
"Aku pergi kemana pun bukan urusan mu tuan Adam"ucap Ghealova sambil berjalan menuju kamar nya.
"Jelas itu urusan ku"ucap Adam tegas.
"Kita tidak memiliki hubungan apapun, jadi tidak ada kaitannya dengan apa? yang aku lakukan kapanpun itu"ucap Ghealova.
"Ghealova, kamu lupa, bahwa aku adalah calon suami mu"ucap Adam tegas.
"Adam, aku bukan wanita bodoh, jika kamu lupa"ucap Ghealova yang kembali berjalan tanpa melirik kearah Adam yang kini mengikuti nya, hendak meraih tangan Ghealova tapi wanita itu sudah lebih dulu masuk kedalam kamar yang langsung terkunci otomatis itu.
Adam bahkan menggedor-gedor pintu kamar itu, tapi Ghealova tidak peduli, dia pun terduduk di tepi ranjang, tangis pilu itu kembali jatuh.
Ghealova meratapi nasibnya dia selalu dipermainkan oleh lawan jenis yang menjadi pasangan nya.
sementara Juni dia pun kini tengah berbaring di ranjang karena wanita itu juga tengah menitikkan air mata nya, karena teringat keluarga nya, saat ini dia bisa menerima Gavin, tapi untuk keluarga nya dia masih sulit untuk menerima kenyataan bahwa keluarga nya sudah tega mengorbankan diri nya.
hingga sebuah tangan melingkar di pinggang nya dan kecupan bertubi-tubi, Juni terkejut tapi saat tersadar bahwa pria itu adalah suaminya dia langsung mengusap air mata nya secepat mungkin agar Gavin tidak pernah tau bahwa Juni tengah menangis.
sementara Gavin bukan tidak tau istrinya tengah menangis hanya saja, pria itu tidak ingin memperparah keadaan itu.
Gavin, pun memeluk Juni dari belakang dan sesekali pria itu mengelus perut rata Juni.
"Sayang apa? hari mu menyenangkan"ucap Gavin.
"Heumm"jawab Juni.
"Apa? besok ada waktu"ucap Gavin.
"Aku selalu punya waktu senggang"jawab Juni.
"Aku ingin membawa mu berlibur di pulau sayang"ucap Gavin.
"Aku ingin pulau cantik milik kak, Ghealova"ucap Juni.
"Baiklah Sayang minta nomor Ghealova, aku akan menghubungi nya"ucap Gavin.
"Tidak usah repot-repot, kak Ghealova akan mengijinkan ku datang, dan tinggal"ucap Juni.
"Baiklah Sayang"ucap Gavin.
Gavin langsung, mengangkat tubuh istrinya dan membawa Juni menuju meja makan, karena asisten rumah nya bilang jika nona nya bahkan tidak menyentuh makanan, sedari tadi pagi, dan di pesta pun seperti yang dia tau, lewat orang-orang nya Juni tidak juga menyentuh makanan, dia begitu khawatir pada istri dan anak nya,lalu dia pun membuat makanan favorit istrinya.
"Ini kamu yang masak sayang"ucap Juni.
"Tentu saja Sayang, karena istri kesayangan ku tengah mogok makan, jadi aku langsung pulang karena takut cinta ku sakit"ucap Gavin lembut.
Juni pun merasa tersanjung, dengan ucapan Gavin, dan langsung meminta Gavin menyuapinya.
hingga menghabiskan banyak makanan yang Gavin, sediakan, wanita itu menjadi begitu lapar, saat Gavin menatap nya penuh cinta.
"Terimakasih sayang aku laper"ucap Juni yang merasa tidak enak hati karena makanan yang terhidang tadi habis oleh nya.
"Aku bahagia kamu bisa menghabiskan semua nya Sayang, karena dengan begitu, rasa lelah ku terbayarkan, semoga kalian selalu bahagia"ucap Gavin.
__ADS_1
"Amin" jawab Juni.
sementara itu di apartemen, Ghealova tidak bisa berontak saat Adam, menarik nya kedalam dekapannya saat itu juga.
"Adam lepas, kita sudah tidak punya hubungan apapun, aku mohon jangan biarkan semua nya menjadi sulit"ucap Ghealova.
"Honey, aku tidak pernah melepaskan mu, sampai kapan pun tidak akan!"teriak Adam.
"Kamu sudah punya istri, jadi tidak usah berpura-pura"ucap Ghealova.
"Bukan kah itu permintaan pertama mu, untuk merasakan bagaimana rasanya menjadi pelakor, dan disaat semua akan terwujud tapi kau mundur begitu saja" ucap Adam.
Adam, langsung menarik Ghealova ke pangkuan nya hingga Ghealova memekik wanita itu bahkan merasakan sakit yang teramat, saat Adam memaksa nya untuk duduk di pangkuan nya sangat kasar.
"Aku, tidak suka dengan penolakan, dan kamu tau sendiri siapa aku selama ini,aku sangat mencintaimu dan tidak akan ada seorang pun yang akan mampu menghentikan ku" ucap Adam.
"Kau gila Adam ,kau sakit"ucap Ghealova.
"Aku gila aku sakit semuanya karena kamu!"teriak Adam yang kini meninju meja keras yang ada di hadapannya hingga pecah.
"Adam kita tidak akan pernah bisa bersama sebaiknya kembalilah kepada nya"ucap Ghealova yang hendak pergi.
"Tidak, kamu tidak bisa pergi dari ku, Ghea kamu dengar itu!"ucap Adam lagi-lagi berteriak, dan teriakan itu kembali membuat Ghealova menutup mata dan telinga nya .
Ghealova terus berjalan hendak keluar tapi kemudian Adam berhasil meraih lengan Ghealova dan menarik nya membawa wanita itu masuk kedalam kamar nya dan mengikat tangan dan kaki nya lalu melemparkannya ke atas ranjang.
"Kau tidak bisa kemana pun, karena aku tidak akan membiarkan itu terjadi"ucap Adam terlihat kilat mata tajam gaun yang Ghealova kenakan saat semakin menurun di bagian dadanya, dan itu membuat Ghealova merasa risih, dia pun berteriak pada Adam meminta dia menyelimuti tubuh nya, dengan alasan kedinginan.
"Adam jika kamu tidak bisa membiarkan ku pergi, aku mohon tolong selimut tubuh ku, rasanya sangat dingin aku tidak kuat"ucap Ghealova yang tiba-tiba berakting seakan sedang menggigil.
"Adam, aku mohon"ucap Ghealova.
"Tidak sudah aku bilang tidak ya tidak, biarkan semua seperti itu, anggap saja itu sebagai hukuman, siapa? yang mengijinkan mu keluar dengan pakaian seperti itu dan menjadi pusat perhatian orang lain, apa? kau suka seperti itu jika kamu suka sekarang aku bisa membuat mu lebih terkenal dengan keadaan ini"ucap Adam yang masih begitu emosi mengingat pemberian hari ini, karena calon istri nya, masih di kait-kaitkan dengan Vio mantan suami nya.
"Aku, mohon jangan lakukan itu atau aku akan membenci mu, seumur hidup ku, Adam aku mohon jangan lakukan itu"tangis Ghealova semakin pecah kala Adam mengarahkan ponselnya semakin dekat seolah-olah tengah melakukan siaran live, padahal Adam, sedang mendeteksi sesuatu yang sedari tadi membuat Adam terganggu, sebuah Sinyal yang masuk ke ponsel nya.
Adam pun mendekat kan ponsel tersebut dan meraih sesuatu seperti sebuah permata kecil dan ternyata itu adalah sebuah alat penyadap, Adam langsung menghancurkan nya, dan setelah itu hilang sinyal bahaya di ponsel Adam.
kini pria itu berbaring di samping Ghealova sambil menghadap pada Ghealova yang kini meringkuk memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya, karena benar-benar merasa malu Adam sudah menyebarkan kondisi Ghealova saat ini.
🌹💖💖💖🌹
hingga dua jam kemudian Adam pun memeluk wanita yang kini masih menitikkan air mata tersebut, Ghealova bukan wanita yang suka mengumbar aurat meskipun dia besar di luar negeri dia selalu berpakaian sopan, hingga pesta pernikahan Widia dilaksanakan, dia ingin tampil cetar membahana, setidaknya itu untuk hari istimewa sahabat nya, tapi hal itu rupanya telah memancing emosi Adam, yang telah lama mencari keberadaan nya, berkat media akhirnya Agam, bisa melacak tempat tinggal Ghealova.
"Apa? kau sudah puas, sekarang kamu bisa pergi"ucap Ghealova sambil mendongak menatap Adam yang kini masih memeluk nya erat.
"Menurut lah sayang, agar aku tidak, melakukan kesalahan sebelum kita resmi menikah"ucap Adam .
"Kita tidak akan pernah menikah,kau sudah punya istri, dan mungkin juga anak"ucap Ghealova.
"Ghea, stop! jangan katakan apapun"ucap Adam.
"Tapi itu kenyataan nya, kau sudah menikah Adam, kamu telah menipuku, pantas saja saat itu kamu melukai gadis itu hingga ahhhhhh, Adam sakit"ucap wanita itu memekik kesakitan, karena Adam mencengkeram erat bahu Ghealova karena sangat marah.
__ADS_1
Adam tidak menghiraukan Ghealova yang kini mengerang kesakitan karena Agam benar-benar marah saat ini, Adam bahkan menodongkan senjata kearah dada Ghealova matanya berubah memerah karena amarah yang memuncak sampai saat dering ponsel nya mengalihkan perhatian nya.
"Aku tidak akan membiarkan mu hidup, jika kamu tetap kekeuh ingin pergi dari ku, karena kamu adalah wanita yang teristimewa di hati ku, aku tidak akan pernah membiarkan mu dimiliki oleh orang lain, apalagi mantan suami mu itu"ucap Agam tegas.
Adam pun bangkit dari ranjang dan pergi meninggalkan Ghealova, yang syok melihat perubahan sikap Adam saat ini.
sementara Juni sudah kembali tidur bersama dengan Gavin, karena saat ini ternyata sudah hampir subuh, bumil itu tengah terlelap di dalam dekapan hangat sang suami yang kini mendepak nya penuh cinta.
Gavin sendiri saat ini sebenarnya tidak ingin mendekat kan Juni pada keluarga nya, karena benar kata Juni gadis itu telah dikorbankan hanya untuk ikatan kekuatan hubungan keluarga.
pagi hari telah tiba Juni dan Ghealova terjaga secara bersamaan meskipun dari tempat berbeda keduanya terjaga didalam dekapan pasangan nya, masing-masing, tapi berbeda dengan Juni, Ghealova justru memalingkan wajahnya kearah lain karena masih marah dengan Adam, yang seolah tidak terjadi apa-apa.
"Pagi honey" ucap keduanya pria di ruang yang berbeda, tapi Ghealova tidak menjawab, dia bahkan terlihat acuh hingga Adam mengigit bahu Ghealova, yang menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat hingga kulit nya yang putih mulus itu terlihat memerah dan kebiru-biruan.
"Sakit tidak?"kata Adam, pria itu mengelus lembut bekas gigitan itu lalu kembali berkata, "Kamu akan tetap aman karena selama beberapa hari nanti aku akan berada di luar negeri"ucap Adam
"Aku tidak punya musuh, dan hidup ku aman dan damai "balas Ghealova.
"Yang aku maksud kan adalah gangguan pria yang mengincar mu"ucap Adam.
sementara itu di kediaman Jerry Vierra sudah terbangun sejak pagi wanita itu tengah berdiri di balkon kamar nya dalam keadaan cuaca yang sangat dingin, sudah jadi kebiasaan saat dia mengingat putri nya, yang selalu ada untuk nya, tapi kini putri nya benar-benar menjauh dan membenci dirinya karena keegoisan mertua nya.
"Sayang maafkan Mommy na, Mommy tidak bisa berbuat apa-apa"ucap wanita itu lirih lagi-lagi hanya derai air mata yang mewakili rasa sakit karena sang putri bahkan sudah tidak perduli lagi pada nya.
tiba-tiba saja tangan kekar itu melingkar di pinggang ramping wanita paruh baya tersebut.
"Kau melamun lagi, sayang"ucap Jerry.
"Aku hanya ingin menikmati udara segar"ucap Juni .
"Jangan terlalu dipikirkan, semua akan kembali baik-baik saja, yakin lah"ujar Jerry.
"Bagaimana kamu bisa yakin seperti ini mas, padahal kamu sendiri melihat bagaimana sikap nya kemarin, hiks hiks hiks, putri ku yang cantik dan baik hati kini bahkan seperti orang asing, aku ibunya aku yang melahirkan mereka, aku tau rasa sakit yang dia rasakan saat ini, kenapa? kalian tega memisahkan kami"ucap Vierra.
"Kami tidak bermaksud memisahkan mu, dari putri kita, saat ini dia hanya butuh penyesuaian diri, jangan khawatir semua nya akan kembali seperti semula karena saat itu dia akan sadar, bahwa kami melakukan semua itu untuk kebaikan nya juga, karena yang aku tau putri kita juga mencintai suaminya"kata Jerry.
percakapan mereka berakhir saat suara Jessi terdengar nyaring, wanita itu kembali histeris, saat bangun tidur, karena kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidup nya.
Jessi kehilangan kesucian nya saat dia berada di sebuah hotel, saat acara pernikahan berlangsung karena, salah masuk kamar hingga pria yang tengah dalam pengaruh obat itu langsung menyerang nya, membabi-buta.
saat itu Jessi langsung pingsan saking shock nya.
"Mas, apa? tidak sebaiknya Jessi kita bawa ke dokter spesialis, agar dia bisa menghilangkan trauma berat nya, kasihan bayi yang dia kandung, meskipun bayi itu sangat kuat dan baik-baik saja tapi putri kita hancur"ucap Vierra.
ya Jessi saat ini tengah mengandung anak seorang pria beristri, seorang pengusaha sukses yang saat itu tengah di jebak oleh rekan bisnis nya dengan obat tersebut, dan Jessi sudah ditargetkan oleh orang itu,agar Jerry bisa menghancurkan perusahaan milik pria tersebut, tapi Jerry tidak pernah bertindak gegabah, pria itu selalu berhati-hati dalam bertindak meskipun dia sangat murka, karena Jerry tau itu adalah sebuah konspirasi
pria berusia empat puluh tahun itu, sudah memiliki istri dan satu anak berusia sepuluh tahun, dan kini tinggal di luar negeri, dia ke Indonesia untuk mengurus perusahaan milik nya yang ada di negara ini, dia pun bertanggung jawab atas segala yang terjadi, dia hendak menikah dengan Jessi, tapi perempuan itu menolak keras, karena trauma berat yang dia alami.
hingga saat ini pria itu akan datang untuk menjenguk Jessi dan calon anak nya, meskipun hanya bertemu dari kejauhan, karena Jerry memikirkan kebaikan putri nya itu.
pria bernama Gilbert itu, hanya bisa pasrah dan mengikuti apapun yang di perintahkan oleh Jerry, demi kebaikan bersama.
"Baiklah Sayang ku, kita akan memanggil dokter ahli untuk melakukan pengobatan secara rutin, tapi bukan putri kita yang ke rumah sakit"ucap Jerry.
__ADS_1
"Terserah mas, bagaimana baiknya yang penting putri ku, tidak lagi seperti saat ini"ujar Vierra.
Jessi sendiri selalu mengurung diri di dalam kamar selama ini.