rara, dan membaringkan nya di atas ranjang itu, kemudian Jerry mencium puncak kepala Rara, tanpa izin "Selamat malam semoga mimpi indah"ucap Jerry.


Rara yang mendapatkan perlakuan seperti itu di langsung terdiam tapi Jerry kemudian berkata"biasakan diri mu untuk itu mulai sekarang"ucap Jerry.


Rara, tidak mengerti dengan apa yang Jerry maksud, dia masih bungkam hingga Jerry menyelimuti tubuh nya Rara pun memejamkan mata nya.


"Aku akan mengantar Daddy ke bandara saat ini, kamu tidak usah khawatir, vamela, akan tetap disini Jane dan aku yang akan pergi"ucap Jerry.


"Tidak perlu repot-repot kalian pergilah mungkin mereka hanya terlambat datang aku akan tetap di sini bersama dengan mereka yang akan bekerja"ucap Rara.


"Ra... kamu jangan begini aku ikhlas menjaga mu"ucap Jerry.


"Kak, aku tau bahwa kamu memiliki segudang kesibukan, jadi kembali lah tidak usah pikirkan aku, aku akan ada yang menjaga, mungkin sampai kaki ini bisa kembali berfungsi dan kalaupun tidak aku bisa ikut sekolah khusus orang cacat agar bisa beraktifitas seperti biasanya"ucap Rara.


Jerry bukan nya, pergi tapi dia langsung mendekat dan menatap lekat wajah Rara.


"Apa?... yang kamu katakan tadi, jangan pernah kamu ulangi lagi"ucap Jerry,tegas dia tidak suka Rara yang lemah.


"Aku kuat aku bisa jalani hidup ku dengan baik jadi kamu tidak usah khawatir"ucap Rara, sambil tersenyum.


Jerry langsung pergi , dia tau Rara, tidak berkata yang sebenarnya saat ini Jerry tau Rara sedang putus asa.


Jane pergi menuju bandara menyusul sang Daddy, karena dia belum puas bertemu dengan Daddy nya itu.


sesampainya di sana Edgar, malah membawa Jane dan Jerry, untuk pergi menuju Paris, karena Juli, mendadak masuk rumah sakit saat ini, Jane langsung menghubungi vamela, untuk mengurus semua nya terutama Rara, vamela pun hanya bisa mengiyakan semuanya.


hari berganti hari, bulan berganti Jane dan Jerry tidak kunjung kembali, terakhir Jane mengabari bahwa dirinya dan keluarganya tengah berada di Amerika, dan Jane kembali kuliah di sana.


sementara Rara,di Indonesia saat ini dia berjuang hidup dengan menggunakan bakat nya sebagai desainer, dia tidak melanjutkan kuliahnya, kelumpuhan itu, membuat dia tidak pede jika harus berbaur bersama dengan yang lain, dia kuliah online.


sementara Sky, tiba-tiba saja dikabarkan sudah menikah dengan mawar, itulah alasan utama Jane menolak untuk kembali dalam waktu dekat ini, mereka terpisah selama satu tahun hingga tepat di tahun baru seorang sopir menurunkan kursi roda nona muda nya yang seorang desainer, dia terlihat sangat cantik dengan balutan dress berwarna putih dengan topi rajut berwarna abu-abu dan syal rajut berwarna putih melingkar di leher.


wanita berambut panjang hitam legam itu, dengan rambut bergelombang nya kini hendak mengantri untuk melakukan pembelian tiket, pesawat tujuan kota J.


saat yang bersamaan seorang pria tampan berjalan dengan seorang wanita cantik mereka berdua menggunakan kacamata hitam nya, pria itu menggunakan tuksedo berwarna abu-abu dengan kemeja putih dan celana abu muda senada dengan tuksedo yang ia gunakan saat ini, sambil menenteng jas berwarna putih, dan koper di tangan kanan nya.


dialah Jerry dan Jane yang memutuskan untuk kembali ke Indonesia, setelah menyelesaikan semua urusan nya di Amerika, rencana nya, Jerry pindah ke Indonesia dan membuka cabang perusahaan, lebih tepatnya memindahkan kantor pusat nya ke Indonesia, saat ini yang sudah hampir seratus persen beres.

__ADS_1


saat Jerry melewati tempat dimana wanita yang dulu pernah ia kenal, Jerry, sempat berhenti sejenak, tapi kemudian dia meneruskan langkahnya karena Jane sudah berjalan lebih dulu dan fokus dengan handphone nya.


hingga Rara berlalu pergi menuju eskalator untuk menuju pesawat yang akan ia tumpangi Jerry, kembali menoleh lalu menggeleng kan kepala nya, karena dia merasa berhalusinasi.


Rara, yang pergi dengan dua orang asisten nya, saat ini dia tidak melirik kanan kiri, hanya saja sibuk membahas bisnis nya, rupanya saat ini dia akan menghadiri acara fashion show, yang melibatkan hasil karya nya yang berada di tangan sahabat nya, yaitu vamela.


hanya butuh dua jam untuk sampai di kota J, Rara, sudah tiba di sebuah hotel saat ini dia langsung saja menghadiri acara tersebut karena akan segera dimulai.


Rara sudah bersiap dengan make-up, natural nya dan itu membuat dia menjadi pusat perhatian, wanita karena dandan nya begitu natural tapi kecantikan nya semakin terpancar.


Rara, berjumpa dengan vamela mereka saling berpelukan karena sudah satu bulan lebih mereka terpisah, saat ini vamela, tengah hamil anak pertama nya, tapi dia tetap menjadi wanita karir, malah semakin sukses, dia menikah dengan seorang pengusaha garmen asal Australia yang menetap di Bali.


Rara hanya bisa hadir di pesta pernikahan nya saja, karena mereka melakukan akad nikah di Amerika, tempat kedua orang tua nya tinggal selama ini.


"Kamu apa??...kabar Ra,makin cantik saja gimana kondisi mu saat ini maaf aku jarang menemui mu kamu tau sendiri kan, aku terlalu sibuk ngurusin suami dan pekerjaan ku"ucap vamela, yang lagi-lagi memeluk sahabatnya itu.


"Aku masih sama, seperti dulu, tidak ada kemajuan Mel,tak apa mungkin ini takdir ku"ucap Rara, sambil tersenyum kecut.


"Jangan putus asa, sayang aku tahu kamu bisa dan akan segera sembuh"ucap vamela.


"Aku tidak tau, Mel, tapi sudah lah kita tidak usah bahas masalah itu lagi, bagaimana dengan kandungan mu ini apa keponakan ku ini tidak rewel didalam"ucap Rara, sambil mengelus perut buncit itu dan sesekali mendekat kan telinga nya, ingin mendengarkan pergerakan bayi nya,Rara memang lucu mana ada pergerakan di dengarkan.


🌹💖💖💖🌹


Dua hari sudah dia berada di kota J, Rara sudah kembali bersama dengan dua asisten pribadi nya, dia kini pulang ke rumah yang bertetangga dengan milik Jane, Rara, sudah lama tidak mengunjungi rumah itu, karena selama satu tahun lebih dia tinggal di villa, peninggalan ibunya.


"Pak, tolong berhenti di depan dulu saya mau beli, camilan, boleh kan mbak saya minta tolong"ucap Rara, pada asisten nya.


"Tentu saja nona"ucap nya sambil berjalan keluar setelah Rara, menyebutkan apa-apa saja yang harus ia beli.


tepat saat kedatangan Jerry dan Jane, Rara pun tiba di depan gerbang mobilnya Rara sengaja tidak masuk karena sopir hendak mengantar asisten satunya ke butik dan Rara turun dari mobil dengan bantuan sopir, dan asisten pribadi nya.


mobil Jane ikut berhenti di depan gerbang tidak lama setelah itu Jane langsung keluar berlari memeluk Rara, yang saat ini sudah duduk di kursi roda.


"Rara... Miss you so much,hiks hiks hiks"Jane langsung membungkuk sambil memeluk Rara, sementara Rara pun ikut histeris, karena bahagia sahabat terbaik nya berada di hadapan nya sambil memeluk nya erat mereka berpelukan sambil menangis satu sama lain.


"Aku kira kamu tidak akan pernah kembali lagi,hiks hiks, kamu jahat ninggalin aku begitu saja, aku pikir kamu tidak mau lagi berteman dengan ku, karena aku orang cacat"ucap Rara, yang masih terisak.


"Suth.. aku tidak mungkin melakukan itu,aku dan kamu adalah saudara, maafkan aku jika dalam keadaan tersulit mu aku tidak ada di samping mu, aku ... ahhh sudah lah nanti lain waktu kita bicarakan lagi"ucap Jane.


sementara Jerry, sedari tadi ia berada di dalam mobil, dia hanya menatap lekat wanita yang selama satu tahun lebih membuat dia tidak fokus, bahkan mampu melumpuhkan nafsu bercinta nya dengan sang istri, yang kini menolak untuk tinggal di Indonesia.


Jerry, semakin merasa bersalah lagi, saat melihat Rara, masih duduk di kursi roda hingga saat ini.


Rara masuk kedalam rumah, karena dia mengeluh sakit di bagian kaki nya, jika terlalu lama beranda di kursi roda.


Jane langsung mengantar nya kedalam diikuti oleh asisten nya yang selalu membantu Rara, beraktifitas di rumah.


"mbak tolong rapihkan sofa di kamar saya, saya ingin duduk lama"ucap Rara


"Tentu nona, akan saya lakukan semua nya"ucap pelayanan itu.

__ADS_1


Rara dan Jane menunggu di ruangan televisi, sambil membantu Rara, duduk bersandar.


Jerry sendiri kini tengah membersihkan diri di rumah Jane, dia berniat menyusul Jane ke rumah Rara, tidak hanya itu dia juga meminta koki restoran Edgardo untuk membuat makanan spesial untuk makan malam nya nanti bersama Jane dan Rara.


setelah menggunakan celana jeans dan t-shirt yang pas di tubuh suspek nya, dengan warna hitam dan Jerry sudah terlihat sangat tampan dan segar dia langsung pergi menuju rumah Rara, yang berada di sebelah lewat pagar samping yang tembus ke tempat Jane dan Rara Jerry kini sudah berada di dalam rumah setelah asisten rumah Rara, membuka kan pintu untuk nya.


Rara, Jane tersenyum kakak nya sudah datang Jerry pun tersenyum pada Rara, yang kini malah tertunduk malu.


"Apa??...kabar Ra"ucap Jerry.


"Baik, seperti yang kakak lihat"ucap Rara, sambil tersenyum di paksakan.


Rara tidak ingin lagi ada yang mengasihani nya.


"Maaf Ra, waktu itu aku tidak sempat mengabari mu kami terpaksa pergi mendadak"ucap Jerry yang masih merasa bersalah.


"Tidak apa-apa lagi,itu kan memang seharusnya, hehe tidak perlu minta maaf, lagi pula kakak dan Jane, tidak berbuat kesalahan"ucap Rara, yang menahan rasa pedih, yang masih membekas setelah kepergian mereka berdua.


"Ra... aku balik dulu ya, nanti kita makan malam bersama"ucap Jane.


"Maaf Jan, sepertinya aku tidak bisa, aku pengen langsung istirahat rasanya sangat lelah"ucap Rara, yang mencoba menghindari pria yang kini tengah menatap nya .


"Aku sudah pesan makanan di restoran om Edgardo, untuk kita makan malam bersama"ucap Jerry.


"Iya maaf sekali, aku sudah kenyang tadi aku makan dulu di jalan setelah kembali dari perjalanan, Oya Jane vamela tengah hamil Lima bulan, dia semakin cantik dan sukses,lain kali katanya dia mau berkunjung ke sini"ucap Rara, mengalihkan pembicaraan.


"Owh ya ampun dia benar-benar gerak cepat, padahal saat akad aku hadir di rumah nya"ucap Jane, yang membuat Rara, semakin merasa sendiri.


"Aku tidak bisa hadir, kamu tau sendiri gimana"ucap Rara,lalu terdiam.


"Nona kamar anda sudah siap"ucap pelayan tadi.


"Baiklah terimakasih"ucap Rara.


"Anda ingin pindah sekarang"ucap pelayan itu .


"Sebentar lagi"ucap Jane yang kini berusaha menurunkan kakinya dan kedua tangannya satu persatu, melihat itu Jane meneteskan air mata, dia benar-benar tidak tega, apa lagi jika mengingat saat yang paling sulit yang Rara hadapi.


"Ra biar aku bantu"ujar Jane.


"Tidak perlu Jane, sayang aku bisa kok, selama satu tahun ini aku sudah banyak belajar sebagai orang yang cacat aku sudah mulai terbiasa"ucap Rara, sambil tersenyum masih dengan menyembunyikan kesedihannya.


"Ra maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk menyinggung mu"ucap Jane merasa sangat bersalah.


"Tidak apa-apa Jane tenang saja aku tidak tersinggung ko, Oya, kamu bisa santai aja aku mau bersih-bersih dulu dan setelah itu kamu bisa menemui ku di atas maaf ya jika kamu harus menunggu,itu juga jika kamu tidak keberatan, tapi jika kamu mau pulang pun silahkan, mungkin aku hanya satu malam di sini besok pagi aku pulang ke villa"ucap Rara.


"Ra benar kamu sudah makan??..."ucap Jane lagi.


"Sudah ko tadi tanya saja sama si mbak nya"ucap Rara, meminta bantuan.


"Sud ah no Nona"ucap pelayan itu gugup karena dia telah berbohong, padahal Rara, tidak pernah mau makan malam atau pun sarapan pagi dia hanya akan minum susu di pagi hari, dan pukul satu siang dia makan dengan porsi sedikit bukan karena tidak ada uang tapi Rara tidak ingin menyusahkan orang untuk membantu nya ke dalam kamar mandi meskipun sekarang sudah mulai bisa melakukan semua itu sendiri.

__ADS_1


Jerry bisa menebak bahwa Rara, tengah berbohong saat ini.


"Mbak tolong bawa kantong plastik itu ke kamar aku "ucap Rara yang langsung mendapat kan anggukan.


__ADS_2