
Jerry langsung terperanjat ketika mendengar bahwa wanita itu mengalami kebutaan padahal kecelakaan itu, tidak mungkin menyebabkan wanita itu buta karena saat dia membawa nya ke rumah sakit wanita itu tidak separah itu, Jerry masih mencerna ucapan Edo.
"Maksud mu"ucap Jerry lagi.
"Wanita yang tadi tertabrak itu adalah wanita buta namanya Kelly Jend"ucap Jerry.
"Cari tau siapa wanita itu, dan urus semua keperluan nya kau tau harus bagaimana"ucap Jerry, sambil mengelus lembut punggung tangan adik nya itu.
"apa kakak memiliki kekasih"ucap nya .
"Jane sayang mana bisa kakak memiliki kekasih, sementara kakak tidak punya waktu untuk itu, kakak masih mempertimbangkan semua nya, kakak tidak ingin punya masalah dikemudian hari, saat kekasih Kakak protes karena kakak terlalu sibuk"ucap Jerry.
"Kak... kapan mommy pulang aku rindu dia"ucap Jane lagi.
"Entah lah sayang, tapi kamu tidak kesepian bukan"ucap Jane.
"Kakak bercanda....kakak tau sendiri selain kakak, aku tidak punya siapa-siapa lagi di sini kak Jeny dan Jordan keduanya membenci ku sedari dulu"ucap Jane,sedih.
"Jangan diambil hati mereka tidak seperti itu, mereka tetap saudara kita dan kakak tau mereka orang nya baik hanya saja tidak pintar mengungkapkan nya"ucap Jerry, menghibur adik bungsu nya.
"Siapa bilang kami memang sangat membencinya karena dia kita kehilangan mommy Juli dan mommy Angela"ucap keduanya.
"Jordan ... Jeny, kalian itu tidak pernah berubah sikap kalian masih egois seperti wanita itu "ucap Jerry, menegur mereka berdua.
"Dia mommy kita kak..."ucap Jeny.
"Wanita itu lah sumber kehancuran keluarga kita, andaikan Daddy dan kalian tidak memilih nya, mommy dan Daddy tidak akan pernah berpisah"ucap Jerry, sedikit emosi.
"Kakak, selalu saja membela dia kakak pilih kasih"ucap Jordan.
"Jordan!!... tidak seharusnya kau bilang seperti itu,kau tau dia adik kita yang paling kecil seharusnya kamu menyayangi nya,sama seperti kau menyayangi Jeny"ucap Jerry semakin geram.
"Bela saja dia terus Kakak memang tidak pernah sayang kita lagi"ucap Jeny.
"Kau...."
"Sudah kak, jangan bertengkar lagi, jika Jane tidak kalian harapkan Jane, bisa pergi dan tinggal di butik Jane, sendirian"ucap Jane sambil pergi langsung menuju kamar nya.
"Semua ini salah kalian berdua, jika terjadi apa-apa dengan Jane, kalian akan tau sendiri akibatnya"ucap Jerry,tegas.
"Bela terus"ucap keduanya sambil beranjak pergi menuju kamar masing-masing, pria dan wanita yang baru mau menginjak usia dewasa itu begitu sulit diberikan pengertian.
Jerry, yang merasa sangat pening setelah pulang kerja dan Kini dia harus ribut dengan kedua adik nya yang bandel itu, Jerry, disini begitu frustasi, karena terlalu banyak menanggung beban di usia nya yang baru dua puluh empat tahun.
Jerry langsung pergi menuju kamar adik bungsu nya ini sudah pukul dua dini hari,tapi mereka belum ada yang beristirahat, saat ini bahkan kedua adik nya baru kembali dari luar entah apa yang mereka lakukan di luaran sana, meski Jerry, memerintahkan orang untuk mengawasi mereka.
"Jane sayang kamu sedang apa heumm, jangan begini kakak tidak suka, kamu tidak usah hiraukan mereka, tapi kamu harus lihat kakak, kamu punya kakak yang akan selalu menjaga dan melindungi mu, hingga nanti"ucap Jerry, yang menghentikan tangan Jane, yang kini tengah mengemas barang-barang milik nya kedalam koper.
"Aku tidak mau kalian ribut gara-gara aku, seharusnya, aku dan mommy tidak kembali agar hidup kalian tidak terganggu"ucap Jane.
"Hey, sayang itu malah terlihat begitu kejam kakak juga rindu kalian, kakak sayang kalian dan mommy juga mommy nya kakak dan kita semua"ucap Jerry lembut.
"Baiklah, Jane, saja yang keluar dari rumah ini"ucap Jane.
__ADS_1
tapi saat hendak mengemas barang-barang nya kembali, Jerry langsung menarik tangan Jane, Jerry langsung memeluk adik kesayangannya itu.
"Kakak tidak akan pernah biarkan itu terjadi,kau adik kesayangan ku, dan aku tidak akan pernah mengizinkan siapa pun menyakiti mu, jika kamu kekeuh ingin pergi maka mari kita pergi sama-sama"ucap Jerry.
tapi seketika Jane menggeleng kan kepala nya, "Hanya aku kak"ucap Jane lirih.
"Tidak,kau adikku dan aku tidak akan membiarkan mu kesepian lagi mulai besok setelah pulang dari sekolah dan butik kakak akan menjemput mu, atau kamu bisa pergi ke kantor "ucap Jerry yang kini masih memeluk adiknya itu.
"Aku tidak janji kak"ucap Jane, yang kini masih berada di dalam pelukannya.
sementara itu di Indonesia, Juli tengah menikmati senja bersama dengan Edgar, pria dan wanita paruh baya itu, tidak memiliki kegiatan lain, selain duduk bersantai atau pun berada di dalam kamar, mereka selalu melepas rindu meski usia mereka sudah tidak muda lagi.
Juli, bahkan sering ditemani oleh Edgardo dan Senny, dua pasang paruh baya itu selalu melakukan aktivitas yang sama.
Edgardo, yang hanya memiliki dua orang anak kini dia tidak pernah mengurusi perusahaan milik nya lagi karena kedua anak nya mengambil alih perusahaan nya saat ini, anak laki-laki nya yang baru saja menikah dengan anak dari rekan kerja nya selama beberapa tahun terakhir.
Juli bahkan sering mengasuh cucu dari Edgardo yang begitu menggemaskan,cucu Edgardo, yang pertama adalah anak perempuan yang sangat cantik dan menggemaskan, setiap hari dia tinggal bersama dengan Senny dan Edgardo, karena ayah ibunya selalu sibuk bekerja, bahkan menantu Edgardo itu kini tengah mengandung anak keduanya cucu laki-laki mereka.
berbeda dengan anak perempuan Edgardo, yang hingga sekarang memilih untuk menyendiri setelah kepergian Alexander ke negara nya,dulu gadis cantik yang kini sudah menginjak usia dewasa itu lebih menutup diri.
sementara Alexander sendiri sudah dikabarkan menikah dengan seorang model cantik asal negara nya, dan sudah dikaruniai seorang anak,kabar itu begitu nyata terpanggang jelas di sebuah majalah bisnis.
tapi Edgardo, sebagai ayah dia selalu menguatkan dan mendukung keputusan apapun yang diambil oleh putri nya selama ini.
Senny selalu menangis diam-diam disaat melihat putri nya sering duduk termenung di sela kesibukan nya, Senny bisa merasakan posisi putri nya selama ini, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa,meski dia bisa meminta Alexander, untuk menikah dengan putri nya itu, tapi putri nya tidak pernah ingin kan itu menurut nya, mereka tidak pernah berjodoh meski rasa cinta itu abadi semenjak pria itu pergi.
Juli yang mendengar kisah tersebut dia sendiri hanyut dalam cerita itu dan ia ikut menitikkan air mata nya.
"Kau harus kuat, Senny sebagai ibu kau yang harus bisa menguatkan putri mu"ucap Juli.
"Kau memang ibu yang baik"ucap Juli lagi.
🌹💖💖💖🌹
Di Paris, Jerry sudah dua Minggu ini datang berkunjung ke butik milik adiknya Jane, hanya sekedar untuk makan siang ataupun sengaja menjemput nya setelah kembali dari sekolah, sebagai kakak yang baik, dia tidak ingin adiknya merasa kesepian, Jane kini tinggal di apartemen milik Jerry, gadis itu tetap kekeuh ingin tinggal sendiri di luar rumah dan Jerry tidak mengijinkan itu, kecuali Jane, bersedia tinggal bersama dengan nya di apartemen milik nya.
seperti saat ini sepulang dari kantor mereka berdua baru singgah di basement apartemen.
Jerry membuka seat belt di tubuh Jane yang kini tengah tertidur pulas di samping nya Edo, keluar lebih dulu, dan langsung bergegas membuka pintu untuk bos nya itu.
Jerry turun dan berjalan mengitari mobil nya dia langsung mengangkat tubuh Jane yang masih tertidur pulas di jok belakang tersebut.
dibawa nya tubuh ramping adik kesayangannya itu, dia tidak pernah mengeluh sekalipun dalam keadaan cepek sekalipun, yang terpenting baginya saat ini adalah Jane selalu baik-baik saja dan tidak akan pernah merasakan kesepian.
hingga keluar dari lift,di lantai teratas gedung apartemen itu, Jerry masih setia menggendong adiknya ala bridal style, dan sesekali ia tersenyum saat melihat wajah teduh wanita cantik itu.
Jerry, selalu melihat Jane, saat kecil yang selalu menempel pada nya karena kedua adik nya yang kembar itu selalu memarahi Jane si gadis kecil yang bahkan hanya bisa menangis dalam diam.
"Kau sangat cantik adikku sayang, semoga kelak kau temukan bahagia mu dan mendapatkan jodoh jodoh yang terbaik"ucap Jerry sambil mengecup kening adiknya itu.
"Tuan"ucap Edo yang kini mempersilakan tuanya masuk.
"Edo bagaimana man orang dengan tugas yang aku berikan kemarin"ucap Jerry menanyakan tentang kedua adik kembar nya yang selama ini diawasi oleh orang suruhan Edo.
__ADS_1
"Masih sama tuan mereka selalu mengunjungi tahanan saat setelah pulang kuliah"ucap Edo.
"Heummm... sudah kuduga, mereka tidak akan pernah bisa berubah jika wanita rumah itu selalu mencuci otak mereka"ucap Jerry, pelan.
"Apa??... kita harus melakukan sesuatu tuan "ucap Edo bertanya.
"Tidak sekedar Do... sebaiknya kita terus mengawasi nya ada saat nya bertindak nanti"ucap Jerry, yang kini mencoba menahan diri.
setelah membaringkan Jane di atas ranjang nya, Jerry langsung menyelimuti nya dan mengecup puncak kepala adiknya dengan sayang lalu berkata"Aku tidak akan membiarkan wanita itu menyakiti mu lagi sayang ku"ucap nya lirih.
yang dimaksud Jerry, adalah Angela, yang selalu berusaha menyakiti adik bungsu nya itu karena menurut nya Jane adalah jantung hati Juli, selama ini padahal wanita itu sangat keliru karena Juli menyayangi keempat anak nya yang kini telah tumbuh besar, tidak ada bedanya.
hanya saja Juli memang sangat dekat dengan Jane, karena Jane masih sangat membutuhkan nya, dari keempat anak nya itu.
Jerry langsung kembali ke kamar nya, dan membersihkan diri setelah lima belas menit berada di dalam kamar mandi, Jerry keluar dengan menggunakan bathrobe dengan handuk kecil di tangan, yang ia gunakan untuk mengeringkan rambut nya yang kini terlihat sangat basah.
Jerry berjalan menuju walk-in closed , untuk menggunakan baju tidur nya, pria itu selalu menggunakan sleep pajamas karena saat ini dia tinggal bersama dengan adik perempuan yang jika sedang mimpi buruk Jane akan berlari ke dalam kamar nya dan langsung memeluk nya, itulah kenapa, dia selalu berusaha mengubah kebiasaan lama nya jika tidak hanya menggunakan bokser dan bertelanjang dada, tapi saat ini dia begitu tertutup .
dan benar saja, saat Jerry hendak membaringkan tubuhnya, terdengar suara teriakan Jane, yang kini sudah berlari ke arah nya dari kamar sebelah yang sangat berdekatan tersebut, Jerry, memang sengaja tidak pernah mengunci pintu kamar nya selama ini agar Jane, tidak perlu mengetuk pintu.
Jane langsung menghambur memeluk Jerry, yang kini dalam posisi duduk, Jane berhambur kepangkuan pria bertubuh kekar itu, tanpa rasa canggung padahal saat ini mereka sudah dewasa.
"Kakak, aku takut, aku tidak mau tidur sendirian lagi, nenek sihir itu datang lagi "ucap Jane, merengek seperti anak kecil.
"Sayang, kamu hanya mimpi, mana ada nenek sihir di apartemen kakak, pasti sebelum tidur kamu lupa baca do'a iya kan"ucap Jerry.
"Tapi kak,itu nyata kakak bisa lihat sendiri"ucap Jane yang masih gemetaran.
tubuh gadis itu masih bergetar hebat pelukan nya begitu kuat, Jerry memeluk nya erat lalu mengelus punggung dan puncak kepala nya.
"Tidur lah disini biar kakak tidur di sofa"ucap Jerry lembut.
"Tidak kakak, aku tidak mau tidur sendirian aku ingin tidur di peluk aku"ucap Jane yang kembali memeluk Jerry erat.
Jerry tidak bisa menolak keinginan adiknya itu.
"Baiklah kakak akan memeluk mu, jadi tidurlah.bujuk Jerry lembut.
Jerry pun membantu adiknya itu untuk berbaring dan menyelimuti tubuh nya setelah itu dia ikut merebahkan diri nya di samping Jane dan memeluk Jane.
gadis itu pun kembali tertidur, setelah terdengar dengkuran halus, Jerry langsung memencet tombol otomatis untuk mengunci pintu kamar nya itu. lalu dia pun memejamkan mata nya, ikut terpejam.
keesokan paginya seperti biasa Jerry akan menyiapkan sarapan walaupun hanya sandwich yang di isinya selai coklat kesukaan Jene, dan satu gelas susu untuk adiknya dan teh hijau untuk dia sendiri itu sudah lebih dari cukup untuk ukuran seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya itu.
Jerry yang sedari tadi sudah bersiap dengan pakaian kerja nya, dia langsung membangunkan adiknya.
Jane bukan tipe gadis yang malas jadi cukup mengelus puncak kepalanya dan itu bisa membuat Jane, terbangun dan tersenyum manis lalu mencium pipi kanannya seperti kebiasaan nya dari kecil.
"Bangun sayang ini sudah pagi"ucap nya lembut.
"Iya kakak ku sayang muachh"ujarnya sambil bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.
"Kakak tunggu dibawah ya,buruan jangan sampai telat, kakak akan mengantar kamu ke sekolah"ucap Jerry tegas.
__ADS_1
"Iya"teriak nya dari dalam kamar mandi milik Jerry, karena disana juga terdapat segala keperluan sehari-hari nya.
Jerry langsung turun ke bawah dan duduk di sofa ruang televisi sambil menunggu adiknya mandi dan bersiap dia duduk sambil memangku laptop nya, saat ini, iya bahkan sampai fokus ke arah laptopnya.