Jerat Cinta Sang Duda Tampan

Jerat Cinta Sang Duda Tampan
#Rasa#


__ADS_3

Jordan mengelus punggung Vamela, karena dia tau bahwa wanita itu, saat ini tengah bersedih.


"Tenang lah dokter akan datang sebentar lagi"ucap Jordan.


"Aku akan kembali setelah Vio sembuh, mungkin hanya beberapa hari lagi,aku tidak mungkin berdiam diri saat anakku butuh sesuatu"ucap Vamela lirih.


"Mel... kenapa?.. kamu itu keras kepala, bekerja lah di kantor ku dan kamu juga bisa kerja sama dengan ku, desain itu aku beli setiap kali kamu buat"ucap Jordan.


"Aku sangat senang, tapi aku sudah tidak ingin terus bergantung pada mu"ucap Vamela.


"Aku tidak merasa begitu Mel, kamu pokonya harus ikuti apa yang aku katakan"ucap Jordan.


dokter pun datang saat itu juga Vamela, langsung menyuapi bubur yang diberikan oleh suster setelah dokter habis memeriksa pasien


sementara itu di Indonesia,kabar baik dari Rara, yang kini tengah mengandung usia kandungan dua Minggu, karena Jerry, selalu rutin memeriksakan kesehatan istri dan juga dirinya.


pria itu tidak henti-hentinya memeluk dan mencium bibir istri nya, karena sangat bahagia saat ini dia akan segera punya bayi dan panggilan Daddy, melekat di dirinya hanya tinggal menunggu waktu sembilan bulan lagi, kurang lebih.


sementara Rara, saat mengetahui itu dia tidak merasa heran, karena tau dia sudah terlambat datang bulan dua Minggu lebih.


sikap Jerry yang semakin over protective, membuat Rara, kesal dia bahkan tidak diizinkan untuk keluar dari kamar nya, dan apa-apa dikerjakan oleh dirinya sebelum masuk kantor dan saat dia bekerja dia meminta dokter spesialis kandungan berjaga di sana.


bukan karena Jerry kebanyakan harta tapi, pria itu tidak ingin istri dan calon anak nya kenapa-napa .


Jerry akan menelpon setiap satu jam sekali meski Rara, jarang mengangkat nya karena dia tidak suka Jerry terus-menerus mencemaskan dirinya meski berkali-kali Rara meminta kepada Jerry, agar tidak berlebih-lebihan.


sementara itu Jane, juga sama-sama over protective pada kakak iparnya itu, setiap hari dia akan menelpon menanyakan Rara,mau makan apa?... dan dia akan mencari langsung ke tempat jualan nya , meski itu sangat lah jauh.


Jane, benar-benar menyambut kehadiran keponakan nya, saat ini, baginya ini adalah keponakan teristimewa dari kakak yang sangat mencintai dan menyayangi nya, karena Jerry masih sangat over protective juga pada adiknya itu.


dia akan memperlakukan adiknya seperti layaknya dia menghawatirkan Rara, meski tidak dalam konteks sentuhan intim hanya sekedar pelukan seperti layaknya kakak , yang sangat menyayangi adiknya.


Jerry, akan membelikan barang yang sama jika kedua nya menginginkan barang tersebut, tapi Jane yang super mandiri kadang membuat Jerry, merasa kehilangan momen terindah bersama dengan adiknya itu.


Jerry pulang selalu lebih awal dari kantor, dia langsung bergegas menuju kamar, dilihat nya Rara tengah duduk sambil membuat desain di laptop nya.


"Sayang "ucap Jerry sambil berjalan menghampiri Rara.


"Kakak, sudah pulang"ucap Rara.


Jerry langsung mengambil laptop dan menyimpan nya di meja, setelah itu dia langsung memeluk dan mencium bibir Rara hingga beberapa detik, lalu menatap lekat wajah cantik itu.


"Sayang uang mu sudah terlalu banyak di berbagai bank, untuk apa?... kamu terus bekerja, cukup duduk dan nikmati hasil kerja keras ku, semua nya tidak akan ada habisnya"ucap Jerry.


"Kakak sombong juga ya ternyata,kata siapa tidak akan habis, kalau terus menerus di gunakan, semua akan habis, jika kita tidak bekerja lagi, untuk mencari nya,aku tidak mencari uang lalu kerjaan ku terus menerus shopping barang-barang branded, sementara itu di sekeliling kita masih banyak orang yang kurang mampu hingga kelaparan,aku tidak bisa begitu, daripada di pakai poya-poya lebih baik di berikan pada mereka aku lebih bahagia melihat mereka bahagia"ucap Rara, sambil tersenyum dan mengusap pipi suaminya dengan sangat lembut.


sentuhan jemari Rara mampu membuat Jerry memejamkan mata nya, rasa itu begitu terasa kasih sayang yang Rara berikan, yang tidak pernah ia dapatkan dari wanita lain selain mommy nya, Rara mampu membuat Jerry, mengingat kasih sayang Juli, yang begitu sempurna untuk nya.


"Sayang aku kangen mommy,kalau begini caranya"ucap Jerry, sambil tersenyum.


"Heummm, kenapa?... tidak pergi saja ke Amerika, sayang atau Video call saja"ucap Rara.


"Heummm, nanti saja Sayang aku masih sangat kangen dengan mu, dan calon anak kita"ucap nya sambil langsung mengangkat istrinya itu dan dibawa nya keatas ranjang.


Jerry membaringkan Rara, dengan sangat hati-hati setelah itu dia langsung berbaring di samping Rara, dia berbaring dan memeluk istrinya.


"kak, kakak pasti lapar"ucap Rara.

__ADS_1


"Aku benar-benar lapar dan sangat ingin makan, tapi makanan pembuka nya istri ku yang cantik ini"ucap Jerry, sambil mengecup kening Rara.


"Kak, ingat kata dokter, masih belum boleh"ucap Rara.


"Heummm...apa boleh buat,ya sudah kakak tahan saja"ucap Jerry pasrah.


"Jangan sedih gitu nanti juga, masih bisa "ucap Rara.


"Tidak apa-apa sayang"ucap Jerry, yang kembali mendaratkan kecupan di pipi Rara.


mereka pun tiduran sambil berpelukan .


di kediaman Jane, saat ini tengah terjadi perdebatan antara Jane, dengan Sky, yang ngotot ingin segera menikah, tapi Jane belum siap untuk itu.


"Bang jika kamu ingin segera menikah, sebaiknya cari saja orang lain,aku belum siap untuk itu,aku masih takut jika nanti terjadi sesuatu pada kita berdua aku takut kegagalan"ucap Jane, yang memang sedari kecil benci dengan pernikahan.


"Sayang kita sudah sama-sama dewasa, dan jika kamu belum siap untuk menikah lalu untuk apa?... kita berpacaran,aku tidak ingin membuang-buang waktu untuk itu, sekarang terserah kamu mau atau tidak aku tidak"ucap Sky.


"Abang aku mau menikah tapi aku tidak ingin secepat ini, aku butuh persiapan"ucap Jane.


"Sudah lah sebaiknya kita akhiri saja semua nya karena percuma saja terus dipertahankan juga, mungkin kita tidak berjodoh"ucap Sky.


Deg....


Rasanya teramat menyakitkan, kata-kata Sky, yang tidak biasa itu.


"Baiklah jika itu mau Abang, aku tidak akan menahan Abang untuk tetap tinggal, karena percuma aku mempertahankan Abang, sementara orang yang dipertahankan, tidak mau mengerti keadaan ku"ucap Rara, sambil beranjak pergi ke kamar.


"Kamu yang tidak pernah mau mengerti Jane, aku adalah pria normal, jika aku tidak bisa terus-terusan menahan hasrat ku, untuk menyentuh mu, dan dari pada berdosa lebih baik kita menikah saja, tapi jika kamu tidak pernah ingin serius lebih baik aku yang mengalah"ucap Sky.


Jane, mematung di tempatnya dia yang saat ini tengah berderai air mata, langsung menghapus air mata nya, dan berbalik.


🌹💖💖💖🌹


Akhirnya diputuskan bahwa Jane akan segera menikah dengan Sky, yang kini sudah kembali menjadi dosen di beberapa universitas , Sky, setiap hari sibuk mengajar dari kampus satu ke kampus yang lain nya, sesuai jadwal yang telah ditentukan.


Jerry yang mendengar itu, dia merasa heran dengan adiknya yang terlihat sangat tertekan, Jerry , tau adiknya itu tidak pernah ingin menikah meski dia adalah wanita normal Jane memiliki trauma masa kecil, dengan pernikahan kedua orang tua nya.


"Sayang kita harus bicara"ucap Jerry yang kini tengah berada di hadapan Jane.


"Kakak, aku sibuk"ucap Jane yang hendak pergi.


"Sayang, kamu tidak sedang baik-baik saja, sebaiknya kita bicara dulu"ucap Jerry.


"Kak... jangan dipaksa,lebih baik beri dia waktu"ucap Rara, yang mengelus tangan suami nya.


"Tapi kapan sayang dia tidak bisa di biarkan seperti ini"ucap Jerry.


"Sebaiknya kita tanya Sky, dia pasti tau apa yang membuat Jane seperti itu"ucap Rara.


"Aku sudah tahu semua sayang, Jane sedang tertekan dengan rencana pernikahan nya, sedari kecil dia tidak pernah mau menikah karena trauma dengan pernikahan mommy dan Daddy, karena di antara kami dia adalah anak sah dari pernikahan mommy dan Daddy sementara kami bertiga adalah anak yang lahir di luar nikah"ucap Jerry.


"Dan Jane, adalah anak yang paling menderita, sejak lahir dia tidak pernah tau wajah Daddy, sehingga setiap hari keinginan nya agar Tuhan mau memberikan dia Daddy, seperti anak lainnya, dan dengan cara hidup mandiri sedang kami hidup bergelimang harta dengan Angela yang licik itu, mommy kabur ke Paris, saat Daddy memutuskan untuk kembali kepada Angela, yang telah mengkhianati nya, dan hasil dari penghianatan nya adalah Dena"ucap Jerry.


"Mommy sempat dikhianati oleh Daddy"ucap Rara kaget.


"Tepat nya, mommy yang minta karena wanita itu menghasut nya, seakan dia yang tersakiti, saat itu, dan akhirnya mommy percaya, mommy pergi tanpa bercerai dengan Daddy, sementara kami bertiga mommy, tinggal karena mommy, tidak ingin lagi kami hidup dalam kekurangan, dan karena Jane masih berada di dalam kandungan mommy, dia akhirnya yang merasakan itu, sejak lahir dia selalu mommy tinggal bekerja, dan setelah dia bisa berjalan dan berbicara dia juga di titip di tempat penitipan anak, saat usia tiga tahun, dia sudah bisa mandi dan makan sendiri tidak hanya itu dia juga tinggal sendiri di rumah, saat mommy harus bekerja di malam hari, dan ada seorang tetangga nenek tua itu sangat baik hati, dia selalu menjaga Jane, disaat mommy tidak sedang di rumah, dia adalah Nyona Morin, wanita tua renta yang berumur panjang dan tidak pernah pikun mungkin karena Tuhan, membalas kebaikan dia selama ini, wanita kesepian itu berteman dengan gadis kecil ku yang manja hingga saat ini Jane, sering mengunjungi nya dan mengadukan semua hal yang dialami oleh nya pada wanita itu, Morin adalah ibu kedua bagi Jane"ucap Jerry panjang kali lebar

__ADS_1


Rara, malah dibuat kagum dengan wanita tua yang Jerry ceritakan, sudah seperti hidup di negri dongeng saja.


"Sayang kalau kamu ke Paris aku ikut ya,aku ingin melihat wanita legendaris itu, sudah seperti cerita di home alone saja "ucap Rara yang malah terkekeh, Jerry sendiri sadar soal itu dan ia mengangguk dan tersenyum manis pada istri nya.


"Heummm, kamu betul juga sayang,kalo di pikir-pikir cerita itu benar sedikit mirip hanya saja Jane, tidak pernah membuat sebuah perangkap untuk para penjahat, justru dia yang terkena sayatan pisau di bagian perut nya, oleh Angela, sampai saat ini aku tidak pernah memaafkan wanita gila itu"ucap Jerry, serius.


"Tapi kakak, bahagia tuh menikah dengan Dena"ucap Rara.


sontak Jerry langsung menggenggam tangan Rara.


"Sayang aku hanya ingin balas dendam kepada wanita kejam itu"ucap Jerry.


"Dendam apa?... cinta"ucap Rara lagi.


"Sayang jangan mulai ok,aku hanya mencintai kamu"ucap Jerry.


"Aku percaya kok"potong Rara, sambil beranjak pergi menuju tangga.


"Sayang mau kemana?"ucap Jerry.


"Aku mau buang air kecil"ucap Rara.


"Sini"ucap Jerry yang langsung menggendong istrinya itu.


"Jangan lama-lama aku sudah tidak kuat"ucap Rara.


"Baiklah sayang ku"kata Jerry.


sementara Jane,kini tengah duduk di balkon apartemen, wanita itu memegang gelas berisi wine, sambil menatap kosong dan berkali-kali menghembuskan nafas nya kasar, setelah itu dia akan meneguk wine tersebut.


"Aku tidak ingin menikah, jika nanti hanya akan ada rasa sakit, seperti yang mommy alami dan aku sendiri juga adalah orang yang merasakan penderitaan panjang dari sebuah pernikahan,aku tidak ingin itu terjadi lagi"ucap Jane lirih.


tapi tidak ada satupun yang bisa mengerti dirinya, selain kakak nya, Jerry.


Jane menangis memeluk lututnya sendiri saat ini dia, tidak bisa menikah tapi dia juga tidak ingin kehilangan Sky, pria yang bisa membuat nya melupakan rasa cinta yang tak wajar itu, antara dirinya dengan Jerry.


hingga sky, datang setelah mengajar, tapi dia tidak menemukan Jane, bahkan handpone, milik Jane mati.


Sky, langsung menghubungi Jerry, bertanya apa Jane, sedang dirumahnya atau tidak, saat ini sudah larut malam tapi Jane, tidak kunjung pulang.


Jerry yang mendengar itu dia langsung pergi menuju, apartemen milik Jane.


sesampainya di sana, Jerry langsung masuk ke dalam, dia melihat seluruh ruangan gelap kecuali kamar nya, Jerry langsung menyalakan lampu dan bergegas menuju kamar adiknya itu.


terlihat satu botol wine tergeletak di lantai, dan Jerry berjalan menuju balkon.


Sungguh pemandangan yang sangat miris, Jane kecil terlihat sangat menyedihkan.


Jane tertunduk sambil memeluk lutut, suara Isak tangis yang lirih terdengar dari arah nya berada Jerry langsung mendekat dan memeluk tubuh adiknya dengan posisi berjongkok.


"Sayang, kamu kenapa?... heumm kenapa?... seperti ini"ucap Jerry yang langsung mencium puncak kepala Jane.


"Tuhan sedang menghukum ku"ucap Jane


"Tidak sayang tidak, kamu hanya sedang tidak baik-baik saja"sangkal Jerry.


"Tuhan membenci ku kak, aku adalah manusia yang sangat berdosa dan yang selama ini aku jalani adalah sebuah hukuman"ucap Jane.

__ADS_1


"Tidak sayang kamu tidak salah apa-apa?... kamu berhak memiliki rasa itu, hanya saja waktu yang kurang tepat"ucap Jerry, sambil terus memeluk dan mengelus puncak kepala adiknya itu.


"Aku ingin mati saja kak"


__ADS_2