
Hari demi hari mereka lalui dengan bergantian menjaga Jane, begitu juga dengan Jerry yang akan selalu menyempatkan diri untuk menjenguk dan bercerita tentang aktifitas nya atau mengobrol tentang dia dan Jane, tapi itu sepertinya sia-sia saja, sampai saat ini Jane masih tetap sama kondisi nya dengan pertma kali masuk ke dalam ruangan tersebut.
hanya saja keadaan fisik nya yang terlihat mulai membaik, jahitan yang sudah mengering dan tidak bengkak lagi, meskipun kondisi fisik nya mulai membaik tapi Jane belum menunjukkan respon apapun hingga saat ini, padahal sudah satu bulan berlalu.
hari ini Rara dan vamela bersama vio tengah duduk di bangku taman rumah sakit, karena yang menjaga Jane adalah Juli, Rara pun datang berkunjung setelah berkali-kali mendesak Jerry agar mengijinkan nya untuk menjenguk sahabat sekaligus adik iparnya itu.
sementara Sky, akan datang sepulang mengajar.
Juli akan menangis setiap kali melihat kondisi putri bungsu nya itu, dia akan melihat tangis Jane kecil yang meminta Daddy padanya.
Juli duduk di kursi samping berankar yang ditempati oleh Jane selama ini ranjang yang sudah ditiduri oleh putri kecilnya selama satu bulan itu tampak sangat bersih dan rapi karena perawat akan membersihkan itu setiap dua hari sekali,baju pasien yang dikenakan Jane , akan diganti satu hari sekali oleh perawat yang sudah sangat ahli dengan ketelitian yang sangat tinggi didampingi oleh dokter atas permintaan Juli dan Edgar, Karena tau putri nya tidak akan nyaman jika memakai baju dalam jangka waktu yang lama.
berbeda dengan saat pertama hingga tiga mingguan sebelum nya,Jane. hanya diberi selimut dan tidak menggunakan baju karena hampir sekujur tubuh nya terdapat luka-luka bekas operasi, saat ini pun masih tapi sudah bisa di pakai kan baju meski harus ekstra hati-hati.
dan setiap beberapa jam sekali dokter akan terus memantau perkembangan Jane, Juli terus menerus meminta agar dilakukan perawatan terbaik untuk putri nya.
Jerry akan kembali ke rumah sakit dari kantor langsung ke rumah sakit hingga beberapa jam lamanya di sana, dan itu sudah menjadi rutinitas nya selama satu bulan ini seperti saat ini dia langsung bergegas masuk ke dalam ruangan tersebut setelah menggunakan seragam lengkap yang dianjurkan di ruangan steril tersebut.
hingga sampai di dalam Jerry, selalu berusaha menahan kesedihannya, dia tidak pernah bisa melakukan itu derai air mata nya selalu jatuh saat melihat peralatan medis yang masih menyokong kehidupan adiknya itu saat ini.
"Hi... sayang kamu apa?... kabarnya hari ini , maafkan kakak baru datang tadi di kantor terlalu banyak pekerjaan, apa kamu tau Vamela, bilang perhiasan terbaru itu laris manis di pasaran, kamu tidak penasaran ingin melihat itu"ucap Jerry lirih sambil mengecup puncak kepala adiknya itu.
"Satu lagi sayang, keponakan mu ternyata kembar, mereka satu pasang cewek dan cowok"ucap Jerry sambil terisak kecil, pria itu terus mengusap air mata nya yang berjatuhan di punggung tangan Jane.
"Sayang kakak, sayang kamu jadi jangan pernah berubah karena sampai kapan pun kakak sangat mencintaimu, apapun yang terjadi nanti atau pun sampai kakak tutup usia, kakak akan tetap mencintai mu kakak mohon bangunlah,kakak sangat merindukan mu princess, kamu adalah satu-satunya wanita yang paling berharga di keluarga kita, setelah mommy"ucap Jerry sambil menangis sesenggukan .
pria itu masih terlihat sangat terpukul meskipun sudah lama dan sering melihat itu.
sementara Rara, saat ini tengah duduk di depan meja rias karena baru saja habis mandi, dan dia ingin mengeringkan rambut nya, setelah menggunakan skincare, tapi dia terlihat sangat murung, bagaimana tidak selain kesedihan itu masih sangat terasa di rumah besar itu.
dan sudah satu bulan lebih dia tidak pernah bertemu suaminya sebelum tidur, karena Jerry akan pulang saat pukul satu atau dua pagi dini hari setelah sekembalinya dari rumah sakit, Jerry akan langsung membersihkan diri setelah itu langsung tidur di samping Rara.
"Mas aku juga sangat sedih Jane belum juga membaik tapi aku juga butuh perhatian"ucap nya lirih, saat ini dia terbangun tepat saat Jerry baru tertidur.
"Maaf kan aku, jika aku egois aku juga tidak tau kenapa?.."ucap Rara lirih.
Jerry tidak sedikit pun bergeming saat ini mungkin karena terlalu lelah sehingga tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Rara.
Rara bangkit dan berjalan menuju kamar mandi dia hendak membersihkan diri dan menjalankan ibadah sholat subuh, yang sudah tiba waktunya saat ini.
Rara berdoa, sesuai yang dia pelajari selama ini untuk kebaikan seluruh keluarga nya, Rara juga berdoa semoga suaminya tidak pernah berubah jika kelak Jane sadar karena yang Rara tau mereka sebenarnya saling mencintai satu sama lain, tapi karena mereka adalah saudara akhirnya Jerry mencari wanita lain, dan diri nya adalah wanita itu.
__ADS_1
Rara, sangat terkejut saat mendengar hal itu, andaikan saja dia tau sejak dulu mungkin Rara tidak akan pernah mau Jerry nikahi tapi saat ini nasi sudah menjadi bubur, Rara hanya berharap Jerry, benar-benar mencintai nya, bukan karena pelarian semata.
meskipun Jane merestui pernikahan mereka selama ini bahkan Jane, adalah orang yang memilih nya untuk sang kakak,tapi entah apa... yang terjadi akhirnya bisa seperti saat ini.
Rara, tidak bisa memejamkan mata lagi saat ini dia langsung bangkit dan berjalan menuju arah tangga, wanita itu turun ke lantai dua, dia langsung membuka pintu balkon kamar tempat nya duduk menyendiri selama ini.
Air mata nya meleleh dia benar-benar dibuat bingung, saat ini apa dia sudah melakukan kesalahan karena hadir di antara mereka, selama ini.
Maaf kan aku Jane, andaikan saja aku tau kamu tidak pernah mau menikah karena semua ini, mungkin aku akan menjauh dari orang yang selama ini menjadi suami dan Ayah dari kedua anak ku"ucap Rara lirih Rara terduduk di lantai depan pembatas balkon tersebut dan sesekali mengusap air mata yang terjatuh, dia merasa sangat bersalah sekaligus merasa terabaikan sehingga dia mengira Jerry tidak pernah mencintai nya dan hanya menjadikan dirinya sebagai pelampiasan.
Jerry sudah bangun dia menatap ke semua arah ruangan kamar nya tapi tidak Rara disana Jerry bergegas menuju kamar mandi lalu langsung mandi setelah itu masuk kedalam walk-in closed untuk mengambil pakaian, Jerry berpikir mungkin Rara lupa untuk menyiapkan semuanya.
Jerry pun turun setelah rapi dengan stelan jas mahal nya seperti biasanya dan itu semua hasil rancangan Jane, selama ini.
🌹💖💖💖🌹
setelah mencari kesana kemari Jerry tidak menemukan istrinya dia mengambil handphone hendak memeriksa Cctv, tapi tiba-tiba Rara datang menghampiri nya di meja makan melihat Jerry yang sedang dilayani oleh pelayan, Rara langsung mengambil alih dia tidak berkata apa-apa dia hanya menghidangkan sarapan Jerry, setelah itu dia langsung duduk dan ikut sarapan.
Jerry, sedari tadi tidak menyentuh makanan tersebut, dia terus menatap pada Rara yang kini makan sarapan pagi nya, tanpa menoleh sedikit pun dia terus fokus pada makanan nya.
Jerry masih tetap diam hingga Rara, selesai makan dia langsung minum dan mengusap bibirnya dengan tisu setelah itu berdiri dan menggeser kursi meja makan tersebut.
"Vierra...aku minta maaf... jika aku punya salah, tapi lebih baik kita bicara daripada kamu seperti ini"ucap Jerry yang datar bahkan tanpa embel-embel sayang, seperti biasa.
sudah pasti dirasakan Rara, bahkan air mata nya sudah terjatuh tapi dia langsung mengusap nya secara kasar setelah itu dia menjawab"Kita tidak pernah punya masalah,aku hanya takut mengganggu kak Jerry yang super sibuk"ucap Rara yang langsung berlalu pergi meninggalkan meja makan itu.
Jerry langsung berdiri berjalan cepat hendak menyusul Rara, yang tidak menoleh lagi ke arah nya, meskipun berkali-kali dia memanggil istrinya itu.
"Sayang please berhenti,aku minta maaf honey please berhenti"ucap Jerry yang kini sudah berada di depan pintu lift.
"Setelah anak ini lahir kita lebih baik bercerai,aku tidak ingin menjadi orang ketiga yang menghalangi hubungan kalian, setelah anak ini lahir, menikah atau pun tidak kedepan nya kalian akan bisa tinggal bersama dan tidak akan ada orang lain yang masuk merusak kebahagiaan kalian"ucap Rara.
Jerry terbengong saat mendengar istri nya berbicara yang menurut nya, benar-benar ngelantur saat ini.
"Vierra... jangan salah paham sayang selama ini aku memang benar-benar sibuk hingga pulang malam seperti ini,aku juga mengurus perusahaan cabang, dan apa?... yang kamu maksud dengan kalian"ujar Jerry sambil terus menggenggam tangan Rara, yang minta dilepaskan saat ini.
"Kakak, tidak usah menyangkal aku tau semua nya, maaf karena aku hadir dan merusak kebahagiaan kalian,aku sangat mencintaimu, tapi andaikan saja aku hanya dijadikan pelarian aku benar-benar akan pergi menjauh dari mu, tidak peduli aku akan hidup dan mati nanti nya, maafkan aku"ucap Rara, dan akhirnya tangis nya pun pecah Rara langsung melepaskan genggaman tangan Jerry, dan hendak pergi, tapi Jerry langsung menahan nya.
pria itu langsung membawa Vierra kedalam dekapannya.
Jerry berjalan menuju kamar dengan Rara, didalam gendongan nya.
__ADS_1
"kak,lepas aku!"ucap Rara memberontak.
"Tidak akan"ucap Jerry tegas.
"Lepas kak, aku akan pulang ke rumah ku saja sampai saat nanti lahiran, kita akan putuskan kedua anak ini ikut aku atau kamu"ucap Rara.
"Vierra!"bentak Jerry yang benar-benar marah mendengar ucapan Rara yang menurutnya sudah sangat keterlaluan.
perdebatan itu terus berlanjut hingga mereka tiba di dalam kamar, Jerry mendudukkan Rara di atas ranjang.
"Sekarang sebaiknya kamu istirahat honey, dan jangan pernah berpikir yang macam-macam"ucap Jerry.
"Aku tidak berpikir macam-macam, semua adalah kenyataan kak, kamu hanya menjadikan ku, sebagai pelampiasan mu,aku tidak pernah ada di dalam hati mu"ucap Rara yang hendak turun dari ranjang namun Jerry segera menahan nya.
"Please honey, kamu mengerti,aku tidak dalam keadaan baik-baik saja, kamu tau adikku Jane, masih belum kunjung sadar juga bahan hingga saat ini tidak ada perkembangan sama sekali, aku mohon mengertilah"ucap Jerry.
"Apa?... selama ini aku kurang mengerti kak, dimana kurang nya aku kakak tau setiap hari setiap malam aku berdoa untuk keselamatan Jane dan kalian semua aku tidak pernah protes, kakak lebih perhatian pada nya, karena aku sangat mengerti,tapi saat aku tau kamu hanya menjadikan ku pelampiasan mu, aku sadar diri kasta kita terlalu jauh berbeda"ucap Rara.
"Vierra!..."ucapan mu semakin tidak jelas, sudah aku katakan aku minta maaf jika aku salah tapi semua yang kamu tuduhkan semuanya itu tidak lah benar"ucap Jerry.
"Aku mencintai mu setulus hati ku,sepenuh jiwa ku Vierra, apa?... kamu tidak pernah merasakan itu,aku sangat mencintaimu"ucap Jerry.
"Tidak...kak kamu hanya mencintai Jane, bukan aku atau istri pertama mu"ucap Rara, sambil menatap lekat wajah tampan yang terlihat sendu itu.
"Aku hanya mencintai nya, sebagai adikku, tidak lebih Vierra, mungkin kami terlihat begitu dekat, karena kami memang dekat sedari dia masih kecil, dan hanya aku yang menjadi teman sekaligus pelindung nya, selama ini itulah kenapa?...aku sangat heran Jane, yang penyendiri disini dia memiliki teman"ucap Jerry sedikit emosi.
"Aku hanya mencintai mu, Vierra, tapi aku mohon mengertilah saat ini mungkin aku lebih memperhatikan nya, karena saat ini adikku butuh support dari kami meski harapan tidak kunjung datang, adikku masih sama keadaan nya,aku mohon mengertilah ucap Jerry yang kini berjongkok dan menghambur ke pangkuan Rara pria itu menangis sesenggukan.
Vierra, terdiam sejenak tapi kemudian dia mengelus puncak kepala suaminya"Maafkan aku yang telah egois ini kak,aku seharusnya bisa mengerti kamu, tapi aku memang bukan istri yang baik maaf"ucap Vierra lirih.
"Tidak sayang kamu adalah istri yang paling baik, dan paling pengertian, seharusnya aku yang minta maaf karena tanpa sengaja telah mengabaikan kewajiban ku"ucap Jerry.
"Sudah lah, kakak pasti kesiangan pergi ke kantor, nanti aku suruh bibi siapkan sarapan pagi yang baru,aku minta maaf"Ucap Rara sambil bangkit namun namun Jerry menahan nya, dia menyambar bibir seksi milik istrinya itu.
mereka pun akhirnya saling bercumbu melepas rindu di sana hingga pukul sepuluh pagi belum juga ada yang selesai, keduanya sedang asyik bercinta di tengah badai kesedihan, tapi hal satu itu juga mereka lakukan untuk memperbaiki hubungan.
"Tidur lah jika sayangku ini lelah, hari ini aku tidak jadi ke kantor tapi mau menemani Daddy, yang akan mengurus kepindahan Jane ke rumah sakit yang ada di Singapura"ucap Jerry.
"Kak... apa disini masih kurang canggih"ucap Rara, bertanya.
Tidak disini juga bagus hanya saja Jane membutuhkan perawatan khusus dan dirumah sakit itu katanya ada alat nya"ucap Jerry.
__ADS_1
"Apa?... masih ada harapan untuk Jane agar segera sembuh.
"Harapan yang tidak kunjung datang selama satu bulan ini kita selalu berharap akan ada keajaiban minimal Jane bisa kembali sadar meskipun butuh proses lama untuk mengobati cedera pada tubuh nya, tapi hingga saat ini, belum ada tanda-tanda dia akan bangun"ucap Jerry lirih.